The first 200 lines.
Ayo cepat!
Minggir!
Berengsek! Kurang ajar!
Minggir, cepat!
Cepatlah, Bos!
Taksi.
Apa yang kau lakukan?
Bukan masalah besar.
Menyetir dengan cepat mendapatkan banyak uang. Kau mengerti?
Baik, sampai jumpa!
Patung Liberty 3 lusin.
Empire State Building, 4...
Apa tidak terlalu berlebihan?
- Kaca mata hitam 30 pasang. - Untuk apa ini?
Semuanya sudah lengkap?
Delapan lobster kering.
Sudah lengkap, terima kasih.
Tenang saja dengan hasil kerjaku.
Lobster ini terlalu kecil.
- Masih mau lebih besar? - Tentu saja.
Tak cukup besar. Mereka tak akan tahu ini lobster luar.
Ini sudah cukup besar.
- Lebih besar. Lebih besar lagi. - Masih lebih besar lagi?
- Makan. - Makan apa?
Kaki angsa.
Selesai ronde ini dulu.
Aku makan duluan.
Ayo makan.
Kartu ini memberi mereka 3 pukulan.
- Kartu ini bagus. - Bagus?
- Begini... - Ada apa?
- Pinjamkan jam emas padaku. - Aku lagi?
Pulang kampung. Jam emasmu masih bisa dipertahankan.
Hanya meminjamkan padamu.
- Pakai jamnya dengan benar. - Tidak masalah.
Makan tidak makan tergantung jam tangan emasmu.
- Bagaimana? - Kau tidak salah?
Main kartu tidak boleh menepuk bahu.
- Mitos. - Lihat, hampir menang.
Kartu ini biasa saja. Kau tidak mengerti.
Pinjamkan kalung emas padaku.
Sudah meminjam jam emas. Pinjam kalung emas lagi?
Yang benar saja. Merepotkan orang.
Kau sudah memiliki 6 tahil emas di tubuhmu.
Ditambah 2 tahil lagi sudah 8 tahil.
Seorang pria jika tidak memiliki 8 tahil emas di tubuhnya.
Tidak bisa disebut sebagai pria. Benar, 'kan?
Taksi!
Sedang tak bertugas.
Hanya sampai Pecinan? Tidak jauh.
Aku baru mendapat green card . Green card !
Aku beri lebih banyak uang.
Tidak. Aku tidak mau ke Pecinan. Aku pulang ke China.
- Ke Pecinan saja. - Kau tahu China?
Ke Pecinan saja.
Aku pulang ke China!
Berengsek!
8 Tahil Emas
Terima kasih.
Permisi, beri aku segelas bir.
Nona, beri aku segelas bir.
Ada awan sedang melayang.
Di luar pesawat tentu saja ada awan.
- Maksudku di dalam pesawat. - Tidak mungkin.
Kapten mencarimu, cepatlah.
Para penumpang, pesawat menghadapi cuaca buruk.
Pesawat kehilangan kendali.
Sepertinya kita tidak bisa tiba di Shantou.
Semuanya tenang. Dengarkan aku.
Segera simpan barang-barang tajam.
Dan lepaskan sepatu, kacamata, gigi palsu, rambut palsu...
Dan perhiasan emas. Pakai sabuk pengaman.
Jika pesawat jatuh...
Ingat, pegang punggung tempat duduk di depan Anda dengan erat.
Letakkan kepala di atas tangan.
Masing-masing akan kuberikan selembar kertas.
- Untuk menulis wasiat. - Apa?
Aku akan menyimpannya dengan baik dan mengirimkan ke rumah kalian.
Tuan, tolong lepaskan perhiasan emas di tubuhmu.
Tidak! Aku khusus memakai 8 tahil emas untuk dilihat orang tuaku.
Sampai mati pun akan kupakai.
Asyik.
Sudah hampir mati, masih asyik. Duduk. Anak bandel.
Bagaimana cara menulis kata wasiat dari surat wasiat?
Dari zhu kata bambu .
Ayah, Ibu, sudah belasan tahun tidak menulis surat untuk kalian.
Tidak disangka surat yang aku tulis adalah surat wasiat.
Tidak ada yang aku tinggalkan untuk kalian.
Di Amerika hanya ada sebuah mobil taksi.
Kalian jual saja untuk hari tua.
Bai Feng Wan meminjam uangku.
Kalian tagih saja.
Jika dia tidak bisa membayarnya, sudahlah.
Jika kalian menemukan mayatku...
Ambillah 8 tahil emas di tubuhku.
Kembalikan 2 tahil pada Ma Tong Gai.
Gunakan sisa 6 tahilnya untuk merenovasi rumah leluhur.
Dan, ingatlah untuk menguburku di kampung halaman.
Jangan dikubur di Amerika.
Karena Bahasa Inggris-ku juga jelek.
