The first 200 lines.
Hei.
Hei, kau baik-baik saja?
Apa?
Kau baik-baik saja?
Baik-baik saja?
Suaraku...
Aku di tubuh Aixiang?
Ya.
Kau yakin ini bisa berhasil?
Tentu saja.
Kau bisa tinggal di tubuhnya tujuh hari.
Setelah tujuh hari, ketika dia sadar kembali,
keluarlah dari tubuhnya.
Tujuh hari?
Biasakan diri dengan tubuhnya.
Ini kesempatan langka untukmu.
SATU HARI YANG LALU
Diamlah, jangan menangis.
Jangan menangis.
Anak yang manis...
Jangan menangis.
Yujie, berhenti bermain.
Kau bisa terlambat.
Minum ini.
Jangan menangis.
Ada ibu di sini.
Bosku bilang dia sedang sakit.
Aku harus menghadiri rapat. Aku pergi dulu.
Baiklah.
Tolong antar Yujie ke sekolah.
Telepon saja aku.
Kau tak mau sarapan? Sudah kusiapkan.
Aku harus pergi sekarang.
Hati-hati.
- Hati-hati menyetir. - Baik.
Wang Yujie.
Kau sedang apa?
Begitu caramu minum susu?
Bagaimana kalau bajumu kotor?
Kau bisa terlambat sekolah.
Sudah kubilang habiskan susumu, bukan?
Ibu banyak pekerjaan.
Ibu harus bagaimana?
Yang kami presentasikan tadi
adalah analisis proyeknya.
Untuk data kunci,
silakan lihat lampiran dalam proposal.
Ada pertanyaan?
Terima kasih, Frank.
Proyek energi baru ini terlihat menjanjikan.
Kami akan membentuk tim untuk membahas investasi
dan kemitraan.
Ayah tak setuju buru-buru investasi.
Ayah.
Kita harus cepat melaksanakan rencana ini.
Jika perusahaan lain mendahului, kita akan kalah.
Ini investasi besar.
Perusahaan ini baru berdiri dua tahun lalu.
Kita harus menunggu dan melihat.
Pasar tradisional menyusut.
Kita harus menjelajahi pasar energi baru.
Meskipun ada risiko sekarang.
- Namun, perusahaan... - Tak perlu dibahas.
Lakukan perintahku.
Kenapa kau begitu kesal?
Ibu.
Makan malamnya apa?
Aku tahu kau akan datang, jadi aku memasak kesukaanmu.
Baunya enak.
Ibu adalah yang terbaik.
Omong-omong,
pekan depan ulang tahun ke-60 ayahmu.
Kita harus berkumpul untuk merayakannya.
Namun, Ayah...
tidak suka merayakan ulang tahunnya.
- Ayah. - Ya?
Saat Nenek membawamu ke sini untuk bersama Kakek,
Ayah naik kapal seperti itu?
Tak ada kapal yang bagus seperti itu saat itu.
Kami berjejalan di kapal kargo.
Bukankah itu sangat melelahkan?
Aishi.
Saat kakekmu
kemari mereka bekerja lebih keras lagi.
Kita hidup enak sekarang.
Kita sangat beruntung.
Ketika dia masih hidup,
dia selalu ingin keluarga kita
mudik ke kampungnya
dan membangun rumah leluhur.
Sayangnya, dia pergi terlalu cepat.
Ayah.
Aku akan belajar keras.
Setelah dewasa, akan kubeli kapal besar
berukirkan nama keluarga kita "Luo".
Aku akan menghadiahkan mudik yang meriah.
Baiklah.
AKU DI RUMAH AYAH. MAU IKUT MAKAN MALAM?
TIDAK. MASIH HARUS MERAMPUNGKAN PEKERJAAN.
PEKAN DEPAN ULTAH AYAH.
INGAT, DATANGLAH KE PESTA.
TERIMA KASIH SUDAH DIINGATKAN, KAK.
