The first 200 lines.
Jason Bateman dan Maya Rudolph akan jadi bintang tamu
di acara Murderville Christmas Special.
Tapi ada kejutan, semua punya naskah... kecuali mereka.
Hai, aku Jason Bateman. Hadir untuk acara Murderville .
Aku Maya Rudolph.
Akan segera main Murderville.
Aku belum dapat naskah.
- Aku belum dapat naskah. - Aku tak tahu apa pun.
Aku suka ini, tak perlu menghafal apa pun.
Tak melihat aktor. Tak ada set.
Aku harus menyimpulkan siapa si pembunuh.
Aku jadi gugup. Entah siapa di sini...
DETEKTIF MAGANG
...apa yang terjadi, dan yang akan kulakukan, membuatku gembira.
KOMEDI SPESIAL NETFLIX
Libur Natal,
masa ajaib tiap tahun di mana kita melupakan perbedaan
dan bersatu dalam satu keyakinan bahwa Natal menyebalkan.
PIZA NAKATOMI
Setidaknya, dulu menurutku begitu. Aku Terry Seattle.
Detektif pembunuhan senior dengan pernikahan gagal.
Dan psoriasis plak tingkat sedang hingga parah.
Ini cerita tentang satu malam ajaib, saat seluruh hidupku berubah.
Cocok.
DIE HARD (CUMA BAGIAN KERENNYA)
MANTAN ISTRI/BOS
Ada apa Rhonda/Bos?
Selamat Natal.
Selamat? Serius, selamat Natal?
Langsung saja, aku di Hawaii.
Kami ikut kursus selancar dayung.
Aku lupa membayar cek alimentasi lagi?
Ini bukan soal itu.
Wali Kota mengadakan Natal tahunan Balai Kota,
tapi ada masalah.
Dia perlu orang untuk memeriksa keamanan, cepat ke sana.
Aku benci Natal, tak berarti ingin bekerja.
Satu orang tak bisa menangani acara itu.
- Makanya kau dapat mitra baru. - Apa?
Tidak. Bos, tolonglah!
Detail lewat SMS. Selamat menikmati!
Semoga kau jatuh dari selancar, lalu dikelilingi hiu.
Tapi jangan makan... Dia menutupnya.
Sudah kudengar.
Hei.
Ternyata Hantu Natal menyebalkan.
KAROLER DILARANG
Itu bukan pujian.
- Senang bertemu. - Masuklah.
Kurasa kau Detektif Seattle.
Lihat ini, dia langsung bertanya.
- Duduk di sini. - Oke.
- Boleh aku memutar. - Kuharap.
Hai.
Ini sarapan?
Kau selalu bicara saat gugup?
MAGANG
- Kita mulai dari dasar. - Oke.
- Siapa namamu? - Jason.
- Bateman. - Oke.
Apa profesimu sebelum magang pembunuhan?
Dulu aktor. Aku sedang mengejar
- perubahan karier. - Dipecat?
- Tidak. - Tutup?
- Tidak, sepenuhnya sukarela. - Peran apa saja yang kau mainkan?
Pria kulit putih yang normal, biasa, dungu.
- Masuk akal. - Apa?
Kau masuk santai, mengira bisa melakukan kerjaku.
- Tidak. - Tidak...
- Pernah bekerja di keamanan? - Belum.
Aku tiga kali dipanggil lagi untuk peran keamanan, gagal.
Seperti iklan?
Tidak. Berani sekali kau.
Kita akan mengerjakan detail keamanan di Balai Kota.
Hal pertama adalah penilaian ancaman.
Kau bisa penilaian ancaman?
Kau lihat ancaman di sekitarmu saat ini?
- Kulihat banyak kaset VHS. - Jason Batemen,
ada jenis ancaman lain selain barang-barang ini?
Ada yang menurutmu mengancam?
Di depanku tak ada apa pun.
Duduk!
Kau lihat itu?
Kau tak menilai ancaman itu! Duduk!
Kau biarkan orang gila masuk rumahku.
Kau beruntung, dia mantan magangku, Marshawn Lynch.
- Astaga. - Gila!
- Fan berat. - Magang pembunuhan
terbaikku yang pernah ada.
- Kau tak menilai ancaman itu. - Tadi dia belum dalam ruangan.
Tepat. Seharusnya kau pikirkan soal luar ruangan.
Banyak masalah di luar?
Kau yang tahu.
Apa semua orang akan mati? Apa kita akan mati
- di tanganmu? - Aku tak mau itu terjadi.
- Bagaimana bisa kubantu? - Kau harus tetap hidup.
- Baik. - Taruh wajahmu di sini.
Lihat dia. Dengarkan dia.
- Astaga, dia yang main di Ozark . - Terima kasih.
- Kau yang terbaik. - Bukan masalah.