Setelah mati masih harus berbahasa Inggris dengan mereka.
Kasihan sekali.
Sudah aman. Semuanya. Sekarang sudah tidak apa-apa.
Badainya sudah berlalu. Sudah melewati San Wei.
Bagus!
Tidak perlu menulis lagi. Buang saja kertas yang sudah terpakai.
Yang belum terpakai silakan kembalikan untuk digunakan lagi.
Masih ada lain kali? Gila! Tutup mulutmu.
Ini sulit dikatakan.
Waktu itu ada seorang temanku ke Shi An.
Menulis 3 kali surat wasiat dalam 2 jam perjalanan.
Semuanya bersandar dengan baik.
Lihat kamera. Tersenyum.
Jangan gugup. Rapat sedikit.
Sedikit lagi.
Desa Au Dou, Teman.
Teman? 200 yuan sertifikat uang asing.
Tidak pakai argo?
Tidak, argonya mati.
Aku juga sopir taksi. Bidang yang sama, beri aku lebih murah.
Empat tahap modernisasi, semua orang mementingkan uang.
Begini saja. Aku berikan 100 yuan sertifikat uang asing.
Ditambah sebuah korek api merek terkenal. Bagaimana?
Mainan ini bagus juga.
Tentu saja. Buatan Amerika.
- Apa yang tertulis di sini? - Buatan China.
Hidup Kemerdekaan!
Hidup Kemerdekaan. Bagus. Maju.
Pantang Menyerah.
Bersatu Untuk Mewujudkan Rencana Pembangunan "75."
Apa kabar?
Ayah.
Ayah. Ibu.
Ayah.
Kenapa? Minta dipukul?
Si Kepala Besar Khong.
Siapa kau?
Aku Si Kurus.
Si Kurus?
Si Kurus!
Dulu kau pergi begitu saja tanpa kabar.
Sekarang juga pulang tiba-tiba.
Nanti baru kuberi tahu. Kenapa kau di rumahku?
Aku menikahi adikmu.
Kau menikahi adikku? Hebat juga.
Omong-omong, Di mana ayah dan ibuku?
Mereka. Masuk dulu.
Kenapa ayah dan ibuku?
Masuk dulu.
Ayah dan ibu tidak apa-apa.
Terjadi sesuatu dengan adikku?
Adikmu juga tidak apa-apa.
Tetapi ada berita gembira.
Itu bagus.
Dia sudah melahirkan anak pertama. Anak perempuan.
Ayahmu ingin dia melahirkan anak laki-laki.
Kalau begitu melahirkan lagi saja. Tak masalah.
Tetapi tulisan di atas itu tidak mengizinkannya melahirkan.
Melahirkan sekali tidak apa. Lebih melanggar hukum. Lalu bagaimana?
Mereka pulang ke desa untuk melahirkan.
Jadi ayah dan ibumu juga pulang ke desa menemaninya.
Baik. Aku cari mereka ke desa.
Si Kurus. Kau mengenal jalan?
Tak masalah. Sejak usia 8 tahun aku sudah tinggal di sini.
Saat usiamu 8 tahun sudah memperoleh 3 bendera merah. Bodoh.
Apa yang ditakutkan?
Bantu aku mencari hotel. Yang high class .
- Apa itu high class ? - Yang berbintang.
Apa kau ingat adik sepupu di desamu?
Ingat. Waktu kecil aku berkelahi dengannya.
Si tomboy yang suka menggigit hidungku.
Mengingatnya saja aku kesal. Merendahkan harga diri pria.
Maaf. Tidak sengaja.
Dia bertunangan dengan orang San Fransisco.
Beberapa hari ini pulang ke desa.
Menunggu tunangannya datang menjemput.
Kalian pulang bersama saja. Ada teman.
No . Pria dan wanita lajang. Tidak bisa.
Dia pulang bersama adiknya.
Adik sepupumu pulang untuk sekolah.
Tidak. Aku paling benci wanita dan anak kecil.
Kau takut dia menggigit hidungmu lagi?
Ada apa ini?
Kenapa masih menggantung itu?
Menggunakan bahasa dengan baik.
Bagaimana ini? Belum datang?
Sudah datang.
Si Mulut Beo!
Sudah lama menunggu?
Kakak Sepupu, lama tidak bertemu. Hampir tidak mengenalimu lagi.
Si Mulut Beo.
Aku paling benci orang memanggilku mulut beo. Panggil aku Jenny saja.
Sudah memanggil bertahun-tahun. Aku tidak bisa mengubahnya.
Apa itu mulut beo?
Artinya bawel.
Mulut Beo, kita duduk di sebelah sana saja, ayo.
- Ayo sapa. - Paman.
Kakak Sepupu.
Sudah setua itu masih dipanggil kakak.
Duduk. Diam.
No comments yet. Be the first to leave one.