The first 200 lines.
Aku mungkin tak bisa datang.
Benar. Bu, aku tahu ini hari jadi pernikahan kalian...
...tapi mereka mungkin memperpanjang aku di sini sampai Oktober.
Ini perang. Aku tak mengendalikannya.
Benar. Aku tahu, Bu. Baiklah.
Baik. Aku sayang Ibu. Ya.
- Kubilang, sedang apa kau di sini? - Bekerja.
Aku tahu, kupikir kau akan ambil libur seminggu. Bersantai dulu.
Aku kehilangan 4 bulan kepemimpinan di sini. Aku tak mau libur lagi.
Baiklah. Selamat kembali.
- Ada pasien! - Siapa itu?
Dokter magang baru. Dia hebat.
Apa yang terjadi?
Foto pernikahan di pulau jadi bencana.
Sepatu mempelai wanita tersangkut, menarik mempelai pria masuk sungai.
Aku tak apa-apa. Tolong saja istriku, kumohon.
- Shannon. - Segera. Baiklah.
Duduk, Tuan. Lebih mudah jika kau tak membantah.
- Jordan. - Drew. Kita mengobrol nanti, ya?
Ini mempelai wanitanya. Kemungkinan cedera tulang belakang.
Leherku sangat sakit.
Aku tahu, Sayang. Aku Dr. Alexander, aku akan merawatmu.
- Bisa katakan namamu? - Kryztal.
- Di mana suamiku? - Sudah di dalam, sedang dirawat.
Jadi, kami bawa kau masuk juga.
Drew, akan ada pasien lain, beri tahu aku jika butuh bantuan.
Aku tak akan butuh bantuan.
Sisa pesta pernikahannya.
Ini sangat darurat.
Ayo.
Pete patah...
...hatinya, karena tak mendapatkan mempelai wanita yang cantik.
Kau pikir itu lucu? Kalian pantas dihajar.
Banyak orang tewas di sini. Paham? Mereka berdiri di tempat kalian ini.
- Drew, tolong pasiennya! Pasiennya. - Aku setuju dengan dokter.
Sekelompok pemuda berengsek.
Ini Jorge, ayah mempelai wanita.
Kepalanya terluka dan pergelangan tangannya retak.
Juga disebut luka ringan.
Aku tak apa-apa, Dok. Bagaimana putriku?
Ayo bersihkan lukamu dulu, lalu kita lihat keadaannya.
- Apa akan ada selebriti? - Tentu, Ny. Zia. Nanti akan datang.
Terima kasih mau datang dan membatalkan kencanmu.
Tak kubatalkan. Itu bukan kencan. Aku akan ke tempatnya nanti.
Maksudku, terima kasih mau jadi penyanggaku.
Buat dia senang saja dan dia berangkat besok pagi sekali.
Tak masalah. Aku suka ibumu.
Kau tak akan bilang begitu jika dia tinggal sebulan bersamamu.
Ini hampir berakhir. Hidupku akan seperti dulu lagi.
Ini sangat menarik. Aku suka kasino mewah di Atlantic City.
Ini untuk kalian. Bergembiralah, kutraktir.
Minum, berjudi. Mungkin kau akan menemukan gadis cantik di sini.
Mungkin.
Atau mungkin tidak.
Tempat ini payah, Christopher. Kenapa membawaku kemari?
- Sibukkan saja dia. - Aku mengerti.
Ayo, Ny. Zia, kita beli makanan.
- Ini sakit? - Tidak.
- Bagus. Bagaimana jika di sini? - Ya, sedikit.
Baiklah.
- Sayang, kau baik-baik saja? - Ya.
Maaf, dia tak mau duduk diam, mau bersama istrinya.
Tak apa. Kita ke pemindai CT untuk memeriksa tulang belakang dan leher.
- Ada kabar tentang ayahnya? - Jangan bicara tentang dia.
- Baiklah. - Dia mengacaukan semuanya.
- Ini semua salahnya. - Ceritanya panjang.
Cerita yang sama. Dia bilang sudah tak suka mabuk, padahal tidak.
Ibuku meninggal tahun lalu.
Aku ingin ada pihak keluargaku di pernikahanku.
Mestinya aku lebih tahu.
Dan dia... Dia...
Kryztal...
Apa yang terjadi? Tolong dia!
Retak tulang jemari. Ortopedi akan datang beberapa jam lagi.
Aku tak apa-apa.
Sudah. Cukup? Coba periksa luka ini.
Kudengar perawat bicara. Dokter tentara, ya?
Di mana kau ditempatkan?
Kali ini di Bagram. Pernah jadi dokter di Irak, saat masih liar.
Masa yang berbahaya.
Pernah patroli di Jl. Al-Rashid antara Shuhada...
Dan jembatan Arhar? Ramai sekali di sana.
Menunggu orang terkena born? Itu paling berbahaya dalam hidupku.
- Kau ditempatkan di mana? - Tahun 2003, aku mengejar Saddam.
Kembali di tahun 2004 dan 2005. Lalu Kandahar, 2007 dan 2009.
Kedengarannya mestinya kau beli properti.
Ya, semua orang butuh pondok lumpur bagus, ya?
Kau sudah menikah?
- Dengan sesama tentara. - Kau cerdas.
Istriku tak pernah mengerti.
Dunia berjalan terus tanpa kita, tahu?
Ya, ada temanku melewatkan ulang tahun ke-13 putrinya.
Hanya itu yang dia pikirkan.
Ya, aku melewatkan banyak hal.
Latihan, tarian, pertandingan sepak bola.
Sebenarnya, putriku tak ingin aku datang ke pernikahannya.
