The first 200 lines.
Semoga meteor jatuh dan menghancurkan Bumi.
Kembalikan bola setelah menggunakannya.
Dua bola ditinggalkan tadi.
Jika tak patuh, akan ada hukuman.
Sekian untuk hari ini.
Berdiri.
Beri hormat.
Sampai jumpa, Bu.
Terima kasih atas semuanya. Aku akan menghubungimu.
Kami juga. Berkunjunglah kapan-kapan.
Semoga berhasil.
Terima kasih lagi.
Sampai jumpa.
- Aku akan menghubungimu. - Janji.
Tidak ada kegiatan klub?
Aku tak berminat.
Begitu? Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Kenapa dia selalu murung?
Itu Nakajima, 'kan?
Mungkin dia bisa membantu kita.
Ini upacara penutupan. Festival sekolah terakhir kita.
Lagi pula, dia anak baru.
38 HARI SEBELUM UPACARA PENUTUPAN SEKOLAH
Jika bukan menanam padi, harganya tidak mahal.
Ladang bera tidak laku.
Itu sudah pasti.
Maki.
Waktunya pulang.
Akira, makan malam sudah siap.
Setidaknya akui dia.
Ryota! Cukup. Mari makan sekarang.
Sebelum dingin.
Baiklah. Aku sedang bekerja.
Kau pergi ke Tokyo untuk mencari kesuksesan, tapi kembali tanpa apa pun.
Kau selalu sama. Kau menyedihkan.
Kau tak bisa menyelesaikan apa pun.
Jika ayahmu masih hidup, dia akan marah.
Sudahlah.
Akira, lihat ini.
Cara memanfaatkan sekolah setelah ditutup.
Mungkin sebagai lokasi video musik.
Orang-orang bernyanyi bersama, bersenang-senang.
Ide bagus.
Beri aku masukan.
Ini bukan sekolahku.
Itu sekolahmu selagi kita di sini.
Bagaimana sekolahmu, Akira?
Biasa saja.
Jauh lebih lambat dari Tokyo, 'kan?
Tapi secara akademis, hasilnya sangat tinggi.
Tapi tak bermanfaat bagiku.
Kau hanya memedulikan musik.
Tapi kau akan cocok di sini.
Kau akan baik-baik saja.
Kau sangat merindukan Tokyo?
Jangan membahasnya, Bu.
Benar, 'kan?
Aku sudah selesai.
Hei.
Mungkin dia suka hamburger?
Jangan repot-repot. Dia bukan anak kecil.
Tapi dia hampir tak makan apa pun.
Bukan masalah besar.
SURAT PERMOHONAN CERAI
DITANDATANGANI KOYUKI NAKAJIMA
Angkat, sialan!
Hitoshi Izumiya.
Arata Ueda.
Noriko Ezaki.
Maki Okamoto.
Bukankah itu bagus?
Benar.
Kau menggambar Maki?
Maki Okamoto, 'kan? Itu rumah pamannya.
Dia selalu ada di sana, di atap rumah pamannya.
Gadis itu suka di atap.
Dia gila, jangan ikut campur.
Shota akhirnya menemukan teman?
Bagus! Selamat.
Bagus. Selamat.
Apa ini?
Dia hebat.
Hei, lepaskan.
Hentikan.
Gambar yang bagus.
Sangat berbakat.
Bukankah itu Maki?
Kami mengadakan festival penutupan sekolah.
Kami sedang mengaturnya. Bisakah kau membantu?
Kami memikirkan mural besar di dinding.
Dia? Dia anak baru.
Misalnya, gambar seperti apa?
Seperti ini.
Apa itu?
Itu elang.
Itu simbol sekolah, malah simbol kota ini.
Itu cukup bagus.
Dia bisa melakukannya.
Bisakah kau membantu kami?
Akan kucoba.
Benarkah? Syukurlah!
Ya, mungkin.
Baik, tapi pastikan kau melakukannya dengan benar.
Elang saja membosankan, ada ide?
Sesuatu yang akan membuat semua orang takjub.
Baik, akan kupikirkan.
Syukurlah. Terima kasih.
MESIN PERTANIAN BEKAS MESIN PEMANEN GABUNGAN
Setelah selesai memanen, akan kuambil.
Bagus.
Mengenai pembayarannya.
Ini depositnya.
Terima kasih.
Aku juga membutuhkanmu...
untuk mencari pembeli sawahku.
Kau sakit parah, Hideo?
Kenapa bertanya?
Kau menjual mesin dan tanahmu.
Jadi, entah kau menang lotre, atau kau sekarat.
Untuk membantu adikmu?
Ini rumit.
Bagaimanapun, terus cari.
Baik. Serahkan kepadaku.
Berat badanmu turun, kau makan teratur?
Aku sedang memasak. Nasi gorengku luar biasa.
Sudah setahun.
Kau harus berubah sejak istrimu meninggal.
Aku akan memasakkanmu nanti.
Sampai jumpa.
Kau sudah dengar? Ryota kembali.
Bagaimana bisa?
Istrinya meninggalkannya. Dia kembali dengan putranya.
Hidup bisa sulit, ya?
Siapa itu?
Siapa yang melempar?
Pasti anak laki-laki.
Aku yakin itu milik Tamura.
Tentu saja.
Ada yang melihat celanaku?
SITUS PENCARI KERJA
Bu Guru.
Ini dilempar ke ruang loker kami. Mungkin milik Tamura.
Mengganggu Tamura lagi?
Aku akan mengurus ini.
Ini kali ketiga dia dirundung.
Permisi.
Tamura, lagi? Bagaimana reaksinya?
Baik. Sejauh ini baik-baik saja.
"Sejauh ini". Yang benar saja.
Maki Okamoto ada di kelasmu, 'kan?
Ya, aku sesekali melakukan kunjungan rumah.
Kapan kali terakhir?
Permisi.
Itu milikku, Bu.
Aku akan ke kantor damkar, mau kuantar pulang?
Apa ini, Paman?
Berikan kepada ibumu.
Dia guru yang payah.
Benar. Dia membuatku kesal.
Dia tak punya motivasi.
Aku tak tahan dengannya.
Aku sangat mengerti.
Sekolah akan mereka apakan?
Mungkin dihancurkan.
Sungguh?
Menghemat biaya pemeliharaan.
Kau menemukan celanamu?
Ya, aku mendapatkannya kembali.
Bagus.
Hei, dengar.
Kau mau?
Dari Tokyo?
Bisa beli di mana saja.
Ya, tentu saja.
Indah, 'kan?
Tidak seperti Tokyo, hanya ada banyak sawah.
Ini musim terbaik.
Mural?
Kau terlalu lamban.
Bersiaplah untuk kecepatan tinggi.
Kau terlalu cepat.
Tidak bisa mengikutiku?
Sampaikan salamku kepada ibumu.
Terlihat seperti mawar dan lezat.
Apakah selezat itu?
Sudah selesai. Ini.
Kau akan menyukainya.
Tampak cantik.
Benar.
Bagaimana?
- Lezat! - Sudah kubilang.
Apa arti "baba-hera"?
Karena "baba" membuatnya dengan "hera", Nak.
Itu "baba-hera" istimewaku.
Begini, "baba", artinya nenek, menyajikannya dengan "hera", spatula.
Itu dia, Nak.
Dia bilang, "Benar."
Hebat, 'kan?
Lain kali coba jalan lain.
No comments yet. Be the first to leave one.