The first 200 lines.
Diego!
Apa? Sialan.
Wasit, sialan!
- Kartu merah? Apa maksudmu? - Tenang, Diego.
Apa yang terjadi? Sialan!
Apa-apaan ini? Kau bisa isap penisku. Turun dan bermainlah!
Jangan ganggu aku!
Kau tinggalkan kami!
Jangan ganggu aku!
- Berhenti bersikap menjengkelkan! - Aku?
Kau tak punya kemampuan.
Nyaliku besar.
Tetapi kau tolol.
Sialan! Sekarang apa?
Diego, kau sedang apa? Kau gila?
Dia tak biarkan aku sendiri! Apa?
Tenanglah. Lihatlah aku.
- Jangan merekam di sini. - Itu hakku sebagai reporter.
Dilarang merekam. Berhenti merekamku.
THE CHAMPION
Juara baru Atleti dimulai sama seperti anak kota kecil lainnya
dengan mimpi menjadi bintang sepak bola.
Berkat bakatnya dan dukungan ayahnya,
Diego menarik perhatian klub-klub paling penting di negara kita.
Ya! Peluk aku, Nak.
Kau luar biasa. Hebat!
Di awal musim ini, di usianya yang baru 18 tahun,
dia memenuhi mimpinya bergabung dengan Atlético Madrid.
Namun hari ini, dengan sisa tiga pertandingan di musim La Liga,
bintang merah-putih itu terjebak dalam skandal.
Atlético keluarkan pernyataan menerima skorsing dua pertandingan
dikenakan pada Diego oleh Federasi.
Ada juga penyelidikan internal apakah dia harus diskors untuk pertandingan lain
karena korban serangan itu adalah kapten tim merah-putih.
Pernyataan ini memicu kontroversi di kalangan penggemar Mattress Makers
karena jika skors pertandingan ketiga Diego dikonfirmasi,
kita akan mencapai pertandingan terakhir musim ini
dengan pencetak gol terbanyak tim di bangku cadangan.
Kami mau dia kembali untuk pertandingan terakhir,
tetapi aku ingin jelas bahwa kami tak mau membayar berapa pun.
Wah, Bung.
- Sebaiknya jangan buka Twitter. - Apa? Masih tren?
Ya, Kawan!
Biarkan mereka mengoceh. Mereka akan menyesal.
Diego...
Ada apa, Ratuku?
- Ayo pergi. - Tidak.
- Mereka menunggumu. - Lalu? Biarkan saja.
Kau kacau. Oke, Sayang? Kau harus menghadapinya.
Sialan!
Mereka tak peduli kepadaku
Jika ini terlalu berat untukmu, istirahatlah.
Istirahat untuk apa?
Kalian bagaimana?
- Kalian tak punya rumah? Apa ini hotel? - Teman-temannya harus mendukungnya.
Diego menyuruh kami tinggal, dan itu rumahnya. Semua ini miliknya.
- Bisa ambilkan bir? - Tentu.
- Kau mau dingin? - Ya.
- Ini yang dingin. - Apa?
- Kau gila! - Kau bodoh, atau apa?
- Apa? - Sekarang apa?
Kita mau ini? Mau terus begini?
Entahlah. Beri tahu aku.
Anak itu mewakili nilai-nilai klub.
Dia mencetak 11 gol di musim pertamanya.
- Dia takkan ke mana-mana tanpa disiplin. - Tenang.
Kita ingin yang terbaik untuk anak itu.
Diego adalah Ferrari, dan mesinnya terlalu panas.
Dia hanya butuh istirahat. Detoks media.
Detoks media?
Ya. Citra baru.
Apa maksudmu dengan itu?
- Pertama, kau akan minta maaf, Diego. - Aku? Minta maaf?
Kau akan minta maaf.
Kalau aku tak mau?
Lakukan permintaannya, atau musimmu akan berakhir.
Tetapi aku pencetak gol terbanyak. Kau bilang apa?
Aku yang memutuskan apa kau bisa bermain.
Kau akan diskors dua pertandingan.
- Kau putuskan apa mau tiga. - Oke.
Tak ada tempat di tim untuk hooligan sepertimu.
Halo?
Aku baru bicara dengannya.
Apa itu hooligan?
Apa yang membuat genius?
Dalam kata-kata Charles Baudelaire,
"Genius tak lebih dan tak kurang dari masa kanak-kanak yang diperoleh sesuka hati."
Adakah yang bisa memberiku definisi lain?
Oke.
Psikologi memungkinkan kita mengklasifikasikan kepribadian berbeda
yang merupakan ciri orang genius, seperti...
Renfe Commuter Rail mengingatkan kalian:
Demi keselamatan kalian, dilarang melintasi rel.
Silakan gunakan penyeberangan yang tersedia.
Kau mau masuk?
Apa kau masih takut pada orang?
Alex! Hei, Alex!
Hei, apa yang terjadi?
Aku sudah mencarimu. Kau tak jawab telepon atau WhatsApp-mu.
Aku tak pakai WA.
