The first 200 lines.
- Astaga, Bung! - Astaga!
Apa yang kalian lakukan?
Akan kucabut kepala kalian! Kembali ke sini!
VIVIFYYY
SEMALAM AKU HAMPIR TERBAKAR. KENTUTKU WANGI BUNGA
POSTING
JULI 2008
Cuci tanganmu dan makan malam.
Baik, Ibu!
Keluar dari kamarku, Jalang!
Dìdi, makan lebih banyak.
Aku tak lapar.
Năi Nai, aku tak mau…
Anak laki-laki harus makan banyak supaya berotot
agar bisa jadi pria kuat.
Năi Nai, tak perlu ambilkan.
Dia bisa ambil sendiri.
Lihat betapa kurusnya dia!
Jika tidak diambilkan, nanti dia hanya tinggal tulang.
Tinggal satu bulan sebelum putri Ibu pergi…
Ya.
Jangan lupa makan buah.
Untuk sistem pencernaanmu
agar kotoranmu tak terlalu keras.
Baiklah.
Gunakan benang gigi.
Tak ada waktu ke dokter gigi saat kuliah.
Apa Ayah akan pulang sebelum aku pergi?
Dia belum tahu.
Alasan klasik.
Dìdi…
Saat kuliah, jangan terlalu jauh.
Masuk Stanford saja.
Kau bisa tinggal di rumah
dan Năi Nai bisa masak untukmu setiap hari
jika belum mati.
Năi Nai, jangan bicara seperti itu.
Masuk Stanford. Seolah dia akan bertahan di SMA.
- Berhenti memakai bajuku. - "Berhenti memakai bajuku."
Kuda bodoh.
Kau panggil aku apa?
Vivian, jangan berisik.
Dia menyebutku jalang!
Aku menyebutmu kuda, seperti zodiakmu.
- Kau harap bisa jadi jalang. - Ibu!
Dìdi, minta maaf.
Bukan, tapi kadal berkulit eksim bersisik,
- kau tahu itu? - Begitu? Masa bodoh, Jerawatan.
Kadal jalang, kau mengotori sweterku.
- Ya, itu sweterku! - Vivian!
- Dia menyebutku jalang! - Jalang.
- Apa itu jalang? - Jangan kasar!
Kau lahir karena aku mau adik. Kuharap kau mati dalam rahim.
Kau lahir karena kondom rusak.
- Kau tak tahu fungsinya dan takkan tahu. - Diam. Percakapan selesai. Aku menang.
- Bukan kau yang putuskan! Bukan begitu! - Aku yang putuskan…
- Berisik. - …dasar bodoh!
- Berhenti berteriak! - Kau bicara seperti bayi.
Lihat,
ibu macam apa yang membiarkan anaknya bersikap seperti ini?
Mereka saling berteriak bahkan di meja makan.
Tidak tahu sopan santun.
Kau merasa sangat keren…
Padahal tidak.
- Tak ada yang menyukaimu. - Hei! Kembali kau.
- Vivian, piring. - Aku tak sabar pindah!
Dìdi! Kembali.
Berhenti kabur!
Kau belum selesai makan.
Cepat kembali ke sini.
LOSION PERAWATAN KULIT
Baiklah.
Ini akibatnya.
Lurus.
Sial!
Ya!
Jangan olahraga setelah makan.
Buruk untuk perutmu.
Ibu… kau merusak klipku.
Jangan taruh kamera di lantai. Sudutnya buruk.
OLLIE PERTAMA
Komposisimu akan jelek.
LALALALA TERIMA KASIH
BUNG
CEK SITUS GIM KEREN YANG BARU KUTEMUKAN
ENYAHLAH
SIAL
KAU DATANG KE PESTA BESOK?
AKU TIDAK BISA
KUDENGAR MADI AKAN DATANG
BUNG, AKU TAK PEDULI
ENTRI BLOG TERBARU MADIIIICAKES
KOMENTAR TEMAN
MAU KE MAL BESOK… KITA BISA MENONTON BIOSKOP
FOTO
SALING BALAS KOMENTAR FOTO
HARI PANTAI MUSIM PANAS '07
HANYA ISENG
MUNGKIN KAU BISA LEPAS SEBELUM KULIAH
LEPAS?
LEPAS PERJAKA
MUSIM PANAS 2008
TAPI SUNGGUH AJAK DIA BICARA DIA SUKA ORANG ASIA
WANGLEPASPERJAKA
STATUS HUBUNGAN LAJANG
Ya, terlihat bagus.
Merah muda terang.
Baiklah. Biru muda.
Bukan? Itu warna terbaik. Hijau?
