The first 200 lines.
Baik, jadi, jika toko punya sepuluh kentang,
dan kau mengambil dua,
berapa banyak kentang yang tersisa di toko?
Aku tak suka kentang.
Jangan fokus pada bagian itu.
Kau punya delapan kentang.
Marie, kami tahu kau tahu.
Aku bertanya kepada Sydnee.
Kenapa kau tidak meraut pensil warna?
Itu akan menyenangkan.
Ada banyak anak di kelasku,
dan beberapa dari mereka cukup pintar.
Jadi, aku mencoba kreatif dengan yang selesai lebih awal
dengan proyek khusus.
Aku sudah selesai dengan pensilnya, Bu Teagues.
Baiklah. Kalau begitu,
bantu aku menilai tugas murid lain, ya?
Jangan beri tahu siapa pun.
Baik, jadi, jika kau tak suka kentang "kentang",
bagaimana jika kita bilang itu ubi jalar?
Aku sungguh tak suka ubi jalar.
Kau sungguh harus bekerja sama denganku, Sydnee.
Janine,
apa kataku soal mengambil kentang dari ruang makan siang?
Tapi pembelajaran visual jauh lebih baik.
Coba tebak?
Sekarang kau tak punya kentang.
SEKOLAH NEGERI WILLARD R. ABBOTT
-Selamat pagi, Semuanya. -Selamat pagi.
Izinkan aku memperkenalkan murid terbaru kita, Malcolm.
Dia baru pindah ke area ini.
Dia bersekolah di sekolah swasta pintar itu, Elway Academy,
dengan kelas orkestra dan semuanya.
Jadi, dia seperti bayi Beethoven.
Orang tuaku ingin aku pergi ke sekolah dengan anak kulit hitam lainnya.
Kau beruntung, karena kami punya banyak anak kulit hitam.
Semua nilai Malcolm A,
dan dia masuk program berbakat.
Selamat datang, Malcolm.
Ya. Selamat datang di Abbott, Malcolm. Aku juga masuk program berbakat.
Apa bakatmu? Menjadi menyebalkan?
Bukan.
Pokoknya, Malcolm memiliki masa depan yang cerah.
Aku sudah bisa membayangkannya di Gedung Putih,
berterima kasih kepada Bu Ava Eva Coleman karena mengubahnya menjadi Oprah Sains.
Kau hanya perlu menjadi Malcolm Sains,
dan itu akan cukup.
Terima kasih.
Malcolm, kau mau sarapan dengan anak-anak lain?
Ya! Ambil apa pun yang dibutuhkan otak supermu.
Kami punya minyak ikan atau apa pun.
Beri jalan! Anak pintar mau lewat.
Jangan lihat dia dengan IQ biasamu.
Ini sampah.
Dia benar-benar brilian.
Ava, aku sungguh berharap kau tak membicarakan
anak-anak seperti itu di depan mereka.
Ada banyak anak pintar di Abbott.
-Selalu. -Ya.
Ada anak di kelasku yang menukar Happy Meals
untuk persahabatan.
Hei.
Kau tahu? Kita harus punya program berbakat di sini.
Aku butuh sesuatu untuk dilakukan anak-anak di kelasku
selain menilai tugas.
Aku bercanda.
Tapi sungguh,
aku suka program berbakat yang kuikuti saat tumbuh dewasa.
Aku belajar banyak, dan pengalaman itu tidak ternilai.
Aku juga ikut. Ya.
Aku harus menulis parodi rap musikalku sendiri tentang Monsanto.
Judulnya "Mo' Santo, Mo' Masalah."
Hei, lihat.
Anak bungsuku, Gina, dia berpartisipasi dalam program insinyur muda.
Itu sangat membantunya.
Tampak bagus juga di aplikasi kuliah.
Hei, Gregory, bagaimana menurutmu?
Kurasa aku baru di sini selama lima menit, jadi,
aku tak bisa berkomentar.
Kau harus punya lebih banyak pendapat.
Dahulu kami punya program berbakat, Serikat Permen Loli,
-tapi kemudian... -Biar kutebak.
-"Kami tak punya uang." -Tidak. Kami punya uang.
Uangnya ada di rekening. Kita hanya tak bisa menyentuhnya.
Percayalah, aku sudah berusaha.
Untuk menggunakannya untuk sains-aritma.
Masalahnya, tidak ada yang mengajar program berbakat.
-Kalian di kelas seharian. -Itu benar.
Saat selesai mengabsen, sudah waktunya makan siang.
Siapa yang punya waktu?
Akan mudah untuk menyerah dan tidak punya program berbakat,
tapi ada akronim yang kupelajari di sana,
PIE. Kegigihan, kecerdasan, dan usaha.
Aku suka PIE.
Meskipun aku tak bisa memakannya. Membuat perutku sakit.
Tapi aku sudah berusaha selama bertahun-tahun.
Itulah bagian kegigihannya,
karena itulah kita harus punya program berbakat.
Ini perawatan wajah kaki.
Seperti perawatan wajah, tapi untuk kakimu.
Dengar, aku akan melakukannya.
-Hei, Gar. -Hei.
Jadi, apa? Tak ada es teh rasberi untukku minggu ini?
