Presumed Innocent

Presumed Innocent

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Presumed Innocent 2024 S01E05 ATVP WEB-DL DDP5 1 Atmos H 264-FLUX
A Commentary by tedi
Retail ATVP | 40:58

Tags

webdl
Published on: 2024-07-03
Downloads: 251
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ayah!

- Pergi dari rumahku! - Rusty, hentikan!

Pergi!

- Masuklah! - Oke!

Sayang, lihat Ibu.

Rusty, apa yang terjadi?

- Sayang, dia sudah pergi. - Rusty, bicaralah.

- Tenanglah. - Rusty?

Kau pikir dia punya informasi,

makanya kau ke rumahnya.

Lalu, dia ke sini... Untuk apa?

Menakutimu?

Rusty, kau hampir membunuhnya.

Bagaimana kalau dia lapor polisi?

Mustahil.

Kau tahu dari mana?

Mustahil.

NAMA, SEPEDA

- Tommy? - Ya?

Katanya aku adalah saksi pertama, atau saksi awal.

Aku mau tahu alasannya.

Pembela akan bilang bahwa ini tuntutan yang bias,

kau harus segera membantahnya.

Jika kau berharap aku bicara bahwa Rusty pelakunya, itu mustahil.

Tidak. Aku tak berharap kau begitu.

Aku hanya berharap kau jujur. Kau keberatan?

Ada apa di antara kalian berdua?

Apa kau menaksirnya?

- Menaksir Rusty? - Ya.

Jika benar, kau harus tahu soal itu.

Kalian pernah berciuman?

Itu kelewatan.

Dan tak ada hubungannya.

Persetan denganmu.

Kau diminta menjadi saksi

atas hubungan Carolyn dan Rusty,

dan aku ingin tahu pandangan profesionalmu.

Jika memang itu niatmu,

mungkin kau harus mengundurkan diri dari kasus ini.

Belakangan ini, restrukturisasi sering terjadi di kantor ini,

asal kau tahu saja, aku dan Nico sangat menghargai loyalitas.

Itu meledak?

Ya. Berhamburan.

Ke setiap sudut.

Raymond, semua mimpi buruk ini,

ingin menyampaikan sesuatu,

yang sama dengan...

- Bisa berhenti? - ...semua bukti.

Apa ada bukti, meski sedikit, yang mengarah ke orang lain?

Lo, masalahnya bukan bukti yang mengarah ke orang lain.

Tapi, kurangnya bukti...

- Mengarah padanya. - ...mengarah ke Rusty.

Aku paham. Beban pembuktian.

Apa kita perlu bahas beban yang kau tanggung?

Bisa hentikan?

Bukan dia pelakunya.

Itu tak penting.

Kau sekarang ada di Pihak Pembela.

Ayo, Laura. Cepatlah.

Sialan!

- Hei, kau sedang apa? - Wah. Hei.

Aku hanya ingin bicara.

Aku akan panggil polisi.

Kau mau panggil polisi setelah kejadian semalam?

Baiklah. Bagaimana kalau kau kuantar ke sana?

Kita bisa isi laporannya bersama.

Apa masalahmu?

Aku hanya ingin bicara.

Bicaralah denganku.

Kau menyerang, membobol masuk.

- Dia bisa lapor bahwa kau memerasnya. - Aku menyerangnya? Membobol masuk?

- Tak kusangka dia akan... - Cara terbaik untuk mencegah semua itu,

adalah dengan melapor ke polisi.

Jika dia membantu polisi

dengan melapor bahwa kau gila,

Rusty, menurutku,

keterpurukanmu ini...

Mya.

Dia netral.

Dan objektif.

Dengarlah teori Rusty.

Liam Reynolds adalah tersangka terbaik kita.

Dia punya motif.

Dicurangi.

Meski dia ada di penjara, tapi dia punya niat.

Dia kenal orang-orang di luar penjara.

Dan menurut Rigo, yang telah bicara dengan beberapa narapidana,

Reynolds menyiratkan bahwa dia pelakunya.

Dia telah banyak menangkap penjahat.

Meski Reynolds terlibat...

Aku ingin sekali memecahkan kepalanya.

Maksudku... Carolyn menyembunyikan bukti.

- Itu tak terbukti benar. - Tapi, Carolyn melakukan itu, Ray.

- Hei. - Hasilnya sudah kau terima?

Semuanya sesuai pemeriksaan awal.

