The first 200 lines.
Selama ribuan tahun,
Buddha mengawasi alam semesta.
Dan para Dewa Abadi di kayangan
serta raja-raja di neraka
mengawasi urusan duniawi.
Siluman berada di antara kita
dan naga menguasai lautan.
Semuanya seimbang.
Kita menghormati para dewa dan menuruti peraturan
sampai malam ketika sebuah batu ajaib
melahirkan makhluk yang kuat.
Perkenalkan,
masalah.
Baiklah.
Perhatian, semua. Ada masalah yang penting.
Aku, Kaisar Langit,
Arsitek Semesta dan Penguasa Dewa,
akan mengadakan pesta terbesar dan terhebat
sejak yang kita adakan Selasa lalu.
- Asyik, 'kan? - Dimengerti, Yang Mulia.
Sekarang, pengaturan kursi. Tempatkan para Dewa Abadi di meja utamaku.
Dewa kecil di dekat dapur di belakang...
Apa-apaan ini?
Kera tak terkendali menembakkan sinar dari matanya?
- Dia mungkin hanya bersemangat. - Tak boleh. Singkirkan dia.
Bersabarlah.
Buddha? Aku tak melihatmu.
Kera ini makhluk yang kuat.
Dia punya takdir penting.
Biarkan dia menemukan jalannya.
Baiklah.
Apa kemungkinan terburuknya? Tadi sampai mana? Hidangan penutup!
Ideku kue tar telur setinggi 3 meter berbentuk sepertiku.
Kera yang bijak tak pernah melampaui jangkauannya.
Lepaskan aku.
Seperti kataku,
jika kelapa itu untuk kita,
itu pasti bisa dijangkau.
Tidak hari ini.
Jangan ke cahaya.
Tidak!
Kita hidup di dunia dengan peraturan dan ketertiban.
Perhatikan.
Anggap telapak tanganku alam semesta kita.
Dibandingkan besarnya ini,
satu kera kecil hanyalah kerikil mungil.
Hanya para Dewa Abadi di kayangan yang bebas hidup tanpa aturan.
Sadari posisimu, Nak.
Kembali sekarang juga!
Keluar dari cahaya!
Kembali!
Lari! Siluman itu datang!
Kecerobohanmu membuat Siluman Kejam menyerang kita.
Tempatmu bukan di sini, Orang Luar!
Lempari dia.
Keluarga khayalan, peluk aku.
Terlalu lambat.
Ayo. Berkumpullah, anak-anak.
Rasakan keamanannya.
Rasakan kecilnya dirimu.
- Bernapas... - Bangun!
- Kau lagi! - Kalian dalam bahaya! Ikuti aku...
Kukira dia akan kalah.
Ayo! Dia kabur!
Bodoh! Kau pikir kau pahlawan?
- Aku bisa mengalahkannya! - Menolong bayinya?
Tentu. Jika ada waktu.
Dengan apa? Kelapa?
Kelapa bukan ancaman bagi Siluman Kejam.
- Dia bisa cari senjata. - Dari mana?
Aku tahu! Dari Raja Naga.
Ya, Raja Naga.
Di dasar laut?
Jika kau pergi ke sana, kau akan mati.
Katamu.
Kau bodoh!
Satu senjata siap diambil.
Naik ke panggung. Tepuk tangan untuk...
...reptil gaya...
...penguasa lautan...
...dengan pita suara termanis...
...Raja Naga!
Rakyatku yang setia...
tiang besar ini telah berdiri di sini sejak dahulu kala.
Tiang itu menunggu pemberontak terkuat dan terhebat
dan tentu dengan gaya terbaik
untuk membebaskan potensi besarnya.
Pemberontak itu adalah aku!
Mesin cantikku akan melepaskan kekuatan tiang ini
untuk menciptakan badai terbesar yang pernah ada di dunia.
Wow!
Kau bicara?
Kau menungguku? Berapa lama?
Lima menit tidak...
Lima ribu tahun?
Hari-hari saat makhluk laut diremehkan
oleh makhluk darat penghirup udara telah berakhir.
Kau mencari makhluk terkuat?
Mustahil! Aku sedang mencari senjata terkuat!
Kebetulan sekali.
Kita pasti bisa saling membantu.
Jika kau lebih kecil, mungkin aku bisa...
Ayo mulai penaklukkan kita!
