The first 200 lines.
Sungguh menyedihkan.
Sudah hampir bulan purnama semenjak Naga Api menyerang desa kita.
Mau kita bersembunyi atau melawannya, Naga Api itu tetap bukan tandingan kita.
Kalau terus seperti ini, klan kita akan punah.
Yao Ha Ducy.
Satu-satunya harapan kita sekarang
adalah mereka yang mampu buat lengannya patah dan berhasil mengusirnya.
Prajurit hijau.
Yao, dari semua klan yang selamat,
kaulah yang paling hebat dalam berpedang dan gunakan sihir roh.
Kau kehilangan keluarga, teman, bahkan sampai tunanganmu.
Tapi, semangatmu tak pernah padam, meski hadapi cobaan yang begitu berat.
Kami percayakan nasib klan ini padamu.
Kami akan berimu harta paling berharga milik klan kita.
Alasan kami pilih wanita, kau pasti sudah paham dengan tugas yang kauemban, 'kan?
Tentu.
Kalau begitu, pergilah.
Lalu, kembalilah dengan bawa bantuan dari prajurit hijau!
Ya.
Saya berjanji akan kembali setelah selesaikan tugas ini.
Kalau saya harus jual diri demi bisa bunuh Naga Api itu,
saya bersedia.
Apa yang Akan Itami Lakukan?
Pakaian berwarna hijau!
Itu pasti mereka!
Permisi! Aku ingin bicara dengan kalian.
Apa kalian prajurit hijau?
Kalau memang benar, aku ingin minta bantuan!
Namaku Yao Ha Ducy.
Aku datang dari Hutan Schwartz.
Beberapa bulan lalu, Naga Api muncul
dan menyerang klan kami.
Tolong selamatkan klan kami!
Kumohon!
Sa-Savaru Haru Uguru?
Halo, bagaimana kabarmu?
Anu...
Tunggu sebentar.
Aku hanya bisa sedikit.
Hanya sedikit.
Kenapa malah begini?
Kenapa kebanyakan dari mereka hanya bisa satu kalimat saja?
Kalau diingat ingat,
apa lelaki yang kutemui di kedai itu juga prajurit hijau?
Sepertinya dia mengerti apa yang kukatakan.
Kalau tak salah, namanya...
Itami! Lihat sebelah kanan!
Mereka pergi!
Mereka pasti menyapa kita.
Angkatan Udara sepertinya sedang bersenang-senang, ya?
Apa itu menyenangkan?
Langit bebas tanpa adanya pesawat sipil lalu-lalang,
itu merupakan mimpi bagi mereka.
Apa benar begitu?
Tentu saja.
Kau jatuhkan dompetmu.
Kaupikir aku pelacur? Dasar bodoh.
Kau ingin bicara dengan prajurit hijau, 'kan?
Kau kenal dengan mereka?
Ya. Ikutlah denganku.
Dasar bodoh.
Aku belum pernah melihatmu di sini.
Mau main denganku?
Ayo kita bersenang-senang.
Aku ragu "alat"-mu bisa puaskanku?
Eh, Neng.
Kau datang dari mana?
Kenapa jadi begini?
Dari tadi yang kutemui di kota hanyalah para penjahat kelamin.
Bagaimana caranya agar aku bisa bicara dengan prajurit hijau?
Apa ini?
m 506 34 l 496 112 513 116 793 149 865 104 859 67 557 26
m 433 121 l 420 206 441 227 915 259 937 185 910 171
Dijual Gantungan Kunci!!
Tokonya besar sekali!
Barang jualannya juga bermacam-macam.
Ternyata Tuan punya selera yang bagus, ya!
Sekarang lagi diskon, lo.
Kalau begitu, aku beli satu.
Aku juga.
Terima kasih.
Dia bicara dengan prajurit hijau!
Jangan lupa datang lagi, ya!
Permisi! Ada waktu sebentar?
Kau kan gadis yang di kedai kemarin.
Barusan kau bicara dengan prajurit hijau, 'kan?
Ah, Bahasa Jepang, ya?
Kami punya buku merah!
Buku merah?
Cara untuk bicara dengan mereka.
Semua yang bekerja di sini, dapatkan buku ini gratis.
Dan tentunya kita pelajari bahasa mereka.
Apa aku boleh membelinya?
Meski kau bilang begitu, tapi aku tak bisa menj—
Tolonglah!
