Season 1

Release info

The Makanai Cooking for the Maiko House S01 JAPANESE WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-01-13
Downloads: 31
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Begitu lulus SMP,

aku meninggalkan rumahku di Aomori, tempat aku dilahirkan dan dibesarkan.

Tapi aku tak sendirian.

Kiyo!

Sebaiknya kau segera bangun!

Akan kusambung ceritanya nanti.

Ini rasanya enak.

Mau tambah?

Sumire datang.

Halo, Nenek!

Halo.

Kau masih punya waktu. Kau mau sup pangsit nabekko ?

Ya, aku mau.

Mau pangsit berapa?

Tiga!

Baik.

Mari makan.

Kiyo!

Ketinggalan.

- Ini. - Aku lupa!

Terima kasih. Tolong masukkan.

Katanya musim dingin di Kyoto amat dingin.

Tapi tak sedingin di Aomori, 'kan?

Kau suka berguling-guling saat tidur.

Sebaiknya kau pakai penghangat perutmu bahkan saat kau tidur di musim panas!

Aku jadi malu.

Bisa masuk?

Itu Kenta.

Hei.

- Tak perlu repot-repot datang mengantar. - Tentu aku datang.

Jauh lebih baik.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Dah!

Oh, ini.

Terima kasih! Ubi panggang!

Terima kasih!

Kami berangkat!

Orang tua Sumire tak mengantarnya pergi.

Karena ayahnya menentangnya.

Ia tak mengerti kenapa Sumire tak mau lanjut ke SMA.

Kenta baik sekali.

Terima kasih.

Mari makan.

Mari makan.

Enak sekali!

Nyam!

Saku.

Saku.

Kita seperti kembali ke masa lalu.

Jadi, di sinilah kita akan tinggal.

- Ayo! - Ayo!

Ada maiko !

Sebentar!

- Permisi! - Permisi!

Kami dari Aomori. Saya Sumire Herai dan...

Saya Kiyo Nozuki.

Kami akan berusaha sebaik mungkin.

Senang bertemu.

Ya, senang bertemu juga.

Tapi untuk sapaan seperti ini, kalian harus bilang,

"Saya mohon kerja samanya."

Sapaan maiko dan geiko itu unik.

Jadi, pelajarilah satu per satu.

Saya mohon kerja samanya.

Ya, begitu!

Saya mohon kerja samanya.

Saya mohon kerja samanya.

- Saya mohon. - Saya mohon.

- Kerja samanya. - Kerja samanya.

Apa?

Pengucapanmu salah.

Saya mohon kerja samanya.

Ya, begitu!

Di sini, kalian harus memanggil dia "Ibu Azusa".

Jangan memanggilku "Nenek", panggil aku "Ibu".

Itu peraturannya.

Dan panggil senior kalian "Kakak".

Kalian bukan kerabat, tapi anggap semuanya sebagai keluarga.

- Baik. - Baik.

Sekarang, ayo bawa barang kalian ke atas dahulu.

Oh, iya,

pintu itu hanya untuk maiko .

Kalian murid baru harus memakai pintu belakang di dapur.

- Baik. - Baik.

Apa itu berat?

Berapa usia kalian?

- 16 tahun. - 16 tahun.

Berarti setahun lebih muda dari Ryoko.

Itu benar.

Ada satu gadis di sini yang bukan maiko , jadi tolong akur, ya?

- Baik. - Baik.

Hati-hati melangkah.

Baik.

Kiyo, aku akan tidur di atas.

Oh, maaf. Terima kasih, Sumire.

Karena ini soal hidup-mati.

Aku jadi malu.

Baiklah.

- Rasanya seperti tur sekolah. - Ya.

Saya mohon kerja samanya.

Saya akan bekerja keras.

Terima kasih.

Terima kasih.

Kalian murid baru, ya?

Ya.

Azusa mungkin tampak baik,

tapi dia hanya menganggap kalian sebagai budak.

Masa, di zaman sekarang, dia memasukkan murid baru ke kamar sempit,

menyuruh mereka bekerja seharian, membersihkan toilet dan mencuci pakaian,

menyuruh mereka menuruti perintah kakak senior, dan melarang ponsel.

