狼と香辛料 MERCHANT MEETS THE WISE WOLF
The first 182 lines.
Tidak... Aku tidak mau sendirian lagi.
Tetapi itu tidak penting. Aku ingat...
Benar... Ada seseorang yang mencintaiku.
Siapa kau bagiku?
Bukan, siapa aku bagimu?
KARYA ORISINAL OLEH ISUNA HASEKURA
Dasar! Bukankah sudah kubilang?
Sulit dipercaya kau pria yang tadi sangat percaya diri.
Sesuatu yang tidak terduga terjadi.
Benar-benar tidak terduga.
- Dan aku... - Kau tidak berhati-hati.
Jujurlah.
Kau benar.
Jadi, apa yang mau kau tanyakan?
Kalau mau meminta uang, tidak akan kuberikan.
Aku mau tahu ke arah mana angin bertiup.
Walaupun aku mau menangkap angin dan berlayar,
orang luar sepertiku tidak akan bisa meramalkan
"angin" pasar di sini.
Menyerahlah.
Seperti halnya tak ada yang bisa hentikan kuda yang mengamuk,
sulit menghentikan kenaikan harga.
Di papan harga yang mereka pasang di samping penjual batu,
daftar tunggunya semakin panjang, sementara persediaannya tidak berubah.
Aku rasa harganya tidak akan turun dalam waktu dekat.
Kecuali kau seorang dewa yang mahakuasa,
mustahil mengubah tren ini.
Kalau begitu, aku hanya perlu berbuat seperti dewa.
Toh, penurunan harga yang bisa diperkirakan
tidak akan cukup untuk mengalahkan Amati.
Apa kau ingin mengakibatkan kejatuhan pasar?
Hanya itu pilihannya.
Bagaimanapun, besok saat matahari terbenam,
aku harus mengubah semua pirit yang dia beli
menjadi tumpukan batu yang tidak berharga.
Trik yang cukup bagus untuk menipunya...
Trik yang akan akibatkan kejatuhan...
Apa ada hal seperti itu?
Kalau begitu, aku hanya perlu berbuat seperti dewa.
Dewa...
Dengan harga berapa Anda akan membelinya?
Lihat,
semuanya terlihat miring di mataku.
Maaf, tetapi apa kau memiliki waktu untuk merenung?
Kalau aku jadi Holo...
Lihat ini.
Bersiaplah...
Kau habis-habisan, ya?
Apa kau meninggalkan bisnis gandum?
Katanya, nilainya akan naik dua kali lipat besok.
Dua kali? Benarkah?
Tidak diragukan lagi.
Kalau kau menurunkan layar hanya karena ada festival,
kau akan melewatkan kesempatan bagus.
Kurasa ini bukan waktunya main aman dan membeli gandum.
Itu benar.
Lezat sekali.
Ikannya selezat yang mereka bilang.
Aku jadi penasaran tentang makanan lain yang ada di menu.
Tuan Lawrence.
Oh, maaf. Ada yang bisa kubantu?
Aku diminta mengantarkan surat kepadamu.
Dari siapa?
Keduanya dari rekanmu.
Satunya aku tuliskan saat dia mendiktekan.
Bolehkah aku minta lilin?
"Uang tunai yang tersedia: 200 koin perak.
Jumlah pirit yang tersedia: senilai 300 koin perak.
Aset yang bisa dijual..."
Ini rincian aset Amati!
Holo...
Ini... tulisan tangan Amati.
Mari lihat... "Dengan menyebut nama Tuhan..."
Sertifikat pernikahan?
HOLO
Holo...
Aku perlu semua uang yang aku titipkan!
Kedai langganan Tuan Amati adalah...
Kenapa dia?
Dia yang dari serikat.
Hei! Kalau jalan pakai mata...
Permisi.
Selamat sore.
- Ada yang bisa kubantu? - Tidak perlu waspada begitu.
Aku ke sini untuk bicara bisnis.
Ini tempat yang nyaman dan sunyi.
Mustahil minum dengan damai di tempat lain.
Jadi, tempat ini spesial.
Apa yang kau rencanakan?
Aku akan langsung ke intinya.
Aku mau kau membeli pirit dariku.
Aku mau kau membeli pirit dariku.
Aku mau menjual pirit senilai 500 koin Trenni perak
berdasarkan nilai pasar hari ini.
Jangan bercanda.
Aku tidak bercanda.
Kau tahu aku mendapat untung dengan menjual kembali pirit.
