The first 200 lines.
Halo?
Ketika aku masih belum menyadari betapa fananya hidup manusia.
Memangnya sepeda boleh masuk bandara?!
Mana aku tahu! Harus kita pastikan langsung!
Habisnya kereta Sansou sudah tidak beroperasi!
Sialan! Makanya aku benci kampung!
Aduh...
Roma! Kamu tidak apa-apa?!
Ternyata ada pintu menuju dunia tepat di samping kota yang menjemukan.
Bahkan dulu kami belum menyadarinya.
Kacau, si Kamogawa berlepotan tahi.
Lagi-lagi...
Roma! Kalau kabur lagi tidak akan kuberi uang saku!
Kamu yakin? Aku serius! Jangan menyesal!
Aku dengar mereka mau ke festival kembang api.
Ken dan kawan-kawannya.
Mereka heboh ingin pakai Yukata.
Mana pemantiknya?
Bawa saja ini.
Aku kasih gratis.
Roma, sampaikan pada ayahmu terima kasih untuk tomat yang kemarin.
Oke!
Kita mau ke mana waktu festival kembang api?
Toto! Selamat datang!
Ah, aku pulang.
DonGlees reuni!
Toto, kamu pulang jam berapa?
Ayah mau daftar kursus, beri tahu jadwal kita.
Iya, paham!
Nanti aku pulang cepat!
Apa-apaan potongan rambutmu?
Aku potong rambut di Harajuku.
Gak jelas banget!
Dasar anak kampung.
Aroma ini bikin rindu.
Ah, bukan begitu.
Bagaimana sekolah di Tokyo? Banyak cewek cantik?
Ya, begitulah.
Aku sudah jaga tempat ini sendirian gara-gara Toto membelot.
Padahal sudah kuajak kalian ikut ke Tokyo. Gara-gara kamu takut, sih.
Aduh!
Memang, sih...
Tapi cita-citamu sekolah medis, kan?
Mana bisa aku masuk jurusan begitu.
Maksudku tidak perlu SMA yang sama.
Kenapa banyak kembang api roket di sini?!
Pokoknya aku ingin totalitas.
Padahal tahun lalu tahun terakhir SMP, tapi acaranya mengecewakan.
Lihat ini, lima puluh Peledak Emas!
Tahun ini kita patungan lagi?
Tiap tahun seluruh siswa sekolah kami berkumpul di festival kembang api di kota sebelah.
Tapi kami tidak pernah diundang.
Ayo! Batang terakhir!
Air terjun emas Niagara!
Bakar!
Dih, melempem!
Kami tidak keberatan menonton kembang api besar lewat rekaman Sumidagawa.
Keren, rekamannya dari udara.
Mungkin direkam pakai drone?
Inilah festival kembang api kecil-kecilan tahunan kami.
Namun ada yang berbeda di musim panas ini.
Di sini Drop! Roma, akhirnya turun! Ganti!
Yang benar?
Ah, ganti!
Musim panas pertama kami di SMA,
ada tambahan satu orang lagi di DonGlees.
Sumpah! Ayo!
Yaitu Drop.
Ayo cepat!
Aduh! Drop! Tunggu!
Serius kita mau beli ini?
Sudah kubilang, harganya akan turun kalau tunggu sampai akhir.
Kalau kupakai seluruh uangku...
mungkin saja bisa.
Tunggu dulu.
Hei, Roma. Kamu percaya anak SD ini?
Jangan-jangan kita sedang ditipu.
Namanya Sakuma Shizuku, dia seumuran kita, kok.
Dia dipanggil Drop karena namanya berarti rintik?
Benar.
Bukan dari Sakuma?
Roma, tenang dulu.
Aku lebih tenang daripada ponimu.
Berisik, anak kampung.
Meski ada drone canggih, memangnya kamu bisa rekam dua puluh ledakan Peledak Emas?
Lima puluh.
Mana bisa kita luncurkan semuanya besok.
Padahal Toto sudah setuju.
DonGlees akan puas dengan festival kecil-kecilan.
Nama DonGlees ini...
Roma! Katanya kita bisa dapat bonus baterai super awet!
Yang benar?!
Jangan cemas, aku akan beli sendiri.
(Acara kumpul-kumpul sekolah sebelum festival kembang api)
Roma...
Roma?
Sedang ada bahasan tentang bayam. Dengarkan baik-baik.
Katanya Pak Nagano sedang cari nama untuk spesies baru.
Mungkin dia butuh usulan dari Roma.
Coba lihat, banyak daun besar di sini.
Keren, ya.
