The first 200 lines.
SEMUA NAMA, KARAKTER, FAKTA, PERISTIWA DALAM FILM INI ADALAH FIKSI
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG
MENYALIN 2 ITEM DARI A004
Leha, berikan USB itu padaku. Jangan main-main dengan nyawa.
Ini bukan permainan.
Maaf.
Nona Leha, maaf, aku tak sengaja.
Sudah tiga kali ini terjadi.
Maaf.
Hai, Leha!
Baru pulang kerja, sedang lembur?
Ada apa dengan dia? Pergi begitu saja.
Mungkin dia sedang datang bulan...
Hai. Ya Tuhan!
- Ada apa? - Aku menubruknya seperti biasa.
Tapi sepertinya dia murung.
Jika begitu, besok tubruk lagi saja.
- Apa kau yakin? - Ya.
- Hei, ada apa? - Oh, dia pasti terlambat.
Itu sebabnya dia dilempar ke dalam. Mereka buru-buru.
- Tidaklah. Kurasa dia diculik. - Hei!
Jika diculik, dia akan buka jendela, minta tolong.
"Tolong! Tolong! Tidak, tuh"
Tolong! Aku diculik!
Sekarang, dia benar diculik. Ayo!
Hei! Keluar!
Keluar sekarang!
Kurang ajar!
Kuhajar kau!
Khai!
Kau baik-baik saja?
Leha!
- Leha! - Dia baik-baik saja?
Ambil tasnya!
- Aku gendong. - Ambil saja tasnya!
Oh, tidak!
Ayo pergi dari sini.
Setiap nyawa bergantung kepada kalian.
Kalian semua sudah kuanggap seperti keluarga sendiri.
Kita harus saling menjaga.
Tak apa-apa jika orang meremehkanmu.
Tapi, kalian semua harus ingat...
dengan seragam yang kalian semua kenakan,
dengan lambang PIKM di lengan kalian,
sebenarnya,
kalian semua adalah pahlawan tanpa tanda jasa!
Ingat itu!
Siapa yang menjaga sekolah?
Bank dan kantor. Siapa yang melakukan itu?
Itu kalian semua, 'kan? Para penjaga keamanan.
Sebagai pemberi kerja,
aku menganggap kalian semua,
agen-agenku sendiri, yang menjaga pabrik ini!
Itu saja dari aku.
Kuharap kalian mendapat manfaat dari sambutan ini.
Sekian, wabillahi taufiq walhidayah wassalamualaikumwarrahmatullahiwabarakatuh
Terima kasih.
Semua agen kini dapat kumpul dalam kelompok.
Agen, ya?
Sampai jumpa.
Penjaga baru? Baik!
- Adam, 'kan? - Ya.
Terima kasih.
Ikuti aku.
- Sani. - Siap melapor, Pak!
Ini Adam. Dia baru di sini.
Dia akan berada di tim kau.
Ini penjaga baru?
Benarkah?
Lihat baretmu. Perbaiki!
Seperti ini mau jadi penjaga.
Berdiri tegak!
Bapak tahu timku sudah profesional.
Kenapa pula ditambah anak baru?
Aku tak mau dia mengacaukan semuanya.
Begini, Sani.
Karena timmu adalah yang terbaik.
Bagus, gesit dan bertanggung jawab.
Itu sebabnya kuputuskan untuk memasukkannya ke timmu.
Agar dia bisa belajar dari yang terbaik.
Bagaimana kalau kau mengajaknya berkeliling?
Ayo mulai!
Bagus.
Pergilah!
Kau!
Aku sebaiknya pergi.
Mau ke mana kau?
Ke rumah sakit untuk jenguk Ibuku.
Ibumu sakit?
Hei! Ibumu meninggal tahun lalu. Bagaimana dia masih di rumah sakit?
Apa maksudmu...
Kenapa kau seperti ini?
Aku minta maaf. Kau harus menjaga Ibumu.
Bagaimana jika alat bantu hidupnya terbalik?
Lebih baik kau bawa hadiah.
Buah tin baik untuk kesehatan.
Kau yakin?
- Aku harus pergi. - Ya, pergilah.
Hei, itu tak berpengaruh padamu karena kau tak punya pangkat. Lihat aku.
Kau lihat? Gerak.
