Qala

Qala (कला)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Qala 2022 HINDI WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF Fix common errors

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2022-12-01
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Lampu.

Kamera. Diam. Mulai.

Permisi, Saudara. Bu. Sebelah sini. Tolong lihat ke arah kamera.

Pencapaian yang luar biasa.

Terima kasih.

Selamat meraih penghargaan Golden Vinyl.

Terima kasih.

Bukan kau.

Tak akan lebih dari setengah jam.

Tak apa-apa. Biarkan mereka mengajukan pertanyaan.

Sekali lagi, selamat, Bu.

Bagaimana rasanya jadi lambang kesuksesan di dunia musik?

Rasanya seolah...

Akhirnya pulang, kelelahan, dan habis tenaga.

Dan ibuku di pintu, menyambut kedatanganku.

Ini adalah peninggalan ayahku.

Dan impian ibuku untukku.

Dia menunggu tibanya hari ini. Dia pasti gembira mendengar berita ini.

Ada rencana menikah dalam waktu dekat?

Ada rumor yang mengaitkanmu dengan komposer musik terkenal.

Filmku berikutnya adalah bersama Tn. Rai.

Nn. Naseeban adalah komposer musik, Tn. Majrooh menulis liriknya,

dan Tn. Rai adalah ko-produser dan istrinya adalah aktor utama.

Pertanyaan berikutnya.

Bu, bakat musik mengalir di keluargamu.

Kakekmu bahkan bergelar besar, Diwan...

Bukan. Itu adalah ayahku,

Pandit Devram Manjushree yang bergelar itu.

Ibumu, Ny. Urmila,

juga mengorbitkan putranya sebagai penyanyi sembilan tahun lalu?

Tidak!

Dia tidak punya putra.

Hanya aku anaknya.

Hanya aku.

Seandainya suamimu masih hidup,

dia akan sangat bahagia melihat putrinya.

Bu, kau namai siapa putri mungil ini?

Qala.

- Bayiku yang satunya? - Kami tak bisa selamatkan lebih awal.

Kedua detak jantung mereka selalu sinkron.

Seorang...

putra?

Jangan cemas, yang putri baik saja.

Bayi yang sehat dan kuat.

Itu cukup lazim dengan bayi kembar.

Jika salah satu bayi lebih kuat dan sehat,

dia kadang menyerap nutrisi untuk bayi lainnya.

Jadi anak yang lemah akan sulit untuk bertahan.

Ibuku bertanya

Oh, Putri Kesayanganku

Mengapa kau begitu lesu dan pucat?

Mengapa kau begitu lemah dan lesu?

Memang ada apa jika kau perempuan?

Kau masih bisa menjadi maestro musik seperti ayahmu.

Kau bisa dilatih. Bakatmu bisa sebesar anak lelaki mana pun.

Tetapi karena kau seorang gadis, kau harus bekerja lebih keras.

Kau harus sangat hati-hati dengan harga diri dan reputasimu.

Kau paham maksudku?

Tentu saja kau tak paham.

Tetapi kau akan paham.

Dunia seharusnya menganggapmu sebagai seorang maestro.

Dan bukan sebagai wanita simpanan.

Hanya dengan begitu kau akan sukses.

Apakah kau akan bisa melakukannya?

Kau sanggup sukses seperti itu?

Bu, tehmu ada di sini.

Jurnalis Illustrated Weekly akan segera tiba.

Apakah ibuku menelepon?

Tidak.

GOLDEN VINYL UNTUK SUARA EMAS

Kau mengirim telegram kepadanya, 'kan?

Ya, Bu.

Kau lihat koran hari ini, Bu?

Ada foto diriku bersama Perdana Menteri.

Sungguh merupakan kehormatan. Dan Golden Vinyl.

Kau selalu menginginkannya, 'kan?

Aku tahu kau akan bahagia.

Bu, fotografernya sudah siap memotret.

Aku harus pergi sekarang.

Aku juga menyayangimu.

Ya, Bu, aku mengurus diriku sendiri.

Halo.

Aku menelepon dari kantor Tn. Dey. Ini menyangkut kencan Nn. Qala...

Ini dari kantor Tn. Dey untuk kencan-kencanku.

Bilang padanya jika pahlawannya mau nyanyikan lagunya di film ini,

tarifku seharusnya lebih besar dari ini, meski hanya lebih besar satu rupee.

Tahan.

Indah sekali.

Cukup.

- Majalahnya perlu... - Hei.

Kurasa kami dapatkan.

- Akan kami kirim foto untuk persetujuan. - Terima kasih.

Omong-omong, aku suka yang kau lakukan untuk Indira minggu lalu.

- Terima kasih. Dah. - Dah.

Akan kukembalikan buku-buku Tn. Majrooh.

Pencuri!

Tidakkah kau malu kepada dirimu sendiri? Memajang impianku di tembokmu?

Ini milikku!

Tak demam sama sekali.

