Memori

Memori

Download Indonesian Subtitle

Release info

[๐‚๐จ๐Ÿ๐Ÿ๐ž๐ž๐๐ซ๐ข๐ฌ๐จ๐ง] ๐Œ๐ž๐ฆ๐จ๐ซ๐ข (๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ“) ๐๐… ๐–๐„๐
A Commentary by Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐ŸŽ๐Ÿ:๐Ÿ‘๐Ÿ–:๐Ÿ“๐Ÿ“ || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ต๐‘ฌ๐‘ป๐‘ญ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘ฟ || *๐‘ช๐’“๐’†๐’…๐’Š๐’• ๐’•๐’ ๐˜‘๐˜ข๐˜ด๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ (๐‘ท๐’†๐’๐’†๐’“๐’‹๐’†๐’Ž๐’‚๐’‰) || เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
Published on: 2026-01-07
Downloads: 12
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

TERINSPIRASI DARI KISAH NYATA

Sore ini mau ke mana?

Tolong!

SEMOGA DAMAI MENYERTAIMU

ASHA MENELEPON

Lihatlah ikannya.

Lihat.

- Selamat pagi, Hassan. - Hai.

- Ayo lihat. Ikan segar. - Ya.

- Selamat pagi, dr. Hassan. - Selamat pagi.

- Halo, dr. Hassan. - Hai.

Sam?

Sam!

Ayah!

- Sam! - Ayah!

Sam!

Apakah kau suster baru?

Ya.

- Ke atas sedikit. - Ke atas?

Nona, jika tak bisa membalutnya dengan benar,

kau belum siap menjadi seorang istri.

Suster.

Dokter Jegha.

Aku sudah menelepon putramu.

Kau pasti sudah memberitahunya bahwa aku sekarat.

Lain kali, bicaralah sendiri dengan putramu, Dokter.

Namun, perjanjiannya kau akan memberitahunya, 'kan?

Jangan sampai dia datang sia-sia, Dokter.

Singapura tidak dekat.

Jegha.

Aku melihat Sam berlari dan berteriak di jalan tadi. Ada apa?

Apakah kau mengejarnya? Apakah kau marah kepadanya?

Jangan. Nanti kalau sudah besar, dia bisa membencimu.

Sam ada di sekolah. Mana mungkin dia ada di jalan?

Untungnya, Asha datang untuk memeriksamu.

Kau pun beruntung karena punya istri seperti Asha.

Dia juga bilang begitu.

Semuanya sudah beres di luar, Paman.

Namun, bagaimana dengan tanaman yang mati?

Buang saja.

Terima kasih, Sam.

- Nanti Paman belikan roti boom. - Tentu!

- Kau suka? - Ya.

Aku senang hubungan kalian lebih baik.

Semua ini karena dukunganmu.

Hai, aku Jegha.

Dokter, terima kasih banyak telah menelepon.

- Istriku, Rina. - Hai.

Sebaiknya aku pergi. Sam.

Anakku.

Dia membantu di sekitar rumah dan sebagai bayaran,

dia bisa menemani ayahmu.

- Kuharap pembayarannya sepadan. - Tentu saja.

Kau beruntung.

Kita pulang?

Ibumu sudah banyak mengirimkan pesan.

Dokter, terima kasih sudah memperhatikan abaku.

Bolehkah aku mengajakmu dan keluarga keluar untuk makan malam?

Tentu saja boleh.

Tak perlu repot-repot.

Tidak, aku memaksa.

- Oke. - Oke.

Ayo pergi?

- Sampai nanti. Dah. - Sampai nanti.

Dah.

Asalamualaikum, Aba.

Alaikum salam.

Aba.

Aku membelikan Aba makanan, tapi sepertinya Aba sudah makan.

Bagaimana perasaan Aba?

Kau terlihat berbeda.

Sudah waktunya.

Ini perubahan yang bagus.

Insyaallah.

Bagaimana tangan Aba? Aba baik-baik saja?

Bukan apa-apa.

Bagaimana dengan kepala Aba?

Lain kali hati-hati, Aba.

Aba selalu berhati-hati.

Bilang saja kepada sopir truknya.

Kapan terakhir kali kalian datang kemari?

- Apa? - Sudah setahun, 'kan?

- Apakah sudah selama itu? - Ya.

Waktu cepat berlalu.

Salahkan saja Imran. Dia selalu sibuk.

Mengapa semua albumnya dikeluarkan?

