Mars: Mimpi Ananda Raih Semesta

Mars: Mimpi Ananda Raih Semesta

Download Indonesian Subtitle

Release info

Mars Mimpi Ananda Raih Semesta 2016 INDONESIAN WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF Fix common errors

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-01-26
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Assalamualaikum warrahmatullohi wabarrokatu.

Selamat pagi.

Baik. Jika kalian bertanya padaku

siapa yang paling tahu tentang makna pendidikan?

Maka akan kujawab...

ibuku.

Seorang ibu adalah cahaya dari galaksi ketujuh.

Yang menerangi jiwaku bagaikan cahaya abadi.

Ibu bagaikan angin yang mendendangkan nyanyian hidup.

Begitu indah dan penuh keajaiban.

Setelah matahari terbenam, ibuku selalu mengajakku keluar

dan menunjukkan bintang-bintang yang berkalap-kelip.

Itu adalah Mars.

Namun, kami selalu menyebutnya Lintang Lantik.

Ibuku selalu meyakini bahwa aku dapat meraih bintang itu.

Dengan ilmu pengetahuanku.

Aku tak mau pulang, Jon.

Aku tak mau kambing ini dijual.

Hei, Kar, kau jangan sedih begitu.

Kau harusnya senang.

Sebentar lagi, kau mau sekolah, 'kan?

Sekolah itu apa, Jon?

Sekolah itu tempat kita belajar, Kar.

Agar pintar. Agar tak bodoh.

Terus, ke sekolah boleh bawa kambing, tidak?

Kau pikir kambing bisa sekolah, ya, Kar? Sembarangan kau!

Sudah, ayo cepat pulang!

Astagfirullohaladzim.

Bapak tidak makan?

Bapak sudah makan, Nak.

Lihat kau makan saja, Bapak sudah senang.

Ya, Sekar,

nanti tengah malam,

bapak mau berangkat.

Maafkan Bapak tak bisa menemanimu masuk sekolah.

Bapakmu dapat kerja di Wonogiri, biar bisa dapat uang banyak.

Dan kau bisa sekolah yang tinggi.

- Sekar tak mau sekolah. - Kenapa begitu, Nak, ada apa?

Sekar tak mau lagi berpisah dengan Bapak.

Ya sudah, kemari!

Bapak janji,

pulang dari sana, Bapak akan selalu menemani Sekar.

Agar Bapak bisa mengantar Sekar ke sekolah. Ya, 'kan?

Bu, Sekar minta dawet.

Sebentar ya, Nak.

Celaka.

Harga kambing turun, anjlok.

Karena bersamaan dengan masuknya anak sekolah,

jadi, harga semua ternak turun.

Ini terima. Ini.

Bagianmu lebih banyak dariku.

Belum lagi yang kuberikan Pak Aryo, itu uangku sendiri.

Terima, ya?

Dah, Nak, ayo.

Ayo, Nak.

- Dik! - Mau cari apa?

- Ada seragam sekolah? - Ini dia.

- Mau satu. Ada bawahannya? - Ya.

Ada, sebentar.

Terima kasih.

Yang pertama kali diajarkan oleh Allah pada manusia adalah "Iqro". Membaca.

Mencari ilmu.

Dan yang paling berharga di mata Allah SWT itu bukan rumah

atau tanah yang luas, ternak yang banyak, maupun harta yang berlimpah.

Tapi Allah menegaskan bahwa ada sesuatu yang

terus mengalir pahalanya sampai akhir zaman,

yaitu ilmu pengetahuan. Ilmu yang bermanfaat.

Kalau putra-putri kita punya banyak ilmu,

Insha Allah akan lebih mudah mendapatkan rizki dari Allah.

Dan kita sebagai orang tua akan mendapat kemuliaan dari Allah SWT.

Amin.

Sudah, Nak, lekas keluar.

Dingin, ya?

Ibu bangga, Sekar.

- Ini telurnya, Nak. - Ibu tidak makan telur?

Ibu tidak suka telur.

Sudah, habiskan semua makannya, supaya pinter.

Ayo, Nak.

Sudah lama?

Sudah, Pak, sudah sejak matahari muncul.

Pagi sekali. Sekarang sudah pukul 10.

Anak cantik ini mau didaftarkan sekolah di sini?

Ya, Pak, namanya Sekar.

Maaf.

Pendaftarannya bukan hari ini, tapi minggu depan.

Kalau begitu, pulang saja dulu, minggu depan kembali lagi.

Ya, Pak.

Aku permisi dulu mau menyiapkan

berkas-berkas untuk pendaftaran minggu depan.

Ya, Pak.

- Permisi. - Silakan.

Bu, Sekar tak jadi sekolah, ya? Tidak jadi, ya?

Minggu depan, Sekar. Minggu depan. Sekarang kita pulang dulu.

- Minggu depan? - Ya, Nak.

Minggu depan, kau akan menjadi anak yang berbeda, ya? Minggu depan.

Sudah, Bu?

Belum, Bu.

Kenapa bisa lama sekali, Bu?

Aku bantu, ya?

