The first 200 lines.
TOILET UMUM
WANITA
SASANA MANDAWA
Bagus!
-Sampai jumpa, Pelatih. -Ya.
-Sampai jumpa, Pak. -Ya.
-Jangan telat besok. -Tentu.
Harga dirimu tak akan hilang jika kau menghormati pelatih.
Ayahku bilang jangan membungkuk di depan siapa pun.
Jika pelatih tak keberatan, kenapa itu sangat mengganggumu?
Kemenangan untuk Wisnu, Penguasa Alam Semesta
Yang sanggup menghapus dalam sekejap kesedihan semua penyembahnya
Anjali?
Berdoalah denganku sesekali.
-Anjali! -Bu, aku tak boleh telat ke kantor.
KEPOLISIAN RAJASTHAN KANTOR POLISI MANDAWA (JHU.)
Ayo.
Ayo.
Keluarga Thakur ajukan keluhan. Putri mereka diculik anak lelaki.
Keluarga Thakur?
Anak lelaki itu Muslim. Ini putrinya, Rajni Thakur.
Keluarga anak lelaki itu di atas. Kita tanyai mereka.
Pak, mereka berteman baik.
Mereka saling jatuh cinta.
Keluarga Rajni memaksanya menikah...
Kau pikir kami bodoh?
Kalian tak tahu keluarga Thakur?
Beranikah putri mereka berteman dengan seorang Muslim?
Pak, aku sudah peringatkan Altaf untuk menjauhi gadis itu.
Ini bisa jadi masalah. Namun, dia tak mau mendengarku.
Altaf sendiri yang bilang tentang hubungan mereka?
Tidak. Mereka bertemu diam-diam di rumah temannya.
Toko temanku di seberangnya. Dia yang cerita.
Aku pernah menanyai Altaf.
Kau tahulah anak-anak muda ini. Dia tegas menyangkalnya.
Katanya gadis itu membantunya belajar.
Apa lagi yang kau tahu? Dari dia, atau orang lain?
Kenapa saling menatap?
Jika kalian tahu sesuatu, ini saat yang tepat untuk bicara.
Pak, teman-temannya bilang mereka berencana menikah.
-Bahkan sudah mendaftar. -Ceritakanlah!
Kau sembunyikan informasi sepenting itu?
-Siapa saja teman-temannya? -Danish dan Sharad.
-Kau punya foto Altaf? -Ya.
Yang ini. Sebelah kanan.
Dia kabur, Pak. Nyawa kami terancam.
Keluarga Rajni tak akan membiarkan kami hidup.
Tinggalkan desa beberapa hari.
Parghi, catat pernyataan mereka dan antar mereka ke Sikar.
-Ya? -Baik.
Cek pendaftaran menikah mereka di catatan sipil Jhunjhunu.
-Ya? -Baik, Pak.
"Kau aroma surga. Aku bunga bakung, kau melati, Sayang.
"Aku bukan tandingan keharumanmu. Kau tiada banding.
"Aku biasa saja dengan sedikit bakat. Aku sederhana, tak punya kelebihan.
"Dunia terpesona olehmu. Sangat sedikit yang mengenalku.
"Aku bunga bakung, kau melati, Sayang.
"Wangimu menyerbak.
"Saat itulah aku muncul samar-samar.
"Tak ada yang memedulikanku. Kaulah yang dicari semua orang.
"Ukuranku, pendek dan kecil. Kau besar dan tinggi.
"Aku bunga bakung, kau melati, Sayang."
Sekarang, Surekha akan menjelaskan puisi
"Bunga Bakung dan Melati".
Puisi karya Bal Khrisna Garg ini simbolis.
Ini tentang seorang pria yang menganggap dirinya biasa saja,
dan merasa minder saat berhadapan dengan wanita cantik.
Jadi, dia anggap dirinya bunga bakung dan kekasihnya bunga melati.
Benar sekali.
Namun, Pak, persepsi ini salah.
Maksudmu penyairnya keliru?
Bukan penyairnya, Pak. Namun, gagasan dalam puisi ini.
Jelaskan.
Pak, bunga bakung tetaplah bakung. Begitu pula melati.
Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan.
Penampilan luar bukan satu-satunya parameter atau definisi kecantikan.
Jika seseorang sangat mencintai orang lain, kenapa dia merasa inferior?
Cinta itu sendiri tak mungkin inferior.
Akhirnya, ada yang menafsirkan puisi ini dengan sangat indah.
-Luar biasa. -Terima kasih, Pak.
Tulis 500 kata tentang puisi itu. Kumpulkan besok.
NAVLADI
Masih ingat aku?
Aku Vijju, teman saudaramu Monty.
Kau tak ingat?
Maaf, kau mirip saudari...
Maksudku, kau mirip saudari Mahendra Sisodia.
Aku salah orang. Maaf.
...katanya posisi kita bagus. Semoga mereka lolos tender.
Kukabari rencana selanjutnya.
-Ayah, mau lihat mobil buatanku? -Nanti.
-Kau pulang cepat. -Aku belum ke kantor.
Ada acara malam ini, jadi aku akan bekerja sif malam.
