My Favorite Season

My Favorite Season (Ma saison préférée)

Download Indonesian Subtitle

Release info

My Favorite Season 1993 FRENCH BluRay x264
A Commentary by tedi
Retail Catchplay Resync for BluRay

Tags

BluRay
x264
Published on: 2023-01-14
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Bagian 1: Keberangkatan

Ibu memakai sepatu botnya. Ayah sedang mengendarai mobil.

Kami melewati hutan. Jalan itu kosong.

Tiba-tiba, Ibu menyuruh Ayah berhenti. Ibu yakin itu ada di sana.

Entah bagaimana Ibu melakukannya.

Ibu keluar dari mobil.

Ibu memakai tongkat dan berjalan dengan cepat.

Kami tetap di belakangnya.

Lalu, Ibu berhenti di sebuah pohon.

Ibu berlutut.

Di bawah daun ditemukan jamur porcini.

Ibu tidak pernah salah.

Bagaimana Ibu menebaknya?

Aku mencoba melakukan seperti Ibu.

Aku mencari di tanah, tetapi tidak ada apa-apa.

Itu butuh insting. Tidak bisa dengan berpikir.

Bagaimana rasanya?

Seharusnya tak kumasukkan bawang putih.

Seharusnya pakai bawang putih.

Bawang putih, peterseli, roti tanpa kulit. Ini enak.

Namun, Ibu tidak terbiasa makan semalam ini.

Apakah kau keberatan jika Ibu tidur?

Tidak. Ibu harus merasa nyaman. Lakukan sesuka Ibu.

Duduk saja. Selamat malam.

Ibu?

Aku pun begitu. Ketika pergi ke tempat baru,

aku merasa tidak enak badan dan tidak bisa tidur.

Kemudian, itu berlalu.

Apa maksudmu? Ibu bukan merasa tidak enak badan.

Karena beristirahat pada siang hari, Ibu ingin berjalan pada malam hari.

Ibu suka berjalan pada malam hari. Ibu juga melakukannya di rumah.

Kau dengar Ibu berbicara?

Kupikir aku mendengarnya.

Itu wajar.

Terkadang Ibu berbicara sendiri.

Apa yang Ibu katakan?

Entahlah. Aku tak mendengar jelas.

Jangan dipikirkan.

Ibu berkhayal berbicara dengan orang dan merasa beban terangkat.

Tidak ada yang terganggu dan itu menguntungkan Ibu.

Lebih baik daripada berbicara dengan orang.

Ibu bertanya, lalu menjawab.

Ini mungkin tampak aneh,

tetapi wajar melakukannya pada usia Ibu.

Itu bentuk perlindungan diri.

Akan kunyalakan lampunya.

Kenapa?

Ibu belum mengenal rumah ini.

Kau takut Ibu akan memecahkan vas bunga?

Tidak sama sekali. Maksudnya agar Ibu tidak tersandung.

Kekhawatiranmu tidak beralasan.

Di bawah sinar rembulan ini, Ibu bisa melihat sangat jelas.

Ibu benar.

- Ibu ingin teh? - Teh? Tidak.

Ibu heran kenapa kau membeli rumah ini.

Kolam ini membuat rumahnya megah.

Namun, itu tidak penting.

Besok kau bangun pagi.

Tidurlah saja.

- Apakah Ibu akan tetap di sini? - Jangan khawatirkan Ibu.

Ibu benci itu.

"Agak megah," kataku kepadanya. Begitu.

Ya, aku terbiasa berjalan pada malam hari.

Aku menyukainya, jadi...

Tidak ada yang bisa mencegahku melakukannya.

- Tidak ada ciuman? - Ya, tentu saja.

Kita pergi saja. Kau punya waktu?

- Ya, tetapi... - Tidak ada "tetapi".

Ketika aku melihatmu, itu visual.

Itu terjadi di hemisfer kanan.

Ketika aku memanggilmu, itu verbal, seperti ingatan.

Yaitu di hemisfer kiri.

Kita sudah bertahun-tahun tidak bertemu, aku malah menguliahimu.

Payahnya aku.

Tidak. Itu satu-satunya keinginanmu. Itu menarik.

Tolong jangan mengejekku.

Apakah kau datang untuk memberiku kabar buruk?

Aku datang untuk membicarakan Ibu.

Ibu pingsan. Tidak ada yang serius.

Tukang pos menemukannya di gudang.

Kapan itu terjadi?

Sebulan yang lalu.

Ibu tidak ingin kami memberitahumu.

Pingsan? Maksudmu kejang?

Ya.

Ibu tinggal bersamaku sekarang.

Ibu sudah pulih, sangat sehat.

Jangan melebih-lebihkan.

Aku mengerti sekarang.

Kau punya alasan.

Aku harus kembali.

Apakah kau tidak ingin pergi makan?

Lain waktu.

Jadi, begitu. Dalam 10 tahun, mungkin tidak sampai,

Ibu akan meninggal.

