Release info

2gether the Series S01 THAI WEB-DL NF
A Commentary by tedi
Murni Retail NF Belum sinkron versi apapun

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2022-12-19
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Pernahkah kau berpikir

kenapa semua hal harus berpasangan?

Entah itu teman

atau

sepasang kekasih.

Begitu kau menemukan orang yang tepat,

selalu sepadan dengan usaha

untuk mengejar mereka.

Seumur hidupku sebagai pria yang anggun,

aku sudah bersama banyak gadis.

- Ying. - Ya?

Mari pergi menonton setelah ini.

Aku ada sesi matematika setelah itu.

- Bagaimana kalau besok? - Ada biologi.

- Kalau lusa? - Lusa?

Fisika, kimia, ilmu sosial, sains, bahasa Inggris,

lalu matematika lagi.

Leci.

Aku terlihat gemuk. Mari berfoto lagi.

Ceri.

- Ceri. - Ceri.

Sudah selesai? Mari makan.

Tunggu.

Mari berfoto lagi.

Swafoto?

- Stroberi. - Stroberi.

Haruskah kita minta bonnya?

Sayang, kita pesan apa?

Mau pesan apa?

- Apa saja. - Kau mau es krim?

Membuat gemuk.

- Roti bakar madu? - Terlalu manis.

Ada puding, es serut, dan kue sus.

Aku muak dengan mereka.

Kalau begitu, mau pesan apa?

Apa saja.

Apa kau marah denganku, Namwan?

Tidak!

Jawabanmu tegas sekali.

Jika aku melakukan sesuatu yang membuatmu kesal,

maafkan aku.

Kenapa kau meminta maaf? Kubilang aku tidak marah.

Aku tidak marah!

Lalu kenapa kau...

Diam.

Tapi tidak ada yang beres,

jadi, aku datang ke universitas ini dengan tujuan menemukan pasangan baru.

Aku tidak pernah menyangka

belahan hatiku

akan sangat berbeda dari orang lain.

Audisi pemandu sorak sudah usai,

tapi pencarian cintaku belum usai.

Apa kostumnya pas?

Kostum tahun ini agak ketat.

Ini sangat pas denganku, Fang.

Itu bagus.

Aku baru menyadari.

Aku mentor seniormu.

Benar.

Kenapa kau ingin menjadi pemandu sorak?

Begini,

aku ingin punya pengalaman bagus,

dan mencari teman baru.

Itu bagus. Omong-omong,

seseorang menulis surat untukmu.

Sial. Kau baru tiba di sini, tapi sudah populer.

Ayolah.

Aku tidak peduli dengan itu.

Aku ingin fokus belajar dan kegiatan universitas.

Bagus sekali.

Ada pertemuan antara mentor dan mahasiswa pekan depan.

Kalau begitu, sampai jumpa.

Aku akan membukanya.

Tine, aku sudah mengawasimu sejak upacara penerimaan.

Ada yang ingin kusampaikan.

Temui aku di lapangan sepak bola.

Apa yang ingin kau katakan?

Aku tidak punya banyak waktu.

Kau berbicara denganku?

Benar. Bukankah kau menulis surat untukku?

Apa kau gila?

Memangnya kau Tom Cruise?

Sinting.

Aku yang menulisnya.

Namaku Green.

Mahasiswa humaniora tahun pertama.

Ini.

Terima kasih.

Tine Teepakorn, mahasiswa hukum tahun pertama.

Aku menyukaimu.

Apa?

Akhirnya,

kau menemukan belahan jiwamu.

Berhenti menggodaku, Fong.

Apa kau homofobia?

Apa kau gila?

Aku punya banyak teman gay saat SMA,

tapi apa kalian tahu bahwa aku tidak mau memacari mereka?

Tolak saja dia.

Sudah.

Aku mengatakan berulang kali bahwa aku menyukai wanita.

Tapi lihat ini.

Dia bilang akan melakukan apa pun untuk mengubah pikiranku.

Sial.

Dia sangat bertekad.

- Siapa yang mau mendukung Green? - Aku.

Phuak, Berengsek.

Bisa lihat aku sedang stres?

Astaga.

Tenang, Bung.

Jika kau tidak tertarik,

dia pasti akan menyerah, percayalah.

- Benar. - Benarkah?

Camilannya sangat lezat.

- Benar. - Ini lezat.

GEDUNG SERBA GUNA ASRAMA MAHASISWA

Tine!

Tumpanganmu sudah datang.

Naiklah.

Ayolah. Kita berangkat.

Ayolah. Aku siap.

Tine!

Tine, tunggu aku!

Tebak aku bertemu siapa pagi ini?

- Siapa? - Siapa?

Apa itu Green?

Ya. Dia datang menjemputku di asramaku.

Aku beruntung bisa lolos.

Bagaimana kau tahu itu dia?

Di sana. Aku melihat seorang pria menuju ke arahmu.

Tine.

Aku membelikanmu soda Blue Hawaii, kesukaanmu.

Ambil.

Minumlah.

"Aku mungkin tidak terlihat cantik,

tapi aku sangat lezat."

Apa?

Terima kasih.

"Aku mencintaimu, Tine."

Kau mau yang lain, Tine?

Kau bisa memiliki hatiku.

Sial.

Kenapa dia tidak buang air besar untukku?

- Sudah kubilang dia bertekad. - Sial.

Apa katamu?

Katamu dia akan menyerah, jika aku tidak menunjukkan minat.

Apa ini?

Kalian harus membantuku berpikir

cara menyingkirkannya.

Aku punya ide.

Jika kau tidak bisa menyingkirkannya dengan bersikap baik,

kau harus bermain hardball.

- Hardball. - Hardball?

Benar.

Maksudnya hardball

seperti sepak bola?

Kau bisa menendang bola ke kepalanya.

Ayo, Kawan-kawan. Seriuslah.

Bisbol jauh lebih baik.

- Kita bisa pukul dengan pemukul bisbol. - Benar.

Itu akan menakutinya.

Benar.

Bagaimana dengan bola basket?

Itu juga bisa.

Tine.

Aku senang kau mengajakku bertemu,

tapi tempat ini...

Ada apa?

Di sini indah.

Suasananya bagus sekali.

Tidak ada yang bagus.

Ayo ke tempat lain, Tine.

Ayo pergi.

Tetap di sini sebentar. Di sini indah.

Lihat, Green.

Apa?

Cantik sekali.

Bagaimana bisa cantik?

Kau mendengar orang bicara?

Hei!

Kalian berdua menyebalkan. Sedang apa kalian di sini selarut ini?

Melihat dua orang yang jatuh cinta

benar-benar membuatku kesal.

Jika tidak mau bangun di rumah sakit,

kalian harus putus

dan berhenti bermesraan.

Green, kita turuti saja perkataan mereka

agar kita tidak terluka.

Ini hanya perpisahan.

- Benar. - Ya.

Tine, tunggu aku di sini.

Aku hadapi mereka.

Sial. Dia bernyali.

Dia bernyali.

Tunggu. Berhenti.

- Ayolah. - Sial!

Kau Green atau John Wick?

- Sial. - Begini,

aku pernah berlatih tinju sedikit.

- Tapi... - Itu tidak sedikit.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left