The first 153 lines.
Semangat kita di sini
Berjuang beraksi
Pahlawan kita kembali
Berdiri tegak Dan bertarung dengan berani
Biarkan saja hatimu bebas
Bersama kau dan aku
Menuju puncak tertinggi
Yakin gagah berani
Kemenangan pasti
Semangat baru kini membara
Kita bersama menjadi juara
Bersama mengembara
Seluruh angkasa
Kau dan aku kembali beraksi
Kita bersama takkan berhenti
Membuat warisan kita sendiri
Kau dan aku
Bagaimana, Bago Go? Apa ada penggantinya?
Ini sulit, Tuan.
Benda yang kau inginkan ini sudah jarang.
Aku hanya membutuhkan satu bagian.
Mikrocip yang rusak ini tidak besar!
Aduh, Tuan. Ini bukan mikrocip.
Lalu, apa ini?
Ini mikrocop.
Mikrocop?
Ya. Benda itu satu banding sejuta.
Satu banding sejuta? Pasti harganya juga jutaan!
Harganya tak semahal itu.
Harganya hanya...
20 sen, Tuan.
Apa? Dua puluh sen?
Kalau begitu, aku beli sepuluh! Bukan, 100!
Tak semudah itu, Tuan.
Mikrocop memang murah, tapi sudah tidak ada yang baru.
Kau harus mendapatkannya dari barang-barang tua langka!
Barang-barang apa? Apakah harganya mahal?
Mahal atau tidaknya itu subjektif.
Murah bagiku, tapi mungkin mahal bagimu.
Tapi harga dirimu tak semurah itu, 'kan?
Hei! Apa hubungannya dengan harga diriku? Tentu saja itu mahal!
Sepertinya Tuan Bos siap membelinya. Barang apa itu?
Ini dia. Kau harus membeli...
mikrocop yang ada di dalam Robot XY AI 2000 yang langka!
Astaga! Langka sekali! Berapa harganya?
Harganya...
300 juta dan 30 sen.
Jika ditambah dengan mikrocopnya,
harganya akan menjadi 300 juta dan 50 sen, Tuan.
Aduh! Mahalnya!
Bagaimana caraku mengikuti BoBoiBoy sekarang?
Untung saja ada Ochobot yang membuka teleportal ini.
Mengapa kau tak mengajaknya?
Tidak perlu.
Siapa yang akan menjaga Tok Aba?
Wah!
Rasanya menyenangkan sekali-kali menaiki wantariksa kerajaan, 'kan?
Menyenangkan, ya?
Satu-satunya alasan kita menaiki ini
adalah karena kalian merusak wantariksaku, paham?
Maaf, Instruktur Fang.
Ayo jangan marah.
Yang Mulia, mengapa kau mengajak kami untuk pergi ke planetmu?
Sepertinya lebih baik jika kutunjukkan kepada kalian.
Awalnya, kalian akan merasa tak nyaman, tapi ini tak berbahaya.
Apa yang tak berbahaya?
Ini.
Windara adalah planet dengan cuaca yang tidak stabil.
Meskipun begitu,
penduduk Windara selalu hidup dengan damai dan harmonis.
Sampai kedatangan Retak'ka...
Aku bertarung habis-habisan dengan Kekuatan Badaiku, tapi...
aku kalah di tangannya,
dan Kekuatan Elemental Badai milikku direnggut dariku.
Aku terpaksa berhibernasi di dalam kepompong
untuk menyembuhkan lukaku.
Lalu, aku memercayakan Kerajaan Windara kepada penasihat tepercayaku, Reramos.
Jangan khawatir, Yang Mulia.
Aku akan menjaga Windara dengan baik selama kau tak ada.
Aku berhibernasi selama 100 tahun.
Namun, setelah sadar,
rupanya Reramos telah mengkhianatiku
dan merampas takhta Windara.
Astaga...
Apa yang baru saja kulihat di kepalaku?
Aku juga melihatnya.
Kita seperti benar-benar ada di sana.
Itulah kelebihan telepati Yang Mulia
yang dapat berkomunikasi secara langsung dengan pikiran kalian.
Jadi, itu sebabnya Yang Mulai ingin mendapatkan Kekuatan Badai dariku?
Benar. Kekuatan Badai adalah satu-satunya kunci
untuk membebaskan planet ini dari cengkeraman Reramos pengkhianat.
Namun, saat aku kehilangan kekuatanku karena Retak'ka,
seluruh galaksi menjadi terancam.
Aku tak boleh kehilangan kekuatanku lagi, Yang Mulia.
Aku mengerti, BoBoiBoy. Pikirkanlah hal itu baik-baik.
Kau tak perlu membuat keputusan saat ini juga.
Yang Mulia, kita sudah sampai.
Bagus.
Wah!
Selamat datang di Planet Windara.
Hore! Bersiaplah! Kita hampir sampai!
Belum. Kita harus melewati jalur luar agar tak terdeteksi oleh Reramos.
Destinasi kita masih jauh.
Sebaiknya kalian beristirahat dulu.
Baik, Yang Mulia.
Kaisar, sepertinya mereka sudah datang!
Apa? Dari mana mereka datang?
Aku tak yakin, Kaisar,
tapi sepertinya mereka mengambil rute yang jauh.
Aku pernah menjadi penasihatmu.
Aku bisa menebak pergerakanmu.
Kau tahu apa yang perlu dilakukan?
Tahu, Kaisar Reramos.
Yaya, bagaimana ini?
Hei, BoBoiBoy, kau tak perlu berpikir keras.
Kekuatan itu sudah menjadi milikmu.
Namun, kekuatan itu dulu milik Putri Kuputeri,
dan kau sendiri melihat apa yang dilakukan oleh Reramos kepada Planet Windara, 'kan?
Coba kau ingat, BoBoiBoy,
jika bukan karena tujuh Kekuatan Elemental,
kau tak akan bisa mengalahkan Retak'ka.
Bagaimana jika Bumi terkena serangan lagi?
Namun, Putri Kuputeri hanya menginginkan kekuatan itu guna menyelamatkan rakyatnya.
Jika aku menyerahkan Kekuatan Badai, aku masih punya enam kekuatan.
Astaga, tapi ingatlah koleksimu, BoBoiBoy.
Nanti kau tak punya tujuh!
Aduh! Sakit!
Terserah kepadamu, BoBoiBoy,
apakah kau mau menyerahkannya atau tidak.
Benar. Apa pun keputusanmu, kami akan mendukungmu.
Meskipun keputusan itu salah?
Apa?
Hei! Sedang apa kau di atas sana, Maripos?
Benar, 'kan?
Kau pasti menguping pembicaraan kami.
Maaf.
Aku tak bermaksud mengganggu privasi kalian.
Namun, kalian perlu tahu
betapa gentingnya situasi di Windara sekarang.
Lihatlah keindahan Windara yang tiada tandingannya ini.
Namun, lihat...
Sedikit demi sedikit, Windara dijarah,
berubah menjadi galian dan tambang.
Hasilnya dijual demi memuaskan keserakahan Reramos yang sombong itu.
Apa? Ini lebih parah daripada perbuatan Retak'ka di Rimbara...
Itulah sebabnya Yang Mulia tak punya pilihan lain, BoBoiBoy.
Hanya Kekuatan Badai itu harapan terakhir kami.
Aku tak bisa membiarkan hal ini.
Aku perlu menyerahkan Kekuatan...
Apa? Suara apa itu?
Tidak mungkin...
Kita sudah diketahui oleh prajurit Reramos!
No comments yet. Be the first to leave one.