The first 200 lines.
NAMA TOKOH, TEMPAT, ORGANISASI, DAN PERISTIWA DALAM DRAMA INI FIKTIF
DAN TIDAK TERKAIT DENGAN FAKTA SEJARAH
PEREKAMAN HEWAN TELAH MEMATUHI PEDOMAN PRODUKSI SIARAN
Di mana Bu Guru Kim?
Aku tak akan
membiarkan kalian.
Ayo serang.
Ikat dia.
Lepaskan aku.
Tidak!
Lepaskan aku!
Apa yang kau lakukan?
Cepat lepaskan aku!
Cepat lepaskan!
Tolong!
Tolong aku!
Yoon-bok!
Jangan salahkan aku.
Aku tak berniat berbuat sejauh ini.
Keluarga itu selalu membuat masalah kecil menjadi besar.
Sayang sekali,
bukan begitu?
Kau...
Aku tak akan membiarkanmu.
Habisi dia.
Tolong aku!
EPISODE TERAKHIR HARTA YANG PALING BERHARGA
DIADAPTASI DARI WEBTUN DARE TO LOVE ME KARYA SUN WOO
Bu Guru!
Ayo kita keluar.
Tunggu sebentar.
Biar kubawakan.
Apa kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Aku sempat sangat khawatir.
Aku tak apa-apa.
Kau datang menyelamatkanku.
Terima kasih, Yoon-bok.
Aku membuatmu terlibat bahaya.
Maafkan aku.
Sudah kubilang aku tak apa-apa.
Sial.
- Ini 911? Ada kebakaran di TKP. - Cepat!
Ada ambulans di sini.
- Tolong. - Ayo cepat.
Bu Guru, tunggulah di sini.
Berhenti!
Sial.
Kenapa kau tega melakukan ini?
Sial.
Hartaku yang berharga.
Kau lakukan semuanya hanya karena ini?
Kau mengancam nyawa seseorang hanya karena uang yang tak seberapa?
"Uang yang tak seberapa"?
Apa kau tahu apa yang bisa kita dapatkan dengan uang?
Tentu saja. Kau tak mungkin tahu
rasanya menikmati uang karena tinggal di desa kecil itu.
Meski kau bisa menikmati dunia dengan uang,
manusia tetap lebih berharga!
Dasar sok suci.
Jika diperhatikan,
kau mirip sekali dengan ayahmu, Tuan Muda.
Ayahmu mengatakan hal yang sama.
Tak peduli seberapa berharga harta di ruang penyimpanan,
semua itu tak ada gunanya tanpa manusia.
Meskipun begitu, bagaimana jika ada yang mencurinya saat pameran?
Jangan khawatir.
Aku ingin mengadakan pemeran saat desa dibuka untuk umum
agar harta yang diwariskan leluhur kita
bisa dilihat dan dirasakan langsung
oleh masyarakat.
Hari pertama pembukaan desa adalah hari istimewa.
Jadi, akan aku mulai dengan harta yang paling berharga.
Pamerannya dimulai dengan ini.
Bagaimana?
Tunggu.
Tidak.
- Jangan. - Sial!
Tidak!
Tidak...
Tujuh tahun lalu.
Ayahmu mati gara-gara bersikap sok suci.
Jadi, kau mau mengatakan
kau membunuh ayahku?
Berani-beraninya kau...
Padahal sejauh ini sudah sempurna.
Beraninya kau!
Kenapa kau meremehkan nyawa manusia?
Apa kekayaan dan kehormatan
lebih penting dari nyawa manusia?
Kalian tak tahu
dunia yang sebenarnya.
Nyawa manusia? Siapa peduli?
Setelah mati, itu tak ada artinya.
Sebaliknya, uang tak akan pernah mati.
Meski seseorang kehilangan nyawa, dia pasti meninggalkan uang.
Turun-temurun.
Aku tak akan memaafkanmu.
Sekarang juga, kau akan...
Apa?
Kau akan membunuhku?
Apa bangsawan seperti kau bisa membunuh orang?
Kau benar.
Menyakiti orang yang tak berdaya
tidak dilakukan oleh bangsawan.
