The first 200 lines.
Mitsuki.
Aku tahu kau merasa lelah.
Lupa waktu?
Kenangan?
Tidak. Kau tak di sini. Aku harus bekerja.
Mitsuki, kau harus beri tahu jika mengalami gejala.
Tak di sini... Kau tak di sini...
Sentuh tanganku.
Tak di sini... Kau tak di sini.
Aku harus temukan pola...
Hentikan!
Kau harus beristirahat.
Kau harus biarkan benakmu pulih.
Aku akan ada di sini, Mitsuki.
- Kau di sini. - Aku di sini.
Sentuh. Pintasan sempurna.
Pintas sinyal ke otak.
Aku di sini.
Kau sudah lupa waktu.
Mengalami halusinasi?
Itu akan berlalu.
Aku akan bersamamu di sini selagi kau mempelajari bahasa alien.
Yang lain... ilmuwan lain.
Kau belum seperti itu. Aku berjanji.
Aku harus... Frekuensinya.
Aku melewatkan sesuatu.
Baik. Ceritakanlah.
Aku perlu data lagi.
Ada lusinan frekuensi.
Aku hampir bisa. Aku cuma tak bisa lihat polanya.
Jika aku bisa memecahkan kodenya, kita bisa memahami mereka.
Kau berusaha memperingatkanku.
Aku tak akan biarkan yang terjadi pada yang lain terjadi padamu.
Aku berjanji.
Beberapa jam lagi bila pikiranmu jernih, kita akan periksa data standarmu.
Aku tahu betapa pentingnya mempelajari bahasa mereka,
tetapi kau harus beristirahat.
Aku melewatkan sesuatu.
Mitsuki?
Aku melewatkan sesuatu.
Aku tahu itu di sini, aku hanya tak bisa mendengarnya.
Dengarkan aku. Pertama, kau lupa waktu.
Lalu kau terlepas dari kenyataan dari dunia luar.
Lalu kau kehilangan komunikasi. Itu yang terjadi dengan yang lain.
Yang lain?
Kau harus berhenti. Beristirahat.
Yang lain.
Kau belum sampai begitu, aku berjanji.
- Sudah kukatakan... - Itu dia.
- Itu dia. - Apa itu?
Mitsuki? Sedang apa kau?
Diam.
Aku perlu hening.
Diam!
Matikan itu.
Apa yang terjadi?
Aku tak tahu.
Kau salah.
Tentang apa?
Mereka tak kehilangan komunikasi.
Mereka hanya tak berkomunikasi dengan bahasa kita.
Mereka berkomunikasi seperti mereka...
para alien.
Apa-apaan?
Kode merah. Ada penyusupan!
Semua personel yang tersedia. Periksa kuadran utara.
Angkat tangan! Menjauh dari palka!
Tiarap, sekarang! Kataku, tiarap!
Kami akan menembakmu!
- Peringatan terakhir. - Tidak!
- Apa yang disembunyikan di bawah sana? - Diam!
- Kau menyembunyikan apa? - Kunci palkanya!
- Ayo! - Periksa lantainya!
- Amankan perimeter! - Ayo!
Lihat sesuatu?
Trev.
Itu benteng. Kau yakin mereka di sana?
Aku bisa mendengar mereka.
Kami akan mencari jalan masuk. Hanya kau dan aku, Alf.
Jika mereka melihat kita, kita anak tersesat.
Aku bisa jadi anak tersesat.
Aku lebih kecil.
Dan lebih manis.
Dia memang menambah keaslian.
Baiklah.
Tetapi Penny? Hei, Penny, kau turuti Jamila, ya?
Aku akan mengurus Caspar.
Terima kasih.
Alf.
Astaga. Apa?
Kau tak memercayaiku.
Ya? Kenapa kau berpikir begitu?
Tak apa.
Aku tak tahu apa aku memercayai diriku.
Maksudku, aku mendengar suara. Aku melihat hal yang tak kupahami.
Tak perlu cemas. Aku mengawasimu.
Bagus.
Hei, begini. Kau lama pergi.
Maksudku, sial, orang lama pergi,
dan kadang mereka kembali dengan berbeda.
Mereka memiliki keluarga lain atau entah apa.
Atau mendengar suara di kepala.
Tetapi kau pikir mungkin kau berbeda?
Mungkin kau bukan dirimu?
Jadi, aku siapa?
Mereka.
Aku tak akan menyakiti Jamila.
Aku tahu itu.
Sebab aku akan memastikannya.
Tampaknya kita lebih mirip daripada perkiraanmu.
Aku tak perlu adikekuatan untuk melihatnya.
Kurasa hanya dia yang tak melihatnya.
Melihat apa?
Tak ada. Sama sekali tak ada.
Baik. Simpan rahasia kalian.
Selagi kalian sibuk mengoceh, aku tahu cara masuknya.
