The first 200 lines.
SEMUA ORANG DI FILM INI
TIDAK BERNIAT BURUK
PADA SIAPA ATAU APA PUN
AGAMA, ATAU PUN PERASAAN
Boleh menari denganmu?
Bangun! Mau Ibu angkat pakai derek?
Ya ampun, gadis ini keterlaluan.
Mau bangun tidak?
Ya ampun.
Tidak adil, Bu.
Ibu mengganggu Shikhar.
Apa Ibu sudah bersumpah?
Ibu?
Tidak, Nak. Kau bersumpah mau permalukan orang tuamu.
Dan Shikhar siapa? Putra si Pandey?
Oh, Ibu.
Hentikan!
Butuh waktu lama membangunkanmu.
Sekarang, cepat. Ibu takkan bangunkan lagi.
Ada apa pagi hari sudah ribut?
Aku mencoba membangunkan putrimu.
Sekarang, kau suruh dia ganti baju.
Atau aku pakai gaunku dan temui keluarga mempelai pria.
Bisa saja, Nak.
Aku yakin mereka belum pernah melihat kuda laut berpakaian merah muda.
Apa katamu, Ibu?
Apa kata Ibu?
Ibu belum mengatakan apa-apa.
Ibu menunggu teh sejak pagi
ada yang peduli?
Teh Ibu belum kau kasih?
Kau tahu dia menderita diabetes.
Ya ampun, Ibu, dasar pembohong.
Dia minum tiga cangkir teh sejak pagi.
Tak ada habisnya drama Ibu-Anak ini.
Akan kubikin lagi!
Ibu.
Dan kau, cepatlah berpakaian.
- Tito anak pintar. - Baiklah.
- Maksudku Ratan. - Ya.
- Kami memanggilnya Tito. - Aku mengerti.
- Tito? - Ya.
Itu nama yang indah.
Menu ini belum dicoba.
- Ini menu spesial. - Tentu.
Tito?
Jadi,
apa mimpimu?
- Mimpi? - Ya.
Aku punya toko laher roda.
Aku bermimpi toko lagi.
Toko laher roda.
Buat apa banyak toko laher di Meerut?
Itu belum kupikirkan.
Yah...
Entah apa harapanmu dari seorang istri
tapi aku ingin beritahu yang kuharapkan dari hidupku.
Aku lulusan Komunikasi Massa.
Aku sudah melamar kerja.
Aku ingin ke Delhi
jadi presenter saluran olahraga.
Ulang lagi?
Presenter olahraga.
Kau pasti tahu kriket.
Para wanita yang...
Yang bajunya minim di lapangan?
Itu pemandu sorak
dan itu adalah kostum mereka.
Lihat
ini adalah videoku.
Aku yang tulis dan arahkan.
Permainan sempurna menentukan kemenangan India hari ini.
Inilah yang kuinginkan. Presenter olahraga.
Meninjau pertandingan dengan para ahli
saat pertandingan.
Pakaian mereka pun sangat minim.
Maaf jika kau jadi kesal.
Tapi itu hal yang baik.
Aku tahu kau ingin berkata tidak.
Kau juga mau bilang tidak?
Tapi dengar
kau harus berikan alasan berbeda pada keluargamu.
- Misalnya... - Kebenaran?
Apa?
Katakan yang sebenarnya.
Maafkan aku, Rajshri...
tapi kau terlihat sangat sehat.
Ini disebut obesitas, bukan sehat.
Berat badanku lebih
dan kau terlalu kurus.
Jadi, maaf
tidak ada yang sehat di sini.
Tapi ada orang bodoh.
Jadi, selesaikan camilannya, dan pergilah.
Seperti angin.
Bodoh.
Rajshri.
Jangan pikirkan, tapi untuk cita-citamu itu
kau harus menurunkan berat badanmu.
Karena dunia ini bodoh sepertiku.
Sukses.
Putri kita tahu keluarga pria itu akan datang.
Berulang kali kukatakan padanya, "Nak, lakukan latihan kardio
atau lakukan keto ."
Tapi tidak dilakukan, maka dia ditolak Tito.