Aixiang, kami pulang. Dah.
Baiklah, dah.
Hei.
Adikmu bekerja sangat keras.
Dia selalu pulang terakhir.
Dia suka membantu orang lain.
Bila kau melakukan hal yang kau sukai, tak akan merasa lelah.
Kapan dia akan menyambangi putriku?
Kurasa dia kurang sehat belakangan.
Dia akan ke sana dalam satu atau dua hari.
Jangan khawatir. Lagi pula, kita tak bisa apa-apa.
Hei.
Adikmu sudah tidak muda lagi.
Kenapa dia tidak punya pacar?
Dia sibuk bekerja, tak punya waktu untuk berkencan.
Kau tidak akan menemuinya hari ini?
Aku ke sini hari ini ingin tahu apa dia menghubungi putriku.
Oh, tidak.
Oalah.
Kupikir dia sedang mengerjakan hal penting.
Ada apa ini?
Kenapa dia pingsan?
Kupikir dia melihatku.
Itu tidak mungkin.
Kita mengikutinya.
Energi negatifnya jadi berat.
Aku harus apa?
Apakah kita membuatnya takut sampai mati?
Jangan panik.
Kurasa dia hanya pingsan.
Apakah dia akan mati?
Kita harus apa?
Seseorang pernah memberitahuku
ketika manusia pingsan, kita bisa memiliki tubuhnya.
Apa?
- Cepat dan cobalah. - Apa?
Sudahlah.
Kau bisa kehilangan kesempatan.
Ayo cepat! Ayo, coba saja.
Aku akan mencoba.
SATU BULAN YANG LALU
Jangan khawatir.
Aku tidak bermaksud jahat.
Ini demi putriku,
jadi aku mengikuti adikmu.
Kau terlihat jauh lebih tua dariku.
Kupanggil saja kau "Hantu Tua".
Tua...
Kau menjadi hantu lebih lama dariku.
Tua?
Itu benar.
Entah bagaimana, sudah 20 tahun.
Dua puluh tahun.
Itu benar.
Apa kekhawatiranmu dalam 20 tahun terakhir?
Aku bisa bebas jika tak ada kekhawatiran?
Kurasa.
Ibu lebih menyayangi Kakak.
Nenek paling menyayangi adikku.
Mengapa aku paling tak disukai dalam keluarga?
Setelah lama hidup susah,
aku cuma berharap hidup bahagia dengan putriku.
Mengapa aku tiba-tiba sakit?
Aku bekerja sangat keras
dan tak melakukan salah apa pun.
Mengapa kecelakaan itu harus menimpaku?
Aku jatuh sakit.
Putriku menghabiskan begitu banyak uang
dan menderita karena kritikan ibu mertuanya.
Ulang tahun ayahku adalah peringatan kematianku.
Bertahun-tahun dia tidak bahagia di hari ulang tahunnya.
Aku dan putriku mengalami hidup yang berat.
Dia akhirnya menikah dan pindah ke Singapura.
Namun, dia tak bahagia sekarang.
Aku harus bagaimana?
- Harus bagaimana? - Kenapa?
Ini tidak adil!
Mengapa hidup begitu tidak adil?
Tuhan, kenapa kau begitu tidak adil?
Mengapa kecelakaan itu harus menimpaku?
HARI PERTAMA
Kau bisa memakai tubuhnya selama tujuh hari.
Setelah tujuh hari, ketika dia sadar kembali,
kau harus pergi.
Tujuh hari?
Biasakan diri dengan tubuhnya.
Ini kesempatan langka untukmu.
Baiklah.
Hantu Tua!
Jangan khawatir.
Itu lumrah bagi pria di pagi hari.
Itu bukan masalah besar.
Hei.
Aku izin ke kantor tidak masuk kerja.
Itu bagus...
Bagaimana perasaanmu?
Aku belum pernah merasuki manusia.
Aku masih belum terbiasa.
No comments yet. Be the first to leave one.