Sedangkan Ratzer, spermanya ada di TKP.

Itu tak seperti yang kau gambarkan.

Oke. Tapi itu bukan kasus kita.

Dia benar.

Ada dua hal yang kupelajari sepanjang karierku.

Pertama, narapidana informan,

mereka rela berbohong demi mengurangi masa hukuman.

Kedua, pelaku pembunuhan cenderung mengancam, membual

demi menghancurkan narapidana lain.

Mereka malah tak akan menyiratkan tindakannya.

Maafkan aku.

Meski Reynolds terlibat,

aku tetap tak mengerti apa kegunaan Ratzer bagi kita.

Menurutku, keduanya saling terkait, Raymond.

Mungkin mereka saling kenal.

Ini hidupku.

Ya.

Aku paham, aku mau menyelamatkannya,

karena kau memintaku untuk menyelamatkan kebebasanmu.

Tapi, Rusty, apa pun strategi kita...

bukanlah seperti,

"Hei, pria ini kenal salah seorang narapidana,

sperma mereka berdua

ditemukan di rumah seorang PSK yang meninggal."

Yang diikat seperti Carolyn.

Tak sama persis.

Mirip.

Astaga. Baiklah. Kau tahu?

Silakan tanya Ratzer sendiri. Dia akan datang besok.

Apa?

Ya.

Dia sedang olahraga.

Ya. Atas saran Ibu.

Dia menyerang seorang pria semalam.

Lebih baik dia olahraga.

Bu, apa Ayah pelakunya?

Tidak, Sayang.

Ayahmu memendam amarahnya...

tapi dia bukan pembunuh.

Ratzer, Ayah rasa dia pelakunya.

Pendapat Ayah tidak bias?

Bisa jadi.

Apa pendapat Tn. Horgan?

Ray bilang kasus ini buntu,

dia pikir Ayah mulai buat masalah.

Apa dia benar?

Mungkin.

Ayah memang agak kelewatan.

Apa maksudmu?

Ayah memukuli seseorang.

Jay, dia datang ke rumah kita.

Dia mengancammu, ibumu.

Ayah harus bagaimana?

Entahlah.

Aku mencemaskan Ayah.

Sayang.

Tenanglah.

- Hei, Tommy. - Hei, Carolyn.

- Kau membuntutiku? - Aku membuntuti...

Dengar. Aku sadar kau tak mau bekerja bersamaku, dan...

Siapa yang bilang begitu?

Astaga. Tak penting siapa orangnya.

Benarkah kau tak mau bekerja bersamaku?

- Aku... - Katakan saja.

Maksudku...

aku lebih suka jadi jaksa utama di kasusku.

Jika aku jadi jaksa pendamping, aku lebih suka bersama Rusty,

karena dia Wakil Kepala Jaksa, untuk jenjang karier...

- Ya, aku mengerti. Itu masuk akal. - Ya.

Yang kudengar, kau sangat menolak bekerja sama denganku.

Aku tak bilang begitu.

Mungkin kata-kataku salah dimengerti.

Kau lembur.

Ya.

Dengar, Liam Reynolds, dia pembunuh Bunny Davis?

Ada apa dengannya?

Itu masalahnya. Aku dapat kabar.

Dia terbukti mengancam Carolyn.

- Dia di penjara. - Dan...

ya.

Kau sudah memeriksanya?

Sudah, jika ada perkembangan baru, akan kami periksa lebih lanjut.

Tapi kau pikir itu tak ada hubungannya, ya, 'kan?

- Dia di penjara. - Ya.

Liam Reynolds bukanlah masalah.

Kini, kita harus fokus pada Rusty Sabich, ya, 'kan?

Ya.

Barbara.

Clifton, ini Barbara Sabich.

Aku sudah menunggu telepon darimu.

Maafkan aku. Ini salah.

Ini ide yang buruk.

Siapa yang mengatakan, "Kita akan menyesal jika tak mencoba"?

Membuatku merasa aman.

Bukannya itu hal buruk dalam kesenian?

Bagiku tidak.

Sejujurnya, belakangan ini aku tak mengerti arti keamanan.

Lewis Carroll.

Apa?

"Pada akhirnya, pilihan yang kita sesali adalah pilihan yang tak kita ambil."

Kupikir itu ucapan Oscar Wilde.

Sekarang aku merasa kurang aman.

Aku tak mau memulainya.

Aku tak mau memaksamu.

Aku mau.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left