Jadi, kenapa
kau mau menjual pirit kepadaku?
Jangan bilang kau memang tidak peduli
apa yang terjadi kepada Nona Holo, selama utangnya dilunasi?
Tidak, Holo penting bagiku.
- Kalau begitu, kenapa... - Tentu saja,
aku tidak menjualnya begitu saja.
Aku mau menjualnya dengan margin.
- Dengan margin? - Benar.
Apa maksudmu?
Maksudku, besok sore, aku mau menjual pirit
senilai 500 koin Trenni perak berdasarkan nilai pasar hari ini.
Kalau begitu, kenapa tidak memintanya besok sore saja?
Tidak, aku mau dibayar sekarang.
Dengan kata lain, aku akan menerima
lima ratus koin Trenni perak darimu sekarang.
Dan besok sore, aku akan membawa jumlah pirit
senilai 500 koin Trenni perak pada nilai pasar saat ini.
Itu saja.
Jadi, kalaupun besok sore
nilai pirit lebih tinggi dari saat ini,
aku tetap akan menerima jumlah pirit yang dihitung berdasarkan
- harga pasar hari ini? - Itu benar.
Contohnya, anggaplah aku menjual
sepotong pirit seharga 1.200 Ireid kepadamu dengan margin sekarang.
Aku akan langsung menerima bayarannya darimu.
Tetapi kalaupun nilai
pirit itu naik menjadi 2,000 Ireid besok sore,
aku masih harus memberimu jumlah pirit yang kujanjikan.
Kebalikannya juga benar.
Bahkan kalau nilainya turun ke 200 Ireid,
aku masih akan menerima satu potong pirit, benar?
Tepat sekali.
Kenapa tidak lakukan transaksi biasa saja?
Bertukar pembayaran dan produk di hari yang berbeda
sama saja dengan transaksi biasa...
Tidak, bukan begitu.
Begitu, ya?
Jika "menjual dengan margin",
kau akan dapat untung dengan menjual produk yang belum tersedia.
Dibandingkan "membeli" dengan margin,
yang menguntungkan saat nilai produk yang tersedia meningkat,
"menjual" dengan margin menguntungkan saat nilai uangmu meningkat.
Dengan kata lain,
kau mendapat untung saat nilai produk
yang kau jual jatuh, 'kan?
Kau memang hebat. Sekarang kau paham, 'kan?
Aku tidak tahu ada metode bisnis seperti itu.
Kurasa aku tak memperhatikan sekitarku,
karena hanya berbisnis ikan.
Dalam kasus ini, kalau kau membeli pirit
senilai 500 koin perak dariku,
kau akan mendapat untung besar kalau nilainya meningkat.
Demikian juga, kau akan rugi besar kalau nilainya jatuh.
Itu benar.
Kalau kau mendapat untung, artinya aku menderita kerugian.
Pada dasarnya, ini...
Tuan Amati, aku menantangmu untuk berduel.
Ini hampir tidak bisa disebut "duel".
Lagi pula, kau tidak berencana membuat transaksi ini tanpa sertifikat, 'kan?
Bahkan kalau nilai pirit akan jatuh besok sore,
selama nilainya bisa menghasilkan uang yang kubutuhkan saat itu,
aku bisa menjual sertifikatnya ke orang lain.
Ini terlalu merugikanmu.
Lagi pula, aku hanya perlu kenaikan nilai yang kecil
untuk mencapai tujuanku.
Walaupun begitu, aku tidak mau menyetujui transaksi
yang merugikanmu, hanya demi keuntunganku.
Mungkin tampak begitu kalau kau hanya melihat transaksi ini.
Tetapi sebenarnya, kerugian ini akan menyeimbangkan semuanya nanti.
Maksudmu?
Maksudku, ada kemungkinan
Holo merobek dan membuang sertifikat pernikahan itu.
Kau punya salinannya, 'kan?
Kalaupun kau melunasi utangnya kepadaku,
kalau Holo menolak,
kau tidak bisa apa-apa. Itu risiko yang kau harus tanggung.
Dibandingkan itu,
kerugian kecilku bukan apa-apa.
Kurasa kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu.
Sepertinya kalian berdua bertengkar hebat.
Selama perjalanan kami,
Holo sudah menangis di pelukanku tiga kali.
Saat dia seperti itu, dia cukup manis.
Tetapi sayangnya, dia sangat keras kepala.
No comments yet. Be the first to leave one.