A Woman Called Mother

A Woman Called Mother (Dia Bukan Ibu)

Download Indonesian Subtitle

Release info

[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] πƒπˆπ€ ππ”πŠπ€π πˆππ” (πŸπŸŽπŸπŸ“) πˆππƒπŽππ„π’πˆπ€π 𝐍𝐅 𝐖𝐄𝐁
[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] 𝐀 π–π¨π¦πšπ§ π‚πšπ₯π₯𝐞𝐝 𝐌𝐨𝐭𝐑𝐞𝐫 (πŸπŸŽπŸπŸ“) πˆππƒπŽππ„π’πˆπ€π 𝐍𝐅 𝐖𝐄𝐁
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : 𝟎𝟏:πŸ“πŸ—:πŸπŸ“ || π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑡𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || *ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2026-02-05
Downloads: 212
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

DIA ADALAH MONSTER, TAPI DIA ADALAH MONSTERKU

Ibu…

Ibu…

Ibu…

Ibu…

Ibu, kenapa kucing itu makan anaknya sendiri?

And… Action…

Dino, action.

Iya, iya.

Aduh, gimana, sih? Nggak ada elegannya sama sekali.

Mataku minus banyak, kayak Kakak.

Makanya pakai kaca mata, narsis.

Jalan lurus aja nggak bisa, ngakunya bisa lihat hantu.

Itu beda, kalau itu 'kan, pakai…

Mata batin.

Oke.

Belum dapat, retake.

Vira! Dino! Ayo.

Yah…

Yuk.

Sepertinya ada yang nggak sabar untuk pindah.

Iya, nggak sabar banget.

- Apaan, sih? - Apaan, sih?

- Apaan, sih? - Apaan, sih?

Idih, mukul.

Bu, aku nggak mau sekamar sama Kak Vira.

Kayak Kakak mau aja sekamar sama kamu.

Ya, boleh, nanti kalau kamu udah mimpi basah.

Kering!

Di rumah lama aku punya kamar sendiri.

Kangen banget,

kamu udah tinggi banget, gila.

Vira sayang. Aduh, sini.

Berisik.

- Bagaimana sekolah? - Aman.

Om Mal ada sesuatu buat kamu.

Apa?

Lukisan Dorian Gray. Tentang apa ini, Om?

Nggak tau! Temen Om Mal ada yang mau buang, Om Mal minta aja.

- Thanks, Om. - Gimana?

Tadaa!

Dino, siap?

Pegangin dulu…

- Siap? - Oke, yuk!

- Kamera roll. - Mbak.

Siap… dan action!

Hai, Guys!

Kembali lagi bersama aku Dino…

- Kita ada dirumah. Yang jelek ini. - Cut!

Bisa lebih negatif lagi?

Ini udah bagus. Bahasanya terlalu baku, nggak?

Semua film Indo bahasanya baku.

Ini 'kan, bukan film.

Guys…

Aku yakin ditempat ini ada kejadian buruk.

Aku takut kalau hal buruk itu akan terjadi lagi.

Halo…

Kalian ngapain dari tadi?

Ini adalah Om Jamal,

entah kenapa dia tidak beruntung dalam hal perjodohan.

- Maupun dalam hal keuangan. - Kalian bikin film apa, sih?

Nih si centil, mau bikin konten horor.

- Yoi… - Emang kamu bisa lihat hantu?

Aku punya indra yang tajam, Om.

Udah, yuk keatas yuk.

- Kayaknya kalian bikin itu asyik banget. - Iya, dong!

Om ikutan, dong, jadi apaan gitu.

Om kayaknya belum keren.

Gimana caranya?

Om Mal pokoknya harus, bisa jelas secara ngomong.

Biar penontonnya…

Kak!

Ayo mau lanjut, nggak?

Jadi, itu kamar ibu kalian.

Ada kamar mandi di dalam.

Ini kamar kalian. Nah itu, kamar mandi kalian.

Aku sekamar sama Vira?

Aku udah besar. Harusnya punya kamar sendiri.

Makanya, cepetan mimpi basahnya.

Telat, ya, pubernya?

Vira…

Ibu belakangan ini gimana?

Ibu belakangan aneh, Om.

Maksudnya?

Banyak banget minum susunya. Sepotong ayam hidup-hidup.

- Terus biasanya… - Tapi udah nggak begitu lagi, 'kan?

Ya udah, kalo ada apa-apa cerita sama Om Mal, ya!

Emang kenapa, Om?

Kenapa?

Salon Ibu.

Akhirnya kesampean juga, ya?

Itu main apa, sih, Om?

Kapoknya, sih, sering.

Tapi Dinosaurus, Sayang, Om Mal cuma perlu beruntung sekali aja.

