The first 200 lines.
Pelarian Sengit
Sejumlah barang baru akan tiba besok.
Bagus, aku menginap di kamar 1608 di Hotel Wah Mei.
Bawa mereka ke sana dan biarkan aku melihat.
Leung!
- Ini. - Terima kasih.
- Bagaimana denganmu? - Aku tidak haus.
- Kau saja yang minum. - Kenapa? Kau sedang diet?
Apa aku terlihat gemuk?
Mun!
- Kau marah? - Sudah kubilang, panggil aku April.
Ada apa dengan nama Mun?
Akan kuulangi. Aku April.
Baik, April, kau sangat kekanak-kanakan.
Omong-omong, di mana kakakmu?
Entahlah. Dia mungkin terjebak sesuatu di kantor polisi.
Leung, kita makan malam di mana?
Makan malam?
Ini kamar ganti pria.
Minumlah ini dahulu.
Aku pamit, sampai jumpa!
Leung, kenapa lama sekali?
Semua orang menunggumu. Benar, bukan?
Menungguku? Maksudmu Ben.
- Dia selalu terlambat. - Kau benar.
Aku akan mandi dahulu.
Mandilah dengan baik. Bersihkan dari kepala sampai kaki.
Aku akan tampan dan bersih.
Apa yang kau lakukan?
Dasar cabul.
Siapa yang mempermainkanku?
Di mana kerannya? Nyalakan untukku.
Bukan kami...
Tapi aku akan memeriksanya.
Cepatlah...
Aku hanya perlu bicara dengan kalian.
Apa yang kau lakukan?
Berengsek!
Apa yang terjadi?
Ada apa?
Smurf?
Pasti kalian pelakunya.
Bukan aku...
Ben pelakunya!
Berani sekali kau mengkhianatiku, Berengsek!
Kau masih menyangkal?
- Tidak... - Beraninya kau mempermainkanku!
Hei, Bung, bajuku!
- Ada apa di sana? - Kakakmu...
Beri tahu kakakmu kita tunggu di luar.
- Di luar! - Ayo!
Apa yang terjadi padamu?
Tanya dia!
Ayo.
Kakak ceroboh sekali.
Aku akan memelukmu.
- Berhenti main-main. - Dasar berandal!
- Lakukan padanya jika kau mau. - Tentu.
Jangan mendekatiku.
Mata Besar.
Kau rindu padaku?
- Tentu saja. - Kakak.
Dia menolak makan. Jika kau pulang lebih lama lagi...
Dia pasti bunuh diri.
Bukankah Kakak harus bekerja malam ini?
Kakak izin sakit hari ini.
Benarkah?
Kakak sudah ke dokter?
Kakak demam. Tunggu sebentar.
Kita akan segera memiliki dokter di rumah...
Kenapa berkonsultasi dengan orang lain?
Aku hanya mahasiswa baru.
Kenapa Kakak merokok saat merasa tidak sehat?
Buka yang lebar.
Kau sudah bersikap seperti dokter.
Kakak masih ingin merokok?
Kakak akan makin sakit jika tidak.
Apa rencanamu setelah lulus?
Mungkin aku akan menjadi dokter magang di rumah sakit pemerintah.
Bagaimana kalau melanjutkan sekolah di Amerika?
Aku mau, tapi kita tidak mampu.
Jangan konyol.
Kakak akan mendukungmu meski harus menjual bungalo.
Belajar di luar negeri tidak terlalu penting.
Bungalo itu untuk May.
Kakak tidak bisa menjualnya.
Apa gunanya memilikinya setelah dia meninggal?
Kita bicarakan itu nanti.
Aku tahu Kakak sangat merindukan May.
Lalu kenapa jika kakak merindukannya?
Kakak tidak bisa mengikuti jejaknya, bukan?
Meski kehilangan istri...
Kakak masih punya adik.
Bersemangatlah.
Kekasihmu marah lagi.
Mata Besar!
Ini dia.
- Pak Chan. Selamat datang... - Pak Chiu.
- Silakan masuk. - Baiklah.
Pak Chan, permata ini sempurna.
Aku akan mengambil semuanya.
Terima kasih, Pak Chiu.
Omong-omong...
Berapa harga permata ini?
