The first 200 lines.
Nona Netflix memberikanku tugas yang berat.
Membuat acara realitas baru.
Kita sudah pernah menonton acara orang lajang mencari pasangan.
Orang-orang mengejar pernikahan.
Aku sudah pernah membawakan acara saat aku makan banyak.
Kita butuh sesuatu yang berbeda.
Sebuah eksperimen,
orang-orang terisolasi di sebuah pulau.
Dengan apa yang paling mereka takuti...
ibu mertua.
Ibu mertua.
Apa ini akan berhasil?
Langkah pertama adalah menemukan spesimen yang bagus
dari sosok umat manusia yang kontroversial ini.
Setelah mendengarkan banyak cerita,
kami akhirnya menemukan para bintang acara ini.
Dimulai dari Rogéria,
yang ingin menantunya cantik, sederhana, dan bersahaja.
Wanita malang.
Thaís memutuskan untuk mengambil foto dengan pakaian dalamnya.
Semua ini membuat pikiranku kacau.
Karena aku usiaku sudah uzur.
Taninha bermasalah dengan menantunya yang malas, yang tinggal bersamanya.
Dia tak bisa memasak nasi. Mereka bergantung padaku.
Kecemasan ibu mertua ini jadi pemicu.
Tolong!
Namanya memang begitu.
Ada rasa cemas yang normal. Rasa cemasku tidak normal.
Severina belum bertemu menantunya, tapi sudah membencinya.
Walau dia jadi Bill Gates pun,
di mataku, dia tetaplah pria yang tidak mau berkomitmen
untuk mengenalku dan menyukaiku.
Cris percaya bahwa hanya akan ada satu wanita di hidup putranya.
Rumahmu adalah istanamu. Setiap istana hanya boleh ada satu ratu.
Putranya sudah menikah selama 18 tahun,
dan Marcia masih belum yakin.
Ini tak akan berjalan mulus.
Mereka terlalu berbeda.
Thiago akan segera menyadarinya.
Sekarang, bayangkan kau harus hidup berdampingan dengan ibu mertua
tanpa ada tempat untuk melarikan diri.
- Dia akan menghancurkan kita. - Tidak.
- Aku tak harus menyukaimu. - Aku juga.
Aku sedih sekali, Nak.
Akankah mereka bisa mengubah hubungan?
Rasanya berat sekali bersamanya, Bung.
Selamat datang di Stranded with my Mother-in-Law .
STRANDED WITH MY MOTHER-IN-LAW
Aku harus licik untuk bisa membawa mereka ke sini.
Selamat datang!
Aku terang-terangan berbohong.
Aku di sini!
Kami berpura-pura membuat kompetisi pasangan
yang mendatangkan ibu dari salah satu pihak,
untuk menyaksikan dan mengomentarinya, semacam itu.
Kami tidak mungkin membiarkan para wanita tidur di luar.
Jadi, kami membangun sebuah desa dari nol, di tengah antah-berantah.
Lihat tempat ini!
Agar lebih meyakinkan, aku datang dan menyambut para tamu.
- Aku terkesima! - Terima kasih!
Kalian datang ke sini dengan tujuan yang jelas,
untuk memperebutkan hadiah setengah juta real.
Gila!
- Semoga beruntung. - Terima kasih.
Lucu sekali! Mereka pikir ini acara pasangan.
Sayangnya bukan.
Rodrigo, apa pekerjaanmu?
Aku bekerja di bagian penjualan di perusahaan TI,
dan kami juga membangun bisnis.
Kami punya toko seks.
Luar biasa!
- Keren! - Benarkah?
- Aku suka itu. - Ya.
Itu memang misi kami,
- untuk membantu kehidupan seks. - Begitulah kami bertemu.
- Mengaturnya dengan baik... - Semua orang melakukan seks.
Semua orang.
Kami sudah bersama sepuluh tahun.
Meski kami sudah saling kenal, terkadang kami butuh sesuatu
untuk sedikit menyemarakkan
rutinitas kami setelah sepuluh tahun.
- Jadi, produk ini... - Benarkah?
Felipe, kau seru sekali.
- Bagus, Rodrigo. - Ini sangat membantu.
Aku sangat menyukai Vini dan Felipe.
Aku suka gaya mereka. Aku cocok dengan humor mereka.
Biar kuberitahu, kami belum genap setahun bertemu.
- Sekarang, kami di sini. - Benar!
Gila sekali.
- Kau belum bertemu ibunya? - Belum!
Nekat sekali, Bung!
Hanya pernah lewat panggilan video.
Mereka berinteraksi seperti hari pertama di acara realitas pada umumnya.
Semua orang saling berkenalan dan bersikap baik.
- Mau bermain? - Ya.
- Ayo bermain. - Apa namanya?
"Saya tidak pernah."
Saya tidak pernah
merasa ingin seks bertiga.
Aku akan minum.
- Kalau kau ingin, kau minum. - Berengsek!