Namun,
kau bukan lagi manusia.
Jadi, apa pun yang kulakukan kepadamu,
itu tak masalah.
Berengsek!
Mulutku kotor dan aku bisa mengatakan apa saja.
Aku bukan bangsawan atau orang terhormat.
Jadi, aku bisa memukul orang jahat sepertimu sampai mati!
Kalian baik-baik saja?
Lee Beom-kyo kau ditahan atas dugaan pembunuhan, penculikan, penyekapan,
pencurian aset budaya, pembakaran, dan lain-lain.
Lihat betapa sia-sianya kekayaan yang kau kumpulkan
dengan mengorbankan kemanusiaanmu.
Renungkanlah itu baik-baik selama sisa hidupmu di penjara.
Ini untukmu.
Jika bukan karena aku,
kau tak akan mengalami semua ini.
Aku sungguh minta maaf.
Apa maksudmu?
Kau pasti lebih menderita.
Aku tak bisa membantumu.
Maafkan aku.
Bu Guru.
Sebenarnya ada yang ingin kukatakan kepada Bu Guru.
Aku sungguh
minta maaf.
Ayo pulang.
Apa kalian ingat kasus si Palsu yang tertangkap basah
mencoba menyelundupkan aset budaya yang dicuri beberapa waktu lalu?
Ternyata dalang dan pelaku sebenarnya
adalah Kepala Direktorat Jenderal Kebudayaan yang sedang menjabat.
Dia tertangkap basah melakukan penculikan
demi mencuri aset budaya Desa Seongsan beberapa waktu lalu.
Kepolisian sedang menyelidiki keterlibatannya dalam kasus kematian
akibat kebakaran di Desa Seongsan 17 tahun lalu.
Setelah 17 tahun, kasus itu menemukan tersangka baru.
Apa benar orang itu
bertanggung jawab atas kematian Sa-do?
Ya.
Dia mengakuinya.
Aku mengerti.
Pergilah.
Kakek.
Tanpa menyadari yang dilakukannya kepada anakku,
aku justru membiarkannya berada di sisiku selama ini.
Yoon-bok, bagaimana harus kuhadapi
rasa bersalahku?
Selama ini,
dia pasti merasa kesepian dan diperlakukan tak adil.
Tanpa menyadari apa yang terjadi kepada Sa-do,
aku menyalahkan dirimu yang tak bersalah.
MENDIANG PI HYE-WON
Maafkan aku, Menantuku.
Sekarang semuanya sudah terungkap.
Jadi, beristirahatlah
dengan tenang di sana.
Aku berharap
kau dan Sa-do
bahagia di sana.
Tak kusangka akan bertemu Kakek di sini.
Aku ingin memberi tahu ibumu
tentang kejadian yang menimpa Sa-do.
Kau mengalami banyak kesulitan
saat masih kecil karena kebodohan kakekmu.
Seharusnya
aku tak mengeluarkanmu dan ibumu dari desa waktu itu.
Maafkan aku.
Kembalilah ke desa kapan pun kau mau.
Aku...
akan menunggumu.
Kakek...
KEDUTAAN PRANCIS
VISA PRANCIS, KIM HONG-DO
Meskipun begitu,
tak ada yang lebih berharga
dibandingkan dengan Bu Guru.
Aku tak ingin...
kehilangan lagi
orang yang kucintai.
Bagaimana kabar Yoon-bok?
Kapan kau akan ke Seoul, Yun-a?
Aku sudah kehabisan cerita
dan kesulitan tanpa sumber inspirasiku.
Aku juga rindu.
Kau benar.
Ada apa? Apa yang terjadi?
Apa kau akan menghilang lagi setelah meletakkan susu pisang itu?
Aku tak sanggup menemui kakakmu setelah apa yang kulakukan.
Aku harus pergi sebelum dia tiba.
Tidak. Jangan pergi, Ayah.
Aku akan menghubungimu lagi.
Ayah!
Kenapa? Kau akan pergi meninggalkan kami lagi?
Hong-do.
Pergilah. Jangan kembali lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.