- Nama ibu? - Tupon.

- Nama anaknya? - Sekar Palupi.

Bu Tupon di mana, tanggal, dan tahun berapa?

- Hmmm... - Coba KTP-nya.

Ya sudah, begini saja, Ibu sekarang pulang,

dilengkapi semua persyaratan ini, dan KTP.

Baik, Bu. Aku ambil dulu di rumah, ya, Bu?

Yang penting anakku bisa diterima dan sekolah di sini, ya, Bu?

- Ya. - Aku sudah siapkan semua biayanya, Bu.

Tapi tolong aku, ya, Bu? Aku hanya ingin

anakku bisa sekolah dan jadi anak pintar.

- Ya. - Ayo, Nak. Cepat.

Ayo, Nak. Kita kembali lagi ke sekolah.

Tapi Sekar lapar.

Nanti dulu, ya, Nak. Kau puasa dulu, ya!

Ini lebih penting dari semuanya.

Ditahan, ya, Nak! Ayo, Nak!

Bu Mantri, tunggu.

Ayo, Nak.

Bu! Ibu!

Orang bodoh itu lagi!

Nyoto, kau saja yang urus.

Aku malas dengan orang bodoh seperti itu.

Ya, Bu.

- Pak, aku sudah bawa KTP-nya. - Ada apa, Bu?

Tolong, Pak. Aku ingin anakku sekolah di sini, Pak.

Aku sudah bawa semuanya, Pak.

Tolong aku, ya, Pak, tolong, Pak.

Ada apa, Bu? Kenapa lama sekali?

Ditunggu dari tadi. Ayo, masuk.

Terima kasih, Pak.

- Nama anak Ibu? - Palupi, Bu. Sekar Palupi.

Tempat tanggal lahir?

Bu, aku menanyakan tempat dan tanggal lahirnya Sekar.

Begini, Bu...

Begini apa? Waktuku tidak banyak.

Ya, Bu. Begini...

Ibu sudah mengganggu waktu pulangku.

Maaf, Bu.

Tapi bukannya semuanya sudah ada di situ, Bu?

Ternyata anak Ibu belum cukup umur.

- Belum tujuh tahun! - Apa, Bu?

Tidak dengar? Anak Ibu belum genap tujuh tahun.

Kurang dua bulan lagi, jadi tak bisa sekolah.

Anakku tak bisa sekolah?

Tolong, Bu, sekar diterima di sini. Tolong, Bu.

Ya, tidak bisa. Ini sudah peraturan, aku tak bisa melanggarnya.

Aku ingin melihat anakku sekolah di sini, Bu.

Bukan aku yang membuat peraturan.

Ibu datang saja dua bulan lagi,

mudah-mudahan anak Ibu diterima dengan baik di sini.

Tolong, Bu. Tolong Sekar diterima di sini.

Tolong agar Sekar jadi anak yang pintar, Bu.

Tolong bantu Sekar jadi anak yang...

pintar, Bu.

Ayo, jalan!

Bu, Sekar tak jadi sekolah, ya?

Kita pulang dulu, ya, Nak?

Sekar sayang Ibu.

Sekar tidak mau sekolah. Sekar mau bantu Ibu saja.

Besok kau berangkat sekolah, ya?

Ibu yang mengurus semuanya.

Ustadz Ngali banyak bantu Ibu.

Sekar sayang Ibu.

Ibu juga sangat menyayangi Sekar.

Tidur lagi, ya?

Kau ini bagaimana, Jon? Pelan-pelan!

Kalau begitu jangan diinjak, Kek.

Dari tadi dinjak saja.

- Kau terburu-buru - Ayo, cepat berdiri!

Pelan-pelan.

Istirahat dulu

Kek Atmo! Warjono!

Kemari... Kemari, Anak Cantik!

Kenapa kau kemari? Tidak sekolah, ya?

Malas, Kek.

Kenapa malas? Bagaimana?

Kakek sedang membuat acara Gubregan, ya?

Kakek tidak Gubregan, Sekar.

Itu untuk dijual. Benar, to, Kek?

Kakek sudah tak punya kambing dan sapi, bagaimana mau Gubregan?

Ya, 'kan, Kek?

Ya.

Hei, Jon, antarkan pesanan ke tempat Pak Kartono dan Pak Teguh Sailan.

Dan jangan lupa uangnya diminta untuk beli gaplek.

Pesanan Pak Widodo tidak diantar sekalian, Kek?

Tak usah, nanti Kakek yang antar.

Sekar, mau ikut mengantar ketupat, tidak?

Kau sendiri saja. Sekar menemani Simbah di sini.

Ya, sudah.

Kek, Sekar malas sekolah.

Kenapa malas?

Teman-teman di sekolah sering nakal, Kek.

Mereka selalu menghina Sekar.

Tidak.

Sekar itu cantik.

Sekar hebat, jangan nangis, ya?

Kau cantik.

Sekar tak mau sekolah.

Sekar mau di sini saja dengan Kakek.

Kau harus sekolah, harus pintar.

Mars: Mimpi Ananda Raih Semesta subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left