Apa yang sebenarnya terjadi? Ada gejala spesifik?

Tidak.

Tidak, Dokter, tak ada yang salah secara fisik.

Ada...

suara...

di sini!

Dan ketakutan...

di sini!

Ini...

Ini seperti...

Aku telah menunggu sesuatu terjadi.

Dan ini terjadi.

Aku merasa sesuatu dalam diriku sedang pecah.

Kurasa kau perlu istirahat.

- Kelelahan ekstrem. - Kelelahan? Tidak, Dokter.

Ada yang salah dengan diriku.

Tak apa-apa. Semua wanita cenderung mengalami.

Sedikit histeria. Kau seniman yang sungguh hebat,

dan kita tahu seniman itu sensitif.

Mereka masukkan semua ke dalam hati.

Terlalu memikirkannya. Maka kau bayangkan suara di kepalamu.

Belum lagi, saat menstruasi adalah hari-hari sulit.

Jadi, keluar rumah saja dan menghirup udara segar.

Baik.

Jika demikian, kirimlah obat tidur.

Aku kirimkan bulan lalu.

- Hanya tinggal sedikit. - Itu tidak bisa, Nn. Qala.

Cobalah tidur tanpa pil.

- Kusarankan kau hangatkan susu dan... - Tak mau susu!

Dia tidak minum susu.

Baik. Tambahkan pala pada segelas air hangat dan...

- Kirim obat tidurnya. - Berhentilah terlalu memikirkan apa pun.

Kau terlalu membuat stres dirimu. Kau penyanyi fenomenal. Menyanyilah.

Maaf, Ibu.

- Aku akan menyanyi lagi. - Letakkan kecapinya.

- Kumohon, kucoba sekali lagi. - Letakkan sekarang.

Kecerdasan? Nol. Kecantikan? Nol.

Bakat nol. Setidaknya yang bisa kau lakukan adalah bekerja keras.

Dan kau tak bisa lakukan itu.

Kita harus pergi ke Solan lusa.

Kau harus menyanyi di depan maestro, Mansoor Khan.

Kau bahkan tak menguasai hal-hal mendasar, Qala.

Bu, aku tahu.

Tolong dengarkan sekali saja, Ibu.

Ibu, maafkan aku.

Maaf, Ibu.

Ibu, maaf.

Ini pertama kalinya

Putri Diwan Manjushree akan menunjukkan bakat vokalnya.

Dan untuk itu, penontonnya sangat sedikit?

Gandhi sedang mengunjungi Shimla, jadi seluruh desa sekitar kosong.

Mereka semua pergi untuk melihatnya.

Dan ini musik klasik Hindustan.

Bukan lagu film tarian yang digemari.

Ini bukan untuk telinga awam.

Kau terlalu khawatir. Mari. Lihatlah mereka yang telah datang.

Para ahli musik dan puisi. Mereka yang seharusnya hadir, berada di sini.

Ada satu lagi penyanyi yang tampil hari ini.

Jagan Batwal. Dia berasal dari Solan, seorang anak setempat.

Tetapi, Pak, hari ini dimaksudkan untuk Qala.

- Bagaimana bisa orang lain menyanyi? - Anak itu seorang yatim piatu.

Dia belajar menyanyi di kuil Sikh setempat.

Dia mendapat kesempatan untuk menyanyi di depanmu.

Tetapi jika kau keberatan dengan kastanya...

Tidak.

Seniman tidak ditentukan kasta atau kelahirannya.

Dan kau putuskan dia menyanyi hari ini, akan kudengarkan.

Aku tak bisa menolak keinginanmu.

Ayah tersayang

Ayah tersayang

Ayah tersayang, mengapa aku kehilangan

Rumah ibuku?

Ayah tersayang

Ayah tersayang

Mengapa aku kehilangan

Rumah ibuku?

Ayah tersayang, mengapa aku kehilangan

Rumah ibuku?

Mari, Nak. Duduk. Selamat. Kau menyanyi dengan indah.

Kau memiliki suara ibumu. Suara manis yang sama.

Berapa jam kau berlatih sehari?

- Sekitar delapan jam sehari. - Delapan jam...

Kurasa kau tadi bilang

tak ada yang datang karena Gandhi sedang berkunjung.

Memang, tetapi...

Oh, untuk mati seperti ini

Bukanlah sebuah akhir, Kawanku

Dunia memang mati setiap hari

Namun tidak memudar

Siapa yang tahu saat akhir akan tiba

Dan bagaimana kematian akan mengunjungiku

Jika tuanku hidup di dalam hatiku

Aku akan memudar secara anggun

Aku akan memudar secara anggun

Memudar

Memudar

Ke mana kau akan mengembara dalam pencarianmu?

Bayangannya berjalan bersamamu

Namun kau mati bersama setiap napas

Dan hancur berkeping bukannya menjadi utuh

Setiap napas adalah himne tak berbentuk Dinyanyikan tanpa rasa takut

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left