The first 200 lines.
Aku belum tahu akan berlibur dengan siapa.
Aku tak diberi tahu sama sekali.
Aku sangat penasaran siapa orangnya.
Aku jadi makin tak sabar untuk liburan ini.
Rasanya seolah alur cerita dari film terjadi kepadaku.
Yang jelas, aku sangat gugup dan berdebar-debar.
Wah.
Pegang ini. Hangat.
Liburan kita
terasa menarik di setiap momennyaβ¦
Karena dalam pemandangannya
ada kau.
Di film yang kusuka, ada adegan di mana mereka pergi ke opera.
Kau tahu Pretty Woman yang dibintangi Julia Roberts?
Kalau begitu, lain kali kita tonton opera yang kauhafalkan itu.
Enak!
- Campur! - Ya, campur!
Bersulang!
Cantiknya.
Ingin kulihat terus.
Akuβ¦
Sangat menyukaimu, Cha Mu-hee.
Oke.
Terima kasih.
Aku juga.
ROMANTIC TRIP
Bagus, 'kan?
Ini versi awalnya. Bagaimana? Romantis, 'kan?
Saat kita membuat alur percintaan di acara TV,
pemirsa sudah terbiasa, jadi tak mungkin dikira sungguhan.
Asal kalian tak pacaran dan membuat skandal.
Kalian tidak pacaran, 'kan?
Sejujurnya, lebih baik dibiarkan seperti ini.
Tapi akan kami edit kalau menyakitkan.
Kami memang membuat taruhan dan semacamnya,
tapi kami bukan penjahat yang mengeksploitasi perasaan orang.
Bagiku baik-baik saja.
Aku tidak keberatan.
Kauβ¦
- Kau paham ucapanku? - Ya.
Oh, Hiro! Kenapa bahasa Koreamu bagus sekali?
Sebenarnya, aku
menyukaimu sejak kita bertemu kedua kalinya secara kebetulan.
Lalu,
saat aku bertemu kau lagi sebagai adik Jin-suk,
aku merasa malu dan canggung.
Aku takut kau tahu aku pernah menyukaimu.
Aku yang sangat berhati-hati.
Aku takut ketahuan.
Berarti,
kau benar-benar
menyukaiku?
Benar.
Tidak kusangka aku akan mengatakan hal ini kepadamu.
Melihatku bicara dengan begitu santai,
film zombi yang seolah tidak ada akhirnya
tampaknya
sudah benar-benar selesai.
Film zombi?
Dua jam lagi sampai Busan.
Untuk merangkum dan menjelaskannya tanpa kesalahpahaman,
lebih baik mulai dari kejadian di Enoshima.
Ya. Foto yang diambil di sana.
Itu
foto yang diambil Mu-hee, 'kan?
Benar.
Hari itu, di sana,
aku pertama kali bertemu dia.
Kukira kau akan marah dan minta semua diedit untuk balas dendam.
Terima kasih kau sudah menerimanya.
Tak perlu berterima kasih.
Balas dendamku bukan itu.
Lalu apa?
Aku akan menggoda.
Apa?
Oh, bukan.
Aku akan mengadukanmu.
Mengadukan apa?
Aku akan mengadukan semuanya.
Bahwa kau merayuku.
Kepada siapa?
Dasar bodoh, siapa lagi?
Karena orang itu sangat jago berbahasa Jepang,
akan mudah untuk mengadu.
Maksudmu Joo Ho-jin?
Ya.
Orang ituβ¦
Sudah tahu.
Dia tahu?
Aku yang mengatakannya sendiri.
Bahkan
aku meminta bantuannya untuk hubungan kita.
Kau mengatakan itu kepada pria yang kausukai?
Kau benar-benarβ¦
Apa kau bodoh?
Aku bukan bodoh,
tapi gila.
Anggap saja aku wanita yang gila seperti Do Ra-mi.
Aku ingin meledekmu, tapi tidak seru.
Hiro.
Kau tampan.
Dilihat dari layar, kau lebih tampan lagi.