- Boleh minta tambah? - Aku ménage ... Maksudku...
- Itu wajar, Bung! - Aku bercanda!
Ada tiga orang.
- Dia tak bilang sekarang. - Ini hanya keinginan.
- Bebaskan dirimu. - Tetap saja ingin.
Nanti bertiga, kau, Barbie, dan Susi Doll.
Diamlah!
Kurasa mereka lupa kalau ibu mereka akan mampir.
Di mana ibuku?
Berhenti memanggil roh yang mengejek, Vinicius.
Roh yang mengejek, Vinicius.
Roh yang mengejek, Vinicius.
Perhatian, semuanya!
Bersiaplah untuk tantangan pertama pada musim ini.
Aku menunggu kalian.
Oke.
Sekarang perutku mulas.
Tantangan pertama.
Jika aku memaksakannya,
aku bisa mencederai diriku sendiri.
Banyak tantangan lain akan datang.
Kita pacu semangat kita, tapi tetap beri batasan.
Jangan mati-matian, kau paham?
Francine dan aku setuju. Mari kita libas semuanya.
Aktivitas fisik adalah poin kekuatan kami.
Saat ini, mereka sedang menabung untuk berjalan-jalan.
Mereka bilang, "Kita hidup sekali. Harus berjalan-jalan."
Ibuku senang kami semua tinggal bersamanya.
Astaga, kuharap mereka segera pindah mencari rumah sendiri.
Saat kupikir aku harus memasak...
Bahkan tak bisa memasak nasi.
...mencuci baju, mengurus rumah...
Katanya aku dan Francine sama malasnya.
Aku cinta hidupku yang santai. Aku tak ingin mengubahnya.
Kurasa aku dilahirkan untuk melayani.
Beginilah aku apa adanya.
Aku tinggal di kondominium 112 unit.
Saat ini, aku manajer properti tersebut.
Hal yang paling membuatku kesal adalah
betapa dramatisnya dia.
Di sini, kau akan lihat betapa aku melebih-lebihkan.
Dia melakukan segalanya untuk kami...
Aku harus melakukan segalanya. Jika mereka yang melakukan, pasti keliru.
...dan berpikir itu memberinya hak untuk bisa ikut campur.
Aku selalu bilang padanya, diam dan dengarkan dia.
Dengarkan dia dan terimalah.
Kami tak tahu apa tantangannya.
Kami tak punya petunjuk. Namun, kami ikuti saja alurnya.
Selamat pagi, Pasangan!
- Selamat pagi! - Selamat pagi!
Ada dua babak pada tantangan ini.
Di babak pertama, kalian harus bekerja sama
untuk bisa sampai ke dek di tengah laut itu,
mengambil harta karun, dan membawanya kembali ke pantai.
Begitu kalian menginjak pasir, babak kedua dimulai.
Pergilah ke tiang yang warnanya sama dengan kalian
dan kaitkan kainnya ke pinggang kalian.
Setelah berhasil melepaskannya,
benderanya akan meluncur ke bawah.
Tantangan dinyatakan selesai
kalau kalian berhasil menancapkan bendera di balok kayu itu.
Hasil yang didapatkan
akan menentukan akomodasi kalian.
Jadi, pemenang teratas akan dapat pondok VIP.
Tentu saja VIP adalah penginapan impian semua peserta.
Aku akan berjuang untuk mendapatkannya, itu semua kenyamanan yang kuinginkan.
- Kami mau! - Tentu saja.
Pondok biasa, kalau kalian peringkat tengah.
- Dua ranjang. - Ada dua ranjang.
Ada kamar mandi.
Agak terbelakang.
Pasangan di peringkat terakhir tentu dapat pondok yang reyot.
Benar-benar reyot.
- Seperti sarang burung. - Ya, itu...
- Lumpur sungguhan. - Bahkan semut.
Semut dan semuanya.
- Menyedihkan. - Rumit.
Ranjangnya tidak masalah.
- Tapi kamar mandinya... - Sebuah kakus.
- Di luar. - Dia harus ke toilet semalaman.
- Mandi air dingin. - Kau harus keluar.
- Tidak. Ini rumit. - Air dingin.
Sudah pasti akan dapat pondok reyot
kalau gagal menyelesaikan tantangan ini.
Aku takut tantangan ini. Aku fobia air.
Akan kucoba. Kita lihat apa yang terjadi.
Kami sudah menaruh harta karunnya di dek.
Mungkin harta karun sungguhan,
sesuatu yang bisa kita gunakan di desa.
Makanan, mungkin? Minuman? Kami suka minuman keras.
Dan harta karunnya sudah tiba.
Para ibu mertua.
Celaka!
Sudah kubilang!
Saat aku melihat mereka di sana...
Astaga, sulit dipercaya.
Sungguhan? Tidak!
Itu ibuku!
Mereka harus naik itu?
No comments yet. Be the first to leave one.