Aku perlu bicara dengan prajurit hijau!
Hari ini aku sudah bertemu dengan beberapa dari mereka,
tapi mereka sama sekali tak mengerti perkataanku.
Aku mohon!
Kalau begini,
klanku akan...
Aku mengerti perasaanmu,
tapi kalau aku menjualnya, nanti aku bisa dipecat.
Halo, Meia.
Apa ada masalah?
Tidak, tak apa-apa!
Kulit gelap dan rambut perak.
Gadis cantik dengan baju zirah dan telinga elf.
Dia terlihat cocok dengan perampok yang sedang dicari.
Kau benar.
Selamat siang, Nona.
Kami ingin berbicara denganmu.
Mereka ingin bicara denganmu.
Barusan dia bilang apa—
Kami ingin bicara denganmu.
Maukah kau pergi ke tempat kami?
Mau! Mau!
Kalau begitu, ikuti aku.
Ya!
Apa dia akan baik-baik saja, ya?
Luar biasa, Lelei.
Itulah muridku—
Pengetahuan tentang prinsip-prinsip dasar realitas
dari balik gerbang itu, ternyata sangat luas dan dalam.
Tadi itu sangat hebat, sampai aku tak bisa berkata apa-apa.
Lelei memang hebat.
Dengan kepintaranmu, aku yakin potensi sihir akan terus berkembang.
Sekalipun kau terinspirasi dari penelitian dunia lain,
tapi kau bisa memadukannya ke dalam ilmu sihir, dan itu merupakan penemuan yang hebat!
Tapi, ini masih belum cukup.
Wah.
Sepertinya ada tamu.
Maaf mengganggu.
Kami membutuhkanmu untuk jadi penerjemah.
Dia ditahan karena dicurigai merampok,
tapi apa yang dia bicarakan, berbeda dengan laporan dari si korban.
Kami jadi bingung.
Dia juga selalu berbicara kalau dia sudah diserang dan ingin minta bantuan kami.
Bisakah kau bantu kami?
Dan Begitulah, Cara JSDF Bertempur
Yao Ha Ducy.
Bicaralah denganku.
Siapa kau?
Aku Lelei.
Aku mengerti Bahasa Jepang.
Berengsek, masih sakit.
Kau yang di sana.
Aku ingin tanya sesuatu.
Myutie
AAAAA
A-Aku?
Lelaki yang melapor, sudah akui perbuatannya.
Dia ditahan karena berusaha menyerang Yao.
Dia akan dikirim ke Italica.
Itu artinya...
Ya.
Kau terbukti tak bersalah.
Kau sekarang sudah bebas.
Tunggu!
Klanku diserang oleh Naga Api!
Naga Api?
Benar!
Naga Api yang terluka!
Aku ingin bicara dengan prajurit hijau!
Kumohon!
Tolong!
Kau memintaku untuk beritahukan orang Jepang kalau kau butuh bantuan?
Benar.
Itu saja?
Dari yang kulihat, sepertinya kau orang penting di sini.
Kalau bisa, aku ingin minta bantuan pada mereka.
Baiklah.
Terima kasih.
Yao Ha Ducy.
Maaf, kami tak bisa bantu.
Apa yang dia katakan?
Beliau bilang, "kami tak bisa bantu."
Tunggu!
Desamu itu, Hutan Schwartz,
terletak di luar perbatasan kekaisaran,
di Provinsi Elbe.
Kalau pasukan kami lewati perbatasan tanpa izin,
kau tahu sendiri kan apa yang akan terjadi.
Itu artinya pernyataan perang.
Lebih baik kau menyerah saja.
Perkataan beliau benar.
Ta-Tak perlu bawa pasukan juga tak apa-apa.
Kudengar, hanya beberapa prajurit hijau mereka bisa kalahkan Naga Api.
Jadi—
Tak bisa.
Kalau begitu, sama saja aku kirim anak buahku untuk mati.
Aku tak bisa berikan perintah seperti itu.
Maafkan aku, padahal kau sudah datang jauh-jauh.
Begitu katanya.
Tidak.
Tapi, semangatmu tak pernah padam, meski hadapi cobaan yang begitu berat.
Kami percayakan klan ini padamu.
Kalau begitu, pergilah.
Lalu, kembalilah dengan bawa bantuan dari prajurit hijau.
Kalau Itami mungkin akan melakukannya.
No comments yet. Be the first to leave one.