Sedang apa dia di sini?
Kami merekam klik. Kode biner membangun Internet, satu dan nol.
Jika dia pulih, aku ingin dia kembali ke selungkup.
Dia belum pulih.
Gejala terburuknya sudah mereda, tetapi data kesehatannya masih tak stabil.
Aku tak peduli.
Pindahkan ini ke labku.
Aku akan merakit ulang di sana.
Apa yang akan dia pelajari dari para ilmuwan kelelahan itu?
Rasa takut? Kegagalan?
Aku ingin dia kembali masuk, dan aku kehilangan kesabaran.
Maksudku WDC hilang kesabaran.
Maksudku dunia.
Berapa lagi yang perlu mati
agar kau bisa sok jadi Bunda Teresa di ruang penuh orang teler
- yang hidup melampaui tujuan mereka. - Maksudmu tujuanmu?
Maksudmu tujuan dunia, Maya!
Katamu semua ini bersifat pribadi bagiku ibarat itu hal buruk.
Aku tak peduli penilaianmu. Moralitasmu yang sok mulia.
- Aku terbiasa. Begitulah aku sintas. - Jika kau tak peduli,
kenapa kau buang waktu mengatakan semua ini kepadaku?
Karena bukan aku yang berubah. Itu kau.
Gadis ini lebih bermakna bagimu, bukan?
Mungkin aku harus menaruhmu di ruanganmu itu, ya?
Menanyakanmu. Menganalisis kepalamu sebentar, Dokter.
Atau kita bisa menjalani tujuan kita.
Dan "kita" maksudku seluruh umat manusia.
Aku tak akan bicara kepadanya hingga dia siap.
Baiklah.
Aku saja.
Kau menakutinya.
Alien. Itu sebabnya itu menyerangmu dengan ganas.
Kau jadi terlalu dekat. Terlalu dekat dengan apa pun yang disembunyikannya.
Kita... Kau kini punya keuntungan.
Aku mulai mempelajari struktur bahasanya. Sintaksisnya.
Mungkin aku salah. Mungkin kaulah yang takut.
Begitukah?
Bukan alien yang memengaruhimu, itu Maya.
Yang lain. Kau takut akan berakhir seperti mereka.
Jadi, kau melakukan tepat seperti yang diinginkan entitas padamu.
Kau bersembunyi.
Jika aku bisa mempelajari bahasanya,
aku bisa meretas jalur komunikasi internalnya, aku bisa...
Kau bisa melakukan apa? Lalu apa?
Bagaimana jika itu tak mau bicara?
Bagaimana jika itu membohongimu? Memanipulasimu? Bagaimana kau tahu?
Kita tak mencoba mencari tahu cara berteman dengan entitas ini.
Kita di sini untuk menghancurkannya. Menghancurkan mereka.
Apa aku harus mengingatkanmu, dari semua orang, tentang itu?
Mereka membunuh kekasihmu.
Mereka membunuh keluargamu.
Mereka akan membunuh semua orang lain yang kaukenal.
Saat kau datang, Maya berkata kau bekerja karena rasa bersalah dan marah.
Dia cemas itu bukan penggerak yang baik.
Tetapi tahukah kau?
Itu adalah penggerak terbaik jika ingin menang pertempuran.
Menang perang.
Jadi kau bisa tetap di sini dan bekerja dengan rasa takut...
atau kau bisa bersiap dan melawan.
Itu menyembunyikan sesuatu. Masuk ke sana dan cari tahu.
ORANG HILANG AUSTIN GAMBLE
Apa yang kalian lakukan dengan mereka?
Apa yang kalian sembunyikan di sana?
Apa tujuanmu di Idabel?
Apa tujuanmu di Idabel?
- Bagaimana kau tahu melihat di kawah? - Yang benar saja.
Kita harus mempertinggi tingkat pembicaraan.
Ada lubang raksasa dengan petugas keamanan sedalam tiga lapisan.
Aku tak tahu kau pikir aku akan melihat ke mana.
Kami tahu semua tentangmu.
Tentu. Itu sebabnya kita membicarakan ini, bukan?
Kau sudah lama ada di luar.
Berhenti bertugas tepat ketika kami paling membutuhkanmu.
Serangan terbesar yang dikenal dunia. "Alasan keluarga".
Kau tahu pelatihan kita sama, bukan?
Istrimu berkata kau mengalami manik-depresif.
Jangan bicara tentang istriku.
Berkhayal menyelamatkan dunia.
Pasti sulit, ya?
Bekerja teratur.
Mengikuti aturan itu, berharap akan membuat perbedaan.
Tetapi kalian harus melihat keluar
karena aturan komitmen tak bisa diterapkan.
Tetapi kau terus memaksa. Mendorong.
No comments yet. Be the first to leave one.