Aku tahu.
Saat syuting, aku terus berpikir.
Andai saja isi sebuah hubungan
hanya melihat hal-hal indah dan kejadian menyenangkan
bersama pria tampan sepertimu.
Tanpa kekhawatiran dan kecemasan.
Ditambah lagi dengan akhir yang bahagia.
Karena itulah Do Ra-miβ¦
Maksudku, aku
melakukan itu kepadamu.
Itu salahku.
Aku merayumu.
Aku yang melakukannya.
Maaf.
Terima kasih.
Kau adalahβ¦
Pangeran fantasi yang ingin kutemui
sambil berlari dari kenyataan.
Apa kau paham?
Entahlah.
Aku tak paham.
Kau paham semuanya.
Tampaknya kau genius.
Bahasa Koreamu meningkat pesat.
Luar biasa.
Saat kita bertemu di menara lonceng Italia,
saat kau bertanya apa aku menyukaimu,
bagaimana jika aku berkata, "Ya," dan jujur tentang perasaanku?
Aku menyesal memikirkannya.
Aku sangat kesal tentang itu.
Maaf.
Aku tidak mengerti bahasa Jepang.
Kauβ¦
Bodoh.
Apa?
Ibuku datang menjemputku. Aku akan ke sana.
Baiklah, kalau begitu aku akan naik taksi.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
CAN THIS LOVE BE TRANSLATED?
Kudengar kau sedang mencari tempat menyumbangkan
buku-buku antik milik Bapak Yoon Won-jae.
Jadi,
kami mencari tahu melalui Pak Oh apa perpustakaan universitas kami cocok.
Tidak kusangka kau akan terlibat sendiri seperti ini.
Terima kasih.
- Sebenarnya⦠- Astaga.
Aku datang bukan karena itu,
tapi karena aku penasaran tentang adik bungsumu.
Kau datang karena adikku yang sudah lama meninggal?
Dia punya putri, 'kan?
Dan kau mengadopsi anak itu.
Apakah anak ituβ¦
Adalah Cha Mu-hee?
Ya, benar.
Tapi ada yang terasa sedikit aneh.
Menurut Pak Oh,
dia meninggal saat masih sangat muda.
- Karena sakit parah. - Ya, karena sakit parah.
Tapi, Cha Mu-hee berkata
orang tuanya meninggal karena kecelakaan.
Pak Kim.
Apa kau mengenal Mu-hee dengan baik?
Ya, kami kebetulan bertemu.
Kami makan bersama dan pergi ke konser bersama.
Benar sekali, kita bertemu dia bersama.
Kami terjebak di antara cucu Pak Yoon dan Cha Mu-hee. Mereka cocokβ¦
Hei.
Cucu Pak Yoon sudah seperti anakku sendiri.
Aku mengkhawatirkannya.
Jangan merasa tersinggung.
Jika dia seperti anakmu,
larang dia berhubungan dengan Mu-hee.
"Larang"?
Meskipun dia diadopsi, bukankah Cha Mu-hee
masih putrimu?
Dia anggota keluarga kami, jadi kami membesarkannya.
Tapi, kami tidak suka
jika Mu-hee
ada di dekat kami.
Ya.
Aku di stasiun dekat rumah. Tapi sudah larut malam.
Tidak.
Semakin larut semakin baik. Tidak banyak orang.
Tapi ini sudah lewat tengah malam.
Besok kau ada kegiatan. Harus tidur cepat, 'kan?
Joo Ho-jin, apa kau lelah?
Yah, kau pasti lelah karena bekerja seharian dari pagi.
Tapi bukankah kau tidur di kereta?
Tidak.
Di kereta tidak seperti tidur sungguhan.
Kalau kau lelah,
pulang dan istirahatlah.
Aku tidur nyenyak di kereta,
aku tak lelah sama sekali, dan terima kasih sudah datang.
Bagaimana kau tahu?
Kau melihatku?
Sudah kuduga kau datang, karena bicaramu panjang.
No comments yet. Be the first to leave one.