I

I

Download Indonesian Subtitle

Release info

I 2021 INDONESIAN WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF | 1h 26m Fix common errors

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-10-19
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Selamat siang, Pak Sanjaya.

Siang.

Bagaimana kabarnya?

Kabarnya...

ya...

seperti suami kehilangan istrinya.

Istri saya diculik, hilang,

sampai kini belum ketemu.

Saya ke sini cuma ditanya kabar?

Pak, tenang dulu. Jangan emosi.

Pak, kalau masalah emosi saya, biar saya urus sendiri.

Urusan Bapak menyelesaikan tugas Bapak.

Sudah enam bulan istri saya diculik.

Ya.

Belum tentu diculik juga, bukan?

Maksudnya?

Biasanya kalau diculik itu...

pastinya ada permintaan dari si penculik yang harus dituruti.

Misalnya minta uang atau lain sebagainya.

Jadi kalau tidak ada yang minta uang,

artinya istri saya tidak mungkin diculik?

Bukan begitu maksud saya, Pak.

Begini, kami bekerja berdasarkan bukti,

kemudian baru berindikasi...

Pak, kita sudah bertele-tele membahas soal hal ini.

Saya sudah jelaskan berkali-kali.

Buktinya sudah ada, jelas.

Pintu rumah saya dibobol.

Itu bukti penculikan.

Ya, itu bisa dilakukan dia sendiri

atau mungkin dilakukan oleh rekannya

untuk membuat seolah-olah dia diculik.

Maksudnya?

Begini, Pak, poinnya ada tiga.

Ketika ada kasus orang hilang seperti ini yang sudah berbulan-bulan,

dan kami tidak menemukan petunjuk atau arahnya ke mana,

biasanya satu:

orang tersebut memang kabur dari rumah atau tidak ingin ditemukan.

Kabur bagaimana?

Barangnya lengkap, ada, tidak ada yang dibawa!

Baik sebentar, Pak. Yang kedua:

hal ini mungkin dilakukan oleh rekan atau orang-orang terdekat

dari sang korban.

Orang terdekat? Maksud Bapak saya?

Saya tidak bermaksud seperti itu. Bapak tenang dulu, Pak.

Jika orang ini

sudah lebih dari enam bulan hilang,

tidak ada kabar, tidak ada petunjuk sama sekali,

biasanya...

orang ini memang sudah tidak bersama kita lagi.

Meninggal maksudnya?

Sudah ada buktinya, Pak?

Ada mayatnya?

Indikasinya apa?

Ya, biasanya.

Biasanya, ya, Pak.

Tapi memang,

pihak keluarga sudah meminta kami menutup kasus ini.

Saya keluarganya.

Saya ini suaminya.

Ibunya, Pak.

Kakaknya, adiknya.

Mereka sudah mengikhlaskan dan mereka ingin kasus ini ditutup.

Pak, mereka hanya mau uang asuransinya saja.

Mereka tidak punya empati. Mereka tidak peduli dengan ini.

- Yang mereka pikirkan hanya uang. - Baik, Pak.

Saya tidak akan tutup kasus ini

sebelum istri saya ditemukan.

Saya hanya ingin Anda mendengar aspirasi keluarga.

Dan kalau Bapak,

atau semua yang bekerja di sini sudah merasa lelah, capek, putus asa,

beri tahu saya.

Saya akan cari jalan yang lain.

Pak, kami tidak lelah, putus asa, dan kami tidak akan menyerah.

Kita harus ke sana, ya?

Harus. Cuma sebulan sekali.

Bersyukur...

masih punya bapak dan adik-adik yang sayang dan perhatian sama kamu.

Kenapa kamu malah begini?

Aku cuma malas dengan bapak saja.

Capek.

Tiap kali ketemu, ngobrol, ujungnya selalu saja debat.

Kamu juga cari gara-gara.

Ganti bajunya. Ayo.

Baik.

- Jangan lupa doa. - Sudah. Mas yang belum.

Lelenya enak.

Astaga.

Lele tidak usah dikasih bumbu, tinggal digoreng saja enak.

Yang benar saja.

Harus dibumbui.

Pakai micin, bukan?