- Indigo? Bung. - Ya, Pak.
Bung, Madi akan menggosok lidahnya di sana.
Kawat gigi indigo. Semoga kau bawa lilin.
Lilin untuk apa?
- Fahad! - Hei!
- Fahad! - Apa?
Apa yang kau pakai?
Ini pakaian normalku.
Bung, celana pendek kamuflase itu gay!
Bung, ibumu yang gay.
Ibuku kena kanker, Berengsek.
- Bung, apa-apaan? - Aku lupa, Bung.
- Tapi bisa saja kena kanker dan jadi gay. - Kurasa bukan begitu caranya.
- Apa kabar? - Apa kabar? Masa bodoh ucapanmu.
Hei, apa kabar?
- Apa kabar? - Senang bertemu lagi.
- Bung. Apa? - Wang-Wang.
Lil Wang-Wang datang,
- kau tahu. - Diam.
Lil Wayne selalu pakai celana pendek kamuflase.
Baiklah, berarti dia gay.
Bung, semua orang memakainya.
Jadi, berarti semua orang gay.
- Tak mungkin kalian dikalahkan Niles. - Ya.
Anak berjanggut itu menabrak Ryan di inning keempat, seperti…
Kenny Meksiko?
Kurasa dia orang Filipina.
Tidak, dia lancar bahasa Meksiko.
Apa maksudmu?
Dia memanggilku ese dan sebagainya.
Sumpah, dia pandai soal slang Meksiko, entahlah.
Aneh sekali. Tapi tunggu. Sudah kuberi tahu soal Rishi?
- Siapa Rishi? - Hanya seputar bisbol.
- Jangan dipikirkan. - Ya.
- Kenapa dia? - Dia BAB di celana saat latihan.
Dia bilang, "Ibuku menjahiliku.
- Menaruh kotoran di celanaku lagi." - Apa maksudmu "lagi"?
Bung! Dari mana saja kau?
Aku terlalu banyak membicarakanmu, Bung.
Apa kabar, Hardeep?
Apa kabar, Perjaka?
Kau bukan perjaka?
Tidak, aku meniduri ibumu.
- Tidak, Bung. - Apa?
Ibunya terkena kanker.
Salahku. Apa dia… Dia baik-baik saja?
- Tidak. Dia kena kanker. - Turut berduka.
- Hei, Jade! - Dia masih hidup.
Jade, ini temanku yang kuceritakan.
Dia orang Pakistan paling segar dan terkeren di seluruh Fremont.
- Dia Jade, teman tepercaya. - Apa kabar?
- Lalu dia Ellie. - Hai.
Dia jalang bodoh.
- Tunggu, siapa namamu? - Fahad.
- Keparat. - Bung, diamlah.
Ini teman-temanku. Ada Wang-Wang,
- Soup. - Namamu Soup?
Nama asliku Jimmy, tapi aku dipanggil Soup.
- Kenapa? - Rumahnya selalu beraroma sup.
Ya, ibuku memasak banyak semur kimci.
Sup lobak, sup tulang sapi. Makanan klasik Korea.
Keren sekali.
Kudengar kau punya cerita yang sangat bagus.
Ya, itu lumayan.
- Tidak, itu sangat lucu. - Hentikan.
Dia bisa jadi pemenang EGOT kulit cokelat pertama.
Ibuku suka David Letterman.
Hei, bisa kau telepon aku sebentar lagi?
Bung, kenapa?
Telepon saja.
Baiklah, terserah.
Madi, kemari. Kau harus lihat ini.
Georgia!
Hei.
Hei, kenapa minta kutelepon?
Ya, jangan dipikirkan.
Baiklah, dah, Sayang.
Hardeep mulai kencing di sungai.
Wang-Wang mulai merekamnya.
Lalu dia mengunggahnya ke Youtube dengan judul, "Hardeep kencing di sungai".
Dia kirim ke kami dan kami bilang, "Baiklah, ya. Itu lucu."
Tapi beberapa hari kemudian, aku ditelepon Hardeep dan dia bilang,
"Hei, Bung. Bisa suruh temanmu hapus videoku saat kencing?
Ayahku melihatnya dan dia murka."
Aku belum dimarahi sejak kelas enam.
Terserah. "Murka."
Jadi, kuminta Wang-Wang hapus videonya, dia setuju.
Lalu keesokan harinya, si berengsek ini meneleponku lagi dan bilang,
"Hei, bisa suruh temanmu serius menghapus video itu?
Aku baru saja dihajar lagi!"
Kubilang, "Sudah." Dia bilang, "Dia tak melakukannya.
No comments yet. Be the first to leave one.