The first 200 lines.
Sudah masuk. Mulai intubasi.
JAM KELIMA PUKUL 12.00 - 13.00
Bantalan defibrillator terpasang.
Baik. Tahan kompresi.
Selang dipasang di saluran napas.
V-fib, isi daya 200.
Daya siap.
Siap.
Siapkan epinefrin.
Isap itu juga.
Slang bukan di esofagus, 'kan?
Tentu tidak. Sudah lewat pita suara.
Napas terdengar baik. Ada suara napas keluar.
- Parunya terisi darah. - Aku tahu.
Cek ritmenya.
Asistol. Berikan epi.
Sial.
Pasien dengan baki makan siang sudah dirawat.
Mereka dirawat inap, tunggu ranjang kosong di atas.
- Kalau yang lain? - Belum dirawat.
Boleh makan roti lapis dan minum jus, tapi pastikan bukan NPO.
Artinya nil per os. Bahasa Latin dari "pantang makan".
NPO menunggu operasi.
Mereka akan memohon dan mengumpat demi makanan, tapi kau harus kuat.
Aku menunggu sejam. Kapan aku diperiksa dokter?
Permisi!
Mungkin kau tak lihat ini dan itu aneh
karena ada di sekeliling.
Perilaku agresif pada nakes adalah tindak pidana berat.
Denda 2.000 dolar, mungkin dipenjara. Paham?
Baiklah. Aku cuma tanya.
Kami sibuk hari ini.
Ini libur akhir pekan. Pasien parah didahulukan,
bersyukurlah kau bisa menunggu.
Dasar bodoh.
Perawat kepala PTMC.
Silakan, Komando Medis.
Baiklah.
Dimengerti.
Pasien trauma tiba.
Ayo.
- Epi terakhir tiga menit lalu. - Tahan kompresi.
Asistol.
Lanjutkan RJP. Beri epinefrin lagi.
Isap lagi.
Pendarahan paru dari gagal ginjal.
Dia akan selamat?
Harus beri PCC?
Sudah terlambat.
Dia juga tak bisa pakai ECMO.
Tak ada cara lain?
Tidak. Kita sudah selesai.
Louie.
Pukul 12.07.
Perlu lakukan pertemuan?
Ada cedera sepeda motor lagi, tiba 10 menit lagi.
Mari bersihkan Louie, lalu pindahkan ke ruang duka.
Ya. Semua yang mau mendoakan bisa berkunjung ke sana.
Terima kasih.
Akan kubersihkan.
Mau rehat lima menit?
Atau sepuluh menit.
Pergilah. Ya.
Ini dr. Jefferson dari psikiatri.
Kenapa aku harus bertemu psikiatri?
Jada, kenapa harus bertemu psikiatri?
Semua akan baik-baik saja.
Dokter Jefferson bisa bantu.
Tahu kenapa kau dibawa kemari?
Paramedis bawa aku kemari.
Benar.
Aku kurang ingat. Tadi aku di perpustakaan.
Sedang apa di sana?
Aku belajar.
Aku berusaha belajar.
Namun, mereka bicara terus.
Siapa yang bicara terus?
Orang yang tak luluskan aku.
- Siapa mereka? - Itu kata mereka.
Hei.
Hei, lihat aku. Siapa yang tak meluluskanmu?
Mari beri privasi pada mereka.
Dia akan kabari saat selesai.
Mereka tak mau aku lulus.
Kutunggu di luar, ya?
Kutunggu di luar.
Kenapa mereka tak mau kau lulus, Jackson?
Mereka takut aku jadi pengacara.
Mereka takut kau jadi pengacara?
Dia pasti belajar dengan teman kuliahnya.
Mereka pasti tahu ada apa. Akan kuhubungi mereka.
Kalau perlu apa pun, panggil aku.
Baik. Terima kasih.
Ada apa?
Louie.
Meninggal?
Pendarahan paru-paru.
Cepat sekali.
Aku akan bersihkan dia.
Akan kubantu.
Pergilah.
Aku bisa tangani.
Semua baik-baik saja?
Aku tak bisa geser pispot.
Itulah gunanya aku di sini.
Suamimu sangat baik.
Berapa lama kalian menikah?
Lama sekali.
Hampir 20 tahun.
