The first 200 lines.
DIADAPTASI DARI NOVEL KARYA XING LING
Pada musim dingin tahun keenam Jiachang,
Bangsawan Jing'an, Di Yongning, dituduh berkhianat dan bersekutu dengan musuh.
Total 80,000 prajuritnya mati di bawah Gunung Qingnan,
dan dia bunuh diri karena takut dihukum.
KEDIAMAN BANGSAWAN JING'AN
Kaisar Jiachang, Han Zhongyuan, sangat marah,
memberi dekret untuk membunuh sembilan keturunan keluarga Di.
GU YUNNIAN, BANGSAWAN ZHONGYI JIANG YU, PERDANA MENTERI KIRI
Sedangkan Putra Mahkota, Han Ye,
menggunakan alasan wasiat Kaisar Pendiri
yang menjadikan putri keluarga Di, Ziyuan,
sebagai istri Putra Mahkota, memohon dekret untuk mengampuni nyawa Di Ziyuan.
Jangan!
Jangan bunuh kami! Jangan!
- Jangan! - Hentikan!
DI ZIYUAN, PUTRI KELUARGA DI
Seluruh keluarga Di memberontak, dihukum mati sembilan keturunan.
Omong kosong!
Semua di kediaman Bangsawan Jing'an mengabdi dengan setulus hati,
tak mungkin memberontak!
Di Ziyuan,
kini giliranmu.
Hentikan!
Jangan bunuh dia!
HAN YE, PUTRA MAHKOTA NEGARA DAJING
Putra Mahkota.
Putra Mahkota.
Di Ziyuan, terima dekret ini.
"Pemberontak, Di Yongning,
bersekutu dengan Qin Utara untuk menyakiti rakyatku.
Maka, sepantasnya darah keluarga Di
digunakan untuk menegakkan hukum dan keadilan.
Karena itu, sembilan keturunan keluarga Di dihukum mati.
Di samping itu, Di Ziyuan, putri Di Yongning, akan dikurung
di Kuil Yongning, Gunung Dai.
Berangkat secepatnya,
dan jangan turun gunung seumur hidup."
Putra Mahkota,
menurut hukum Negara Dajing,
Di Ziyuan harus dibunuh.
Gu Yunnian, baca baik-baik.
Ziyuan,
meski ini dekret Kaisar,
tapi posisi istri Putra Mahkota tetap milikmu.
Itu hanya angan-angan.
Meski Mendiang Kaisar mengangkatku sebagai istri Putra Mahkota,
tapi, Han Ye,
kini di keluarga Di hanya tersisa aku seorang.
Apa menurutmu
aku masih bisa jadi istri Putra Mahkota?
Gunung Dai jauh.
Ziyuan,
jaga dirimu.
PAVILIUN CAIWEI
ANOTASI ORTOGRAFI 13 KITAB KLASIK
Putra Mahkota,
kau hanya mau menikahi Di Ziyuan.
Saat keluarga Di dimusnahkan, dia menolak menjadi istri Putra Mahkota.
HAN YE PUTRA MAHKOTA NEGARA DAJING
Dia sudah sepuluh tahun dikurung di Gunung Dai.
Meski terus dikirimi hadiah,
dia tak pernah membalas.
Putra Mahkota kerap membantah kehendak Kaisar,
tak mau menikahi selir.
Apa ini sepadan?
Ji Li,
setelah semua ini dibayar,
bungkus dengan kertas minyak.
Baik.
- Berhenti! - Kementerian Hukum mau menangkap!
Bangun!
Jalan!
Bawa dan tahan mereka.
Cepat!
Tuan Luo.
LUO MINGXI, MENTERI HUKUM
Putra Mahkota terus mengirim hadiah
ke Gunung Dai tiap tiga bulan.
Selama sepuluh tahun.
Sayangnya, itu tetaplah benda mati,
berbeda dengan manusia.
Apa ucapanku salah?
Sejak kecil, Ziyuan dilindungi olehmu.
