The first 200 lines.
EPISODE 4
Kau benar.
Akhirnya akuβ¦
Mengingatmu.
Mengingatku?
Di restoran dakgalbi.
SATU TAHUN LALU
Makan!
- Baik, Bos! - Baik!
Terima kasih makanannya!
Pak.
Pesan satu botol soju.
Baik, sebentar.
Ya.
Ini dia.
Aku tak pernah melihatnya.
Mungkin dia patah hati.
Astaga.
Siapa yang makan dakgalbi dengan kepala begitu?
Jangan makan seperti itu.
Duduk yang tegak seperti ini,
taruh di tangan,
lalu taruh di atasnya satu potong lobak, dua potong daging,
lalu bawang putih.
Ini.
Makan.
Orang desa suka ikut campur.
Kau bukan dari sini, ya?
Dari mana asalmu?
Siapa namamu?
Mungkin besok namaku tak ada lagi.
"Cantik".
Karena itu kau mengajak bertemu?
Benar juga. Pakaianmu iniβ¦
Ya, ini pakaianku hari itu.
Benar. Pakaianmu sama.
Kukira juga,
kau mengajak bertemu karena kau ingat.
Ya.
Karena itu kau mau bertemu.
Sejujurnya, aku ingin pura-pura tak ingat.
Karena kau paman siswaku dan aku malu kau melihat itu.
Namunβ¦
Aku memikirkan kenapa aku terus membiarkanmu menggangguku.
Kusimpulkan
bahwa secara tak sadar, aku merasa berutang budi.
Kurasa itu alasannya.
Jadi, aku ingin membalas budi hari ini.
Lalu yang terakhirβ¦
Ini.
Kini rasanya semua telah berakhir.
Maaf aku berpura-pura tak ingat.
Terima kasih banyak
untuk hari itu.
Sampai jumpa.
Kau ingin mati, atau hanya hampir mati?
Saat sedang sedih, manisan obat terbaik. Mengerti?
Apa yang terjadi di Seoul?
Bisa beri tahu aku?
Kenapa harus kuberi tahu?
Kau pikir kau siapa?
Bom.
Karena sering bertemu, kau pikir kita berteman?
Pak Sun Jae-gyu.
Kita bukan teman.
Jangan mencampuri urusanku.
Mulai kini, aku hanya guru keponakanmu.
Sampai jumpa.
Bu Bom.
Bu Bom. Yoonβ¦
SMA SHINSU SUN JAE-GYU
Apa yang terjadi di Seoul?
Bisa beri tahu aku?
Itu sebabnya aku ingin balas budi dan pergi.
Tak ada yang manis di rumah ini, pergilah.
Pergi saja. Pergi!
Apa ini? Pergi!
Sembunyi.
Maaf, ini salahku.
Namun, ada perlu apa kemari?
Jadiβ¦
Aku ingin menaruh ini diam-diam, tetapi ternyata tak mudah.
Adikku amat menyusahkanmu tempo hari. Jadiβ¦
Tidak, itu sudah tugasku sebagai guru.
Aku tetap harus berterima kasih.
Dengan barang mewah?
Ini bukan barang mewah, hanya tas belanjanya.
Aku hanya punya tas ini di rumah.
Ini baeksuk?
Kau butuh nomorku.
Begitu kau coba, kau pasti mencariku.
BOM, HARUSNYA AKU TAK USILβ¦
Maafkan aku.
Itu gadis yang sama?
Kalian sudah saling kirim pesan?
Kau mau pindah kerja?
Aku akan bekerja di sini seumur hidup.
Baiklah.
Selesaikan.
Apa? Mau ke mana? Pindahkan yang ini.
Aku lemah hari ini, angkat kertas pun tak bisa. Aku pergi.
Kau lemahβ¦
Aku akan bekerja di sini seumur hidup!
PUSAT OLAHRAGA
Guru penjas SMA Shinsu memang beda!
Apa ini? Kalian yang berpengalaman tak bisa kalahkan orang baru?
Ada lagi?