Ya, sini, tangan aku hoki, beneran.

- Beneran, ya? - Beneran!

Sebelum kita mulai makan.

Ada yang mau Ibu sampaikan.

Sejak bapak kalian ninggalin kita dua tahun yang lalu.

Ibu sempat…

Jatuh.

Dan itu nggak gampang buat kalian.

Ibu minta maaf.

Udah nyusahin kalian.

Tapi Ibu juga terima kasih.

Karena kalian nggak pernah nyerah buat bikin Ibu bangkit lagi.

Makanya Ibu bertekat.

Buat mulai hidup yang baru.

Ibu janji.

Nggak akan bergantung lagi, sama siapa pun.

Kita semua masih di sini, Bu.

Pokoknya kalau Ibu perlu apa-apa, kita pasti bantu.

Carmuk banget, sih, Kak.

Ibu udah bukan Ibu yang dulu lagi.

Ibu udah berubah.

Buat Ibu!

Buat Ibu!

Kalian itu pas banget, ya.

Pindahnya pas liburan panjang.

Padahal aku bolos juga nggak apa-apa.

Om Mal juga sering bolos.

Pantesan nggak ada cewek yang mau deketin Om Mal.

Udah pernah disiram air panas belum?

Makanya,

kalo mau punya cewek tuh jangan minder.

Minder?

Iya, kayak Om Mal.

Nggak rumah lama, rumah baru, mati lampu melulu.

- Din. - Iya.

Aneh nggak, sih, Ibu pilih pindah ke sini?

Orang lain ingin ninggalin tempat ini, kita malah pindah ke sini.

Jelek, ya, komplek kita?

Banyak rumah yang…

Terbengkalai.

Si Ibu mau buka salon di sini lagi.

Siapa yang mau datang coba?

Lihat. Rumah yang ini, dalamnya udah kayak hutan.

Kamu dengerin Kakak, nggak, sih?

Kenapa, sih, Kak?

Dari awal aku nggak mau pindah ke sini.

Tapi Kakak yang sok carmuk, dukung Ibu pindah.

Sekarang udah pindah mau apa?

- Tapi Ibu jadi aneh sekarang. - Iya.

Ibu jadi happy sekarang.

Di situ, yuk!

Ngapain? Sekarang?

Ngonten, lah!

- Takut. - Dino!

- Ayo… - Ya udah, aku ambil ponsel dulu.

Pelan-pelan aja.

Guys!

Aku merasa ada anak kecil yang dulu tinggal dirumah ini.

Kalau kamu dengar aku.

Tolong… kasih suara.

Aku berasa kalau ini tempat peninggalan orang Belanda.

Dulu rumahnya digusur.

Dan aku dengar dari warga setempat kalau tempat ini…

Kaya beneran, belum?

'Kan aku yang bilang cut, kok kamu cut sendiri?

- Ya udah, sekali lagi. - Ayo.

Udah, Kakak mau turun.

- Satu rekaman lagi. - Diam Saja.

Turun aja.

Sumpah, ya, Dino, kamu ngapain salto? Orang ini konten horor.

Dino! Kalau kamu jatuh, Kakak nggak mau tau, ya!

Benar 'kan, yang aku bilang. Semua rumah di sini mati.

- Aku turunnya gimana? - Aku pulang dulan.

Kak! Kak!

- Becanda, deh. Ya, takut, ya… - Bantuin aku turun dulu, dong!

Guys! Ini adalah sutradara kita.

- Kakak gamau, ah. - Walau dia tidak punya jiwa seni…

Jadi kameraman aja, Kakak nggak berbakat.

Soalnya tuh, Kakak nggak punya…

Mata batin.

Kakak tau banget kamu akan bilang itu.

Guys!

Aku merasa ada sesuatu.

Yang sembunyi dibalik pohon ini.

Sesuatu yang…

Jahat!

Cut! Lanjut.

Nggak, belum. Tunggu. Kurang…

- Apa, sih? Udah bagus, kok! - Kurang!

- Udah dapat. - Kakak niat nggak?

Jelas perasaan misteriusnya belum dapet.

Kita harus buat penonton merinding.

Gaya kamu udah buat Kakak merinding.

- Udah, ayo lanjut. - Kalo Bapak yang megang kamera…

Berapa kali take juga diladenin.

Siap.

Oke, tunggu-tunggu.

Siap.

- Action! - Guys!

Aku ngerasa ada sesuatu…

Yang sembunyi dibalik pohon ini.

Sesuatu yang…

Jahat!

Apa cengengesan?

Sok nggak mau tidur sekamar sama cewek, tapi takut sama…

Pu… pu… putih…

A Woman Called Mother subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left