The first 200 lines.
Baik, ayo lakukan.
- Apa kabarmu? - Aku dapat barang itu.
Kemari, Kucing-kucing. Hai, Kawan-kawan.
Hei, Buford, Milady.
Ayo. Aku punya sarapan untuk kalian. Datanglah kemari.
Ayo sini, Kucing.
Ayo, Agnes.
Buford, lihat apa yang kubawa untuk sarapanmu.
Tolong aku!
Kemari kau!
Ini bukan masalah pribadi, Kawan.
Kau pasti muak dengan hubungan cinta yang hanya dua bulan.
Masalahnya, kau belum bertemu wanita yang tepat.
Seorang wanita yang berani lari dengan serigala.
Yang bisa membuatmu tetap tertarik.
Lari dengan serigala?
Sudah kubilang kau terlalu sering menonton acara Oprah di TV.
Ayolah, Pete. Sedikit kegembiraan tak akan mencelakakanmu.
Terry, aku suka wanita yang manis, pendiam, dan membosankan.
Kau paham? Bukan seperti feminis dari Mongolia yang kau jodohkan.
Baiklah, tunggu dulu.
- Jadi siapa? - Siapa apanya?
- Siapa gadis itu? - Apa?
Ayolah, setiap kali kita bicara soal kehidupan seksku...
Pasti ujung-ujungnya istrimu menjodohkanku dengan seseorang.
- Jadi siapa dia? - Tunggu dulu.
- Ini kakakmu yang berbicara. - Siapa orangnya?
Apa dia membuat sarapan dengan jari kakinya?
Atau aku harus membawanya dengan roda ke mana-mana?
Baiklah. Namanya Shanandra.
- Gesundheit? - Bukan...
- Namanya Shanandra. - Nama macam apa itu?
Aku tidak tahu, tapi dia wanita hebat.
Aku terlalu tua untuk mengencani Shanandra.
Namanya seperti sesuatu yang keluar dari hidung.
Percayalah padaku soal ini.
Teruskan.
Kita punya pekerjaan di sini.
Kami Terry dan Pete Nessip dari Marshal AS.
Boleh kuminta kartu identitas kalian?
Baik, Pak. Tanda tangani di sini.
Shanandra, seperti nama kelab malam.
Gordon Maples, dari kantor kejaksaan AS.
Aku Pete Nessip. Ini kakakku, Terry.
Kau ingat saat DEA menyita secara elektronik uang narkoba dari bank?
Ya. Bandar narkoba bangun pagi dan sadar uang mereka telah lenyap.
Pria ini, Leedy, adalah ahli komputer untuk Triad Chang.
Dia tahu cara menyembunyikan uang mereka tanpa terlacak oleh kita.
Maksudmu pria yang mengelus kucing di dalam itu genius?
Dia bisa memecahkan kata sandi yang tak bisa ditembus.
Bagaikan hidup di dalam komputer.
Kenapa dia bisa tertangkap?
Karena egonya. Dia merasa kurang dihargai.
Jadi kutawarkan kesepakatan agar dia bersaksi...
Dan kusembunyikan dia selama 1,5 tahun.
Kini dua minggu sebelum sidang, mereka menemukannya.
Kuminta kalian memindahkan Tn. Leedy ke penjara di Atlanta...
Sehingga aku bisa menjaganya hidup cukup lama untuk bersaksi.
Bagaimana dengan kucingnya? Apa kami juga harus membawanya?
Selamat datang di penerbangan Pac-Atlantic 611 ke Atlanta...
Dengan penerbangan lanjutan ke Seattle.
Harap pastikan barang bawaan Anda tersimpan dengan aman.
Maaf.
Tak apa. Itu tugasku di sini, menjaga kucing.
Menjaga kucing? Bagus sekali.
Sudah cukup erat. Kau yakin kucingku sudah diberi makan?
Agnes punya masalah, gula darahnya rendah.
Leedy, kucing-kucingmu makan lebih baik dari penumpang pesawat ini.
Kau bilang begitu hanya untuk meredakan kecemasanku, 'kan?
Buat apa aku melakukan itu?
Bagaimana kita bisa yakin dengan suhu di kompartemen barang?
Bagaimana jika suhunya membeku? Aku harus mengecek kondisi kucingku.
- Tenanglah. - Bagaimana jika mereka kedinginan?
Permisi. Kau mau tukar kursi?
- Itu bagus. - Kenapa kita bukan di kelas satu?
- Seharusnya kita di sana. - Aku yang senang.
43 A dan B. Ini akan menyenangkan.
Kuperingatkan, jika terjadi sesuatu pada kucing-kucingku...
Akan kutuntut kau.
Kau berutang padaku, G.
Kau pernah mendengar soal hukuman ganti rugi, Tn. Marshal AS?
Kita memang harusnya di kelas satu.
- Permisi, Nona. - Ya, Pak?
Aku takut terbang. Aku butuh air untuk minum penenang.
- Ini resep dokter. - Baik, aku segera mengambilnya.
Baik, terima kasih.
Di hadapan kita ada cuaca buruk. Kami dapat izin naik ke 38.000 kaki.
Kuusahakan untuk melintas di atasnya.
Bob, kau harus mendengar ini.
Pac-Air 611, ini menara Miami. Kami mendengar transmisi kode merah.
Apa kau mau minum anggur?
Terima kasih, tapi aku hanya minum anggur diterangi cahaya lilin.
Aku bisa membantumu soal itu. Tolong ikuti aku.
Yang benar saja.