Tapi dia tidak melewatkan satu paratha pun bulan ini.
Dan kau, tutupi wajahmu di koran!
Haruskah kuingatkan terus putri kita sudah 30 tahun?
Jika dibiarkan, skandalnya akan segera dimuat di koranmu.
Kenapa kau tidak berhenti saja mengganggunya?
- Berhenti mengganggunya? - Tepat.
Apa aku pencelanya?
Aku tidak cinta anakku?
Tepat sekali.
Sama sepertimu, orang lain pun akan mencintainya.
Baiklah.
Aku akan berhenti mengkhawatirkan dia.
Karena Jeevan Trivedi sudah prediksi
Ayushmann Khurrana akan datang untuk putrinya
dan menyingkirkannya.
Untuk apa aku peduli?
Aku lelah dengan ini.
Lagi pula tak ada yang peduli padaku.
Kalian anggap ini hanya drama.
Lakukan apa pun yang kau mau.
Selamat datang di siaran olahraga.
Seperti yang baru kita lihat, lapangan kriket Edgbaston sudah siap
menjadi tuan rumah T-20 Internasional kedua antara India dan Inggris.
Sekarang, pertanyaan besarnya
akankah India merebut seri tersebut, atau Inggris melawan balik menyamakannya.
Sementara pemain pemanasan untuk pertandingan besar...
Yang kau katakan tidak masuk akal.
Lengan ini untuk XL?
Ini sangat kecil!
Kalian salah, Tuan. Kenapa pelanggan yang salah?
Nyonya, ini ukuran XL.
Lihat tulisannya.
Ada sesuatu juga tertulis di wajahmu.
Mau aku bacakan?
Aku juga berurusan dengan pakaian. Aku desainer.
Lubang tangan ini tidak bisa untuk XL.
- Ukurannya kecil! - Saira.
- Apa? - Saira...
Bayar saja dan selesaikan.
Aku siap bayar tiga kali lipat.
Aku serius.
Dia akui dulu salahnya.
Ini bukan XL. Sederhana.
- Paman, apa aku benar? - Ya, benar.
Lihat. Perlu bukti lagi?
Tidak, Nyonya.
Aku siapkan tagihan. Cukup bayar saja.
Aku akui kami salah memberi ukuran.
Kami yang salah.
Lihat, ini hal kecil
tapi kau buat berlebihan.
Sekarang, tunjukkan satu ukuran lebih besar.
Maaf, hanya ini ukuran paling besar.
Dan kau membuat kami sadar ini bukan XL.
Tapi, L.
Jadi, kau takkan dapat ukuran besar di sini.
Tagihanmu.
Sial.
Tujuh setengah gaun.
Kau punya tujuh setengah gaun.
Jika masih tidak tahu kenakan apa malam ini
jangan mengaku desainer.
Maaf, Teman.
Aku sudah berlebihan
dan pria di toko itu membuatku kesal.
Apa masalahnya?
Ini hanya makan malam.
Aku ketemu kelompok Viren pertama kali.
Aku harus terlihat seksi.
Ya, benar.
Apa?
Entahlah.
Maksudku, pria itu memakai kaos bau
waktu pertama ketemu temanmu.
Dan kau membeli semua ini.
Dia langsung datang dari gym.
Itu intinya.
Dia tidak peduli
tapi kau calonnya rewel.
Saira
kau akan jadi desainer.
Kau akan segera punya toko di sini.
Aku pernah tanya dia soal kegiatannya dan apa yang ingin dia lakukan.
Dia bilang, "Aku lulus SMA di Ludhiana
suksesku ada di Saira."
Aku yakin IQ-nya buruk. Mengeja IQ saja tidak bisa.
- Serius. - Astaga.
Kau membencinya.
Terima kasih.
Ternyata sama seperti lainnya
bahkan sahabatku pun menilai hubunganku dengan pacarku.
Tidak, aku...
Dan pendapatku atau Viren tidak dianggap, bukan?
Karena apa bedanya, bukan?
Saira, aku...
No comments yet. Be the first to leave one.