- Untuk apa aku berikan telepon? - Beri tahu aku.
Untuk bicara. Entah, makan siang mungkin. Untuk dengar kabarmu dan hidupmu.
Kau mau apa, Juanma?
Aku ingin kau santai.
Lihatlah dirimu.
Dan menawarkan solusi masalahmu.
- Solusinya, tinggalkan aku. - Tak ada risiko kali ini.
Satu bulan kerja, sepuluh jam seminggu. Kau tak perlu menjual rumahmu.
- Aku tak... - Kau menjualnya. Aku lihat iklannya.
Dengan harga yang murah.
Apa pedulimu?
Alex.
Hanya rumah yang tersisa dari Ibu. Aku menawarkan uang yang kau butuhkan.
Dengar. Ini akan mudah. Itu sangat legal. Legal sekali.
- Itu tepat di depanmu. - Apa itu?
Kuberi tahu di jalan. Waktu kita tak banyak.
Juanma...
Aku janji tak mengebut. Ayo pergi!
STADION METROPOLITANO
Maafkan aku.
Permisi.
Juanma, bisa ceritakan tentang apa ini?
Ini konferensi pers. Kau tak lihat?
- Aku tak masuk. Ada banyak orang. - Ya. Kau ikut denganku.
Aku akan melindungimu. Ayo pergi.
Jangan sentuh aku. Kau tahu aku tak suka itu.
Duduklah di sana.
Ada apa di sini hari ini?
Diego mengadakan konferensi pers.
Siapa Diego?
Semuanya siap. Saatnya pergi ke sana. Ayo.
Aku tak mau minta maaf.
Kau hanya perlu baca.
Apa? Baca?
Kami menulis pernyataan untukmu. Ada di meja.
Kenapa aku belum baca?
Aku sudah baca, bagus. Ayo.
Baca dan cobalah tak mengoceh. Semua akan baik saja.
Selamat pagi, Semuanya. Terima kasih sudah datang.
"Aku datang ke sini hari ini untuk meminta 'maaf'."
"Itu sebabnya aku ingin mengumumkan 'di depan umum'...
di depan umum bahwa...
bahwa aku akan mulai mengambil kelas 'intensif'...
dengan tujuan menyelesaikan pendidikan yang aku tinggalkan
untuk mengejar karier sepak bola."
Apa-apaan ini?
Untuk membantu Diego membuat keputusan ini,
yang dirayakan dan didukung oleh seluruh tim,
kami punya salah satu psikolog pendidikan terbaik di negara ini.
Alejandro Castro!
Akan seperti apa kelasnya?
Akankah mereka bagus untuk tim?
Hei, berhenti!
Dengar! Aku tak tahu bagaimana aku bisa cocok.
Bagian tersulit ada di belakangmu. Lakukan saja.
Dua hal. Pertama, aku bukan psikolog pendidikan.
- Aku lakukan riset. - Siapa peduli?
Kau cocok untuk pekerjaan ini. Masalahmu, kau tak tahu cara menjual dirimu.
Dan kedua, aku benci sepak bola.
Tidak. Kau benci Ayah.
Oke.
Pikirkan itu. Kau tak pernah ditawari pekerjaan yang lebih baik.
Kita bisa jalan-jalan. Mau apa lagi?
Sebenarnya lebih baik kita hidup terpisah.
Kau butuh uang.
Dengar, ini bukan soal uang, oke?
Ini bukan soal uang.
ALEJANDRO CASTRO PROFESOR BARU UNTUK PEMAIN SEPAK BOLA
DIJUAL
Yago, Rodrigo, minta maaf pada pria ini.
- Sialan! - Kau Alejandro?
Ya, itu aku.
- Buka pikiranmu, ya? - Dengar, Luismi. Ini Alejandro.
Kami bilang pukul tiga. Itu gila!
Begitu banyak ruang yang terbuang.
Kami tak punya margin. Harga saham turun lima persen.
Itu punya potensi, bukan?
Tak mungkin. Kami akan potong keuntungan kami.
Tembok itu harus pergi.
Mustahil. Itu dinding penahan beban.
Yang itu saja.
Jangan tersinggung, tetapi semua ini terlihat kuno.
Hei, Nak. Maaf, kalian tak boleh menyentuh ini.
Ya, aku bisa.
Tidak. Ini rumahku.
Tidak lagi. Ayahku akan membelinya.
Kau bisa tak menyentuh komputerku?
Ada foto anak -anak di komputermu.
Ada banyak buku di sini!
Kau punya komik?
Sudah kubilang jangan sentuh apa-apa. Aku mohon.
Lihat apa yang kau lakukan!
Alejandro, kami sudah pikirkan, dan kami akan tanda tangan sekarang.
Perabotan tua dan buku-bukunya harus disingkirkan, oke?
Kurasa kau tetap di sana, pecundang!
SELASA, 16:17, 16 MAI JUANMA - SEKARANG - 50,000 EURO
BLOK 205
Diego, lanjutkan! Main terus!
Ayo! Ayolah!
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.