- Apa buahnya tadi? - Buah tin.
Baik.
Kenapa kau terburu-buru?
Maafkan aku, Pak Zaman.
Lain kali, biarkan mereka keluar dulu.
Ada banyak lantai yang harus kita awasi.
Hei!
Kau orang baru, 'kan?
Dengar!
Pekerjaan pengamanan keselamatan ini berbahaya.
Banyak risiko yang bisa terjadi.
Itu sebabnya aku dipekerjakan.
- Paham? - Paham, Pak Zaman.
Kau pergi ke mana?
Aku akan ke rumah sakit, mengunjungi Ibuku.
Yang benar saja. Kunjungi Ibumu atau Leha?
Sebelum ini kau kerja apa?
Aku dulu di PASKAL.
Jauhkan pikiranmu dari Leha, dia sudah ada yang punya.
Paham?
Tapi, kelinci pun kalah dari kura-kura.
- Diam. - Pergi sekarang!
Hanya satu?
Mereka hanya mengirim satu, Bos.
Pergi kalian!
Hei, sobat. Semua baik-baik saja?
Dalam bisnis ini, kita perlakukan seperti bisnis keluarga.
Kita harus saling jujur.
Salah satu orangku mengambil produk yang buruk.
Kau bisa kirim satu untukku secara pribadi, malam ini?
Tentu saja dari Filipina.
Orang-orangku akan memberimu sedikit penghargaan.
Terima kasih, Saudaraku.
Aku membawakan beberapa buah untukmu.
Terima kasih.
Buah tin (kalengan) ini baik untuk orang sakit.
Bagaimana perasaanmu?
Aku baik-baik saja.
Tanganku masih luka sedikit.
Tapi dokter mengizinkanku pulang besok.
Baguslah kalau begitu.
Sejak kau tak masuk kerja,
aku merasa sepi.
Aku juga ingin mengucapkan terima kasih.
Jika bukan berkatmu, aku tak akan ada di sini sekarang.
Oh, ya.
Omong-omong...
Ini... Ini kartuku.
Kau bisa menghubungiku jika kau memerlukan bantuan.
Simpan baik-baik.
Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.
Kenapa orang-orang itu ingin menculikmu? Apa kau berutang pada rentenir?
Leha, bagaimana perasaanmu hari ini? Apa kau baik-baik saja?
Di mana yang sakit?
Di sini.
Kau sebaiknya pergi.
Aku ingin bicara dengan Leha.
Hal-hal pribadi.
Ya, baiklah.
Leha, aku akan pergi sekarang.
Sedang apa kau baca hal itu?
Ini adalah masalah.
Tak hanya senjata saja yang diselundupkan.
Penyelundupan narkoba.
Sindikat perdagangan manusia.
Itu yang membuatku khawatir.
Kau tak perlu khawatir, kau pria. Tak ada yang mau menculikmu.
Kita seharusnya khawatir untuk wanita di luar sana, mengerti.
Apa?
Ada apa?
Apa?
Pak Murad, aku tahu dia ada di sini selama ini.
Ada lagi yang ingin dikatakan?
Kita tak bisa hanya diam saja.
Orang lain mungkin tak peduli, tapi aku peduli.
Apa maksudmu?
Kau pemula, bagaimana mungkin kau bisa mengerti?
Awal tahun ini...
tiga gadis Indonesia hilang tanpa jejak.
Hilang begitu saja!
Mungkin kembali ke Indonesia.
Jika kembali, kenapa semua harta bendanya ditinggal?
Aku ke rumah mereka. Semua barangnya masih ada.
Kenapa kau pergi ke sana?
Memeriksa mereka. Aku tak punya niat lain.
Pasti ada orang dalam yang terlibat dalam hal ini.
Hei! Berpikir dulu sebelum kau bicara!
Jika ada yang dengar, apa yang akan mereka katakan?
Menurutmu?
Menurut teoriku,
ada orang dalam yang terlibat.
Apa itu subadak ?
Bukan subadak.
Sumandak.
Hei!
Siapa kau?
Apa yang terjadi di sini?
Siapa kau? Kau ditahan!
Tenang, kau pemula. Ini bukan levelmu.
Jika itu yang kau mau,
No comments yet. Be the first to leave one.