The first 200 lines.
My name is Gabriel
My name is Gabriel
- Akhirnya. - Mereka minum bir?
BERKUMPUL UNTUK PERSATUAN TIM SEBELUM PERTUNJUKAN
DEMI PERTUNJUKAN TERBAIK!
DAN SEJAK ITU, INI HAL FAVORITKU
SAAT DIA BISA MERASAKAN BETAPA SERIUSNYA MEREKA SOAL MUSIK
- Kami merindukanmu. - Aku juga rindu kalian.
MAKAN SIANG LEZAT BERSAMA ORANG TUANYA SEBELUM ACARA
Ruaidhri anak yang seperti apa?
Dia suka musik.
Itu hidupnya.
BAGI RUAIDHRI, MUSIK ADALAH SEGALANYA
DAN
DIA DIBERI KABAR SOAL PENAMPILANNYA
Apa yang terjadi?
DUA HARI MENJELANG ACARA?
Bagaimana perasaanmu soal acara besar besok?
Mana yang kau paling kurang yakin?
H-1 CEMAS SOAL PERTUNJUKAN
Moondance.
Dia masih berlatih.
HARI-H PERTUNJUKAN
- Dia pasti cemas. - Tentu saja.
BERSEMANGAT
- Satu, dua. - Itu dia.
Mereka melakukannya.
- Ada apa? - Apa? Kenapa?
- Kukira tidak ada dopamin. - Dopaminku meningkat.
Mendapat suntikan.
APA YANG TERJADI SELAMA PERTUNJUKAN?
KAU HARUS BELANJA
Tempatnya begitu luas.
PASARNYA RAMAI
Di mana aku membeli semua ini?
Bagaimana ini? Aku dalam masalah.
Aku harus tanya penjualnya.
DIA BELI SEMUA BAHAN DENGAN BERTANYA KEPADA PENJUAL
Bisa dilakukan kalau mau mencoba.
Tunggu. Aku parkir di mana tadi?
Tunggu. Bukankah kuparkir di sini?
Apa ada yang mencurinya?
Motormu hilang.
Motormu hilang. Aku kehilangan motornya.
- Baiklah. - Cepatlah datang.
JAEM BERGEGAS DATANG
Ayo cari motornya.
SEGERA MENEMUKANNYA
Apa yang kau lakukan?
Ada yang memindahkannya.
- Apa yang kubeli benar? - Baiklah.
Bukan. Beli yang belum matang.
Apa hari ini bisa buka?
Dia harus mencarinya lagi?
Maaf.
Maaf. Maafkan aku, Jaem.
Spesial 72 jam di mana kau hidup sebagai orang lain.
- My name is Gabriel! - My name is Gabriel!
Senang bertemu kalian.
Hari ini masih panjang.
Bisakah Myungsoo membuat
som tam hari ini?
- Bisakah dia menjualnya? - Kumohon.
Di episode tiga, akhirnya kita akan
melihat Myungsoo menjual som tam.
- My name is Gabriel! - Gabriel!
- Ayo! - Gabriel.
Ini dia. Dia membuat sesuatu.
Hai.
Kami menyiapkan bahan untuk hari ini.
- Ya. - Kita harus berjualan.
Belanjanya terlalu lama.
BAHAN-BAHAN DASAR SOM TAM
Pepaya itu terlihat segar.
- Cabai rawit. - Mereka langganan.
- Bahan bagus. - Jeruk nipis.
Bahannya banyak.
Tunggu.
Sin?
- Su. - Su.
- Sin. - Si.
BANGGA KARENA SALAH
Dia cuma tertawa.
Dia tak akan ingat nama mereka sampai akhir.
TERSENTAK
Hei, Jaem.
Lihat? Ayah membuat som tam.
Hai.
- Hai. - Cilukba!
Cilukba.
Cilukba.
- Manisnya. - Dia menyukainya.
Nanti malam Ayah tidurkan lagi, ya?
Bermainlah bersama Ibu.
- Ya. - Baiklah.
Bayi suka wajah lucu.