Ada lagi yang mau bertarung denganku?
- Halo, Kak! - Halo, Kak!
Kita ingin mengalahkannya, tetapi malah belajar darinya.
Katanya ada perundung di sekolah.
Tidak.
- Diamlah. - Tidak.
Dia datang bersikap kasar dan mengancam mereka.
- Jangan. - Mereka datang kemari
karena menderita.
Bu Seo, bukankah katamu kita harus pergi?
Itu⦠benar.
Kenalan kami akan mati.
- Kita harus ke pemakaman. - Kita harus cepat.
Bertarunglah sebelum pergi.
Para guru telah menantikan bertarung denganmu.
Orang yang memperlakukan guru anaknya seperti itu,
lengannya patut ditarik dengan kuncian lengan
dan dihabisi dengan cekikan utara-selatan.
Hari ini, aku datang untuk menjernihkan pikiranku yang kacau.
Maaf, kita bertarung lain kali saja.
Astaga, sayang sekali. Lain kali saja kalau begitu.
Mari kita lakukan.
Kenapa dia? Kenapa dia bertingkah hari ini?
TIM TERBAIK MURYONG
Kau pandai juga, ya?
Apa ada kuburan yang bagus untuknya?
Beristirahatlah dalam damai.
Kena kau, Bocah.
Lenganmu akan patah. Menyerahlah!
Dia biasanya kuat. Kenapa hari ini lemah?
- Bocah. - Makanya itu.
Menyerahlah. Nanti lenganmu patah.
Maaf. Maafkan aku.
YOON BOM
Apa? Kenapa Bu Bom telepon malam-malam?
Mau ke mana, Bocah?
Angkat.
Halo, Bu Bom.
Kau menutupi masalah besar di rumah. Ini termasuk penipuan.
Saat banyak telur serangga, kubiarkan saja.
Kali ini, banyak tawon beterbangan.
Aku tak bisa hidup begini.
Tawon?
Tawon?
Jika mau mengusir tawon,
kau harus mencari ahlinya di internet.
Kita akan menentukan tim Festival Olahraga SMA Shinsu lewat undian!
Pada kompetisi ini,
semua anggota tim pemenang dapat medali, setuju?
- Setuju! - Benar sekali.
Setuju!
Nah, siswa kelas 11, tolong maju dan ambil undian.
Naiklah!
SUN HAN-GYUL SERBABISA
Han-gyul!
Tim Putih!
SUN HAN-GYUL SANGAT TAMPAN
Tim Putih!
Tim Biru!
Tim Biru!
Tim Putih!
Bu Bom, kemarin aku mencari solusi tawon di aplikasi
dan ada tukang yang bagus.
Ini, coba baca.
Tim Biru!
Apa itu?
"Halo. Aku Song Joong-ki dari Shinsu,
putra bungsu keluarga kaya.
Biar aku memperkenalkan diri.
Saat bayi, aku belajar merangkak mengikuti kecoak merangkak.
Berebut makanan dengan semut
dan berperang darah dengan nyamuk
menjadikanku ahli insektisida,
"terutama jika menyangkut penanganan tawon."
"Karena aku tak bisa memaklumi apa pun yang mengisap nektar,"
kubunuh semua tawon yang kulihat.
Orang bertanya, 'Apa dia dari keluarga pawang tawon?
Dia pandai sekali membasmi tawon.'
"Maka, aku mendapat julukan 'Putra Keluarga Kaya Tawon.'"
"Adakah sarang tawon di rumahmu?"
"Kau disengat tawon hari ini?"
"Silakan hubungi Putra Keluarga Kaya Tawon."
"Dengan hanya 20.000 won,
akan kuurus semuanya tanpa membuat tanganmu lengket"?
Bagaimana?
Bukankah terdengar tepercaya?
- Pasti profesional. - "Kaya Tawon".
Berikutnya Bu Seo Hye-suk
dan Bu Yoon Bom. Silakan naik.
Baiklah, tim mana mereka?
Mari.
Tim Biru!
Berikutnya Bu Yoon Bom.