The first 200 lines.
Patience, ini mungkin kolaborasi dengan Waymo, bukan begitu?
Ya.
Kita dalam Waymo
yang berarti banyak waktu bagiku untuk mempelajari dialogku.
Sambil menangani memo suara.
- Apa yang harus kulakukan? Aku lupa. - Baiklah. Ya.
- Jadi, gulir ke bawah dari "Foto"... - Ya.
dan tekan audio.
- Ya. Mengerti. Sudah menyala. - Ya, kau bisa bicara.
Billy, aku meninggalkanmu memo suara, bukan "pesan suara" per permintaan.
Salam untuk Patience atas dukungan teknisnya.
Hanya ingin tahu apa kau mendengar sesuatu
setelah kau mengirim suaraku ke studio.
Josh dan Mary tak pernah mengatakan apa pun kepadaku
selama rekaman semalam.
Apa mereka mengatakan sesuatu kepadamu?
Mungkin itu semua normal.
Kekhawatiran yang sia-sia.
Aku yakin kau akan menelepon atau berkata...
Mungkin kau lupa menekan tombol kirim.
Terkadang aku juga melakukan itu.
Jadi, semua baik-baik saja.
Asal kau tahu, "Jangan ganggu" darimu menyala.
Ini pukul 10.00, jam kerja, jadi, semua baik-baik saja.
Terkirim. Baiklah.
Apa isi kantong itu?
Aku membelikan lilin inspirasi untuk semua orang.
Punyamu ada di atas sini.
Untukmu.
Punyamu bertuliskan "Kekuatan".
Ya. Untuk apa plester di jarimu?
Aku digigit hewan yang kuselamatkan.
Apa yang terjadi?
Aku tidak tahu di mana semua orang.
- Hei, Bev, di mana semua orang? - Di ruang ganti mereka.
Ada seseorang dari NuNet yang ingin menemuimu.
Baiklah. Ya. Terima kasih.
- Valerie. - Ya.
- Hai. - Hai, ya.
- Brandon... - Wallick. Ya.
Hai.
- Ini kru dokumenternya? - Ya.
- Ya. - Menyenangkan.
Bisa kita bicara empat mata?
Kenapa?
Tentu. Ya. Ini dia.
- Bawa itu ke kamar gantiku. - Tidak, aku bagian media sosial.
Aku tahu, ini bantuan untukku. Butuh privasi.
Benar, bukan? Aku tak membutuhkanmu.
- Terima kasih. - Ya.
- Kau ingin kami... - Pribadi.
- Terima kasih. - Baiklah. Ya.
- Kami menerima memo suaramu. - Ya.
Terima kasih untuk itu. Mereka sudah pergi.
Mereka sudah pergi? Siapa?
- Pasutri itu. - Josh dan Mary?
Josh dan Mary sudah pergi? Baiklah.
- Karena ucapanku? - Karena mereka tidak 100 persen.
- Baiklah. - Mereka pun setujui pengambilalihan.
Kami memiliki nama mereka, kami memiliki kebungkaman mereka.
Jadi, semua baik-baik saja.
- Uang dibelanjakan dengan baik. - Baiklah. Aku mengerti.
Bagus. Jadi, sekarang apa?
Kita ganti mereka, bukan?
Kami sudah mempekerjakan orang baru.
Sudah diganti? Baiklah.
- Hei. Selamat pagi. - Hai. Ya.
Aku butuh waktu sebentar, ya?
Kami sedang bicara, jadi...
- Baiklah. - Ya.
Bagus. Terima kasih.
- Baiklah. - Ya. Baiklah. Terima kasih.
- Terima kasih, Marco. - Itu Marco?
Dia yang kami pekerjakan.
Dia yang...
Menggantikan...
Penggantinya adalah Marco?
Kau bilang hanya Marco yang membantumu.
Emosi sesaat, kau tahu.
Mungkin seharusnya tidak kukirim, tapi...
Tentu, dia hebat sebagai asisten penulis.
Bukan penulis.
Dia hanya ingin menjadi penulis agar bisa beli rumah bagus.
- Mari kita belikan dia rumah. - Ya.
Ini membuatku gugup, kau tahu?
- Hanya... - Masalahnya, Valerie
tak harus penulis.
Kau punya Allassist
yang punya semua penulis terhebat di ujung jarinya
dari Shakespeare, Charles Bersaudara, hingga siapa pun yang hebat kini.
Ya. Hanya saja, dia belum pernah melakukan ini.
Karena dia bukan pemimpin acara.
Menariknya, kami bertanya-tanya
apa kita butuh pemimpin acara.
Kau punya Allassist, sutradara yang kompeten.
Para pemimpin acara terakhir... Siapa nama mereka?
- Josh dan Mary. Ya. - Josh dan Mary.
Mereka berusaha semampunya untuk membuat acara ini tidak tayang.
Tapi uji episode perdananya bagus.
Benarkah? Jadi, kau mengujinya dan hasilnya bagus?
