The first 200 lines.
Sebuah gerbang yang terhubung dengan dunia lain tiba-tiba muncul di Jepang.
Dan saat JSDF diberi tugas untuk meneliti ke sana,
mereka terjebak bantu evakuasi para penduduk Desa Coda.
Lalu, mereka dihadang oleh musuh tak terduga, Naga Api.
Itami bersama pasukannya berhasil menghalaunya.
Dan mereka pun berakhir harus urus para pengungsi,
gadis pendeta misterius, dan...
...seorang elf yang selamat dari insiden desa terbakar.
Nama gadis itu adalah Chuka Luna Marceau.
Chuka!
Bangunlah!
Ayah?
Larilah!
Naga Api.
Ayah!
Bersembunyilah di sini!
Ayah!
Ayah!
Pagi.
Kau sudah bangun, ya. Sebentar lagi kita akan sampai.
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ku tak berharap begitu banyak
tokku ni nanimo nozomu koto nante nai
ku sadar akan tempat di mana ku seharusnya
mi no hodo ha shitteiru sa
bahkan, bila kupikirkan itu
sonna boku desae mo
ku tetap takkan melepaskannya
oku no hou ni yuzuritakunai
layaknya ku tak lebih sebagai "gadis yang baik"
ii kou tte ito ha aru rashii
lindungi sesuatu ternyata tak mudah seperti yang kubayangkan
mamoru tte angai to muzukashii ne
tapi bukan berarti ku kan menyerah
akirameru wake janai kedo
gapai langit biru hingga terhubungnya jalan yang baru
aoi sora no hate tsunagatta michi no yukue
tak apa, bila masih sulit 'tuk pahami satu sama lain
hito to hito wakariaenai dakedo iinjanai
pintu yang hendak kubuka ini kan ubah segalanya
hiraita tobira ha subete wo kaete yuku
layaknya fajar yang kan menghilang
sore ha akatsuki no you ni
Mereka berhasil usir Naga Api?
Menuju Tanah Antah-Berantah
Ya, benar! Aku melihatnya sendiri!
Mana mungkin!
Bercanda juga ada batasnya, tahu!
Betulan, kok!
Jangan-jangan, kau lihat itu di alam mimpi, ya?
Ya sudah, kalau kalian memang tak percaya.
Bagaimana pendapatmu?
Pendapatku?
Tempatnya kotor, sake dan makanannya juga tak enak.
Norma,
kita sedang dalam misi rahasia menuju Bukit Arnus,
dan yang sedang kita bahas itu Naga Api.
Suaramu terlalu keras.
Hamilton, lanjutkan pembicaraan tadi.
Baik.
Kabarnya sudah tersebar luas.
Sekelompok prajurit dengan berpakaian seragam hijau,
di saat mereka sedang evakuasi para penduduk Desa Coda,
mereka benar-benar usir Naga Api.
Ada banyak jenis naga, dari yang spesies purba sampai spesies baru,
dan ada juga yang bersayap.
Yang ini betulan Naga Api lo, Mas.
Kau tak bisa bohongi kami!
Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri!
Kalau tak keberatan, bisakah kau ceritakan
bagaimana cara mereka mengalahkannya?
Eh, bagaimana, ya?
Aku percaya padamu!
Terima kasih, Kesatria Muda!
Kalian pasti akan kaget dengar ceritaku ini!
Hari itu, ketika naga itu menyerang kami,
mereka selamatkan kami!
Mereka terlihat seperti pakai senjata sihir yang terbuat dari besi.
Mengendarai kereta besi yang besar dan kuat,
dan berpakaian serba hijau.
Di sini
benteng mereka?
Si-Siapa yang menyuruhmu untuk bawa mereka ke sini?
Eh? Apa masalah kalau dibawa ke sini?
Sudah jelas masalah, tahu!
Lalu bagaimana, dong?
Harusnya aku yang bilang begitu!
Aku akan coba melapor dulu.
Letjen, laporannya sudah selesai.
Oh, apa saja yang kita pelajari?
Bahasa yang mereka gunakan buat kita kesulitan untuk berkomunikasi,
tapi intinya kita berhasil jalin hubungan baik dengan mereka.
Laporan Pengintaian (Pendahuluan)
Laporan Pengintaian (Pendahuluan)
Laporan Pengintaian (Pendahuluan)
Laporan Pengintaian (Pendahuluan)
Laporan Pengintaian (Pendahuluan)
Laporan Pengintaian (Pendahuluan)
Laporan Pengintaian (Pendahuluan)
Laporan Pengintaian (Pendahuluan)
Laporan Pengintaian (Pendahuluan)
Kebanyakan dari mereka adalah manusia,
dan sebagian besar berada di sektor pertanian dan kehutanan.