Maaf, kau bisa kutinggal?
Aku pernah bilang tidak bisa?
Ananda, sudah kuminta Chandra memasak makan malam.
Baiklah.
Kau sendiri yang siapkan dokumennya?
Ya. Kau mau bukti dengan lebih banyak dokumen?
Lihat. Apakah gadis ini yang datang mendaftar menikah?
Ya, dia orangnya.
Dia sendiri yang tanda tangan.
-Apa dia terlihat gugup atau takut? -Tidak.
-Ada lagi? -Buat salinan ini.
Tak usah marah.
Itu tugasmu. Aku tidak meminta propertimu.
-Pekerjaan sedang banyak. -Kirim kepadaku malam ini.
KANTOR POLISI MANDAWA
Selamat pagi, Pak.
Aku sudah melapor.
Aku datang untuk menanyakan progresnya.
Kasus desa Tetara?
Adikku, Krishna Chandal?
Dia masih hilang.
Pergi dan berdiri di sana.
-Berdiri di luar! -Baik.
-Nomor BAP? -Baik.
Sebutkan nomornya, Bodoh!
RT...
Ya?
Empat-empat-lima-nol-dua.
Dengar.
Investigasi sudah berjalan.
Dia kabur atas kehendak sendiri.
Jika ada kabar, kami akan beri tahu.
Namun, Pak, dia tak pernah meneleponku, kakaknya sendiri.
Ponselnya dimatikan sejak itu.
Lantas? Bukan berarti dia menghilang selamanya.
Mungkin dia tak ingin bicara denganmu.
Pulanglah. Isap hookah dan bersantai.
Pergilah.
-Sekarang! -Baik.
Terpujilah Dewa Rama.
Bu Bhaati.
-Sudah lengkap? -Ya.
Informasi yang diberikan oleh kakak Altaf benar.
Ini permohonannya.
DEVI LAL SINGH
Mahipal Singh membesar-besarkan isu ini.
Anggota dewan itu?
Dia menjadikan ini isu untuk kepentingan politiknya.
Parghi sudah menanyai teman-temannya?
Tak ada informasi yang berguna.
Entah mereka tak tahu apa-apa, atau mereka menutupinya.
-Teruslah selidiki. -Ya.
-Jangan buat BAP dahulu. Ya? -Baik, Pak.
Jangan khawatir, Pak.
Aula resepsi kami dapat menampung 1.500 tamu.
-Bisa kirim surel detailnya? -Baik, Pak.
Kami akan kirim surel semua detailnya, sesuai kebutuhan Anda, besok.
-Terima kasih. Sampai jumpa. -Terima kasih, Pak.
Beri dia apa pun yang dia mau.
-Perusahaannya... -Baik, Bu.
Aku tahu Tn. Saldanha klien penting.
-Aku akan memikatnya. -Tak diragukan lagi.
Bagaimanapun, kau pemikat sejati.
Selamat pagi, Pak.
Pak, adikku Krishna masih belum pulang.
Tak ada petunjuk keberadaannya.
Tak ada yang bisa dilakukan polisi.
Anda satu-satunya harapanku. Jika bukan Anda yang mencarinya, siapa?
Kami hanya bisa mencari orang hilang.
Adikmu kawin lari dengan kekasihnya.
Dia bahkan meninggalkan surat untukmu.
Namun, ini sudah dua bulan, Pak.
Dia belum menelepon sekali pun.
Dia bukan anak kecil. Adikmu wanita dewasa.
Dia kabur atas keinginan sendiri.
Polisi tak bisa membantumu.
Pergilah!
YUVA MANDAL
-Konspirasi tutup mulut... -Kami menolak!
-Putri kami... -Tetaplah putri kami!
-Konspirasi tutup mulut... -Kami menolak!
-Putri kami... -Tetaplah putri kami!
-Konspirasi tutup mulut... -Kami menolak!
-Putri kami... -Tetaplah putri kami!
Anggota dewan Mahipal Singh hadir bersama kita!
Mari kita sambut dia!
-Tn. Mahipal... -Hidup Tn. Mahipal!
Memikat putri-putri kami untuk lari dari rumah
dan mengubah agama mereka.
Itu tak bisa diterima lagi!
Kami akan tumpahkan darah untuk melindungi putri dan iman kami.
-Putri kami... -Tetaplah putri kami!
-Putri kami... -Tetaplah putri kami!
Kita akan cari tahu kenapa mereka tak buat BAP. Pegang ini!
-Hentikan... -Hentikan tipu daya ini!
-Selamat pagi, Pak! -Panggil atasanmu!
Dia belum datang.
Jam kerjanya mulai pukul 09.00.
Dia dalam perjalanan.
Jangan berdiri di tempat panas, Pak. Silakan masuk.
-Pesankan sarapan untukku. -Baik.
Mau gorengan?
-Semoga tidak basi. -Tidak akan.
Kami menolak!
-Putri kami... -Tetaplah putri kami!
-Konspirasi tutup mulut... -Kami menolak!
-Pak. -Kau mau apa?
No comments yet. Be the first to leave one.