Hasilnya bagus.
Kau tahu lebih banyak tentang sitkom
daripada aku, mereka, atau siapa pun di NuNet, bukan?
Benarkah? Apa itu benar? Baiklah.
Secara pribadi
aku hanya ingin berterima kasih karena menjadi acara NuNet
yang paling tak merepotkan bagiku.
Hasilnya bagus dan paling tak merepotkan bagimu.
Bagaimana?
- Ya. - Jadi, pertahankan.
Baiklah, ya. Akan kulakukan.
- Baiklah. - Baiklah. Terima kasih.
Brandon.
Kau ingin aku bilang apa kepada aktor lain?
Apa kita perlu memberi tahu mereka sesuatu?
Aktor bisa panik
saat keadaan tiba-tiba berubah.
Kau tahu apa yang tak boleh dikatakan.
Baiklah.
Ya. Lalu aku akan mencari tahu...
Ya. Terima kasih.
- Ya. - Baiklah.
Baiklah. Ya.
Terima kasih. Ini bagus sekali.
Bagus, bukan? Ya, aku tahu.
Aku ingin berbagi kabar dengan kalian.
Sudah kuduga.
- Siapa yang dipecat? - Bukan kau.
Mengerti? Atau kalian semua. Ya.
Tapi Josh dan Mary sudah pergi.
Apa? Bagaimana mereka bisa pergi? Mereka kreator acara ini.
- Itu tidak adil. - Kuberi tahu apa yang tidak adil.
Mereka lebih suka membuat animasi.
- Mereka bilang benci aktor. - Kau tahu? Persetan dengan mereka.
- Ya, aku tahu. - Aku meminta muffin.
Patience hanya membantu kita.
Dia staf media sosialku, bukan Starbucks.
- Tepuk tangan untuk Patience. - Ya.
Jadi, ya, Josh dan Mary sudah pergi.
Haruskah kita mencoba mendapatkan mereka kembali?
Apa maksudmu? Kita tak butuh itu.
Bahkan jika mereka membenci aktor, dan itu bisa kumengerti
mereka menulis beberapa hal bagus untuk karakterku.
- Astaga. - Apa?
Sejauh yang kutahu
sebagian besar naskah ditulis oleh penulis ketiga.
Ya, penulis ketiga bernama Al.
Aku belum pernah melihat penulis ketiga.
Dia bekerja dari jauh.
Kenapa dia bekerja dari jauh?
Entahlah, kurasa salah satu penulis yang tak bisa meninggalkan rumahnya.
Apa dia mengidap emfisema?
Aku tidak boleh bertanya, bukan? Aturan HIPAA.
Mungkin ada banyak alasan, tapi mungkin dia benci mengemudi
atau membenci LA, atau membenci dirinya sendiri, bukan?
Apa dia menulis episode yang kita dapatkan pagi ini?
Karena itu sangat lucu.
Kurasa begitu.
Penulis yang belum pernah kita lihat.
Itu terasa mencurigakan bagiku.
Patience, ini, kau mau membelikan Walter...
- Muffin apa? - Apa saja.
Kecuali pisang, bluberi, atau sekam.
Menurutku itu tak mencurigakan.
Aku punya teman pemain gim yang belum pernah kutemui.
Kami hanya bermain daring.
Kalian tahu semua lelucon alternatif dari lokasi syuting?
Semua dari Al. Ya.
Baiklah. Bo. Tidak, bukan Bo. Nama asli...
- Dean. - Dean. Ya.
Tidak, aku tahu. Aku hanya melucu.
Apa kita berlatih hari ini?
Karena aku sangat ingin berolahraga. Lebih awal, jika memungkinkan.
Ya, kita mungkin akan melakukan sesuatu.
Aku ingin menghubungi Josh dan Mary.
- Kau punya kontak mereka? - Tidak.
Karena mereka sangat terpisah.
Mereka membenci kita, Frank. Hubungi Al.
- Aku juga tidak punya kontaknya. - Baiklah, kalian...
Baik, jangan membuat masalah, ya?
Kepala NuNet bilang
kita yang paling tidak merepotkan dari semua acaranya.
Jadi, dalam hal pemimpin acara baru
Marco akan membutuhkan dukungan kita pada awalnya.
Siapa Marco?
Dia asisten penulis.
Asisten sekarang pemimpin acaranya?
- Itu tidak masuk akal. - Aku tahu.
- Apa yang terjadi di sini? - Jangan panik, ya?
Menyalakan lilin ketenanganku.
Lihat? Tertulis "Ketenangan" di atasnya.
KETENANGAN
Ya, kurasa dengan semua yang terjadi
rasanya seperti
aku harus
duduk tenang
dan melakukan yang bisa kulakukan untuk membantu.
Serta pelajari dialogku!
Itu akan menjadi argumen yang sangat bagus.
Jika ada momen menegangkan di masa depan
No comments yet. Be the first to leave one.