Untuk informasi industri dan perdagangan, selebihnya tercatat lengkap di laporan.
Setiap desa tampaknya punya kepala desa,
tapi kami masih belum tahu secara rinci tentang struktur politik mereka.
Kuharap kita bisa undang beberapa dari mereka kemari.
Yang jadi masalah, kita kesulitan berkomunikasi dengan mereka.
Bisa saja mereka malah salah paham dan mengira kita culik mereka,
itu malah bikin kita repot.
Tim Itami bawa beberapa pengungsi.
Dengan manfaatkan pengungsi, kita bisa buat alasan yang jelas.
Begitu rupanya.
Oke! Boleh juga idemu.
Begitulah,
kita diperbolehkan bawa pengungsi karena atas dasar kemanusiaan.
Letda Itami, kau diberi tugas untuk urus dan amati mereka.
Jadi, aku yang urus mereka, ya?
Ya, kalau sudah paham,
cepat sana keluar!
Kuribayashi dan Kurokawa, pergilah ambil makanan di kantin serbaguna.
Kurata dan Tomita, kalian minta tenda ke bagian pos perlengkapan.
Biar aku yang urus laporannya.
Siap.
Halo, Itami.
Letda Yanagida.
Ikutlah sebentar denganku.
Kau sengaja melakukannya, 'kan?
Melakukan apa?
Jangan pura-pura bodoh.
Kau yang biasanya rajin melapor,
tapi setelah bertarung melawan naga, kau tiba-tiba sulit dihubungi.
Kau tak ingin dapat perintah untuk tinggalkan pengungsi, 'kan?
Ah, bukan. Ini kan dunia lain.
Bisa saja terjadi badai magnetik ataupun radiasi matahari, 'kan?
Dasar pembohong.
Dengar, Itami.
Wilayah Khusus merupakan ladang harta karun bagi kita.
Dunia ini merupakan wilayah layak huni
dengan SDA yang berlimpah dan bebas dari polusi.
Kita juga sudah temukan kandungan mineral
yang dapat ubah perekonomian dunia.
Selain itu, kalau dilihat dari peradaban mereka,
kita jauh lebih maju.
Dan satu-satunya gerbang untuk menuju dunia ini,
terbuka di Jepang.
Pemerintah masih belum tahu bagaimana tangani masalah ini.
Orang-orang Nagata-chou juga ingin tahu kepastiannya.
Apa jadinya kalau Wilayah Khusus yang sebanding dengan setengah dunia memusuhi kita?
Kalau hal itu terjadi...
Dalam politik, negara dengan aset terbesarlah yang akan menang.
Beda lagi ceritanya, kalau kita bisa bertahan dan siap dikecam oleh dunia,
kita tak punya pilihan selain kuasai Wilayah Khusus ini.
Untuk itulah kita harus bisa mengantisipasinya.
Yanagida.
Tapi, yang kulakukan hanya bawa para pengungsi.
Kau sudah bangun hubungan baik dengan orang-orang di dunia ini.
Kaulah orang terdekat yang bisa dapatkan informasi penting dari mereka.
Itami,
dalam beberapa hari ke depan, kau akan diberikan kelonggaran dalam bertugas.
Pergunakan baik-baik.
Aku seorang penyihir, Kato El Altestan.
Dan dia ini muridku.
Lelei la Releena.
Aku Rory Mercury.
Aku Utusan Dewa Kegelapan, Emloy.
Aku putri dari Hodolue, dari Hutan Koan,
Chuka Luna Marceau.
Dan...
Ha-Hari ini, kita akan buat rumah di-di luar.
Jadi, semuanya...
Ayo siap-siap!
Lalu berangkat!
Komandan, apa kau benar-benar sudah pelajari bahasa mereka?
Cerewet.
Apa ini?
Sepertinya mereka sedang buat rumah untuk kita.
Ada-ada saja.
Dengan ini, kita bisa turunkan barang bawaan kita dari kereta.
Aku mau tidur dulu.
Banyak hal terjadi yang bikin capek.
Ada apa?
Tidak.
Kalau ayah lewatkan hal luar biasa ini,
aku yakin dia akan mengomel.
Nanti akan kuceritakan padanya.
Awas, berbahaya. Menjauhlah dari sini.
Ini namanya lobak. Lobak.
Lobak?
Ya, lobak.
Lobak.
Kalau begitu, silakan dimakan.
Il Raqua...
Enaknya!
Roti ini enak sekali!
Empuk-empuk!
Empuk sekali!
Lobak. Roti.
No comments yet. Be the first to leave one.