Tapi menyanyi dahulu. Lima, enam, tujuh, delapan!
Ini bagian dari acara?
Apa yang terjadi?
Awas!
Seseorang mencuri tiang besar! Apa itu kera?
Kau luar biasa!
- Permisi, Tuan, tapi... - Diam. Aku harus menelepon.
Aku menuntut kepuasan.
Ada apa? Aku sibuk.
- Kera mencuri tiang besarku. - Lalu?
Lalu? Itu bisa menimbulkan kerusakan besar.
Kau raja. Tanganilah. Aku memercayaimu.
Mungkin kau bisa sampaikan ini ke sang dewa besar? Delegasi ke atas?
Coba kulihat. "Buddha tersayang.
Ingat batu kera yang kau biarkan?
Dia mengambil tongkat. Kami semua takut. Selamatkan kami."
Tidak. Tak akan terjadi.
Baiklah. Aku akan menanganinya sendiri, dan kasihan mereka yang...
Jadi, kera itu pemberontak yang terkuat.
Dengan gaya terbaik.
Ya. Dia mengambil yang kau perlukan untuk menguasai dunia.
Luar biasa!
Ada komentar lain? Masukan? Umpan balik ramah?
- Tidak. - Tidak.
Tidak? Siapkan bak mandi untukku.
Orang luar itu kembali.
Dia selamat. Dia dapat senjata.
Dia dapat tongkat.
Kita bisa, 'kan?
Tunggu? Apa maksudmu "tunggu"?
Wow!
Tunggu dan awasi.
Bertahanlah.
Aku bergegas.
Jika kau pintar, kau saja.
Tongkat, di mana kau?
Bukan ke sana!
Tunggu! Kau sedang apa?
- Kera. - Kau membuatnya lebih marah. Hentikan!
Kembali, Tongkat!
Ya! Luar biasa. Aku mengerti sekarang.
Pamitlah pada kucing baik itu.
Apa?
Dewa kucing nakal!
Kera Sakti!
"Kera Sakti"! Ya. Aku suka. Terdengar bagus.
Senjata terkuat untuk pahlawan terkuat!
Konyol!
Kau kerikil kecil, ingat?
Dia tak mencintai kalian!
Dia hanya ingin kalian mencintainya!
Kau bukan salah satu dari kami.
Kau kera bodoh, egois dan pemberontak
yang akan berakhir sendirian.
Aku tak sendirian. Aku punya tongkatku.
Senjata itu harus dipegang oleh salah satu Dewa Abadi.
Tunggu. Maksudmu aku harus jadi Dewa Abadi?
- Apa? Tidak! - Itu menarik.
Mereka berbuat sesukanya, 'kan? Itu aku.
Tak ada aturan. Aku lagi.
Senjata terbaik? Itu kita.
Kau benar. Tempatku bukan di sini. Tempatku bersama mereka!
Kera Sakti!
Mereka takkan menerimamu.
Aku mengalahkan siluman.
Kau harus mengalahkan 100 siluman untuk menarik perhatian mereka.
Ya. Kurasa kau benar.
Tentu saja.
Akan kubasmi 100 siluman!
Siapa pahlawan tampan Yang kita cintai dan kagumi?
Kera Sakti!
Siapa yang buat siluman menjerit Saat pintunya diketuk?
Kera Sakti!
Siapa petarung perkasa Yang berani dan gagah
Juga sedikit tampan?
Dia Kera Sakti!
Siapa kera yang tak bisa kau hindari Saat dia memburumu?
Kera Sakti!
Siapa simpanse Yang akan dimahkotai semua orang?
Kera Sakti!
Siapa monyet yang akan berjoget ke puncak
Dan takkan berhenti sampai dia menang?
Itu benar, dia Kera Sakti!
Sudah kubasmi 99 siluman. Tinggal satu.
Hei, aku pahlawan.
Pertemuan sekali seumur hidup.
Di mana semuanya?
Ada yang butuh pahlawan?
- Pergi! - Diam!
- Tinggalkan kami. - Kita akan mati!
Namaku Kera Sakti.
Alias Monyet Penyelamat. Pembunuh Siluman Legendaris.
Dan Tongkat.
Kami ahli bertarung tongkat, meninju,
menendang, kombinasi tinju tendangan, tendangan ganda,
atau tendangan palsu populer dengan tiang berputar.
Kera Sakti?
No comments yet. Be the first to leave one.