7 Women and a Murder

7 Women and a Murder (7 donne e un mistero)

Download Indonesian Subtitle

Release info

7 Women and a Murder 2022 ITALIAN WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF Fix common errors

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2022-12-28
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN

Masih di depan.

Jalan pertama yang kau lihat di kanan.

Kopermu, Nona?

Tolong bawa ke pintu depan.

Selamat pagi.

- Selamat pagi. - Apa kau Nona Susanna?

Ya. Dan kau?

Maria, pelayan baru. Senang bertemu denganmu.

Ya. Dia bercerita tentangmu.

- Siapa? - Ayahku.

- Benarkah? - Ya. Dalam suratnya.

Tinggalkan kopernya di sini. Akan kubawa nanti.

- Terima kasih. Dan Selamat Natal. - Selamat Natal untukmu juga.

Kedatanganmu untuk makan siang.

Ya, tapi aku berhasil naik kereta pagi,

jadi di sinilah aku.

Boleh aku masuk?

Silakan.

Rachele...

Ny. Rachele...

Aku pemungut pajak.

Dasar bodoh!

- Hai, Nenek. - Hai.

Kami tahu sejak kau kecil bahwa kau bodoh.

Apa kabar?

Bagaimana menurutmu? Nenek di sini.

- Nenek nantikan, menunggu... - Tunggu kematian, kami tahu.

Ya, teruslah menggoda Nenek. Nenek ingin lihat kau sampai seusia Nenek.

Kaki Nenek sakit?

Bukan kaki Nenek. Nenek adalah beban bagi semua orang.

Nenek selalu harus minta bantuan.

Nenek tak bisa lakukan apa pun sendiri.

Maria. Ambilkan pilku, terima kasih.

Ya, Nyonya.

Apa kabar?

- Biasa saja. - Tak ada yang berubah, ya?

Tak pernah.

- Ibu! - Susanna. Sedang apa kau di sini?

- Kau mestinya naik kereta siang. - Ya. Aku naik kereta pagi.

- Kau naik apa kemari? - Aku naik taksi di stasiun.

Kau banyak berubah.

Ibu, baru enam bulan lalu aku berkunjung.

Ya, tapi kau berbeda.

Mungkin karena Milan.

Ya. Mungkin karena Milan.

- Kau merokok. - Tidak!

Ya, kau bau rokok.

- Rokok? - Ya.

Pasti sopir taksinya. Dia merokok sampai ke sini.

Itu...

Apa Ayah ada di taman?

Tidak, taman apa? Sudah lama dia tak keluar rumah.

Kenapa? Sakit?

Tidak, tak sakit. Dia menjadi malas. Bangunkan dia jika kau mau.

- Baiklah. - Dia tidur di sana.

- Di ruang tamu? - Ya, kami sudah terbiasa.

Baik.

Dia mendengkur sangat keras. Dia membuatku gila.

- Nyonya. - Terima kasih.

- Sudah jumpa Maria? - Ya. Dia membukakan pintu.

Dia sudah tiga bulan bersama kami.

Mau kubuatkan sarapan untuk Tn. Marcello?

Tidak. Biarkan dia istirahat. Terima kasih.

Dia belum makan sejak pagi.

Bisa buatkan aku sesuatu?

- Tentu. - Terima kasih.

Bagaimana dia?

Mengingat kami pekerjakan dia dengan cepat

karena Adele pergi,

dia lumayan.

Tapi masakannya...

Dia pakai terlalu banyak garam. minyak, bawang putih.

- Dia dari Selatan. - Baiklah.

Orang seperti itu tak ganggu Ibu?

Dari selatan?

Tidak, Ibu. Dia cantik.

- Lalu? - Jadi, entahlah.

Ibu bangun di pagi hari dan dia ada di depan Ibu.

Adele juga wanita yang cantik.

Tapi usia Adele 70 tahun.

- Benarkah? - Apa yang terjadi kepadanya?

Dia terobsesi membersihkan jendela.

- Jendela? - Ya.

Kami semua terus bilang, "Hati-hati, kau akan jatuh..."

- Lalu? - Dia jatuh.

- Jatuh? - Sarapan sudah siap.

- Apa yang kita makan? - Apa aku tak sarapan?

- Kau membuatnya? - Ya, tentu saja.

Wanita yang penuh kualitas.

Kau harus melihatnya saat dia kupas apel.

Dia kupas satu centimeter Hampir tak ada apel tersisa.

