The first 200 lines.
Kita akan baik-baik saja.
Ayah menyayangimu.
Hei, ayo pergi.
Bang.
Bang, kami dari truk makanan itu.
Ini hari pertama kami di sini.
Kami cuma mau beri salam.
Ini Simon, saya Ant.
Jika kau mau makanan Meksiko lezat, ada kami, Nacho Boys!
Maaf, dia disabilitas.
Maaf.
Bang!
Bang!
- Kami dari truk makanan itu. - Ant.
Ini hari pertama kami di sini!
Maaf.
Tadi aku pergi buang sampah.
Sudah cuci tangan.
Maaf.
Kami dari truk makanan itu, menjual naco.
Ini hari pertama kami, kami cuma mau beri salam.
Ini hari pertama merekaโฆ
Baiklah.
Saya Ant, ini rekan saya, Simon.
Hai, aku Mirah.
Ini Badakโฆ Maaf, ayahku, Salihin.
Diaโฆ
Dia tuli.
Simon bisa bahasa isyarat.
Dia pandai bahasa isyarat.
Hei, ayo, lakukan.
Dia tahu bahasa isyarat.
Dia pandai.
Selamat "F" denganmu!
Selamat "F" denganmu juga!
Dia mengerti!
Dia hebat, 'kan?
Kami bawa hadiah sebagai tetangga.
Ini naco, kalau mau lagi, beri tahu kami.
Terima kasih banyak. Oke.
Besok kutraktir burger terlezat di Kampung Baru!
Burger Badak!
- Janji yang terlezat? - Ya!
- Terima kasih. - Sama-sama!
Mereka "Rekan Bisnis". Manis, ya?
Bukankah bagus jika kita juga punya?
"Rekan"?
Truk makanan.
Kenapa kau terobsesi dengan truk makanan?
Aku tidak terobsesi!
Itu bagus!
Lagi pula, Ayah tak mengurus sendirian.
Ada aku!
Kita lakukan bersama.
Bersama.
Apa kau gila?
Pagi-pagi buta begini berisik banget!
Maaf, Cik Som. Aku tak sadar.
Tidak sadar?
Kau congek seperti ayahmu?
Maaf, Cik Som.
Maaf?
Anakku jadi kebangun! Dia sif malam!
Harus tidur siang!
Oke, tak akan terulang lagi.
Terakhir, ya! Awas nih!
Kalau kau masih ribut pagi-pagi buta begini,
aku tarik selang itu, dan kusembur mukamu!
Paham, tidak?
Paham.
Jangan.
Halo?
Kata kakekmu, dia kemari untuk beli rokok,
tapi lupa bawa uang.
Jadi, katanya akan kembali sore untuk membayar.
Saat pemiliknya melarangnya pergi, dia langsung pergi.
Saat pemilik toko menahannya, kakekmu meninjunya.
Maaf soal kakek saya.
Tak apa, tapi saya sudah bicara dengan pemilik toko
dan kali ini dia melepaskan kakekmu.
Tapi dia tak mau melihatnya datang ke tokonya lagi.
Tolong pastikan kakekmu tidak mengulanginya lagi.
- Bisa? - Baik, Pak.
Pakcik, jangan diulangi lagi, ya?
Persetan kau!
Kakek, jangan begini.
Kakek tak salah apa-apa.
Kakek sudah bicara, dia yang tak paham.
Orang Bangladesh itu!
Dia tinggal di sini, tapi tak bisa bahasa Melayu.
Kakek.
Bukankah dokter menyuruh kurangi merokok?
Cuma sebatang, dua batang.
Kakek.
Baiklah.
Kakek akan kurangi merokok, ya, Sayang?
Kakek tak boleh mengemudi. SIM Kakek ditahan, ingat?
Kalau ditangkap polisi, SIM Badak juga akan ditahan.
PENJUALAN ALBUM JA AZIZ MAKIN LARIS
Apakah yang kuberikan
Tanda aku setia memujamu
Padaku lain tiada hanya
Cuma lara sang pemikat cinta
Tiadakah di hatimu
Bertempat sudi menimbang rasa
Menimbang sayang hasrat asmara
Gayamu manis jelita
Andai kata engkau pun tahu
Kak!
Kak, maaf! Sudah siap nih!
Kak!
Ayah kentut?
Kau dengar?
Seluruh dunia dengar!
Aku harus pergi.
Ke mana?
Kalau nanti ramai?
Cuma sebentar.
Ya?
MASUK - PENUH
Mana suaranya?
Mirah!
- Ya? - Jay.
Aku akan jadi DJ-mu nanti.
Oke.
Maaf aku terlambat.
Tak apa-apa. Lagumu?
Oh ya, laguku.
- Sebentar. - Oke.
"Fl! p"!
Aku sangat suka lagu ini!
Yo, ayo!
Kau pernah dengar?
Ya, aku mengikutimu daring.
Benarkah?
Sudah berapa lama kau membuat lagu?
Sekitar tujuh tahun.
Bagus.
Pernah tampil di tempat lain?
Tidak pernah.
Kau siap?
Giliranku kapan?
Setelah Akeem Jahat.
Setelah dia?
Ya.
Itulah dia. Tepuk tangan sekali lagi untuk Akeem Jahat!
Baiklah, The Carpark, kalian mau lagi?
Ya!
Kurang keras! Kalian mau lagi?
Ya!
Berikutnya ada anak baru!
Ini kali pertama dia tampil langsung!
Ini akan membuktikan kemampuannya tampil langsung!
Kalian siap?
Ayo tepuk tangan untuk M-I-R-A-H.
Mirah!
Ayo!
Asalamualaikum.
Wa alaikumussalam.
Saya Mirah.
Judul lagu ini "Fl! p".
Telingaku akan terbalik!
Mirah, Mirah, balikkan seperti spatula
Tak takut unjuk taring bagai Drakula
Spektakuler!
Aku tak akan berlutut Ku bukan sebungkus gula
Mirah segila Ace Ventura
Ice ice baby, tak ada yang lebih keren
Pesanan khusus, siapa yang pesan sapi?
Kalimat selalu lengkap Seperti murid Tahfiz
Cari nafkah untuk roti, tapi tambah keju
Malik kembali, versi Aaron Aziz
Panggil aku Big Bro, meski aku gadis
Lap air matamu, tak ada waktu krisis
Putri baru di Kuala Lu
Permisi, tolong geser dulu
Maaf aku mengangkat dagu
Jika takut lupa, fotolah aku
Flip! Flip! Flip! Flip! Flip! Flip! Flip! Flip!
Flip! Flip! Flip! Flip! Flip! Flip! Flip! Flip!
Flip, Mirah, Mirah, Flip, Mirah, Mirah, flip!
Flip! Flip! Flip! Flip!
Kecil bagai cabai rawit Cukup besar jual mahal
Mirah akan menang Sudah kubilang sejak awal!
Pedas jadi topik gosip bawang
Bakatku sangat jarang
Selfie pakai kamera belakang
Istri jangan buat abah menganga
Keluar Bundle bagai peragaan busana
Cekrek, unggah, tak perlu embelan!
Flip! Flip! Flip! Flip! Flip! Flip! Flip! Flip!
Flip, Mirah, Mirah, Flip, Mirah, Mirah, flip!
Flip! Flip! Flip! Flip!
Ikan mau terbang Burung mau berenang
Yang mau jalan kaki mau beroda
Yang polos mau pakai belang
Yang punya rumah mau berkota
Ular mau tendang Orang mau kerjaan gampang
Yang tenang pulang keluar mau berperang
Bagaimana pun tak akan puas jua
No comments yet. Be the first to leave one.