The first 200 lines.
Saya akan coba memahami bilangan irasional.
Maksudnya aku?
Tapi kenapa?
Kenapa?
Kenapa?
Apa?
TERKADANG, KEBENARAN ITU BERBAHAYA.
Kenapaโฆ
Kenapa Pythagoras membunuh muridnya?
Sudah jelas, 'kan?
Dia tak sanggup melihat dunianya hancur.
ABAD KE-5 SM.
Ada apa?
Guru.
AKADEMI MATEMATIKA PYTHAGORAS CROTON, YUNANI.
Jangan-janganโฆ
PYTHAGORAS, KEPALA
โฆkau menemukan sesuatu yang baru?
HIPPASUS, MURID.
Aku coba menyatakan panjang
diagonal persegi satuan
sebagai pecahan.
Benar. Semua bilangan bisa dinyatakan sebagai rasio bilangan bulat.
Itulah kebenaran yang selalu kita ajarkan.
Masalahnyaโฆ
Itu tak selalu berlaku.
Apa katamu?
Bilangan ini
tak bisa dinyatakan sebagai pecahan.
Tunggu.
Sebentar.
Baiklah.
Buktikan.
Ini persegi.
Lihat baik-baik.
Ini tak berhasil.
Jika teorimu benar,
berarti semua yang kita anggap benar itu salah.
Apa kauโฆ
Memberi tahu orang lain?
Aku belum beri tahu siapa pun.
Aku ingin memberi tahu Anda dulu, Guru.
Bagus.
Syukurlah.
Hippasus.
Ya?
Kita anggap saja
buktimu tak pernah ada.
Guru.
Terkadang, kebenaran itu berbahaya.
Guru!
Keberadaan bilangan irasional akan mengancam tatanan dunia.
Astaga. Dasar maniak matematika.
Kenapa matanya berbinar setiap kali membahas matematika?
Menakutkan.
Tapi yaโฆ
Ini cukup menarik.
Kau tak apa-apa?
Ya, aku tak apa-apa.
Itu akibatnya kalau kau terus melamun.
Ya.
Bikin malu saja.
Saya sudah lihat yang lebih parah.
Katanya, rasa malu
bisa meningkatkan kreativitas.
Oh, begitu.
Jadi, kau sengaja melakukannya? Apa lagi yang kau siapkan?
Buat apa kuberi tahu, nanti jadi biasa saja.
Ya sudah, asahlah kreativitasmu.
Saya akan mendukungmu.
EPISODE 9.
Aku pulang.
Ke kamar mandi dulu sebelum melakukan yang lain.
Tak usah.
Ibu tahu kau tak bisa buang air saat di luar.
Mulai sekarang, langsung BAB begitu sampai di rumah.
Maksud Ibu, kalau sudah kebelet,
jangan ditahan. Langsung saja.
Baiklah.
Aku bisa sendiri, kok.
Kenapa Ibu yang repot soal aku BAB?
Ya jelas, kau tak bisa menjaga dirimu!
Baiklah.
Aku ke toilet.
Perlu Ibu temui wali kelasmu?
Kenapa?
Dia sampai menggendongmu ke IGD.
Ibu merasa bersalah sekaligus bersyukur.
Tidak. Tak perlu.
Aku sudah berterima kasih.
Dia sangat sibuk. Jangan diganggu.
Jangan temui dia, janji?
Ibu rasa kau benar-benar takut padanya.
Tapi dia memberimu banyak poin minus.
Pantas kau takut padanya.
Wah, dia pasti cukup galak.
Kau bakal kewalahan.
Dia tak seburuk itu, kok.
Dia cuma agak ceplas-ceplos.
Dia memang agak ketus,
tapi dia tidakโฆ
Kadang kekanak-kanakan dan tidak dewasa,
tapi dia tidak jahat, kok.
โฆjahat, kok.
Aku paham sekarang.
Katanya, orang pintar itu pakar manipulasi.
Nah, itu dia.
Aku dimanipulasi.
Sama seperti Pak Yoon.
Kalau sering dimarahi dan dibentak,
satu komentar baik bikin kita berpikir,
"Mungkin dia tak sejahat itu."
Ya, pasti begitu.
Tapi sumpah, selama ini dia jahat padaku.
Si berengsek itu ingin memahamiku, tapi aku malah deg-degan?
Konyol sekali!
Sadarlah, Eui-ju.
Mulai besok, jangan tatap dia.
SESEORANG YANG TAK BOLEH DAN TAK BISA KUSUKAI
Sudah lihat belum?
Yang kukirim ke grup obrolan kita.
Tentang Profesor Na Deul-i di Princeton
yang menjadi orang Korea pertama yang dianugerahi Fields Medal.
Memang kenapa? Kau mengenalnya?
Tidak.
Tapi Woo-su mengenalnya.
Dia satu tim Olimpiade dengannya saat SMP.
Masa?
Kau tak iri?
Bukankah itu seharusnya kau?
Andai kau tak keluar dari Olimpiade.
Andai kau kuliah di luar negeriโฆ
Ada apa?
Kukira dia bakal sukses.
Tak kusangka dia malah di sini,
meributkan matematika dengan kalian yang bodoh sambil makan roti denganku.
Maksudku temanku, Woo-su.
Woo-su, temanku yang genius ini.
Sudahlah. Lupakan saja.
- Dia bisa saja meraih Fields Medal danโฆ - Hei.
Cukup.
Apa hebatnya medali konyol itu?
Hei.
Kau tahu apa itu Fields Medal?
Tentu saja tahu.
Kalau begitu, siapa penerima pertamanya?
David Copperfield.
Sudahlah.
Untuk apa repot-repot bicara dengan orang bodoh?
Woo-su, kauโฆ
Aku juga malas meladenimu.
Nikmati rotimu.
Kapan dia akan keluar?
Biasanya sekitar sekarang.
Apa semua sudah lengkap?
Semua buku pelajaran sudah kubawa?
Sebaiknya aku pakai jaket puffer.
Kenapa dia belum keluar?
Nanti kami telat.
Da-ju, cepatlah.
Woo-su sudah pergi sejam lalu.
Astaga, dia sungguh menyebalkan.
- Apa-apaan? - Pukul berapa ini?
Kita pasti terlambat.
Astaga, dia selalu begini.
Bukankah itu Eui-ju?
Eui-ju?
Dia juga bakal telat.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Selamat pagi.
Kenapa dia utak-atik rambutnya begitu?
Mari kita mulai.
Kenapa dia menaikkan lengan bajunya?
Kenapa jarinya panjang sekali?
Kenapa dia minum air seperti itu?
Caranya memutar penanyaโฆ
Sangatโฆ
Sangatโฆ
Sangat menyebalkan.
Kau mau bilang apa?
Ayo duduk di sini.
Go-ya.
Dulu hidupku cuma seputar jadi penggemar.
Aku tahu.
Memang kebanyakan cuma tokoh fiksi,
tapi cintaku pada mereka
selalu tulus.
Memikirkan tokoh-tokoh itu
memberiku kekuatan untuk terus maju.
Sekarangโฆ
Dia terus menghantui pikirankuโฆ
Bikin kesal saja.
Masalahnyaโฆ
Aku tak ingin memikirkannya.
Aku tak seharusnya memikirkannya,
tapi aku terus kepikiran.
Kau menyangkalnya.
Menyangkalnya?
Kau selalu begini.
Kau menonton banyak video idola, tapi mengaku bukan penggemar
No comments yet. Be the first to leave one.