- Kedengarannya agak kasar. - Ya.
Ironis, ya? Setiap hari aku berperang di sana...
...hanya mengingat putriku yang membuatku terus bertahan.
Ya.
- Tolong dia! - Dia sering pingsan?
Tak mungkin.
- Mungkin dia hamil? - Kurasa tidak.
Pasti dia sudah bilang aku.
- Minum obat, alkohol? - Tidak.
Ya, sebenarnya dia minum obat penenang sebelum pernikahan.
Dia sangat gugup, bermimpi buruk dan menyeramkan.
- Bisa beri tahu nama obatnya? - Aku tak tahu, maaf.
Baik, ayo bawa dia ke pemindai CT.
- Boleh aku ikut? - Setelah dia siuman lagi.
Kami harus memindai dia, paham? Kami akan kembali.
Aku sayang kau, K.
"Pukul19.56"
Lima. Masih hidup.
Jangan melempar curang lagi, Pak tua.
Jangan bicara lagi, Cantik. Kecuali kau mau menciumku.
Jika kau tak curang, akan kulakukan apa pun yang kau mau.
Dengan mata terbuka.
Siapa anak ini? Pacarmu?
- Mungkin ya, mungkin tidak. - Kau baru membuatku patah hati.
- Angka empat. - Ayolah!
Dia mengacaukanku, aku bisa bilang apa?
Jika tunjukkan cintamu padanya, dia akan menang lagi. Ayolah.
Berhentilah melempar nilai rendah, Pak tua.
Kuberi nomor teleponku jika kau lemparkan angka bagus untukku.
Ada apa ini? Kuterima telepon dari Janet dan kalian main dadu?
- Bagaimana dengan bingo? - Ibumu tak mau tenang.
Entahlah. Dia hebat.
Bingo membosankan.
Kenapa mengajakku ke kasino untuk main bingo?
Tatap mataku... Ini dia.
- Sepuluh! - Ya!
- Ya! - Ya!
- Ya. - Lihat? ya.
- Baringkan dia. - Jangan sentuh mejanya.
- Jangan pegang! - Baiklah...
Detak jantungnya meningkat. Minimal 150.
- Detaknya teratur? - Ya, mungkin lebih cepat.
Dia tak stabil, kita butuh alat pacu jantung.
Kau, ambil alatnya di dinding, di sana, sekarang, cepat.
Ayo! Cepat!
- Ayo. - Terima kasih.
- Baik, siap? - Aman!
Tak ada baterai? Ayolah!
Kutelepon ambulans, mereka datang dari kota, setidaknya setengah jam.
- Dia tak punya waktu selama itu. - Benar.
Jocelyn, bisa beri tahu aku saat Kryztal keluar dari CT?
- Ya, Dokter Alexander. - Terima kasih.
Ada apa dengan petugas damkar Sam?
Temannya Jonah bilang kalian kencan lagi. Tempatmu atau dia?
Serius, jangan bicarakan itu saat kerja.
Aku penyeliamu, bukan temanmu.
Aku tak mau membahas kehidupan pribadi di sini.
Jika aku cerita hal pribadi di luar jam kerja, jangan dibahas di sini.
Aku sudah jadi topik gosip untuk seumur hidupku.
- Mengerti. - Ya?
Perawat, bisa bantu sedikit?
Kakiku sakit.
Ya. Kau tahu?
- Kubiarkan kau periksa dia. - Tentu. Setelah pasien berikutnya.
- Jordan. Apa kabar? - Hai.
Aku belum sempat menyapamu tadi.
Ya, tadi sibuk.
Apa yang terjadi dengan Kryztal? Ayahnya mau tahu.
Dia menanyakannya terus, mau bertemu Kryztal.
Kupikir itu bagus untuknya. Pernikahan itu membuatnya sedih.
Ya, kupikir itu bukan ide bagus saat ini.
Kenapa?
Kryztal menjelaskan mereka tak terlalu akur.
Dia merasa ayahnya mengacaukan pernikahannya.
Ayahnya mendorongnya ke sungai?
Maksudku, kurasa itu bukan ide bagus dan kita tak perlu terlibat.
Kenapa kau kesal tentang ini?
Aku benci orang tak menghormati yang dialami orang sepertinya.
- Tak ada yang bilang begitu. - Katanya dia lewatkan banyak hal.
Tapi dia berperang membela negara.
Kupikir itu alasan bagus untuk melewatkan pertandingan sofbol.
Aku sangat setuju.
Tapi dari ucapannya, itu lebih karena ayahnya alkoholik.
Ya, mungkin itu ada kaitannya dengan lima kali dinas militer.
Baik, Drew, kau baru kembali. Kau agak kasar.
Bukan itu masalahnya. Aku membela pasienku.
Aku juga membela pasienku.
Dia gugup, sering pingsan.
Tolong biarkan kuselamatkan pasienku sebelum selesaikan masalah keluarga.
Untuk saat ini, kita harus sepakat untuk tak sepakat.
Setelah selesai memindainya, kau harus temui ayahnya.
Kuperiksa empat alat pacu jantung, semua tak ada baterainya.
- Kutemukan kotak alat bantu napas. - Detak jantungnya semakin lemah.
Kita harus menyadarkannya, secepatnya.
Bagaimana jika dicelupkan ke air dingin?
- Merangsang refleks menyelamnya. - lde bagus.
Beri jalan!
Beri ruang gerak! Bisa?
- Dokter bilang beri ruang gerak! - Pegang ini.
Baik. Siap? Ayo.
Bagus.
lni. Terima kasih.
Baiklah. Bagus.
ltu luar biasa.
No comments yet. Be the first to leave one.