Sebelum kalian menguasai bahasa maiko ,

kurasa kalian harus kabur.

Kiyo, ayo bekerja keras bersama.

Ya, kita akan baik-baik saja jika bersama.

Benar.

The Makanai: Cooking for the Maiko House.

EPISODE SATU - PERUBAHAN -

Ini dia.

- Maaf! - Kakak, hati-hati.

Maaf.

Tiga bulan kemudian.

Hari ini Hari Tategugae.

Kami menukar pintu geser musim dingin dengan pintu geser musim panas.

Oh, dan aku belum menguasai bahasa maiko.

- Hampir saja! - Maaf.

- Aku menutup ini. Ini di sini. - Ada pintu kaca lagi...

- Pastikan untuk... - Maafkan aku!

Siapa yang menaruh ini? Bisa tertendang.

Kau bisa taruh itu di sana.

- Aku mengelapnya sebersih mungkin. - Nanti ini tolong dipoles, ya?

Terima kasih banyak. Kau sangat membantu.

Tategugae sulit sebab di sini cuma ada wanita.

Ini bukan masalah.

Ini pekerjaan enteng.

Ayah sudah kehabisan napas.

Diam, Ayah belum kalah darimu!

Kau mau menaruh pintu gesernya ke atas ke loteng?

- Kau bicara kepadaku? - Ya.

Oke, masukkan.

Baik.

Itu terbalik.

Bukan begitu.

Begini.

Hei, kau punya bir di kulkas?

Terima kasih, Kak Hiroshi.

- Kalian bantu aku! - Baik.

- Ke sini. - Baik.

Terima kasih, Kakak Hiroshi.

Kakak Hiroshi, tolong kerjakan kamar Ibu setelah kau selesai dengan itu.

Baik!

Aku butuh bir biar semangat.

Oh, Bu Sachiko datang.

Kau benar.

Aku ingin tahu makanan makanai hari ini.

Semoga itu ayam karaage .

- Apa? Untuk makan siang? - Ya.

Kutebak

itu mi somen atau mi yakisoba .

- Apa? Tapi yakisoba juga enak. - Ya, 'kan?

- Pagi! - Selamat pagi.

- Terima kasih sudah menungguku! - Tidak masalah.

Pegang ini dengan erat. Hati-hati, ada tangga.

Oh, benar. Ini Hari Tategugae , ya.

Berarti sebentar lagi pertengahan musim panas.

Siap...

Ini terasa lebih sejuk sekarang.

Katanya, "Rumah harus dibangun dengan mempertimbangkan musim panas."

- Kata siapa? - Siapa yang tahu itu kata siapa?

- Aku! - Ya, Ibu!

Apa?

Ibu?

Lewat.

Apa?

Ibu, kenapa bilang lewat jika mengangkat tangan?

Ibu tak mengira akan ditunjuk.

- Astaga, lucu sekali. - Kucai dan jahe!

Ada lagi yang tahu?

Kurasa itu dari buku Tsurezuregusa .

Benar.

Aku mempelajarinya saat SMP.

Kami tak mempelajarinya saat zaman Ibu!

Sungguh?

Bu Sachiko, terima kasih banyak!

Bilang saja kalau kurang. Akan Ibu rebuskan mi lagi.

Baik!

Lalu siapa penulisnya?

Entahlah, pokoknya ada Nagon-nya.

Salah. Kau selalu tak ingat nama lengkap.

- Ibu, selamat datang. - Ibu, selamat datang.

Selamat datang.

Ibu dari mana?

Dari berdoa di Kuil Yasaka.

- Ibu, kami permisi makan dahulu. - Ibu, kami permisi makan dahulu.

Selamat makan.

Ibu tidak makan?

Tidak usah. Mungkin karena panas.

Ibu tak terlalu lapar.

Mari makan.

Permisi!

Terima kasih, saya datang untuk mengantar paket.

The Makanai: Cooking for the Maiko House subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left