BLUE EYE SAMURAI

BLUE EYE SAMURAI

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Blue Eye Samurai S01 NF WEB h264-EDITH
A Commentary by tedi

Tags

web
Published on: 2023-11-03
Downloads: 123
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

TAHUN 1633, JEPANG MENUTUP PERBATASAN DENGAN DUNIA LUAR. SEPENUHNYA.

WARGA TAK AKAN PERNAH LIHAT WAJAH PUTIH ATAU YANG BUKAN JEPANG.

ANAK BLASTERAN AKAN DIANGGAP HINA.

MENYEDIHKAN.

KOTOR.

MENGERIKAN.

DARI MASA INI MUNCULLAH SEBUAH LEGENDA.

SEORANG PENDEKAR PEDANG.

SEBUAH PEDANG.

DENDAM KESUMAT.

Ringo.

Pelanggan. Bercaping besar.

Selamat datang. Akan kubawakan teh. Tak enak, tapi panas, dan kau kedinginan.

Aku akan membawakanmu lap untuk mengelap ingus,

dan soba besar yang enak buatan kami.

Jujur. Tehnya tak enak, sobanya enak.

Gempal! Berikan aku mi lagi, cepat!

Habiskan makanan kalian!

Aku membeli kalian mahal dari ayah kalian.

Rumah-rumah bordil berani bayar mahal jika tubuh kalian berisi, Kurus. Makan!

Ayo! Cepat!

Jika Muncikari itu bunuh orang di sini, bisnis kita kacau.

Cepat, jangan tumpah!

Enak, bukan?

Akhirnya!

Makanlah, Nona-nona. Habiskan!

Makhluk apa kau ini? Seekor Anjing?

Kau suruh anjing sajikan makanan!

Maafkan putraku. Setiap hari dia selalu memecahkan piring.

Ringo, bersihkan dia!

Maafkan aku.

Maaf.

Aku harus membunuh anjing lumpuh ini.

Aku bukan anjing.

Apa kau baru saja menggonggong?

Apa kau tahu siapa aku?

Aku Hachiman si Muncikari.

Tidak ada yang berani macam-macam dengan Hachi!

Mengesankan. Aku belum pernah melihat pistol seperti itu.

Isi amunisi dari depan, bukan pistol Jepang.

Ini desain Eropa, bukan?

Kalau memang begitu, pistol ini ilegal.

Hachiman si Muncikari.

Tentu saja, aku tahu sepak terjangmu.

Kau selalu membeli gadis dari setiap desa.

Pistolmu itu menunjukkan temanmu pejabat.

Kenapa kau tahu banyak tentang Hachi?

Mungkin aku telah mengikutimu.

Hachi yang terkenal dengan pistolnya itu.

Aku suka pistol seperti itu. Katakan saja kau membelinya dari siapa.

Persetan denganmu.

Kau harus mengatakan dari siapa kau membeli pistol itu.

Kau mau melawan peluruku dengan pedangmu?

Kau tak sepadan dengan pedangku, bahkan dengan pedang ini.

Ambil pistolnya jika kau mau! Ambil!

Jangan!

Itu pistol kotor dari tempat yang kotor. Aku tidak mau.

Aku mau tahu siapa penjualnya.

Katakan sekarang!

Heiji Shindo. Aku membelinya dari Heiji Shindo!

Heiji Shindo.

Di mana Heiji Shindo?

Aku tidak tahu! Sumpah!

Dasar iblis blasteran bertatapan kosong!

Kau terlihat seperti onryō.

Aku menemukanmu! Aku ingat jalan pintas ini jadi bisa menyusulmu.

Saat ulang tahunku ke-7, kami ke kuil.

Aku pipis, tersesat, lalu tiga hari tidur dengan tanuki,

makan daun, kumbang, dan jadi mengenal hutan ini, jadi...

Pulanglah.

Aku benci rumahku!

Aku mohon. Seumur hidup aku selalu saja salah,

tapi sekarang aku tahu harus bagaimana.

Menjadi seorang samurai, sepertimu.

Angkatlah aku jadi muridmu. Aku akan melakukan apa saja.

Angin sepoi-sepoi pun bisa membuat bangau keluar jalur,

sedangkan kau adalah... angin topan.

Aku mohon! Aku kuat, bisa bawa barangmu,

dan kau bisa makan soba enak setiap hari!

Aku akan melakukan semua perintahmu... Master.

Apa pun agar aku bisa belajar menjadi sepertimu.

Sepertiku?

Meskipun cacat, kau tetap kuat.

Bagi yang tersesat di kegelapan, bara bisa menerangi jalan.

Terima kasih atas baranya.

Sudah begitu lama aku tersesat jalan.

Aku mohon.

Biarkan bara ini menerangi jalan dari Heiji Shindo ke orang yang kucari.

Tuntunlah langkahku sampai aku menemukan mereka.

Berilah aku kekuatan untuk membunuh mereka.

Atau biarkan aku mati.

Aku mohon lindungilah Bapak Pedang dari waktu dan mara bahaya.

Kau mau melompat?

Silakan.

Melompatlah.

Kau pikir bisa melawan kami?

- Yatim piatu? - Aku tahu siapa dirimu.

