The first 152 lines.
PETI MATI UA DI LANGIT - PULAU OKUTO VILA GUNUNG GUNGA - RUMAH SAKIT PUSAT
Saat perang terakhir melawan penjahat,
pahlawan berhasil memisahkan musuh,
dan pertempuran dimulai secara bersamaan di delapan lokasi.
Himiko Toga
dikirim ke Pulau Okuto yang lokasinya terpencil.
Penjahat lain
dikirim ke Stadion Takoba
untuk mencegah mereka membuat kerusakan.
Penjahat yang tersisa
ditahan oleh Sistem Troy.
Di reruntuhan Rumah Sakit Jaku,
dilakukan pengamanan fasilitas
tempat Gigantomachia ditahan.
Di Rumah Sakit Pusat,
mereka bertempur untuk memastikan Kurogiri tetap dalam tahanan.
Di Ground Zero di Wilayah Kamino...
Pada akhirnya,
akan lebih baik bagiku bertarung melawanmu dulu.
Minggir, Shoto!
Sungguh berbeda saat kau mengalaminya langsung, ya?
Seolah naluriku membuatku mempelajari cara kerjanya.
Sebelum kau memukulku dengan es,
aku berhasil meniru jurusmu.
Apa aku melakukannya dengan benar,
Shoto?
Dabi meniru jurus Flashfire baru Shoto
dan sadar kembali.
Di Vila Gunung Gunga...
Pahlawan yang jadi pelindung,
dan penjahat yang jadi penyerbu.
Kita akan terus melangkan
menuju impian kita.
Berbanggalah, Endeavor.
Tak kusangka akan dipaksa memainkan kartu ini melawanmu.
Dengan menggunakan Bakat Eri,
tubuh All For One jadi lebih muda,
dan kekuatannya pulih kembali.
Sementara itu...
aku meninggalkan Pulau Okuto setelah dibawa ke sana oleh Himiko Toga.
Aku menuju Peti Mati UA di Langit.
CERITA ORISINAL OLEH KOHEI HORIKOSHI
Aku harus segera tiba di UA!
Tapi aku tak bisa lebih cepat dari ini!
Midoriya.
Generasi Pertama!
Aku sudah punya firasat buruk.
- Firasat buruk? - Seolah kakakku...
Bakat All For One
jadi makin kuat.
Itu...
Halo, sekutu kami yang hilang.
Bus sekolah kalian di sini.
Bertahanlah, Nak!
- Terima kasih! - Sudah sepatutnya.
Menurut rencana,
kami seharusnya berjaga di wilayah udara UA.
Maaf!
Kami serahkan padamu.
Masalahnya,
kami mengabaikan perintah untuk pulang dan tetap di Jepang.
Kau tahu alasannya?
Karena
adik perempuan kami mengandalkan kalian.
Jika kau yang mewarisi kekuatan All Might...
Pergilah! Gunakan kami sebagai batu loncatanmu.
Temukan penjahat paling kejam
- dan kalahkah! - Baik!
Persik ini
sudah siap dipetik!
Apa?
Izuku Midoriya.
DUG!
Dia makin kuat.
Energi yang terpancar itu...
Itu...
- Mandalay! - Bangun kembali penghalangnya!
SELESAI
Midoriya ada di dalam benteng!
Maaf terlambat! Apa semua baik...
Apa kau punya alasan
datang terlambat?
Aku yakin itu salah Toga...
Benar, Izuku Midoriya?
Katakan saja.
"Tak ada yang bisa kulakukan."
"Aku tak menyangkanya."
Ayo. Jadi seperti mereka
dan lari dari tanggung jawabmu.
Saat dia diliputi kemarahan,
gerakannya jadi amat sederhana.
Akan kuserang balik dan patahkan tulang punggungnya.
Kemarilah!
Kau suka hadiah yang kusiapkan untukmu?
Tak apa, Deku!
Dia...
Kau tak bisa memaafkan dirimu sendiri, 'kan?
Aku mengerti perasaan itu.
Tapi jika menyerah, kau jatuh ke tangan si penjahat!
Tak apa! Tamaki dan yang lain masih hidup!
Saat ini, Edgeshot
merawat luka Bakugo agar dia tetap hidup!
Dia pasti berhasil!
Kami berjuang dengan keyakinan penuh bahwa dia akan berhasil!
Belum ada yang gugur!
Kami belum menyerah!
Semua kata-kata dengan harapan kosong itu
adalah definisi "melarikan diri dari kenyataan".
Kita adalah pahlawan!
Jika pahlawan menyerah,
siapa yang mengubah cita-cita jadi kenyataan?
Kata-kata dengan harapan kosong? Kenapa tidak?
Tugas kita adalah mempertaruhkan nyawa untuk mewujudkan harapan itu.
Adik perempuan kami
mengandalkan kalian.
Tak apa merasa marah.
Kemarahan bisa jadi sumber kekuatan.
Itu sebabnya kau harus hati-hati dan harus mengendalikannya.
Yang terpenting adalah mengendalikan hatimu.
Maafkan aku, Lemillion.
Simpan kata maafmu sampai kita menang, Pahlawan!
All For One...
Apa Shigaraki masih di sana?
Aku penasaran apa yang mau kau katakan.
Tapi kau mau bertanya soal Tomura Shigaraki?
Orang itu sudah tak ada.
Keduanya telah menyatu
dan sepenuhnya menjadi satu.
Tapi...
mungkin karena All For One umurnya lebih panjang,
dialah yang memegang kendali.
Aku tak tahu apa rencanamu,
tapi jangan berpikir kau bisa dapat akhir yang ideal,
Izuku Midoriya.
Keduanya melebur dan jadi satu?
Menurutku bukan begitu.
Saat aku membuat pernyataan tak sopan...
Oh, begitu.
Kau tak pernah punya teman, ya?
Aku punya teman.
Mikkun dan Tomo bilang, "Kau baik sekali, Ten!"
Mon juga mau jalan-jalan denganku!
Aku
punya teman!
Dia seolah kerasukan.
Tiba-tiba dia sangat marah,
seolah dia anak kecil.
Dia tak tampak seperti orang yang mengalami
penyatuan yang sempurna dan menyeluruh.
Setelah itu, tiap kali kita menyerangnya,
tampaknya dia menjadi makin tidak stabil.
Izuku.
No comments yet. Be the first to leave one.