The first 200 lines.
RUANG SUPLAI
Yuki, kau di sana?
Masachika!
Kau sudah tiba.
Kenapa memanggilku?
Kau terdengar dingin.
Seharusnya bilang, "Sudah lama menunggu? Maafkan aku."
Sudah lama menunggu? Maafkan aku.
Ya, aku menunggumu.
Kalian sangat dekat.
Kau juga di sini, Alya?
Sudah dari tadi. Maaf mengganggu kalian.
Tidak apa-apa.
Bocah menyebalkan.
Lalu?
Kau memintaku merapikan ruang suplai?
Ya.
Sudah.
Hebat, kau memang pandai melakukan ini.
Ya.
Masachika.
Bisa bantu aku?
Gim papan?
Ini.
Terima kasih.
Juga ada gim kartu.
Kami ingin memakainya di festival sekolah.
Tempo hari,
aku memainkan semua ini di pesta anggota OSIS baru.
Lalu, siapa yang menang?
Kurasa bisa dibilang aku yang menang.
Sudah kuduga.
Kalian berdua, bekerjalah.
Maaf mengganggu.
Maafkan aku, Alisa.
Hei, perhatikan aku.
Ajak aku bicara…
- Hei, apa pikiranmu saat bilang itu? - Ajak aku bicara…
Apa kau tidak malu?
Dia tidak tahu.
Padahal sudah terang-terangan.
Ajak aku bicara…
Ajak aku bicara…
RUANG OSIS
Kerja bagus, Masachika.
Terima kasih sudah membantu.
Bukan apa-apa.
Apa ini? Sudah selesai?
Ya, karena Kuze juga datang membantu.
Apa kau Kuze?
Aku Kenzaki, ketua OSIS.
Aku sudah lama mendengar kau sangat berbakat.
Terima kasih banyak.
Begitu rupanya.
Dia memang terasa seperti pemimpin.
Pantas dikenal sebagai ketua yang mengagumkan.
Kalau begitu, aku permisi.
Tunggu. Kau sudah repot membantu.
Jangan pergi begitu saja.
Jika tak keberatan, aku mau mentraktirmu.
Tidak, tidak perlu repot.
Bukankah bagus?
Meski kau pulang, tidak ada makan malam.
Kenapa kau tahu banyak tentang keluarga Kuze?
Kami teman masa kecil.
Begitukah?
Kalau begitu, waktunya pas.
Suou dan Adik Kujou, ikutlah kami.
Terima kasih.
Tentu.
Sungguh?
Aku mampu kalau di restoran keluarga.
Bicara soal tadi,
bagus selesai dalam waktu singkat.
Aku sudah siap melakukannya besok.
Masachika sungguh luar biasa.
Mau kerja fisik dan mental, semua bisa.
Dia juga pandai bernegosiasi.
Kau terlalu memuji.
Suou jarang sekali memuji orang.
Kuze,
maukah kau ikut OSIS?
Maafkan aku.
Aku tidak mau ikut OSIS lagi.
Aku kesulitan saat SMP.
Memang benar beban kerjanya lebih berat di SMA.
Karena itulah patut dicoba.
Sejujurnya,
itu akan sangat memengaruhi nilaimu.
Sayang sekali.
Aku tidak seambisius atau setermotivasi itu.
Jangan begitu.
Ikutlah OSIS bersamaku.
Lalu kita mencalonkan diri jadi ketua.
Jangan meminta lebih.
Lagi pula, bahkan tanpa aku,
kau bisa dengan mudah menjadi ketua OSIS.
Aku ingin bekerja denganmu di OSIS.
Tidak! Merepotkan!
Kuze, asal kau tahu,
jika kau pikir Suou akan menang, kau salah.
Ada kandidat lain.
Terlebih lagi,
Adik Kujou juga ingin mencalonkan diri.
- Kau juga, Alya? - Ya.
Aku akan bersaing dengan Suou tahun depan.
Maaf menunggu.
- Terima kasih makanannya. - Ya.
Suou dan aku ke arah sini.
Tolong antar Adik Kujou pulang.
Baiklah.
Kalau begitu, ayo.
Kau tak perlu mengantarku pulang.
Aku tidak bisa begitu.
Alya.
Apa?
Kau sungguh akan mencalonkan diri sebagai ketua OSIS?
Ya, aku tadi bilang, kan?
Sampai di sini saja.
Terima kasih.
Kau yakin?
- Dah. - Ya.
Selamat datang.
Alisa pulang dengan selamat?
Kenapa kau di sini?
Aku menginap di sini malam ini.
- Aku tidak tahu. - Aku tidak bilang.
Jadi, pria tampan misterius berjalan dengan tokoh utama wanita?
Pasti kakak beradik.
Prianya pasti lebih tua.
Bisa ditebak mereka kakak beradik, kan?
Kenapa tokoh wanitanya tidak sadar?
Tidak, jangan bilang begitu.
Kau pura-pura jadi teman masa kecil di sekolah.
Jangan bilang begitu.
Apa?
Itu bukan pura-pura.
Kau tahu apa itu teman masa kecil?
Orang yang berteman dengan kita sejak kecil?
Benar!
Dengan kata lain, kakak beradik juga teman masa kecil.
Teman masa kecil, teman otaku, adik kandung,
mereka bisa hidup berdampingan!
Logika yang konyol.
Itu tidak konyol.
Itu hanya penjelasan metafora.
Tunggu.
Si pria dengan tokoh utama wanita ternyata kakaknya.
Tentu saja.
Tapi pria itu menciumnya.
Masa?
Ya.
Ini akan menjadi mahakarya.
Tidak, mustahil.
Secara logika,
mereka bukan saudara kandung?
Dasar bodoh!
Saudara kandung menjadikan ceritanya lebih baik!
YUKI SUOU, ADIK KANDUNG MASACHIKA
Selamat pagi, Kakakku.
Baru saja, gara-gara kau,
pagiku berubah buruk.
Hei.
Ini serangan bangun tidur dari adik imut pada kakaknya.
Kau harus senang.
Jangan bicara seolah-olah itu wajar.
Ini KDRT, tahu?
Langganan Dear Venus ?
Ayolah, Kakak.
Kau punya kompleks saudari.
Itu Kekerasan Dalam Rumah Tangga!
Kau tidak bisa diharapkan.
Lain kali, aku sembunyi di bawah ranjangmu
untuk memegang kakimu begitu kau turun.
Apa maumu?
Ayo, turun.
Kenapa?
Kau akan ereksi?
Enyahlah.
Baiklah, bangun sekarang.
Kau akan berkencan dengan gadis imut.
Ini cukup bagus.
- Keren sekali. - Apa?
Hubungan spesial yang hanya ada di film ini
sangat keren.
Baik, mari kita tonton lagi!
- Jangan! - Lepaskan!
- Kita harus belanja! - Ia memanggilku.
Jangan beli tiket tanpa izin!
Aku sudah lama ingin membeli gaun musim panas yang baru,
tapi aku ingin belanja suvenir otaku nanti.
Mahal sekali! 15.000 yen untuk gaun?
Harga pakaian wanita mahal karena dihitung per kain.
Omong-omong, Yuki…
Ada apa, Kak Kuze?
Aku melihat sesuatu berwarna perak di sudut mataku.
Apa itu imajinasiku?
Itu bukan imajinasimu, Kakakku.
Sudah kuduga.
Kau bahkan menggerai rambutmu,
No comments yet. Be the first to leave one.