Kapten memintamu ke kokpit segera.
- Tuan-tuan. - Kami baru menerima ini.
Penerbangan 611, kalian akan diambil alih oleh Posse Comitus.
Tetaplah di jalur penerbanganmu. Tak akan ada yang terluka.
Kau akan dapat instruksi selanjutnya dalam lima menit.
Angkat tangan!
Berbalik, tundukkan kepala!
Kubilang tundukkan kepala!
Duduk!
Jangan ada yang bergerak!
Jika macam-macam, akan kuledakkan pesawat ini, paham?
Matikan teleponnya!
Kau juga. Ke bawah.
Tundukkan kepala, kaki di lantai, tangan jangan masuk kantong.
Kau tak mendengarkan!
Ada pahlawan rupanya!
- Leedy, ikut aku. - Tidak, jangan lakukan ini.
Kumohon jangan.
- Berapa lama waktunya? - Sepuluh detik.
Tunggu sebentar.
Tidak, jangan sentuh tanganku. Itu jariku!
Astaga.
Jangan macam-macam, Anak-anak. Jika tidak, kuledakkan pesawat ini.
- Apa yang terjadi? - Nomor 1 mati.
Bicaralah padaku, Nomor 1!
Aku kebal peluru. Kau bagaimana?
Tolong, sekarang.
Apa-apaan ini?
Tekanan kabin menghilang.
Mayday. Ini Penerbangan 611, dalam keadaan darurat.
Kami dalam dekompresi darurat.
Kami ada di atas Ocala, Florida.
Pergilah!
Kupegang kau. Berpegangan padaku.
Bertahanlah, kupegang kau.
Raih dia, pegang dia!
Lena, bertahanlah. Aku memegangnya.
Terry, bertahanlah!
Tolong aku!
Bertahan, Terry!
Sudah kupegang kau, bertahanlah.
Terry, kau harus bertahan.
Peganganku merosot.
- Terry. - Aku tak akan melepaskanmu.
- Pegangan padaku. - Tidak, jangan.
Terry, jangan!
Terry, tidak!
Glenn Blackstone, agen FBI yang berwenang.
- Aku Bob Covington. - Tom McCracken, Marshal AS.
Dengar, aku mencari agenku, Pete Nessip.
Pete ada di sana.
Pete, kau melihat pelakunya?
Dua-tiga orang, mungkin lebih.
Kau tak mendengar ucapan mereka? Mungkin mereka menyebut nama?
Ada gadis kecil, aku meraih dan memegangnya.
Dan...
Mereka menembak Terry.
Bedebah.
Kondisinya sangat parah. Darah ada di mana-mana.
Terry tergelincir keluar pesawat. Aku berhasil meraihnya.
- Tapi tak bisa menahan tubuhnya. - Ya, Tuhan.
Aku tak bisa menahan tubuhnya.
Tampilkan daftar nama penumpang dan pengaturan kursi.
Pisahkan pembelian tiket jadi uang kontan dan kartu kredit.
Periksa lagi itu dengan pembelian di muka dan di hari yang sama.
- Apa yang kau lakukan? - Tidak ada.
Ini sejenis virus atau "worm".
- Buat normal kembali. - Aku berusaha...
Tapi seluruh sistem komputer mati.
- Itu ulah Leedy. - Apa?
- Itu jebakan. - Apa?
- Jebakan. - Kau bicara apa, Nessip?
Kabur dari penjara di ketinggian 30.000 kaki?
Ya, mengapa tidak?
Jadi apa aksi mereka? Menjemput Leedy dengan pesawat angkasa?
Aku sempat menghajar salah satunya. Di punggungnya ada ransel.
- Mungkin itu parasut. - Lalu bagaimana dengan Leedy?
Dia melompat, buka payung dan melayang seperti Mary Poppins?
- Tak ada yang melihat parasut. - Mereka semua tak bisa melihat.
Kepala mereka tertunduk, dan pesawatnya penuh asap.
32 orang melihat kakakmu menembak pria penuh peledak di badannya.
Itu bohong. Tunggu, apa-apaan ini?
Agen FBI dapat poin karena langkah cepat?
Kita bicara soal kakakku. Bukankah itu layak diselidiki?
- Kau mau investigasi? - Ya.
Dua jam setelah ledakan itu, ada petugas perawatan maskapai...
Ditembak di bandara Miami karena kabur dari polisi Miami.
Di apartemennya, polisi menemukan literatur Posse Comitus...
Dan bahan peledak C-4 buatan sendiri.
Petugas perawatan itu yang menaruh bom di pesawat?
Benar. Detektif Fox dari kepolisian Miami mengenali orang itu...
- Dari inspeksi praterbang. - Kuberitahukan pada kalian...
Kami turut berduka atas apa yang menimpa kakakmu.
Tak ada yang menuduh dia sebagai pembom. Tapi faktanya...
Kakakmu menembakkan pistol di dalam pesawat, lalu panik...
Dan 14 orang tewas.
Kakakku tidak panik.
Pak, lab forensik mengenali satu jenazah dari pesawat.
Tahananmu, Leedy.
Sial.
Melalui investigasi gabungan antara federal...
Kepolisian setempat dan negara bagian...
FBI yakin penyelidikan ini bisa menjawab pertanyaan...
Mengenai percobaan pembajakan Pac-Atlantic Penerbangan 611.
Benarkah agen Marshal AS yang memicu bomnya meledak?
Pertanyaan ini muncul dan investigasi telah dilakukan...
No comments yet. Be the first to leave one.