The first 200 lines.
- Untuk LnJ! - Untuk LnJ!
Yoo Jeong.
Astaga, apa yang terjadi?
Apa yang terjadi? Ada apa?
Bantu dia berdiri. Kita harus keluar dari sini.
Aku
membunuh seseorang.
- Ada apa? - Dia mengatakan dia membunuh orang.
- Dia melakukan apa? - Astaga.
Jun Hyeok.
Jun Hyeok. Lee Jun Hyeok.
Jun Hyeok.
Seseorang...
Sepertinya ada yang terluka.
Aku juga mendengar suara teriakan.
Di rumah depan taman Jungam-dong, Seongin-gu.
Laporan diterima. Boleh aku tahu namamu?
"Episode Dua"
Kamu di mana? Kami berada di Rumah Sakit Hankuk. Segeralah...
Shin Jae.
Tolong jemput aku. Cepat.
- Pergilah lebih dahulu. - Itu Hyun Jin? Ada apa?
Aku tidak tahu. Nanti aku hubungi.
Kamu terluka?
Baiklah.
Shin Jae.
Jun Hyeok
mati.
Apa?
Jun Hyeok
mati.
"Ruang Operasi"
Pengacara Yoon. Apa yang terjadi? Bagaimana keadaan Yoo Jeong?
Yoo Jeong.
- Bagaimana keadaannya? Dia baik? - Untungnya, lukanya tidak dalam.
Sementara, dia akan dipindahkan ke bangsal biasa,
dan dokter akan menjelaskan lebih lanjut setelah dia keluar.
Wali pasien, silakan lewat sini.
Kamu harus mengurus administrasi rawat inap.
Yoo Jeong. Apa maksudmu kamu membunuh seseorang?
Siapa yang kamu bunuh?
Reporter Lee Jun Hyeok.
Apa? Apa maksudmu?
Kami akan memindahkannya ke bangsal.
Wali pasien Jo Yoo Jeong?
Luka di perutnya sudah dijahit.
Ada sedikit pendarahan, tapi sekarang kondisinya stabil.
Namun,
ada luka luar pada alat kelaminnya,
dan ada pendarahan internal parah di panggulnya.
Maksudmu, ada dugaan terjadi kekerasan seksual?
Tinggalkan saja pakaianmu. Biar aku yang urus.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Bukankah sebaiknya kita melapor ke polisi?
Kalau begitu, untuk apa kamu membawa ponsel Reporter Lee?
Kamu tidur dengannya hari itu? Dengan Reporter Lee?
Percakapanku dengannya masih ada di sana.
Kalau ponsel ini sampai ke polisi, Seon Kyu akan tahu.
Aku sedang tidak waras. Hari ini maupun hari itu.
Shin Jae.
Aku tidak bisa.
- Sebaiknya aku bilang ke polisi... - Hwang Hyun Jin.
Sadarlah.
DNA kita
masih dipegang oleh polisi.
Menghilangkan bukti, kabur dari TKP...
Kini kamu adalah tersangka utama.
Kalau kamu diperiksa, apa menurutmu kejadian itu tidak akan terungkap?
"Ra Young"
- Halo? - Kamu sudah bertemu Hyun Jin?
Dia ada di sampingku sekarang.
Reporter Lee dibunuh.
Beritanya belum keluar.
Aku tahu.
- Kamu tahu? - Kalian berdua harus ke rumah sakit
sekarang juga.
"Rumah Sakit Universitas Hanguk"
Bahwa kamu membunuh korban, Lee Jun Hyeok.
Apakah kamu mengakuinya?
Di mana kamu membunuh korban?
Di rumahnya.
Rumah Reporter Lee.
Kenapa kamu pergi ke rumah korban?
Aku sedang berada di rumah pengacaraku,
lalu dia menghubungiku dan memintaku datang.
Apa senjata yang kamu gunakan untuk membunuh korban?
Pisau yang ada di dapur.
Bagian mana yang kamu tusuk dengan pisau itu?
Perutnya.
Benarkah itu?
Kenapa kamu menyerang korban?
Kutanya sekali lagi. Apa alasanmu membunuh korban?
Reporter Lee
memerkosa aku.
Bisakah kamu jelaskan situasinya dengan lebih rinci?
Cukup sampai di sini.
Pengakuan ini sudah cukup.
Pernyataan lainnya akan diberikan saat pemeriksaan berikutnya.
"Forensik"
"Detektif"
Kamu sudah datang. Ayo masuk.
Astaga, yang benar saja.
Astaga.
Ini bukan salahku, bukan? Ini salahmu.
Kamu yang mengajariku kebiasaan buruk ini.
Apa kamu akan membiarkan tim forensik kerepotan lagi karena kamu?
Berapa kali mereka harus menyaring DNA-mu?
Tersangka sudah mengaku. Untuk apa cari puntung rokok? Ayo.
Astaga.
Apa itu?
Penghargaan Jurnalis Korea?
Pokoknya, jangan percaya pada orang yang sombong dan arogan.
Orang-orang seperti ini biasanya aslinya busuk sekali.