Lingkarkan tanganmu, kugeser pispotnya.
- Hitungan ketiga. - Ya.
Satu, dua, tiga.
Sekali lagi.
Bagus.
Dua puluh tahun? Luar biasa.
Ya.
Dia selalu mendampingiku menjalani selama ini.
Aku melihat dia putus asa.
Begitu pula anak-anak.
Bibiku juga alami itu saat pamanku, Gerald, sakit.
Namun, suamimu begitu karena cinta.
Aku tak tahu caramu lakukan itu,
merawat orang tiap hari.
Kuberi tahu rahasiaku.
Aku pulang saat jam kerja selesai,
melupakan semua ini,
dan kabur ke Love Island.
Bagaimana keadaannya?
Tambah dosis morfin agak berguna, tapi dia masih kesakitan.
- Baik. - Kuambilkan obatnya.
- 0,1 per kilo. - Terima kasih.
Ini ketamin berdosis rendah yang mengakibatkan fokus berkurang.
Kau mungkin merasa agak aneh, tapi bisa meredakan nyeri.
Suamiku masih di kantin?
Kurasa begitu. Mau kupanggilkan?
Tak usah.
Ada baiknya kami beraktivitas terpisah.
Kuambilkan selimut lagi.
- Kemarikan. Aku mau ke sana. - Terima kasih.
Kau pindah di sini?
Resmi keluar dari triase.
Perlu tenaga tambahan karena kekacauan Westbridge.
Sudah minum berapa gelas kopi?
- Jangan kritik. - Cuma tanya.
Kau mengkritik.
- Sudah tahu soal Louie? - Belum.
Pendarahan paru-paru. Meninggal.
Astaga.
Dia sering dirawat di sini.
Aku tahu.
Nanti ada pertemuan di ruang duka.
Kabar baiknya,
Perlah dan aku mau rayakan ulang tahun Javadi.
Ulang tahun ke-21.
Kalian memang licik.
Aku kurang bersosialisasi belakangan ini,
tapi aku pasti akan ikut memeriahkan.
Mari bahas pasien napi, Gus.
Klinik penjara kerap kekurangan staf,
maka kita harus cermat.
Apa kemungkinan diagnosis untuk kurang gizi?
Asupan tak memadai,
penggunaan metamfetamina, pencandu alkohol berat,
obat ADHD.
- Apa lagi? - Kanker mulut dan faring,
penyempitan esofagus, riwayat strok,
malaabsorpsi, penyakit radang usus, semua itu tak ada di rekam medisnya.
Kalau sebab psikososial?
Mungkin sengaja mogok makan.
Atau menolak makan agar dirawat di klinik.
Penyiksaan atau pengabaian.
Mulai periksa riwayat nutrisi usai dia dipindai.
Punya waktu untuk bahas Westbridge?
Mulai keluarkan pasien.
Di sini mulai penuh brankar.
Pasien Santos, Ogilvie, dan King siap keluar.
Akan kutanyakan.
Berapa pasien dari Westbridge?
Sepuluh. Entah berapa di ruang tunggu.
Ambulans akan membawa korban laka,
kutaruh dia di Trauma 2.
Bagaimana keadaan pasien napi itu?
Gus Varney. Tiga rusuk patah, saturasi O2 normal,
menunggu hasil CT.
Bila dia stabil dua jam lagi, keluarkan.
- Mulai keluarkan pasien. - Tunggu hasil CT.
Bisa keluarkan dia dari Trauma 1?
- Ya. Mana yang kosong? - Ruang 13 dan 14 akan keluar.
Ruang 15 usai Louie pindah ke ruang duka dan dibersihkan.
Pasien parasentesis, Pak Cloverfield?
- Ya. - V-fib.
Lakukan pertemuan usai tahu jumlah pasien dari Westbridge.
Gus ke Ruang 13, 14, atau 15?
Aku ingin dia mudah diawasi. Kalau di BH-2?
- Baik. - Kenapa dia tak diberi privasi?
Semua bisa lihat dia di BH-2 bagai monyet di bunbin.
Karena dia pakai baju napi,
utamakan keselamatan pasien dan staf.
Utamakan keselamatan. BH-2 lebih baik dari sel penjara.
Beda tipis.
No comments yet. Be the first to leave one.