Sudah, Kak, biarkan saja. Mas Jay memang sok pintar dari dulu.

Panjul. Bagaimana?

Sudah dapat kerja?

Belum, Mas.

Sekarang cari kerja susah.

Hanya lulusan S1.

Zaman sekarang, cari kerja tidak cukup pakai ijazah.

Pakai kemampuan. Dan orang dalam kalau ada.

Dulu seharusnya menuruti Bapak saja,

jadi tentara.

Yang benar saja.

Memangnya kenapa kalau jadi tentara?

Tidak apa-apa, Pak.

Cuma biar hidup lebih tenang saja, tanpa harus cemas atau takut

tertembak tentara lain, atau malah mungkin bisa dibunuh tentara lain.

Dan lebih mulia juga hidupnya tanpa harus bunuh-membunuh.

Masih sempit saja sudut pandangmu, Jay.

Sempit bagaimana, Pak?

Tentara itu memang dilatih untuk membunuh.

Kalau atasan sudah bilang bunuh, artinya bunuh.

Punya izin untuk membunuh.

Macam-macam saja.

Ada banyak orang yang diperlukan dan penting dalam kehidupan ini.

Mereka orang-orang yang harus dijaga dan dipertahankan.

Tapi ada juga orang-orang yang tidak pantas untuk hidup.

Orang-orang itu layak mati

dan butuh dibunuhi.

Siapa kita bisa menghakimi mereka?

Hak kita apa?

Untuk menentukan yang harus hidup dan yang harus mati.

Mana yang layak untuk hidup dan mana yang wajar untuk mati.

Atasan kita?

Jay,

hidup ini tidak sepolos dan sesederhana gambar-gambar kartunmu.

Hidup ini tidak selebar layar iPad dan laptop-mu.

Kita lanjutkan makan.

Lagi?

Sudah.

Sudah ada kabar dari polisi?

Ada.

Kak Mila sudah ditemukan?

Apa?

Belum.

Terus bagaimana kabarnya?

Itu tadi.

Mila belum ditemukan.

Kalau menurut Bapak bagaimana?

Kira-kira Mila sudah mati...

atau masih hidup?

Kenapa tanya Bapak?

Bapak punya banyak pengalaman.

Menghilangkan mahasiswa,

kriminal,

komunis.

Benar, Pak?

Mas! Apa-apaan itu?

Kopi, Jay.

Terima kasih.

Sama-sama.

Jay,

istirahat saja.

Tenangkan pikiran.

Jalan-jalan.

Ayo ke Labuan Bajo? Kutemani.

Bunaken.

Biar santai, Jay.

Dan,

mereka minta lebih mirip lagi.

Konflik-konfliknya, karakternya diminta lebih nyata.

Lebih apa?

Lebih membumi katanya.

Jangan terlalu fantasi.

Susah. Namanya juga kartun.

Sudah kodratnya fantasi.

Ikuti saja. Mau cepat pulang, bukan?

Dasar kau ini.

Jay, ini yang kau kerjakan kemarin.

Halo?

Baik.

Jay. Jaya!

Ada yang menelepon.

- Dari siapa? - Dari kepolisian.

Line satu.

Halo?

Di mana, Pak?

Di mana?

Saya ke sana sekarang.

Mau ke mana, Jay?

Jay?

Jay?

Kami dari segenap tim Kepolisian Republik Indonesia

mengucapkan turut berduka atas yang terjadi

dengan istri Pak Sanjaya.

Kira-kira...

ada yang ingin Bapak sampaikan ke kami?

Atau mungkin ada informasi tambahan

yang kami belum tahu dan Pak Sanjaya ingin ceritakan ke kami?

Pak.

Saya sangat paham kalau Bapak saat ini sedang berduka

dan sedih yang mendalam.

Saya paham sekali.

Tapi informasi sekecil apa pun yang Bapak punya...

akan sangat berguna untuk kami.

Pelaku pembunuhan dan pemerkosaan terhadap anak tirinya

hari ini dibebaskan.

Ibu dan sang anak beserta Komisi Perlindungan Anak

bersama puluhan simpatisan melakukan demo sejak dua hari yang lalu.

Masa hukuman yang seharusnya 15 tahun di penjara saja

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left