Kau menyembunyikan sesuatu dariku?
Aku punya kotak lain di truk.
Aku...
menyimpannya untukmu.
Jangan terlalu merindukanku saat aku pergi.
Itu maumu.
Kawan, pria itu menyukaimu. Ajak dia berkencan.
Tidak.
Mantanku pemadam kebakaran, dan jika dia mengajariku sesuatu,
jangan pria berseragam,
karena entah bagaimana kau akhirnya membayar cicilan mobil mereka
dan tidur di rumah saudarimu setelah bertengkar.
Gerald-ku memakai seragam dan dia pria yang baik.
Ayolah. Kau pantas bersenang-senang.
Ini terjatuh dari truk untukmu.
Jadi, pada dasarnya, yang kita butuhkan agar program berbakat berhasil
adalah seseorang yang antusias dan punya banyak waktu luang.
Kurasa aku kenal seseorang.
Hei, hei, dan begitulah adanya
Tolak saja Monsanto
Hei!
Itu baru hook -nya.
Aku menemukan seseorang untuk mengajar program berbakat.
Kenapa kau terengah-engah?
Aku bersemangat.
Ini aneh. Kau harus memeriksakannya.
Baiklah. Jacob akan mengajar program berbakat
selama waktu luangnya.
Aku ingin mengolah tanah subur dan menumbuhkan pikiran masa depan.
Aku akan seperti pria di film itu.
-Coach Carter. -Tidak.
-Jiro Dreams of Sushi. -Tidak.
Apa film panjat tebing itu? Tunggu. Jangan beri tahu aku.
-Tidak, bukan ini. Itu... -Jangan bilang.
Hei, Ava? Bagaimana menurutmu?
Kesempatan untuk membuat lebih banyak Oprah Sains?
27 Hours. Itu judul film panjat tebing.
-Sudah kuduga. -Tidak.
-Hei, Ava. -Dengan...
-Benar. Program Berbakat. -Ya.
Kau tahu, teman-teman perkumpulanku selalu membual
tentang bagaimana mereka memiliki anak-anak pintar yang mereka lahirkan.
Aku bisa seperti Charles Xavier dengan kaki,
dengan ratusan anak pintar yang tak kulahirkan, tentu saja.
Silakan mulai akademi mutan kecilmu.
Ya! Terima kasih.
Rasakan itu, Crystal.
SEKOLAH NEGERI WILLARD R. ABBOTT
Jadi, aku menelepon untuk memesannya,
dan mereka bilang tidak melakukan perawatan wajah kaki.
-Mereka bilang itu hanya pedikur. -Bukan itu yang dikatakan Dr. Oz.
Itu dia.
Kau tahu, aku menantikan setiap Kamis,
dan itu bukan hanya tentang mengisi ulang Funyuns setengah penuh.
"Setengah penuh." Pria itu optimis.
Jadi, apa yang kau lakukan, Gary? Kau punya impian atau...
Aku memiliki dan mengoperasikan bisnis mesin penjual otomatis.
-Aku menjalaninya. -Ya, untuk mewujudkan impianmu.
Jadi, ingat bagaimana kau membawakanku es teh itu?
Aku berpikir bagaimana jika aku membiarkanmu membelikanku makan malam?
Ini akan luar biasa.
Aku akan mengajakmu keluar untuk malam di kota
yang tak akan pernah kau lupakan.
Aku memikirkan kau, aku, Dave & Buster's.
Kau tahu? Aku hanya...
Kurasa aku sangat sibuk belakangan ini.
Mungkin kita coret saja ide kencan ini.
Aku sudah berusaha.
Dengar, aku belajar melihat bendera merah saat sedang berkibar.
Seorang pria menyarankan sampah untuk kencan pertama,
pada akhirnya, kau harus mencampakkannya.
Mantanku menyarankan kelab striptis.
Waktunya Anak Pintar!
Aku butuh Tyrel, Nadiyah, dan Daniel.
-Apa maksudmu? -Untuk program berbakat.
Hanya mereka yang bisa bicara di kelasku.
Menyebalkan menjadi dirimu.
Semua naik kereta otak!
Apa pendapatku tentang program berbakat?
Dengar, jika semua orang menyukainya, maka bagus.
Kurasa anak-anak akan melewatkan akhir filmnya.
Tapi siapa yang butuh akhir filmnya?
Film adalah tentang awal,
lalu tengah dan...
Baiklah. Mari kita tenang. Tenanglah.
Mari mengerjakan soal matematika untuk menenangkan pikiran kita.
Ronald, berapa sembilan dikali sepuluh?
-Ayam! -Apa?
Ayam di perpustakaan!
Ayam memiliki ovarium dan oviduk, dan saat betina mencapai kedewasaan,
ovarium ini berkembang beberapa sekaligus menjadi kuning telur.
Saat mereka menetas, apa yang kita dapat? Kita dapat sarapan. Benar, 'kan?
Menyajikan "ova" dengan mudah.
Sudah dimulai. Mereka menetas.
Lihat itu.
Mereka melihat ayam tak hanya berasal dari Crown Fried Chicken.
Aku kembali dari pensiun Untuk menyelamatkan lingkungan
No comments yet. Be the first to leave one.