Kau tahu itu, 'kan?
Bayi juga menyukaiku.
Mereka menggila kalau aku buat wajah konyol.
SU MENUNJUKKAN CARA MEMOTONG JERUK NIPIS
Apa itu? Bisa tunjukkan caranya?
Aku tahu caranya karena aku Vootti.
Sama.
Bagian atas di bawah.
MELIRIK
Bukan.
- Bukan. - Harusnya kau ikuti dia.
Begitu cara Vootti melakukannya.
Sama saja.
Satu, dua.
Bukan.
Kau tidak menggilingnya.
Kau memerasnya.
HAHA
BINGUNG
PUTAR
Kurasa dia akan menyakiti dirinya.
Satu.
Satu.
- Kumohon. - Dua.
SENYUM MENGHILANG
DIA BERGANTI PISAU
Ganti.
- Kau ambil pisaunya? - Kau ganti?
Bogum lakukan semua dengan baik.
Hei, itu bukan... Kau kira itu sama dengan bernyanyi?
Kenapa kalian bias kepadaku?
Karena Bogum lakukan semua dengan baik meski baru pertama kali.
Aku benar, tidak?
Kami lebih akrab.
Kau selalu bilang tidak bisa, atau terlalu sulit.
Myungsoo mudah kesal.
Kapan aku begitu?
MENGGANTI PISAU TANPA MERASA KESAL
JERUK NIPISNYA HILANG ARAH
Harusnya paling tidak kau bisa lakukan itu.
MENGGERTAKKAN GIGI
MENGHELA NAPAS
Kau bilang apa?
Cuci talenannya.
- Kau lelah setelah mengiris jeruk nipis? - Padahal baru potong sedikit.
Mangga.
- Persiapan som tam banyak. - Benar.
SULIT MENYIAPKAN MANGGA
- Dia mahir. - Apa itu?
- Itu belum disiapkan, - Sulitnya.
Memotongnya seperti itu?
Bukan, dia memotong sambil mengiris.
- Tekniknya sulit. - Dia mengiris korek api. Lihat.
Bagai daun bawang atau bawang bombai.
TINGKAT KESULITAN - SANGAT SULIT
Dia gesit.
- Tapi ini... - Sepertinya aku tak bisa begitu.
- Aku lupa. - Tidak mudah.
Harus bisa, atau kita tak bisa jualan.
- Kau harus jualan makanan. - Kau harus jualan makanan.
MENGHELA NAPAS
Biasanya kau yang siapkan semua.
Kau yang mengajariku.
Lupakan masa lalu. Mulai dari awal.
BERIKUTNYA GILIRAN VOOTTI
MENGETUK PERLAHAN
BINGUNG
Apa itu kode Morse?
Bip, bip, bip.
- Defconn. - Ya?
Itu tidak mudah.
Lihat wajah Si.
Lebih tinggi.
MENGAYUN
Seperti ini?
MENGGENGGAM ERAT
Aku mengajarimu ini?
Aku mengajarimu melakukannya?
Dulu kau gesit.
Pasti aku pelupa sekali.
- Kau bisa apa saja. - Vootti mengajari Su,
dan kini Vootti tak bisa apa-apa.
Apa ini?
Pepaya.
Ini pepaya?
BAHAN UTAMA SOM TAM
IRIS
SEMAKIN SULIT
- Banyak yang harus dilakukan. - Bahan yang disiapkan banyak.
CANGGUNG
Tanganmu bisa terluka.
Sien, lakukan sesuatu. Jangan berdiri saja.
- Si, bukan Sien. - Kenapa tidak bekerja?
Kau masih muda.
Apa dia kesal?
- Dia gesit. - Astaga, dia hebat.
Makanya dia tak melakukan apa pun.
Si sangat mahir.
Ya. Bagus.
Kenapa tidak dari tadi?
- Ya? - Si sangat lihai.
- Ya. - Dia pekerja yang giat.
Si, kau hebat.
KECEPATAN MENGAGUMKAN
No comments yet. Be the first to leave one.