Tapi bukan dia yang membayarnya.

Siapa yang bayar?

Kau menyiratkan sesuatu, Sayang?

Tidak.

Selamat pagi , Maman.

Bibi Agostina!

Susanna. Selamat datang.

Selamat pagi, Adik.

Selamat pagi.

Apa kabar?

Adikmu terus menyalakan lampu hingga larut malam,

dan Bibi tak bisa tidur.

Bibi, masuk neraka jika bohong.

Caterina!

- Kau nakal. - Kenapa kau sudah di sini?

Aku naik kereta pagi. Aku mau habiskan waktu bersamamu.

Aku merindukanmu.

Jika Bibi tidur malam hari, maka tak akan terganggu.

Jika kau matikan lampu di malam hari, Bibi bisa tidur.

Jika kau tak ke toilet 25 kali, mungkin bisa tertidur.

Terima kasih, Ibu.

Bahkan tak bisa ke toilet di sini?

Ayolah, Bibi. Jangan marah.

Gadis kecil ini.

Dia suka siksa Bibi. Dia seperti iblis.

Itu normal. Ini Malam Natal.

Aku tak sabar tunggu tengah malam.

Saatnya membangunkan ayahmu.

Maria, bisa bawakan kopi untuknya? Bilang bahwa Susanna datang.

Baik, Nyonya.

Tn. Marcello?

Kulihat Bibi belum membaik.

Tidak. Dia masih sinis.

- Benar. - Tak ada jawaban.

- Nyonya, dia tak jawab. - Masuk saja. Dia setengah tuli.

Maria?

- Ada apa? - Apa itu tadi?

- Ada apa? - Tn. Marcello...

- Dia... - Di apa?

Dia sudah mati.

Apa maksudmu?

Ada pisau tertancap di punggungnya.

- Bibi! - Tidak...

Ibu, Marcello...

- Ini tak mungkin! - Tenanglah.

Ini tak mungkin!

- Aku tak percaya. - Ibu...

Ibu...

Ini tersangkut.

Aku kunci.

Jangan ada yang masuk sebelum polisi datang.

Apa kau gila?

- Jangan kontaminasi TKP. - Caterina...

- Berikan kuncinya. - Tidak.

Berikan kuncinya!

- Caterina... - Berikan kuncinya.

Ayahmu mungkin masih butuh kita.

Ayah tak butuh siapa pun lagi.

Ayah sudah mati.

Tidak...

Mungkin pembunuhnya masih di sini.

Bibi!

Bibi!

Bibi.

- Bibi Agostina? - Agostina, bangun.

Coba ini.

Tidak. Dia tak bangun.

Astaga! Apa itu?

- Aroma garam, itu manjur. - Ruangannya berputar.

- Maria... - Bukan, ini Susanna.

Maaf.

Maria, bisa panggilkan dokter?

Kurasa aku pingsan.

- Ya. - Tidak, ini cukup.

Kau pikir kami akan terus menjagamu meski setelah Marcello mati?

Astaga...

Marcello sudah mati?

- Astaga. - Tinggalkan dia.

Nanti dia akan diam.

Marcello malang. Belakangan ini bisnisnya tak berjalan lancar.

Tapi tak kusangka dia akan bertindak sejauh ini.

Menusukkan pisau ke punggung sendiri? Kurasa bukan dia, Ibu.

Aku pernah membaca bahwa depresi...

Nona-nona, aku tahu kalian tak mau dengar ini.

Tapi Tn. Marcello dibunuh.

Harus telepon polisi.

Ya, Maria. Bagus. Untung kau di sini.

Setidaknya kau masih berpikir jernih.

Bagus. Ya. Ibu! Berhenti minum.

Apa?

Ibu baru saja kehilangan menantu Ibu.

Aku akan menelepon polisi.

- Ada yang potong kabel telepon. - Apa?

- Dengar... - Apa itu?

Jendela Caterina. Aku kenal suaranya.

- Akan kututup. - Caterina, tunggu.

Berbahaya. Pembunuhnya mungkin masih di ada.

Astaga, serangan jantung. Jantung...

Seseorang harus naik ke atas.

Untuk menutup jendelanya!

Bibi suruh yang termuda?

- Aku baru sampai. - Lalu?

Nenek mau saja, tapi...

Aku saja. Aku akan naik.

Maria.

Itu langka. Jadi, hanya jika itu benar-benar diperlukan.

- Ibu! - Apa?

Itu dari Dinasti Ming.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left