Me

Me

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Me 2024 S01 ATVP WEB-DL DDP5 1 Atmos H 264-FLUX
A Commentary by tedi
Retail ATVP (10 eps)

Tags

webdl
Published on: 2024-07-24
Downloads: 24
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 152 lines.

Kata orang, aku tak pandai bercerita.

Bahwa ceritaku tak masuk akal.

Tetapi aku harus bagaimana lagi? Tak memberi tahu mereka?

Itu ceritaku.

Tangkap dia!

Aku tahu kau di sana!

Peluang terakhir.

Kau tamat, Ben.

Tamat riwayatmu.

Leonard?

Di mana Ben?

EMPAT, MUNGKIN LIMA PEKAN SEBELUMNYA...

SMP ERIC NUETZEL

- Ada nomor jamsosnya? - Ya.

- Kau perlu hal lain? - Semua beres.

- Kau punya nomorku. - Ya.

- Baiklah. Terima kasih. - Sama-sama.

- Senang berkenalan. - Aku juga.

- Sampai jumpa. Kau juga. - Selamat siang. Sampai jumpa.

Hei. Hai. Semua beres. Kau meneleponku, kirim aku SMS untuk apa saja.

Kau akan sangat senang.

Aku sayang kau. Ya. Baik.

Kenny, kau bisa menjaga pemuda ini? Dia anak baru.

Ya, aku Kenny.

Ben.

- Max. - Ya.

Kameranya, keren.

Begini, aku tahu bagaimana seharusnya situasi ini.

Kisah awal selalu terasa sama.

Kecuali kisahku.

Bagiku, situasi selalu membuatku kewalahan.

- Tidak. Dia cuma menjadi dirinya. - Hanya Jason menjadi Jason.

Itu lucu.

Tampaknya tak pernah ada jawaban mudah atau solusi gampang.

Aku merasa selalu bertanya-tanya, "Apa ini yang harus kulakukan?"

"Apa aku harus menjadi orang seperti ini?"

"Apa ini aku?"

Ben?

Ben?

Bagaimana hari pertamamu?

Bagus.

Bagus?

Lumayan.

Bagaimana denganmu, Max? Bagaimana harimu?

- Aneh. - Aneh?

Mengejutkan.

Aku penasaran.

Apa kau menjaga Ben seperti pembahasan kita?

Apa kita bisa bermain?

- Permainan? Kau tak jawab. - Ya. Dua kebenaran dan satu kebohongan.

- Max? - Kau tahu cara bermain?

- Ada di judulnya, bukan? - Jadi, ya?

Tunggu. Aku tak tahu cara bermainnya.

Beri tahu tiga hal tentang dirimu, hanya satu yang tak benar.

- Ini agar akrab. - Bagus. Ayo coba.

Ya. Ini cara yang bagus untuk tahu apa seseorang berkata jujur.

Kau mau mulai dahulu?

- Tak usah. - Baik. Aku saja, ya?

Aku dilahirkan dan dibesarkan di sini, di Boatright.

Kukira kau lahir di New Jersey?

Benar.

Itu kebohongannya.

Maaf, masih belajar.

Kau mau mencoba, Ben?

Kenapa kini giliranku?

Baik. Terserah, aku saja.

Begini.

Dahulu aku bersahabat dengan Danielle Cooper

sebelum dia memutuskan bahwa setiap pemuda di seluruh dunia

lebih penting dari persahabatan kami.

- Ayah, hentikan. - Maaf.

Nomor dua, kami pergi ke Arturos tiap tahun untuk ulang tahunku,

walau aku membencinya, karena ibuku menyukainya.

Dan nomor tiga,

aku berkelahi hebat di sekolah hari ini dan semua membicarakannya.

- Tunggu! Kau berkelahi? - Tunggu.

Salah satunya tak benar.

- Arturos? - Bukan, itu kesukaan Julia.

Perkelahiannya.

Ya. Itu kebohongannya.

Maksudku, ada perkelahian di sekolah hari ini, hanya aku tak terlibat.

Sedang apa kau?

Aku tak bisa tidur. Jadi... Kurasa kupikir...

Aku tak tahu apa yang kupikirkan.

Ya. Baiklah. Kisahmu agak buruk.

Kenapa kau terbangun?

Kudengar suara ibumu lewat tembok. Aneh.

Aneh bagaimana?

Dia bukan ibuku.

Kenapa kau tak menceritakan kejadiannya?

Karena dia senang. Aku tak mau merusak itu.

Ini. Dengar.

Bagaimana menurutmu?

Lumayan, kurasa.

Baik. Jadi, kau mendengarkan siapa?

Apa, kau tak punya, lagu favorit?

Aku paham, ya?

Kau di rumah baru, di sekolah baru, dan itu sulit diatasi.

Aku punya aturan, yaitu, bila kejadian penting terjadi...

Bum! Aku menciptakan ulang.

Seperti, ketika mereka bertunangan, rambutku jadi ungu,

lalu setelah pernikahan, merah muda.

Mungkin tak penting, tetapi kau harus tahu kau mau melakukan apa, menjadi siapa.

Aku ingin menjadi siapa?

- Sarapan! Ben! Max! - Aku mendengarmu.

Hei, Max. Kau tak mau menunggu Ben?

Aku tak tahu kami ada tamu.

Apa Ben mengizinkanmu masuk?

Kenapa kau menatapku seperti itu?* Apa...

Kau teman Max, ya?

Teman?

- Bagaimana kau masuk rumah? - Aku tinggal di sini.

Ibu?

Ben?

Ibu!

- Ben? Ben, di mana kau? - Bu, aku di sini!

Hei, jika ini semacam lelucon, ini tak lucu, ya?

Ini bukan lelucon.

- Dia tak ada di kamarnya. - Hubungi ponselnya.

- Kuhubungi. - Hei!

Peluang terakhir untuk jujur.

Ada apa dengan semua orang?

Kutemukan ponselnya.

Hei, Ben!

Baik. Cukup. Aku menelepon Darren.

Darren, ini Phil. Ada masalah sedikit...

- Apa... - ...di sini dengan Ben. Anak Liz.

Astaga.

Di mana Max?

SMP ERIC NUETZEL RUMAH TIM NEWTS

Max!

Max, tunggu.

UNDANG-UNDANG WILAYAH BERHENTI

Hei. Apa kabar, Kenny?

Ini aku, Ben, adikmu.

Lucu.

Aku serius. Ada yang terjadi semalam dan aku terbangun seperti ini.

Diam, Kenny.

Dan kau mungkin mau mempertimbangkan mengganti piamamu.

Mungkin pembicaraan kita mencetus sesuatu.

Seluruh penciptaan ulang itu.

Katamu aku bisa menjadi siapa pun sesukaku dan inilah aku.

Kau berharap aku memercayai itu?

- Itu kebenarannya. - Itu kisah terburuk.

Memang. Tetapi lalu semalam katamu kisahku juga buruk.

Kumohon.

Max. Kau harus memercayaiku.

- Baik. Aku percaya kau, Kenny. - Max, kumohon!

Dahulu aku berpikir kau baik, tetapi jelas...

Aku salah.

- Bagaimana kau... - Entahlah. Tetapi apa kau percaya aku?

Kau tak bisa kembali ke sana. Tidak dengan piama.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left