Aba sedang menyusunnya berdasarkan tanggal selagi masih bisa mengingatnya.

Untuk apa?

Takut lupa.

Ohโ€ฆ

Namun, ada satu foto ini.

Aba tidak ingatโ€ฆ Imran.

Kapan dan mengapa kita mengambil foto ini?

Apakah kau ingat?

Entahlah.

Dia baru dapat akun besar di agensi.

Kali terakhir pun juga sama. Akun besar.

Ya.

Bagaimana dengan Aba? Aba baik-baik saja?

Aba sudah tua. Apa pun ituโ€ฆ Sudahlah.

Aba masih muda. Masih kuat juga.

Aku akan bawa makanannya ke dapur.

Aba lupa kalau tadi sedang merebus telur.

Mengapa ada pakaian di dalam kulkas?

Itu kerjaan Asha. Dia selalu membawakan makanan.

Makanan barat.

Dia tidak bisa memasak makanan Melayu.

Ada sampah di dalam mesin cuci.

Sampah?

Itu pasti Sam. Dia suka mengerjai Aba.

Apakah kau ingat foto ini?

Tidak, Aba.

Itu fotomu dan ibumu ketika kau masih kecil.

Sudahlah.

Biar aku yang memotongnya.

Ini.

Biar lebih mudah untuk dimakan.

Kapan kau mulai memakai hijab?

Setelah ibuku meninggal, Aba.

Apakah dia sakit?

Tidak, dia hanya merasa tidak enak badan suatu hari.

Hal berikutnya, dia sudah tiada.

Sikap ibuku memang berbeda setelah ayahku meninggal.

Seperti ini cukup?

- Ya. - Makanlah.

Apakah kau masih punya foto pernikahan seperti ini?

Apa?

Aba hanya punya satu. Mau Aba masukkan ke dalam koleksi.

Hanya ada itu, Aba.

Pernikahan kami kecil-kecilan.

Sayang sekali Aba tak datang.

Di Singapura. Jauh.

Aba tak suka bepergian.

Aba juga tak suka kejutan.

Aba kira Imran tak akan pernah menikah

karena dia sibuk dengan pekerjaannya.

Aku meniru Aba.

Itu namanya cinta sejati.

Begitulah.

Jika mendiang ibumu ada di sana,

dia pasti senang dan bangga.

Hari itu, Aba berdoa

supaya kalian diberi rahmat dan diberkati.

Ibumu akan berdoa siang dan malam

untuk kalian berdua.

Ini sudah lewat pukul 14.00. Saatnya zuhur.

- Aba salat dulu ya. - Oke.

Mau salat bersama?

Atau kau masih malas salat?

Dari dulu susah sekali dibangunkan untuk salat subuh.

Bisakah kau mengambilkan bola ikannya?

Aku bisa tambah cuti.

Aku akan tinggal di sini lebih lama. Kau bisa kembali.

Apa?

Nanti Aba bilang apa?

Memangnya apa?

Apa bedanya?

Aku mencemaskannya.

Tahukah kau apa yang kulihat di dapur?

Ada cucian di dalam lemari es

dan ada sampah di mesin cuci.

Tidakkah kau melihat dinding di dapur?

Hitam.

Hanya karena dia mencoba merebus telur.

Biarkan aku membantu.

Itu akan memperumit masalah.

Dia abaku.

Biar aku saja yang urus.

Ini hanya untuk beberapa hari.

Setidaknya di sini aku bisa dapat suasana baru.

Kau seharusnya tidak datang.

Oke. Mengapa kau tak jujur saja kepada Aba?

Apa?

Apa kau lihat kondisinya?

Apakah kau lihat apa yang dia alami?

Kau mau aku jujur?

Kau mau aku bilang kita akan berpisah?

Nanti kuberi tahu kalau dia sudah siap.

Maksudmu, saat kau siap?

Seharusnya kau tidak datang.

Dari awal seharusnya kau tak ikut.

- Dokter. - Ya.

Semuanya ada di sini dan harganya murah.

Asalamualaikum, Dokter.

- Alaikum salam. - Ikannya baru saja datang.

Masih segar dari laut.

Dokter, aku punya sayuran segar.

Ada apa, Dokter?

Anakku.

Di mana anakku?

Anakkuโ€ฆ

Tolong!

Tolong!

- Sam? - Tolong!

- Sam! - Tolong!

Sam!

Jangan!

- Ayo! - Aba!

Jangan, Aba. Jangan!

Naik.

Memori subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left