The first 200 lines.
"Desingan Peluru"
Episode sebelumnya
Barangnya aku yang bantu kamu urus,
atau aku biarkan saja?
Kamu bantu aku urus saja.
Kamu harus memberiku uang lagi.
3000 saja.
Baik, 3000.
Akhir-akhir ini aku kekurangan uang
Aku sudah memberikan semuanya,
jangan pernah mencariku lagi.
Tunggu sudah habis, baru aku akan mencarimu lagi.
Uangnya sudah terkumpul belum?
Kenapa kamu meminta uang pada Xu Wei?
Jawab aku!
Dia berhutang padaku.
Kamu mengenal orang ini?
Apa yang dia katakan?
Jika kelak kamu kekurangan uang,
juga jangan pinjam dengan orang seperti itu.
Sekarang kita hanya punya satu jalan,
itu adalah berjalan keluar
dan memenangkan kompetisi ini.
Ne Zha ganti senjata!
- Ne Zha ganti Senjata! -Tunggu sebentar!
Menang!
Selamat kepada Monster Selatan
memenangkan juara di kompetisi Tencent E-sports pada kali ini.
Kamu ingin aku yang mengatakan di semi final hari itu
memakai UOA.
Kamu itu namanya curang!
Da Wei, kamu benaran memakai cheat.
Aku sudah memikirkan masalah ini.
Melakukan kesalahan harus mengakuinya.
Aku sudah meminta An Lan untuk menemui Komite Kompetisi.
Hasil hukumannya sudah keluar.
Kompetisi Neraka.
Sekelompok hantu kelaparan merebut semangkok nasi.
Bermainlah dengan baik pada kompetisi resmi.
Juara Nasional ini,
akan menjadi milikku.
Mari kita beri tepuk tangan paling meriah
kepada Juara Pertama Turnamen Nasional CF pertama yang bersejarah ini.
Tim 1 Koin!
Episode 26
Apa maksudmu?
Aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku.
Tidak mau bayar ya?
Bukan.
Kamu toleran beberapa hari lagi untukku.
Kamu lihat kemarin hujan,
Bangunannya runtuh setengah.
Aku harus mengganti rugi dan mengupah lagi.
Aku sungguh tidak ada.
Itu adalah urusanmu!
Kamu pikirkan sendiri caranya.
Sekarang...
satu per satu pekerjaku mau meminta gaji padaku.
Tapi sekarang aku sungguh tidak punya uang.
Tidak ada uang ya?
Ayo, semuanya.
Kita bongkar
setengah bangunannya lagi.
Jangan...
Aku mohon pada kalian.
Tunggu.
Tidak berani.
Tidak berani.
Berikan uangnya baru bicara!
Bos, kamu lihat...
aku hanya punya segini saja.
Ini adalah uang yang aku siapkan untuk
beli semen dan kebutuhan di rumah, semuanya kuserahkan padamu.
Untuk sisanya,
aku akan cari lagi.
Aku beri kamu waktu tiga hari lagi.
Jika kamu tidak menuntaskan hutangmu padaku dalam tiga hari ini,
Tempat ini..
akan menjadi rata.
Ayo pergi!
Bos.
Masih ada sebuah pertanyaan ini.
Harus ingatkan tentang yang ini.
Ada apa ini?
Ayah!
Anakmu ini mendapatkan Kejuaraan Nasional!
Anda lihat, stasiun televisi datang untuk wawancara.
Kenapa diam saja?
Cepat, sini.
Ayah.
Cepat.
Sini, duduk..
Sini.
Ini uang 50.000 yuan.
selain untuk perbaikan bangunan,
sisanya kalian simpan untuk pakai saja.
Beli yang kalian inginkan.
Ini..
Nak...
Kamu dapat dari mana uang sebanyak ini?
Bukankah aku sudah bilang?
Anakmu sekarang adalah Juara Nasional.
Ini semua adalah hadiah uang Juara Pertama.
Aku mendapatkannya dari bermain game.
Anda tenang saja.
Setiap lembarnya itu halal,
sudah di bayar pajak.
Hasil dari pekerjaan halal.
Anda gunakan dengan tenang.
Kamu lihat, banyak sekali.
Tidak pernah lihat sebanyak itu.
Guru Xiao,
Kita sudah bisa mulai wawancaranya.
Baik.
Ayah.
Kamu pergi ganti baju baru.
Pakai kemeja kotak-kotak itu.
Cepat.
Aku jangan..
Wawancara.
Aku..
Seluruh masyarakat melihatnya, cepat.
Panggil Ibuku juga, Ayah.
Ayah Xiao, bagaimana kalau Anda mengatakan sesuatu?
Baik.
Xiao Feng ini,
saat kecil nilai ujiannya tidak terlalu bagus,
dia juga tidak menuruti kami.
Tapi dia sangat pintar,
ingatannya luar biasa.
Responnya luar biasa cepat.
Dia juga berbakti kepada orang tua, adalah anak yang baik.
Benar.
Perkataan yang bagus.
Otaknya itu
keturunan aku.
Nak.
Aku tidak butuh uang sebanyak ini,
Cukup 30.000 saja.
Itu sudah cukup.
Yang ini, kamu ambil kembali saja
Karirmu sekarang sedang dalam tahap perkembangan,
saat-saat butuh uang akan lebih banyak.
Ayah, Anda gunakan ini dengan tenang saja.
Sekarang aku baru memulainya,
Kelak aku akan menghasilkan lebih banyak lagi.
Mari.
Aku tuangkan segelas lagi untukmu.
Pria itu,
harus mengutamakan pekerjaannya.
Mencari uang itu di satu sisi,
Bisa melakukan dengan baik hal yang ingin dilakukan,
dan melakukannya sampai ada hasil
itu lebih penting.
Ayah,
Anda tenang saja.
Aku tidak hanya ingin mendapatkan Juara Nasional,
aku juga mau mewakili negara untuk bertanding keluar negeri.
Mewakili negara?
Mendapatkan juara memang penting,
cari pasangan lebih penting.
Umurmu sudah 20-an tahun,
Kamu harus memikirkan masalah pribadimu.
Ibu, masalah ini Anda tidak perlu khawatir lagi.
Tunggu aku berhasil meraih prestasi di Kompetisi Internasional,
Aku pasti akan membawakan calon istriku untukmu.
Sungguh?
Sungguh.
Aku bersumpah pada uang 50.000 ini.
Baiklah.
Bagus!
Ada perkataanmu ini.
Ibu akan menunggunya.
Kamu tunggu, tunggu ya.
Ada apa?
Ayahku,
Ayahku mau ambil apa lagi?
Jangan pedulikan dia.
Beritahu Ibu, kamu sudah punya kan?
Nak!
Kamu memberikan kebanggaan untuk keluarga kita,
Ayah tidak bisa memberikanmu apa-apa.
Ini untukmu.
Ini...
Bukankah kamu menyitanya saat aku kecil?
Sebenarnya beberapa tahun ini,
Ayah ingin kamu menjadi seseorang
yang tidak diremehkan oleh orang lain.
Bagi orang tua di zaman kita ini,
masuk ke institut negeri,
bisa menafkahi,
punya pendapatan yang stabil,
itu sudah termasuk tidak diremehkan orang lain.
Tapi sekarang zaman sudah berubah.
Meskipun aku tidak mengerti tentang game.
Tapi aku bisa melihatnya dari dirimu,
ini adalah hal yang benar.
Asalkan bisa memberikan hasil,
sama juga akan dihormati orang lain.
Dan juga,
No comments yet. Be the first to leave one.