The first 173 lines.
TERINSPIRASI KOLOM NEW YORK TIMES MODERN LOVE
Cinta Modern Amsterdam
KUPU-KUPU
Aku benar-benar perlu makan. Aku hampir pingsan.
Aku harus pergi jauh-jauh! Aku baru selesai membayar.
Apa? Anggur putih, baik. Segera datang.
MENCARI WANITA ENERGIK BERAMBUT KERITING YANG INDAH
TAK BERANI BICARA DENGANMU
PENYESALAN ABADI
Astaga, Kate.
Wanita ini menuntut hadiah pascapersalinan dari suaminya.
Dia bilang itu yang paling mahal yang mereka punya. Kini dia bangkrut.
Aku harus lakukan hal serupa ke Marvin.
Dia akan setuju setelah tiga tahun kemudian?
Tak ada uang setelah tiga tahun biaya penitipan anak.
Kau baik-baik saja, Roos?
Apa? Untuk kelahiran Ella. Ya, baik.
Kapan pembukaannya?
Dua pekan lagi.
Benarkah? Secepat itu? Kompetisinya?
-Tiga pekan lagi. -Sungguh?
Ya, itu akan beres.
Apa kau tak mau saus di selada itu, Roos?
-Atau bisa pakai anggur. -Ini bagus...
Hei, Semua. Maksudku, entahlah, tetapi...
Apa kalian pikir ini mungkin aku?
"Wanita energik dengan rambut keriting yang indah.
"Aku melihatmu di taman. Tak berani bicara denganmu.
"Penyesalan abadi.
"Tobias."
-15 Juli? -Jumat lalu, kami juga di sini.
-Roos, itu kau. -Itu kau.
Astaga.
Mungkin kini dia ada di sini.
-Tobias! -Diam, tolong, jangan.
-Bisa jadi. -Kau akan telepon orang ini.
Kau harus menelepon.
Lakukan. Lilitkan saja kakimu di sekitar tiang itu.
Itu tak akan menjadikan aku juara.
Mungkin pegangannya bagus.
Atau mungkin daya tahannya hebat.
Atau kau akan terbang ke Ibiza beberapa pekan lagi.
Kita tak pernah tahu. Berikan.
Roos, ini konyol. Ayolah.
-Bosan. -Kutelepon.
-Dah. -Sampaikan salamku kepada Tobias.
Hei.
Kita harus segera bertemu berdua saja.
Kurasa sejak kelahiran Ella...
Kita jarang bertemu.
Menurutmu, apa itu tak perlu dibahas?
Tentu saja.
Aku sangat sibuk sekarang, soal kejuaraan dan pembukaan, tetapi...
-Secepatnya. -Sungguh?
Tentu. Sampai jumpa pekan depan.
-Sampai jumpa! -Baik, dah.
Pegang erat dengan kaki, rapatkan pergelangan kaki.
Lalu telentang ke belakang ke posisi V.
Lepaskan. Seperti ini.
Hati-hati.
Bagus.
Coba dengan kaki yang lain?
Pertahankan pegangan yang erat. Lalu coba biarkan...
Bagus. Rasakan apa yang terasa pas.
Lalu lepaskan. Sempurna, benar begitu.
Sial.
-Roos? -Sial.
Hei, aku Tobias.
Hai.
-Akhirnya kita bertemu. -Ya.
Lucu.
Kau pilih tempat yang sesuai.
"Tunggulah." Sisi lainnya, "Selama yang dibutuhkan."
Bagian dari puisi lebih panjang,
di mana menara bicara kepada orang
dan berkata...
"Cobalah tetap diam sepertiku dan jangan terburu-buru.
"Biarkan waktu berjalan."
Keren.
Aku sejarawan.
Aku punya gelar master sejarah perkotaan.
Makanya tasmu bertuliskan Anne Frank.
Tas ini penuh dengan bahan untuk malam yang indah, Nyonya.
Mau ikut?
Aku tahu kafe yang bagus.
-Di suatu tempat di sana. -Tidak.
Tak usah.
Sedang apa?
Bukan yang ini. Ini bukan. Tunggu.
Halo?
Selamat sore, Pak.
Aku bersama seorang wanita cantik yang belum makan.
Kuharap kami bisa menghangatkan sesuatu di tempatmu.
Pak?
Ayo.
Lantai empat.
-Itu temanmu? -Bukan.
Halo, Anak Muda.
-Kau bukan mau merampokku, bukan? -Tentu tidak, Pak.
-Namaku Tobias. Salam kenal. -Halo, Tobias, namaku George.
Siapa wanita cantik ini yang menatapku dengan ragu?
Ini Roos.
Kami sedang kencan dan aku berusaha membuat Roos kagum.
Aku membawa dua piza beku
dan berharap kami bisa menghangatkannya,
lalu memakannya di sini.
Untungnya kau membunyikan bel pintuku.
Masuklah.
Kau coba semua orang?
Sebagian.
Cukup sandiwaranya. Siapa si George ini?
Aku tidak tahu.
Aku belum pernah bertemu.
Tuan dan Nyonya, ini dia.
Piza kalian.
-Siapa pesan piza Hawaii? -Aku.
Maka ini pasti milikmu, piza empat keju.
Kau beruntung bisa minum
dengan anggur luar biasa ini.
Chateau de La Trimouille.
Luar biasa.
Kedengarannya bagus, bukan?
Lihat itu.
Kau punya koleksi foto yang indah.
Ya, terima kasih.
Aku harus terima kasih kepada suamiku.
Ya. Fotografi adalah gairah terbesarnya.
Dia menyebutnya cuci mata.
Pertama kali aku mengajaknya makan, kami pergi ke mesin penjual makanan panas.
Kami membeli frikadellen.
Aku tidak punya uang.
Itulah awal dari 40 tahun cinta tulus.
Beri dia kesempatan.
Bersulang.
Aku tidak minum, sebenarnya,
dan piza sangat terlarang.
Kenapa?
Rangkaian pelatihan bebas miras.
-Apa pekerjaanmu? -Olahraga tiang.
-Mengerjakan apa? -Menari tiang.
Aku berlatih untuk kompetisi.
-Benarkah? -Ya.
Siapa pesaing terbesarmu?
Ada gadis dari Lelystad, Yfke Boon.
Dia bisa melipat dirinya jadi dua, itu gila.
Saking lenturnya dia, itu tidak lucu.
Persetan Yfke Boon.
Ya, persetan Yfke Boon.
Namun, ya, ini...
Chateau de La Trimouille, kau tak akan minum?
Sayang sekali. Bersulang.
Ini nikmat sekali.
-Ya ampun. -Benar, bukan?
Bersulang.
Di semacam... Entah di mana.
Lupakan, jadi, kami berdiri di sana.
Siapa yang masuk? Andy Warhol.
Suamiku langsung...
Indah, bukan?
George membahas suaminya seolah dia masih hidup.
Semoga dia mendapat suasana baru di rumah.
-Ya? -Ya.
-Bisakah kau bangkit semudah itu? -Jangan tanya hal seperti itu.
Kenapa tidak?
Entah apa aku ditakdirkan bersama seseorang selama itu.
Kau?
Tidak.
Kurasa aku juga tak ada bakat untuk itu.
-Jawablah, tak apa. -Itu hanya teman, dia bisa menunggu.
Kau bertemu dia, di taman.
-Dia yang berambut hitam. -Ya.
Ya.
Kenapa tak bicara dengan kami?
No comments yet. Be the first to leave one.