The Pitt

The Pitt

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] π“π‘πž 𝐏𝐒𝐭𝐭 π’πŸŽπŸπ„πŸπŸŽ 𝐖𝐄𝐁 π‡πŒπ€π—-𝐄𝐓𝐇𝐄𝐋-𝐍𝐓𝐛
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : πŸ’πŸ:πŸ‘πŸ“ || π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑯𝑴𝑨𝑿 (𝘈𝘭π˜ͺ𝘩 𝘣𝘒𝘩𝘒𝘴𝘒: π˜‹π˜Ίπ˜’π˜© π˜‹. 𝘈𝘯𝘨𝘨𝘒𝘳π˜ͺ𝘯π˜ͺ) || *ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2026-03-13
Downloads: 75
Hearing Impaired: No
FPS: 24

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Struktur taman air runtuh. Dua korban via helikopter.

JAM KESEPULUH PUKUL 16.00 - 17.00

- Tiba lima menit lagi. - Kerahkan pasukan.

Kuminta petugas siapkan ruang trauma.

Emma, siapkan troli darurat.

Makedah, bawa resep ke apotek.

Pasti akan seru.

Apanya yang seru?

Seluncur rusak di taman air. Dua korban, lima menit lagi.

Tak ada info keparahan.

- Aku bisa ikut... - Ogilvie.

Ambil kacamata, sarung tangan, baju pasien.

Pergilah ke atap. Bawa turun pasien pertama.

Ada dua helikopter. Mau tangani korban?

- Cedera apa? - Struktur runtuh, bisa apa pun.

Aku bisa tambah morfin untuk meredakan nyeri,

tapi napasmu akan melambat.

Kau akan merasa mengantuk.

Bisa hilang kesadaran

dan sebabkan pernapasan berhenti.

Segera kembali.

Hei, kau tak apa?

Ya. Maaf.

Memang berat lihat pasienmu wafat,

tapi sebagai profesional, kita harus ciptakan batas emosi.

Bukan soal kita, tapi mereka.

Dia tenang dan aku...

Dia punya banyak waktu bersiap.

Tindakannya bagi putranya, menerimanya dengan ikhlas,

adalah anugerah cinta.

Aku merasa bersalah.

Mereka hanya ingin bersama ibunya.

Aku enggan bersama ibuku.

Jangan begitu.

Kau bisa bersyukur dan bersikap ramah dari kejauhan.

Bicaralah. Katakan keinginanmu. Dia akan paham.

Aku meragukannya.

Berikan kesempatan. Dia mungkin mengejutkanmu.

Ada dua pasien kemari dengan helikopter. Butuh bantuan?

Itu rumornya.

Santos. Trauma tiba. Pakai APD-mu.

Bantu dr. Langdon.

Mampuslah aku.

Slang darah ini mulai berlumut.

Cepat, Semua.

Hei, Olive, bantu aku.

- Bawakan ke lab. - Baik.

Ada hasil tes lab lagi.

Letakkan di map pasien.

IGD PTMC. Komando Medis.

- Serangan siber kerap terjadi? - Jangan tanya.

Pasti ulah Rusia.

Dokter Mohan, ini ibumu?

Sepertinya dia marah.

Katanya, dia harus bicara denganmu.

Yang benar saja. Katakan aku sibuk.

Bagaimana sifmu?

Sangat berat.

Aku pernah kerja di IGD, di Vermont,

tangani pasien aborsi, diabetes, serangan jantung.

Namun, di sini...

Tak ada habisnya.

Akhir pekan hari raya biasanya tak libur.

Kurasa gagasan biasa kita berbeda.

Tak semua sama.

Entah apa ini baik bagi semua orang.

Ini kakinya.

Astaga.

Butuh kurir lagi.

Tutup toko hadiah.

Selalu ada dua relawan di sana.

Kebanyakan pakai alat bantu jalan.

Tak ada pilihan lagi.

Panggil mereka.

Ya. Mau merokok dahulu.

Tak sempat. Permen nikotin, redakan ketegangan.

Kalian berdua ke triase, bantu pasien di depan.

Ruang tunggu penuh dan antrean sampai ke luar.

Baiklah. Ayo.

Sebentar, Mohan.

Tanda tangani.

Koyok nikotin 21 miligram. Untuk siapa?

Monica. Permen nikotin ini tak enak. Dia tak tahan lagi.

Butuh dia agar aku tak menggila.

Terima kasih.

Dokter Abbott masih di sini?

Dia tidur. Sif malamnya mulai dua jam lagi.

Sial. Baiklah. Seharusnya kurencanakan lebih baik.

Kuharap dia tulis rekomendasi untuk jurusan pilihanku

agar aku bisa ikut beasiswa tahun depan.

Yang mana?

Mana pun yang menerimaku.

- Bukannya itu sudah penuh? - Jangan ingatkan.

Aku akan pasrah pada nasib.

