The first 112 lines.
Seandainya waktu seperti ini berlangsung selamanya...
Oh, kau membeli tas Buittan itu?
Ya, tapi harganya kurang dari 100,000 yen.
Aku sedang membujuk ayahku membelikan arloji Shanel.
Aku iri...
Dua tahun lagi...
Bertahanlah dua tahun lagi.
Aku mau kehidupan sekolahku di sini berlangsung damai dan tenang.
Itu saja keinginanku.
Hei... Kotor sekali! Kau membuat celanaku berdebu.
Aku minta maaf... Maafkan aku...
Lagi-lagi...
Tsukushi...
Jika permintaan maaf cukup, tak perlu ada polisi.
Sudah kuduga! F4!
Bersihkan itu.
Geng Akademi Eitoku yang beranggotakan empat putra keluarga terkaya.
Merekalah sumber perundungan di sekolah ini.
- F4 keren sekali. - Habislah dia.
Ya...
Hu...
Yahu!
Tidak bisa kupercaya!
Domyoji, lihat kekacauan yang kaubuat.
Itu hanya sedikit debu di celananya.
Kami hanya membersihkan sesuai kewajiban.
Rui, sudahlah. Ayo pergi.
Rui Hanazawa... Apa-apaan itu?
Matanya seperti kelereng.
Siswa itu beruntung bisa lolos dengan mudah.
Dia bisa saja menjadi sasaran perundungan semua orang.
Ya...
Hei, kita teman, 'kan?
Kenapa tiba-tiba bertanya?
Saat hal seperti itu terjadi, aku khawatir...
mungkin aku tak punya teman sejati di sekolah ini.
Saat seseorang dirundung,
semua siswa ikut-ikutan atau menutup mata.
Tentu, aku salah satunya.
Aku tidak berbeda...
Terkadang aku berpikir, hanya aku yang anggap kita berteman.
Makiko...
Itu tidak benar. Aku juga menganggapmu teman.
Sungguh?
Ya.
Tsukushi!
Apa yang harus kulakukan? Aku terharu.
Aku sendiri memikirkan hal yang sama.
Aku menemukan kedai kue yang enak.
Mau mampir ke sana?
Maki, awas tangganya!
Maki!
Aduh... Bokongku...
Tsukushi, bisa bantu aku berdiri?
Maki... Di belakangmu...
Ha? Di belakangku?
Minggir.
Itu sakit.
Gawat...
Kau baik-baik saja, Tsukasa?
Tidak!
Aku minta maaf! Maafkan aku!
Berani sekali.
Aku tidak sengaja...
Cukup. Kau tahu apa yang akan terjadi.
Tunggu! Dia sudah minta maaf, bukan?
Tolong maafkan dia.
Inikah contoh persahabatan kelas menengah murahan?
Cukup sudah! Dasar Ikan Tiran!
Ikan Tiran?
Gabungan "ikan besar di kolam kecil" dengan "tiran di bukit rendah".
Itu untuk kalian, F4!
Kalian berlagak hebat,
tapi hanya berlindung di balik nama ayah kalian.
Kau tak pernah bekerja untuk uangmu.
Jadi, jangan banyak omong!
Matilah aku...
Akulah yang menginginkan kedamaian.
Benar. Tadinya aku ingin menghindari perhatian.
Lihat ini, Tsukushi. Ini sedang tren di sekolah kami.
Lakukan ini...
Ia akan memeriksa emosimu.
Ada apa, Tsukushi? Adakah yang terjadi?
Wah... Begitulah sifatmu, Tsukushi.
Coba aku tak melakukannya.
Aku berusaha keras untuk tidak menonjol.
Kau tidak pernah begitu penakut saat masih di SMP.
Kau selalu siap membantu saat ada masalah.
Benar.
Dulu, aku membenci orang-orang yang seperti aku sekarang.
Aku menutup mata terhadap banyak hal demi melindungi diriku.
Tapi F4 itu begitu jahat.
Domyoji, ketuanya, yang paling parah.
Kudengar Akademi Eitoku penuh dengan anak kelas atas.
Anak rata-rata mau jadi seperti mereka.
Aku masuk ke Eitoku adalah kesalahan pertamaku.
Kenapa mereka disebut F4?
Konyol sekali.
Mereka itu Flower Four... F4. Bukankah itu konyol?
Kurasa mereka rupawan seperti bunga, dan mereka juga kaya.
Mereka mungkin saja tampan,
tapi hati mereka lebih busuk dari tahi sapi.
Lengket dan basah!
Menjijikkan!
Kau yakin mereka berempat menjijikkan semua?
Yah...
Sebenarnya, ada satu orang...
Aku berkhayal saja!
Tsukushi, aku memberimu ini. Jadi, bersemangatlah.
Yuki...
Astaga, kita akan telat bekerja.
- Gawat! - Ayo cepat!
No comments yet. Be the first to leave one.