Ibumu yang pelacur itu bunuh diri

karena ayahmu adalah seorang setan putih.

Sudah kubilang.

Mata bulat.

Seperti seekor anjing.

Surga melempar harta karun.

Satu, dua, dan...

Bawa pergi mangkuknya. Terima kasih.

Kau masih belum pergi juga.

Kau ada tempat tujuan, 'kan?

Ya.

Kalau begitu, pergilah. Sekarang. Selamat tinggal.

Ini logam yang aneh.

Sungguh pagi yang dingin.

Senang sekali kalau ada yang membuatkan teh.

Senang sekali kalau ada yang mengambilkan penjepit.

Yang lebih panjang.

Senang sekali kalau ada yang menempa untuk menghilangkan impuritasnya.

Senang sekali kalau ada yang melakukannya sesuai ritme.

Ayo, Semua. Terus bergerak. Cepat!

Berikutnya!

Tiket ini tak sah.

Itu milik suamiku.

Tiket ini tak sah jika tanpa dia.

Berikutnya!

Dia sudah meninggal. Dia hanya menjual keranjang buatanku ini.

Tolonglah atau anak-anakku akan kelaparan.

Kau tahu tanpa pendamping, wanita dilarang bepergian, 'kan?

Berikutnya!

Tunjukkan tiketmu.

- Berikutnya. - Aku mohon!

Permisi. Bisakan kau memberitahuku...

Permisi. Bisakah kau menunjukkan...

Awas, Berengsek.

Maaf.

Aku mencari sesuatu, tapi Kyoto sangat luas.

Apa kau tahu di mana Dojo Shindo?

Shindo?

Itu dojo kami.

Kau mau mendaftar?

Kau tampak seperti pengemis buta.

Jika kau bisa menunjukkan lokasi dojomu, aku akan sangat berterima kasih.

Tentu saja. Ikuti jalan menuju kuil. Setelah melewati gerbang,

ada tanda di seberang pertunjukan boneka. Semoga berhasil.

Sepertinya kau tersesat, Anak Muda. Mari masuk.

Istirahatlah.

Aku mencari Dojo Shindo.

Menurutku... bukan yang ini.

Ini lebih baik lagi. Ini Rumah Shindo.

Jika mau pamer "ilmu pedang", kau bisa melakukannya di sini.

Kami bisa memoles "ujung pedangmu".

Maaf, aku harus menolaknya.

Urusanku ini mendesak.

Mayoritas pria menjamah dahulu, lalu baru tanya harga.

Kau berbeda.

Kau santun, manis.

Namun, tegas.

Baik, berjalanlah ke timur menuju Sungai Kamo.

Naik jembatan ke kuil berpatung menyeramkan.

Letaknya di atas bukit.

Semoga bisnismu hari ini sukses.

Berapa harga satu malam?

Untuk tiga malam?

Semua sudah dibayar.

Santai saja dan nikmatilah.

Apa kau pernah tidur dengan wanita?

Maka, kau harus belajar.

Bulat, keras, seperti labu. Kau bisa sedikit kasar dengannya.

Kau harus lebih lembut dengan bagian ini, yang empuk seperti persik matang.

Kau suka buah persik?

Buah persik.

Minggir! Beri jalan untuk Putri Akemi!

Minggir! Beri jalan!

Aku tahu kebijaksanaan Ayah tanpa cela.

Aku tunduk sepenuhnya pada titah Ayah.

Aku akan terbilang lalai jika tak membahas masa depanku.

Apa kau bicara dengannya, Seki? Katakan!

Aku baik-baik saja, Akemi. Terima kasih sudah bertanya.

Pagi tadi aku sempat menyinggungnya,

dan sekarang dia menyuruhku menjemputmu.

Saat kau bicara dengannya, jangan lupa untuk memelankan suaramu.

Jadi, aku harus bicara seperti anak kecil.

Atau seperti wanita yang ingin mendapatkan apa yang diinginkannya.

Ayah, maaf sudah mengganggu...

Kelak Tomoe jadi bangsawan hebat. Dia melakukan apa yang dia mau.

Saat ini Tomoe ingin berantakan!

Namun, kau, Mutiara Ayah,

kau punya tugas lain, bukan?

Menciptakan aliansi dengan menjadi istri menyenangkan bagi pria hebat.

Ayah dapat kabar kau punya pendapat tentang siapa yang ingin kau nikahi.

Aku tahu kebijaksanaan Ayah tanpa cela.

Aku tunduk pada titah Ayah, tapi aku akan lalai jika...

Apa kau tahu akibatnya jika memberi manisan pada babi?

Tentu saja tidak.

Hidupmu selalu bergelimang kemewahan.

Kau belum pernah lihat lumpur kandang babi.

Ayahmu bukan peternak babi seperti kakekmu itu.

Jika terlalu banyak diberi manisan, gigi babi akan busuk dan gusinya bernanah.

Infeksinya masuk ke otak,

dan babi itu harus dipotong sebelum besar tubuhnya ideal.

Babi tak bisa disalahkan. Ia babi dan akan makan sepuasnya.

Kesalahan terletak pada peternak

yang tahu akan hal itu.

More Indonesian subtitles for BLUE EYE SAMURAI

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left