Jangan katakan itu. Mengerikan.

Akulah yang mengerikan. Kau mengagumkan.

Kau menampung Ibu.

Kau melakukan tugas untuk datang menemuiku.

Itu menjadikanmu anak yang baik dan aku tahu itu.

Kau belum berubah, Antoine.

Itu memalukan.

- Jadi, kita akan berpisah seperti ini? - Ini lebih baik.

Di pemakaman Ayah, kau menghinaku.

Kau selalu menghinaku.

Aku tidak ingat.

Kau menyebut suamiku bodoh!

Aku minum-minum. Itu lucu.

- Kenapa kau tidak mencemaskan dirimu? - Aku terlalu rapuh.

Sudahlah. Menurutmu aturan itu tidak ada.

Kau adalah anak manja dan kau menceramahiku.

Kau benar. Sebaiknya kita pergi makan siang.

Italia atau Tionghoa?

Jika kau berjanji akan bersikap normal atau tenang.

Kau normal setiap hari. Apakah kau tidak bosan?

Antoine, aku serius, aku melarangmu menilai hidupku.

- Paham? - Sangat.

Dupres sudah tiba?

Divisi properti.

- Pukul 16.30. - Katamu pukul 15.15.

Aku memasukkannya ke buku catatanmu.

Benarkah?

Lihat.

Aku sudah yakin. Aku berlari kencang sekali.

Beri aku failnya.

Bruno memintanya dengan tanggal sidang gugatan sederhana.

Yang benar saja.

Dia sedang melakukan rapat.

Kau memeriksa semua pekerjaanku.

- Apa? - Kembalikan failku.

Ya.

Kapan pun itu penting, kau ikut campur.

Kita bekerja sama.

Aku tidak pernah menyalahkanmu karena membaca failku.

- Aku mendorongmu untuk melakukannya. - Maksudmu?

Aku tidak yakin dengan buktinya.

Itu tak berguna, tetapi mereka menginginkannya.

Ada saran lain?

Tidak. Baiklah. Sangat bagus.

Sampai jumpa.

- Sampai jumpa. - Sampai minggu depan.

- Kau menemukan tirai? - Yang mana?

Yang di Toulouse.

Benar juga. Tidak ada yang bagus di sana.

Kau tahu siapa yang aku temui? Antoine.

- Apakah kalian berdua mengobrol? - Jelas.

Tidak jelas. Kau tidak pernah berbicara dengannya.

Kau membencinya.

Jangan melebih-lebihkan. Memang benar dia agak menyebalkan.

Kau tiba-tiba melunak.

- Aku mengundangnya untuk Natal. - Dia?

Dia harus menemui ibunya.

Waktu itu dia meributkan jam di atas perapian.

Dia benci barang antik.

Baginya, itu bukan cara jiwa dibuat. Itu adalah masalahnya.

Dia punya banyak masalah.

Seperti semua orang.

Kau bilang kepadaku dia tidak akan kembali.

Aku tahu kau akan mengomel.

Tidak, tetapi dia menjengkelkan.

Dia suka mengacaukan segalanya. Dia gila.

Kebetulan dia lucu.

Kurasa tidak. Dia menyebalkan. Badut tidak lucu bagiku.

Maaf, orang tuamu membesarkannya dengan buruk.

Kau berbicara seolah-olah usianya 15 tahun.

Ya. Dia kekanak-kanakan.

Maaf, tetapi tagihan penjualan yang kau tugaskan kepadaku...

- Ya? - Aku tidak mengerti.

Bagian 2: Salah Langkah

Itu pasti Antoine.

Aku terlambat?

Aku tak menyangka kau akan datang.

- Kau bisa menelepon. - Apakah aku berani?

"Apakah aku berani?" Kau harus berani!

Kau harus berani.

Aku menghabiskan hari di samping telepon.

Satu hari terasa seperti tiga tahun.

Aku ingin kau memilih.

"Memilih?"

Kau yang mengundangku.

Kau ingin aku datang. Kau alasan aku ada di sini.

- Kau akan menghukumku untuk itu? - Tidak, aku akan bersikap baik.

Terlalu berat?

Aku bukan Bruno, tetapi aku bisa membawanya.

Otakku mengimbangi kekuatannya.

Kau pergi ketika aku tiba.

Hai, Antoine. Jalanan macet?

Tidak. Lumayan lancar.

Berikan kepadaku.

Hai, Antoine.

Bagaimana kuliah hukummu?

Kelas seperti pabrik.

Ada 50 mahasiswa per seminar.

- Ikut ke gereja? - Tidak.

Namun, jika aku harus...

Dia mengunjungi Ibu.

- Benar? - Tentu saja.

Di mana kamar mandinya?

Hampir lupa. Di sana. Sampai nanti. Jangan sampai masuk angin.

Jangan minum atau berbicara terlalu banyak.

My Favorite Season subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left