Kukira di seluruh negara ini,
hanya kau yang tahu aku hanya akan menikahinya.
Kenapa kau bersikeras?
Kaisar sudah lama merencanakan pernikahan lain untukmu.
KEBAHAGIAAN ORANG TUA
Maka, aku memohon dekret
untuk ke Selatan dan membasmi bajak laut Dongqian,
demi mengatasi ancaman di bagian Tenggara.
Jika ini berhasil,
semoga aku bisa memohon pada Kaisar
agar Ziyuan bisa turun gunung.
Luo Mingxi.
Panggil aku Tuan Luo.
Tuan Luo.
Aku ke Jingnan tanpa tahu kondisi pastinya.
Jika waktuku terulur,
- tolong hadiah ini... - Putra Mahkota.
Maaf aku tak bisa membantumu
mengirim hadiah ke Gunung Dai.
Jaga dirimu dalam perjalanan.
Aku masih ada urusan.
Aku permisi.
DESA ANLE, JINGNAN
KESEMPATAN DATANG
Karena kesempatan datang,
pasti akan ada tamu penting.
Putra Mahkota, perahu bajak laut Dongqian
mendekati pesisir lagi.
Segera antar surat ini ke Barak Tenggara.
Saat waktunya tiba, kirim prajurit
- untuk membasmi bajak laut. - Baik.
Melihat langit,
sepertinya akan hujan.
Ada rencana?
Kondisi ini mendesak.
Akan kuperiksa dermaga lagi.
Aku akan menemuimu lagi nanti.
Baik.
- Hujan. - Cepat.
Sebentar lagi sampai.
Ji Li,
beri mereka payung ini,
lalu antar surat ini ke barak.
Putra Mahkota,
tubuhmu sangat berharga.
Mana boleh begini?
Cepat.
Putra Mahkota harus jaga diri.
Ini,
payung untuk kalian.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Ziyuan,
sudah sepuluh tahun.
Kali ini aku harus singkirkan ancaman laut
dan menyambutmu turun gunung.
Kapal bajak laut Dongqian begitu angkuh.
ARMADA BAJAK LAUT DONGQIAN
Putra Mahkota Han Ye sangat bijak,
auranya sangat menonjol.
Itu orangnya,
persis seperti kata Kepala Desa.
RUMAH TEH ZHOU
Ayo.
Kita kabari yang lain.
Ternyata dia.
Pada cuaca seburuk ini,
mengapa dia tidur di sini?
Nona.
Penjahat, kau mau merampokku saat aku lengah?
Tindakanku kurang pantas, hingga kau salah paham.
Aku melihatmu tidur di sini dengan pakaian tipis.
Aku hanya takut kau masuk angin.
"Hanya" itu?
Lalu, mengapa sembunyi-sembunyi?
Aku sudah menjelaskannya.
Pria dan wanita berbeda,
mohon kau menjaga sikap.
Auramu luar biasa.
Kau terlalu memuji.
Apa aku tak boleh memujimu?
Aku sudah salah menuduhmu.
Kau orang baik.
Tidak apa-apa.
Di sana basah.
Duduk di sini.
Tidak perlu.
Terima kasih.
Nona,
jangan tidur sendirian
di tempat seperti ini.
Kenapa tidak boleh?
Aku bisa tidur di mana pun.
Apa masalahnya?
Jika seperti itu,
kau mudah bertemu penjahat.
Bertemu penjahat yang menyelimutiku dengan baju
untuk mengadang hujan?
Maaf, aku salah bicara.
- Kemari, dia di sana. - Di mana?
Pengintai Dongqian datang.
Lari!
Nona.
Nona.
Di sana!
Cepat!
Jangan lari!
Nona.
Nona.
Tak perlu lari lagi.
Mereka tak mengejar kemari.
Belum tentu. Mereka sangat jahat.
Kau jelas dari keluarga bangsawan,
tak berpengalaman soal ini.
Kelihatannya kau sangat berpengalaman.
Apa pekerjaanmu?
Tiap orang punya aura
No comments yet. Be the first to leave one.