All-Time High

All-Time High (Nouveaux riches)

Download Indonesian Subtitle

Release info

All-Timegh 2023 FRENCH NF WEBRip DDP5 1 x264-EDITH
A Commentary by tedi

Tags

webrip
web
x264
BRip
Published on: 2023-11-17
Downloads: 40
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ya, aku tahu.

Aku mau musik raï.

Pria gondrong itu mengira dia keren.

Dia payah, Kawan!

- Sedang apa kau? - Dia memperhatikanku.

- Jangan ke sana. - Aku akan berlagak jago. Dia pasti suka.

Hai, Adèle Extrapopulous!

Kecantikan Yunani Kuno!

Senang bertemu denganmu, Kawan!

Kau bahkan lebih cantik dilihat langsung!

Astaga, Ciryl Gane! Cycy!

Rocky Balboa-nya Prancis.

Dengan dada yang besar.

Aku bertaruh untukmu. Kau membuatku bangkrut, Berengsek.

- Hai. - Lupakan saja.

Adèle, aku punya tawaran bisnis. Kau akan berterima kasih padaku.

Bicaralah dari jarak normal.

Maaf. Aku agak...

Dia di sini.

Kawan, dengarlah. Ada bisnis yang melibatkan Hermès.

- Baiklah. - Kau pasti tahu, merek mahal.

Aku ingin beli tas khusus selebritas.

Itu sebabnya aku tertarik padamu.

Kudengar saat ini kau agak susah dengan film indie kecilmu.

Pasti sulit belakangan ini.

Tapi kau bisa dapat banyak uang, 7-8 ribu, dengan mudah.

Tergantung model tasnya.

Aku mau tas Birkin Croco Himalaya.

- Aku paham. - Kau akan takjub.

- Kau membuatku pusing. Cukup. - Apa?

Kau membuatku pusing.

Kawan, ini hanya soal...

"Kawan"? Kita pernah bertemu?

- Kau tak ingat? Cannes 2017. - Tidak.

Aku bersama Heuss.

Kami sangat mabuk.

Aku memintamu membantu kami masuk. Kau bilang ya,

tapi kau sibuk. Kau ingat?

Jadi, ini bukan kali pertama kau menggangguku?

Hei, aku menyerah. Dia terlalu cerdas.

Aku sangat menyukaimu. Kau minum apa?

- Aku traktir. Sungguh. - Sudahlah.

Kawan, bawakan kami pereda nyeri. Kau membuat kami pusing.

Yang manjur, ya? Apa-apaan ini? Berapa usiamu, Kawan?

Penggiat YouTube usang ini bilang apa?

Ini bukan kelab komedi. Melawaklah di tempat lain.

Kawan, kami sopan padamu meskipun leluconmu payah.

Tolong pergilah. Kau mengganggu kami. Dengan hormat.

Dasar banci...

Aku? Aku banci?

Ya, Kawan. Tunjukkan martabatmu. Ini memalukan. Cukup.

Omong-omong soal martabat... Tunggu sebentar.

Aku dapat pesan dari Jon Jones. Terbaik sepanjang masa!

Kau ingat penghinaan itu? Dia menitip salam.

#babakbelur #kauterlihatbodoh.

Kawan, hentikan!

Jangan ikut campur, Hakim.

- Kau mau mati? - Awas kau!

Sudah. Aku saja. Akan kuterima pekerjaanmu.

Untuk 5,000 euro.

Kau pasti bisa. Datanglah dengan keren. Kau baik.

Aku bercanda soal YouTube. Aku pelangganmu.

Kau juga hebat di film Docteur?. Lebih hebat dari Michel Blanc.

Di mana dia?

Hei, Kawan!

- Kenapa pakaiannya culun? - Apa kabar?

- Itu tak bagus, Hakim! - Kenapa? Ada apa?

Aku menyuruhmu berpakaian keren.

Aku sangat keren. AC Milan jadul. Clarence Seedorf.

Hei, terserah. Ayo. Pakai jaketku.

Aku memang kedinginan. Terima kasih. Kau baik.

- Boleh kuminta ini? - Nanti saja.

- Hakim, dengarlah. - Ya.

- Ini sederhana. - Aku siap.

- Ini hari jadi pernikahan kelimamu. - Keenam.

- Kau menjadi... - Menuju ketujuh.

- Kau menjadi lebih perhatian. - Baiklah.

Kau ingin membelikan istrimu Birkin Croco Himalaya.

Tidak, kupesan spa untuknya. Bintang tiga, dengan teman-temannya.

- Hamam, perawatan kulit. - Berhenti. Jangan melawak di sini.

- Aku bercanda. Ayo. - Birkin Croco Himalaya.

- Aku tak bodoh. - Tas termahal.

Paham. Aku tak bodoh. Bisa mulai?

Kubuatkan kartu kredit atas namamu.

Bagus!

Tentu bagus. Ini pekerjaan serius.

- Baik. - Ini, "Hakim Jemily".

Kau memakai huruf "Y".

- Takkan ketahuan. - Mereka akan tahu!

- Mereka pintar. Ini pekerjaan mereka. - Mereka takkan lihat. Pinnya mudah.

- Lihat aku. - Ya.

Pinnya 1-2-3-4.

- Seribu dua ratus tiga empat, paham. - Hentikan, Hakim.