Dia bilang ukuran ini bisa jadi daun terbesar di dunia.
Kenapa aku?
Habisnya kamu yang paling bocah.
Ah, bukan. Sedang puber.
Nama-nama bayam banyak yang keren untuk anak muda.
Kalau tidak salah, kemarin ada yang namanya Kaisar.
Ayo, bantu Pak Nagano.
Kira-kira apa, ya...
Karena bayam raksasa, mungkin namanya bisa King Popeye?
Hitashi pakai King Popeye...
Dunia?
Roma, aku sudah tanya ayahku.
Katanya dia ke Irlandia!
Luar negeri?
Coba hubungi nomor rumah Tivoli.
Ke luar negeri? Sekarang? Ini nomor telepon rumah?
Ah, susah dibaca. Padahal tulisanku sendiri.
354...
Kamu sedang apa?
Habisnya kamu belum punya ponsel pintar.
Bukan begitu!
Aku harus segera berangkat kursus.
354212...
Katakan saja apa yang ingin dibahas.
Tunggu dulu! Lalu gimana kalau dia mau pindah ke luar negeri?!
Jangan cemas soal pulsa. Di masa depan aku bakal tajir melintir.
Ngomong apa, sih?!
Hus!
Hm.
Tidak diangkat...
Mungkin karena perbedaan zona waktu.
Tidak, semestinya di sana sudah jam 6 pagi.
Bego! Ganggu orang jam segitu!
Kamu yang bilang yang penting tahu alamat barunya!
Kamu takut karena harus sendirian.
Tunjukkan kegagahan terakhirmu di umur 15 tahun.
Aku ada di belakangmu!
Selama kamu percaya, kamu pasti dapat apa yang kamu inginkan!
Lah!
Aku harus bantu-bantu di ladang.
Umurku masih 15 tahun sampai musim panas tahun depan.
Tapi kita sudah kelas tiga SMP!
Aku sudah menentukan pilihan masa depanku hari ini.
Aku akan lanjut ke SMA Taki. Di sana ada jurusan agrikultur.
Aku bisa berangkat sekolah naik sepeda.
Ah, karena tentang dunia...
Aku tahu.
Karena dahan pohon besar Toneriko disebut bisa mencapai belahan dunia mana pun
maka namanya, pohon dunia Yggdrasil.
Hah?
Aku duluan!
Hitashi dari Yggdrasil?
Suaranya kencang.
Tapi kuat juga.
Aku sudah paham cara pakainya.
Tapi tidak ada rekaman video di ponselku.
Apa ada galat? Atau rusak?
'Kan bisa pakai kartu SD.
Iya, semestinya bisa direkam di situ.
Kenapa kamu beli barang cacat pakai semua uang tabungan, sih?
Ada gunanya, kok. Paling masalah aplikasinya.
Toto juga ingin punya drone, 'kan?
Itu tahun lalu. Jangan buang sampah sembarangan.
Ini harta karun.
Toto tidak ingin lihat dari atas?
Apanya? Kembang api?
Dunia.
Seandainya dunia kiamat besok, apa yang akan kamu sesali?
Kalau aku
akan paling menyesal kalau tidak bisa menemukan harta karunku yang tersembunyi di dunia ini.
Makanya aku ingin bisa melihat seluruh dunia dari atas.
Aku yakin pemandangan yang selama ini tersembunyi akan tampak dari ketinggian.
Bahkan harta karun yang kita kejar sampai ke angkasa pasti akan nampak di bawah kaki.
Hebat, kan?
Harta karun ini akan jadi bukti kalau aku hidup sampai hari ini.
Itu yang aku yakini.
Artinya...
dia bicara apa?
Entahlah.
Tapi aku juga ingin melihat dari atas.
Iya, 'kan? Bisa kamu bayangkan?
Mungkin bayangan kita berbeda.
Tapi...
seandainya aku bisa melihat mereka dari atas.
Sampah.
Ayo kita lihat mereka dari atas.
Kamu tidak tahu apa akan ada kesempatan atau tidak.
Makanya ayo kita lakukan hari ini.
Hah? Lakukan apa?
Kita sat-set dengan tegas lalu bilang pada mereka!
Sat-set?
Ayo, Roma!
- Aku?! - Sat-set bagaimana?
Tentunya dengan bantuan kita.
Aku juga?!
Kita teman, 'kan? Ayo terbang sama-sama.
Jadi, kalian mau incar siapa?
Cewek busuk semua.
Aduh, kalau aku punya ayang hari ini gimana coba?
No comments yet. Be the first to leave one.