Dia seorang reporter, tapi malah melecehkan anak kecil.
Memang cukup mengejutkan.
Kenapa? Apa kamu kenal dia?
Bukan aku, tapi Hyun Jin.
Istrimu?
- Senior! - Ya.
Biar aku saja yang urus.
Ada apa?
Detektif!
Ya?
- Ada apa? - Ini terselip di sisi kasur.
- Apa ini milik korban? - Kami harus memeriksanya dahulu.
Maksudmu "Kasus Pembunuhan Kang Eun Seok oleh Wanita Penipu"?
Kamu tidak bisa mengunggah artikel dengan niat jahat.
Ya, siaran persnya akan segera keluar.
Kenapa foto tanpa sensor itu masih belum dihapus?
Ada masalah pada server?
Ini Yoon Ra Young. Hapus fotonya dalam tiga menit atau kutuntut.
Hukumannya lebih berat untuk anak di bawah umur. Waktumu tiga menit.
- Kamu sudah datang. - Apa ini?
Contoh kasus pembelaan diri. Kita harus memperjuangkannya.
Pengacara Yoon, ini jadwal siaran acara terkini untuk pekan ini.
Mereka bilang akan mengganti panelis jika kamu bersedia tampil.
Topiknya memperluas interpretasi pembelaan diri, bukan?
- Ya. - Bagus, atur jadwalnya.
- Ra Young. - Selain itu,
kita harus membuktikan kondisi mental yang lemah,
jadi, periksa riwayat obat Yoo Jeong.
Tunggu. Belum ada satu pun yang diputuskan.
- Apanya? - Kubilang,
kita bahkan belum memutuskan akan menangani kasus ini atau tidak.
Keputusan apa yang diperlukan? Tentu saja ini kasus kita.
Kita harus bicara.
Aku tidak percaya cerita Yoo Jeong.
- Bagian mana? - Pembunuhan dan pelecehannya.
Yoo Jeong membunuh? Terlebih dengan cara sekejam itu?
Lagi pula, aneh jika Jun Hyeok melakukan itu kepada narasumbernya.
- Hei, Jun Hyeok... - Bukan orang yang seperti itu?
Ucapan itu yang paling kita benci.
"Orang itu tidak mungkin begitu." "Membunuh lalat pun dia tidak tega."
Di mana semua orang itu sekarang? Kita kirim mereka semua ke penjara.
Jun Hyeok dibunuh begitu dia bilang akan menyerahkan datanya kepadaku.
Apa hanya aku yang merasa semua ini aneh?
Yoo Jeong mengakuinya sendiri. Untuk apa dia berbohong soal itu?
Kalau kamu merasa keberatan membela pembunuh Jun Hyeok...
Hei, siapa bilang aku mempermasalahkan itu?
Bagaimanapun, Jo Yoo Jeong jelas sudah pernah berbohong.
Dia juga belum mengatakan yang sebenarnya kepada kita.
Mengenai kita akan membela Jo Yoo Jeong...
Satu suara setuju, satu suara menentang.
Aku bukannya menentang.
Aku hanya menyarankan kita tunda sampai kebenarannya bisa dipastikan.
Bagaimanapun, aku juga memilih untuk menundanya.
Hasil forensik akan segera keluar. Nanti kita akan tahu
apakah kali ini perkataannya benar atau tidak.
Kita hanya akan berpangku tangan sampai saat itu?
Siapa yang bilang begitu?
Temui Jo Yoo Jeong. Periksa pernyataannya secara menyeluruh.
Aku tidak peduli meski itu berat baginya.
Itu lebih baik daripada dipermalukan lagi di pengadilan.
Baiklah, selanjutnya. Berikan ponsel Reporter Lee.
Kamu membawa barang buktinya? Apa kamu sudah gila?
- Kuakui, aku memang sudah gila. - Hwang Hyun Jin!
Aku tidur dengan Jun Hyeok!
Semua percakapanku dengannya masih ada di dalam ponsel itu!
Nasi sudah menjadi bubur. Pikirkan cara agar kita selamat.
Kamu bilang langsung mencabut kartu SIM-nya. Apa kata sandinya?
Aku tidak tahu. Tidak bisa dibuka.
Harus kita buka, apa pun caranya. Mungkin ada di dalamnya.
Data yang akan dia serahkan kepadamu.
Data skandal prostitusi itu.
- Berikan. Biar kubawa ke Dong Je. - Ya.
Hwang Hyun Jin, yang benar saja.
Bu Kang.
Rancangan anggarannya sudah masuk,
tapi angkanya sepertinya aneh.
"Ibu"
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Tinggalkan pesan setelah nada berikut.
Apakah ini sudah final? Anggaran ini tidak akan cukup untuk setahun.
Hari ini saja ada tiga jadwal konsultasi.
Apa perlu dibatalkan?
Itu tidak akan terjadi, jadi, lanjutkan seperti biasa.
Baik.
Pak Kwon. Apa kamu tahu di mana Ibu sekarang?
Kita hadapi saja akibatnya bersama,
jadi, berpikirlah rasional mulai sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.