- Kenapa kau membentak? Kau ayahku? - Pinnya 1-2-3-4. Kenapa dipersulit?

Aku datang ke sini!

- Ini penting bagiku. - Jangan khawatir. Ayo.

Seribu dua ratus tiga empat.

- Sumpah, akan kubatalkan! - Cukup, maaf. Salahku.

- Akan kulakukan! - Baiklah.

Kau Hakim Jemili, kau bintang...

Hakim akan bermain futsal 20 menit lagi.

- Jika aku terlambat, matilah aku. - Ayolah.

Potongan rambutmu menyiksaku. Pegang skuterku.

- Hakim. - Apa?

- Lepas kacamatamu. - Tak kelihatan.

Baiklah. Topimu saja.

Kawan, aku botak. Tampak jelek.

Botak? Pakai saja.

Berdiri yang tegak! Bagus.

Bayangkan Seedorf!

Hai, aku Hakim Jemili, kau kenal aku?

Ini dia! Seseorang dapat komisi!

Cepatlah. Aku terlambat. Beri aku 5,000, dan selesai.

- Apa ini? - Picotin.

Aku bilang Picotin atau Birkin?

Ini tas termahal di toko itu.

Tak mungkin ini yang termahal.

Kau tak sadar dipermainkan? Kau bayar berapa?

Sembilan ribu.

- Berapa? - 9,000.

Kawan, aku menanyakan Burkini. Tak ada.

- Apa yang kau tanyakan? - Burkini.

Burkini? Bajingan!

- Lepaskan jaketku. - Apa-apaan kau?

Hei, 4,000, dan selesai.

Pergi! Aku takkan membayarmu! Aku rugi 9,000 euro.

- Hakim, aku akan memukul wajahmu. - Jadi, begitu?

- Kau mau apa? - Kau takkan membayarku?

- Lepaskan. - Satpam!

- Lepaskan. - Tolong!

- Tolong! - Bajingan.

- Anak setan. - Pergi!

- Pergi! - Hakim!

Hakim, matilah kau!

Sial! Dikerjai oleh si mata empat bercelana pendek.

Hakim Jemili, tunggu pembalasanku, Berengsek!

Sudahlah, sialan!

Urusanmu dengan Hermès tamat. Selesai. Sudah. Lupakan.

Ini mungkin yang terbaik untuk pacarmu.

Kenapa itu yang terbaik?

Sudah kubilang jujurlah padanya.

Sekarang percayalah padaku. Temui dia, ceritakan sejujurnya.

Maka kalian punya awal yang baru.

Kau yang terbaik.

- Maksudku... - Pakaian palsu.

Ini jam Patek Philippe palsu. Kau menyewakan Ferrari palsu...

Pelankan suaramu...

Lalu kau menasihatiku untuk tidak bohong? Kau serius?

Lihat perbuatanmu padanya. Berapa harga tas ini?

Apa maksudmu, "Berapa harganya?" Aku hancur! Aku miskin!

Dia akan tersentuh dengan kisah ini! Setidaknya dia tahu kau mencintainya.

Dia akan tahu aku penipu!

Tapi Youss, kau memang penipu!

Itu yang kusuka darimu. Itu yang lucu darimu.

Dia pasti sependapat denganku.

Jordan. Lanjutkan ini. Aku pergi. Sampai besok.

- Terserah. Seperti biasa. - Kau mau ke mana?

Aku ingin berjudi. Sudah lama.

- Ada kelab di Belleville. - Jadi...

Kau boleh masuk meski dilarang berjudi?

Asyik, 'kan?

Kedengarannya luar biasa.

- Ayo. - Itu solusiku.

- Berengsek. - Dah, Jordan!

Nanti kususul kalian.

Di sini saja dengan kacamata pedofilmu. Kami bisa sial karenamu.

Akan kukalahkan semua orang. Aku butuh uang itu.

Aku lupa betapa bobroknya Ferrari-mu.

- Giliranmu, Pak. - Ya.

Cek.

Sama.

- Aku tutup. - Aku naik 4,000.

Baiklah, aku ikut.

Aku tutup.

Kau terus memberiku kartu jelek.

Beri aku kartu bagus. Apa-apan kau?

- Ini keberuntungan. - "Ini keberuntungan."

Bermain saja, Kawan.

Giliranmu, Pak.

Pasang semua.

- Aku tutup. - Tutup.

Kawan, meja ini payah.

- Ayo, aku akan ikut. - Ikut.

Tunjukkan kartumu, Diam's.

Aku punya dua wajik.

Ayo, Kawan.

Tidak mungkin...

Kau kalah.

Yang benar saja.

Kalian harus lebih hebat dari dia, atau kubantai kalian.

Kau lucu, ya?

- Kau akan kembali? - Diam, Tonggos.

- Kembalilah, kumohon. - Kubilang, diam!

Temanmu marah.

- Permisi. Siapa namamu? - Zuleikha.

Kau orang Italia.

Zuleikha, bagaimana cara meminjam uang di sini?

Tak ada pinjaman, Tampan.

Tidak, kau tak paham. Akan kukalahkan mereka. Satu jam lagi.

- Malam ini, kita makan bersama. - Ya? Di mana.

More Indonesian subtitles for All-Time High

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left