Anggap rumah sendiri, terserah kau.
- Cuma itu bagiannya? - Dia akan bersantai.
Ini Natal. Ayo, pergi dari sini.
- Ayo. - Baik, tunggu sebentar.
Cuma pesan dari Bos.
Apa ukuran celanamu?
Ternyata pesta Natal itu butuh peri,
jadi, Jason terpaksa melakukan kerja darurat.
Kita tak menduga kerjanya akan segera berubah dari berbagi ria
jadi memecahkan pembunuhan.
Lihat ini.
- Nama-nama ini tergosok. - Lumayan.
Dasar amatir. Kalian tak pernah pakai spidol?
Siap? Apa yang kau rasakan? Senang?
Aku bahagia. Kita di pesta.
Wali Kota bilang dia butuh peri Sinterklas
sebagai pembantu. Apa kau mau membantu?
Aku mau.
Kau akan pakai kostum Natal?
Aku mau kau tetap hidup, memeriksa ancaman.
Lihat semua kado ini.
Ini luar biasa.
Kami bisa langsung mengambil ini... Angus?
Angie, dan tidak. Mainan ini untuk panti asuhan setempat.
Nanti, Sinterklas akan antar kado ke anak-anak.
Pelantang penghalau kebisingan. Ini yang terbaik.
- Pernah pakai? - Saat ini aku mau.
- Ini menghalau kebisingan. - Ya.
- Boleh kuambil? - Tentu tidak.
- Tiap kado untuk yatim tertentu. - Wah.
Anak-anak yatim ini, orang tua tiada dan mereka dapat kado?
Andai orang tuaku tiada seperti itu. Ambil itu.
- Tiga kado? - Bukan, ini.
Masukkan. Ke dalam rompimu.
Aku selalu ingin sepasang ini.
Sudah? Tutup. Tampak bagus.
- Detektif. - Apa kabar?
Terima kasih mau datang saat waktu mendesak.
Dan kau adalah?
- Jason, magang. - Sehebat apa kau, Jason?
- Bisa jadi yang terbaik. - Bagus.
Kau sudah berlatih jadi peri?
Aku merasa, setelah pakai kostum, aku jadi siap.
Kau bisa... mungkin, tari peri?
Itu pasti hebat.
Mari kita lihat.
- Oke. - Dan buat,
seperti lagu asli.
- Ya. - Itu...
- Bukan punyaku. - Tunggu.
- Wah. - Kubawa ini untuk anak panti.
Ini seperti punyamu dulu.
- Sial. - Siap?
- Ayo, lakukan. - Ayo, dengar Sinterklas.
Dia akan memberi tahu caranya.
Berdiri di sini, di sebelah Sinterklas.
Peri kecilku sudah tiba.
Jangan terganggu omong kosong Natal ini.
Kau di sini untuk penilaian ancaman. Waspadai bahaya apa pun.
- Bisa bicara sebentar? - Ya.
Acara malam ini harus lancar.
Tak ada masalah.
Kepopuleranku turun. Aku tak mau Humas negatif.
Jangan cemaskan itu, ya?
Tak akan ada masalah. Terry Seattle turun tangan.
Ini dia.
Astaga, kutinggalkan kau dua detik dan Sinterklas kena tusuk?
Bukan aku pelakunya. Harus kutarik?
- Sepertinya dia masih hidup. - Astaga. Sinterklas!
- Sinterklas, apa yang terjadi? - Aku ditusuk dengan permen tongkat.
Itu sudah jelas, Sinterklas, dan menancap di dadamu.
Siapa pelakunya?
Butter.
Mentega?
Mentega jadi kata terakhirnya.
Apa artinya? Apa itu ada artinya?
Kau seperti makan banyak mentega.
- Sedang berusaha kukurangi. - Astaga.
- Johnny. - Johnny?
- Johnny... - Johnny, kau... lepaskan janggutnya.
Astaga. Kau melibatkan Sean Hayes?
Gelandang legendaris John Blaze, masuk Hall of Fame.
Tadinya Johnny akan membantu mengantar kado ke panti.
Lalu, melempar bola futbol lewat panti.
Tampaknya rencana hidupnya dicegat.
- Itu hebat. - Terima kasih.
Dia masih hidup? Mungkin butuh bantuan pernapasan.
- Aku bersedia. - Kita coba memulihkannya.
- Johnny. - Coba...
Dia berpaling dariku.
- Lakukan. - Harus kutahan dan kubuka.
- Lakukan. - Tahan, buka.
Dia masih bertahan?
Dan terbuka.
Menurutku dia seperti hidup.
Sepertinya berhasil.
Dia mati lagi.
Kita sudah berusaha. Baik, dengarkan, Semua.
Gelandang legendaris
TKP BALAI KOTA
No comments yet. Be the first to leave one.