Coba kulihat.
Tiga belas juta dolar Hong Kong.
Kau tidak bisa membeli kualitas...
Dan kuantitas yang sama di tempat lain.
Pak Chan, ayo minum. Untuk kesuksesan.
Ya, kesuksesan.
Pak Chan, tolong beri tahu aku setiap ada permata yang bagus.
Tentu saja, kau akan menjadi yang pertama tahu.
Bersulang.
Apa ini? Ada kebakaran?
Simpan permata itu dahulu.
- Poky, minta seseorang memeriksanya. - Baik.
Pak Chiu, telepon tidak berfungsi.
- Pergi ke balkon sekarang. - Ayo!
Ayo!
Di mana apinya?
Cepatlah! Jangan repot-repot. Pergi saja.
Ayo! Cepat!
Gawat!
Katakan. Siapa yang mengirimmu untuk membunuhku?
Mau kuberi tahu? Dasar bodoh!
Kau akan memberitahuku atau tidak?
Aku akan bicara.
Ibumu memintaku dan ayahmu bahkan tidak tahu.
Bagaimana?
Kau cukup hebat.
Kau punya nyali, ya?
Aku akan bicara...
Bicara!
Bicara!
Orang yang bekerja untukmu.
Chiu Ying Kau?
Kau yang mengatakannya, bukan aku.
Jangan tembak...
Aku tidak akan menembak, tapi aku harus mengatakan satu hal.
Ada apa?
Sebenarnya, aku ayahmu dan ibumu bahkan tidak tahu.
Ayah?
- Apa itu? - Racun, Bodoh.
Racun...
Habislah aku.
Jadi, kau juga dipukuli?
Kapan aku bisa pergi?
Tunggu sampai anggota kami kembali.
Kemarilah.
Pak Chiu, aku akan bergerak lebih dahulu.
Maaf, Pak Chiu.
Aku baru selesai buang air besar.
Aku merasa lega sekarang. Baiklah, ayo kita lanjutkan.
Baik, mari kita lanjutkan.
Aku menyadari insiden itu sekarang.
Namun, aku ingin tahu kenapa kau di sana.
Sederhana saja.
Aku pembeli berlian.
Benarkah? Setahuku...
Kau berurusan dengan saham.
Kenapa tiba-tiba tertarik dengan berlian?
Kau sangat mengenalku.
Namun, aku bisa mengatakan ini.
Aku tertarik pada apa pun yang menghasilkan uang.
Aku salut padamu.
Kau kehilangan semua uangmu di pasar saham.
Namun, kau tidak terganggu.
Kini kau punya uang lebih untuk membeli berlian?
Apa maksudmu?
Tidak ada, aku hanya mengatakan omong kosong.
Tidak usah bicara.
Aku tidak punya waktu untuk omong kosongmu.
Kenapa begitu marah?
Aku hanya mengambil pernyataan, bukan mendakwamu atas apa pun.
Tenang!
Paman Kwut, ada apa?
Sersan Kwok.
Aku memang ingin bertemu denganmu.
Aku berniat bekerja sama dengan polisi...
Tapi bawahanmu bersikap buruk.
Paman Kwut, sudah selesai dengan pernyataannya?
Sudah selesai, hanya kurang tanda tangannya.
Periksalah pernyataan itu, Pak Chiu.
Tanda tangan di sini jika sudah sesuai.
Baik, terima kasih atas kerja samamu.
- Terima kasih. - Kau boleh pergi.
Ada apa, Paman Kwut?
Dahulu dia menjalankan bisnis ilegal.
Namun, belakangan ini dia menghasilkan banyak uang.
Sumber kekayaannya mencurigakan.
Kurasa dia terlibat dalam kasus ini.
Bersabarlah, lakukan pendekatan waspada.
Dugaanku tentangnya memang benar.
Lanjutkan pekerjaanmu.
- Halo? - Pak Chiu.
Dong, bagaimana barangnya? Semua baik-baik saja?
Aku beruntung, baik permata dan aku baik-baik saja.
- Kenapa kau bilang begitu? - Simpan untuk nanti.
Mari bicara saat kita bertemu malam ini.
Kau tidak berguna.
No comments yet. Be the first to leave one.