Minta mereka sertakan aku.

Bunuh aku sekarang. Tak terlalu sakit.

Dana. Tulisan ini tak terbaca.

Tulisannya

1.000 miligram parasetamol oral,

empat miligram ondansetron di bawah lidah,

dan tes cairan.

Serius? Tertulis begitu?

Bukan tulisan beremoji, kalian tak bisa baca.

Dia kenapa?

Jatuh dari ketinggian tiga meter ke pagar. Di bawah lutut, vital baik.

Sakit! Ya ampun.

- Diberi apa? - 50 mg fentanil, interval 25.

- Tak ada obat, tanpa alergi. - Taruh di mana?

Pegang sebentar.

Dengan hitunganku.

Satu, dua, tiga.

Whitaker, E-FAST.

Donnie, pemeriksaan utama.

Pupil seimbang dan reaktif.

- Siapa namamu? - Kakiku sakit sekali.

Kakiku patah?

Menurutku, tidak patah.

Akan kami rontgen untuk pastikan.

Letakkan di brankar, antrekan rontgen,

lalu tutup mulut.

Paru-paru kanan dan kiri normal.

Saluran napas lancar di kedua sisi.

Tolong, sakit.

TD 100 dan 60. Denyut 118.

Saturasi 98%.

- Perutmu sakit? - Bukan, Berengsek. Kakiku.

- Dia bergerak terus. - 100 mg ketamin?

Ya, dia tak bisa diperiksa.

Hei, Ogilvie.

Tarik napas dalam.

- Baiklah. - Whitaker, berikutnya?

Usai dibius, selesaikan E-FAST, rontgen biasa,

- cek punggung, lalu CT. - Bila dia siuman?

Ya. Harus bius saraf popliteal sebelum pemindaian CT,

anestesi dari lutut ke bawah.

- Tampilan tibia-fibula. - Ketamin.

Apa masalahnya?

Pria 42 tahun, jatuh dari enam meter. Trauma tumpul di dada, cedera tangan.

Di mana putraku?

Takikardia pada 108, saturasi 98 pada dua liter. TD 122 dan 84.

Kami akan periksa semua. Kau?

Amputasi tibia-fibula.

Semoga ortopedi bisa beri harapan replantasi.

- Derek, mana yang sakit? - Dada dan jariku.

Putraku ditemukan?

- Kepalamu terbentur? - Kurasa tidak.

Aku harus mencari putraku.

Akan kami carikan. Kami tangani kau dahulu.

Perikardium bersih. Tak ada cairan di Morrison.

Gerakkan tangan. Goyang kaki.

- Bagus. Lehermu sakit? - Tidak.

Limpanya normal.

Mulai dari dada. Ada nyeri.

- Tak ada hemotimpanum. - Gerakan normal.

Awali dari area nyeri dahulu.

Tak ada pergerakan di sana.

Namanya Zack, tujuh tahun.

- Pneumotoraks? - Siapkan slang dada.

Belum. Coba posterolateral. Periksa cairan dahulu.

Pneumotoraks traumatis. Harus siapkan dada.

Tak perlu. Hemodinamiknya stabil.

Baiklah. Bukankah itu seperti cairan?

Sulit memastikan.

Baik. Hemopneumotoraks takikardia. Dia perlu slang dada.

TD dan saturasi normal.

Tunggu hasil CT. Bila normal, biar pulih sendiri.

- Amati dan cek ulang. - Setuju.

Kini kondisinya stabil. Tunggu hasil pindai.

Baik. Lakukan CT dada, perut, panggul, dan rontgen tangan kiri.

- Pelepasan kulit parah. - Fokus yang utama.

Dokter Langdon benar. Miringkan dia.

Berikan empat miligram morfin lagi?

Berikan.

Bertahanlah. Kami merawatmu.

Hentikan!

- Pacar? - Kuharap begitu. Dari ibuku.

Tiap ada sinyal, puluhan pesan teks lain masuk.

Hei! Berapa lama lagi?

Kakiku patah.

Kau akan ditangani nanti.

Aku boleh ke toilet? Tak tahan lagi.

Entah, Bu. Aku bukan doktermu.

- Tertulis "dokter". - Ya, tapi aku bukan doktermu.

Jika kembali ke ruang, perawat akan merawatmu.

Aku tak dapat ruang.

Maaf.

- Kalian merawat ibuku? - Tidak.

Duduklah. Harus mengantre.

Helen Torres. Silakan kemari.

Helen Torres?

Terima kasih.

Aku dr. Mohan. Ini mahasiswa Kwan.

Helen.

Sejak kapan kakimu bengkak, Helen?

Makin parah pekan lalu.

Dokter Mohan, ibumu menelepon lagi.

- Kau diminta telepon. - Nanti.

Ada pasien.

Maaf.

Kau jatuh atau kakimu terbentur?

More Indonesian subtitles for The Pitt

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left